Tag Archives: Pendidikan

Catatan Mingguan Men Coblong: Miskin

MEN COBLONG menggigit bibirnya, pikirannya benar-benar melambung tinggi.

Apakah yang salah dengan karakter orang-orang yang tinggal di negerinya ini? Negeri yang konon, konon lho ya, beradab, berbudaya, santun dan sekian deretan pujian tentang karakter adi luhung muncrat dari mulut-mulut para “pengempu” negeri (baca: pemilik kekuasaan).

Seolah-olah Men Coblong berada di negeri yang penghuninya memiliki karakter kuat sbagai mahluk manusia di antara bejibun manusia di Bumi ini. Faktanya?

Apa yang Anda pikirkan ketika terjegal jalur zona untuk mencari sekolah anak-anak mereka di sekolah-sekolah favorit, banyak orang-orang “mampu” dan “kaya” berbondong-bondong mengaku miskin?

Hyang Jagat, Men Coblong tidak habis pikir. Apa karena minat baca di negeri ini yang “lumpuh” sehingga wawasan dan diksi kata-kata mereka juga “minus”? Sehingga banyak orang tidak paham arti kata miskin. Padahal kalau mau sedikit berselancar di Google tentu akan mudah didapatkan makna, dan esensi arti kata miskin itu.

Tindakan Kapolsek Galang AKP Marhalam Napitupulu, yang memasukkan anaknya melalui jalur rawan melanjutkan pendidikan (RMP) atau harus memiliki surat miskin ke SMA Negeri 1 Medan, dianggap kurang pantas. Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, institusinya sangat menyayangkan langkah yang ditempuh Marhalam. Ia menilai tidak semestinya seorang anggota Polri memalsukan status ekonominya hanya untuk kepentingan tertentu.

Ini baru satu yang terdeteksi bahkan masuk media massa lokal. Kalau kita mau jujur, tentu banyak juga yang melakukan hal ini untuk mendapatkan kursi-kursi di sekolah-sekolah favorit di negeri ini. Aturan-aturan yang dibuat sesungguhnya bagus, jalur miskin dibuat agar anak-anak miskin juga bisa mengenyam pendidikan yang baik, dengan mutu yang juga baik.

Namun, masalahnya apa sesederhana itu?

Di kota tempat Men Coblong tinggal, justru banyak sekolah-sekolah favorit justru gering dengan siswa miskin.

“Mana berani masuk sekolah itu, saya hanya jualan canang. Takut nanti biaya ini-itunya mahal. Saya juga takut anak saya dikucilkan. Maklum orang miskin. Kalau tidak bisa bayar ini-itu saya susah juga, anak saya tentu tidak bisa bersekolah dengan nyaman,” papar Ni Luh Kemprit dagang canang yang memilih anaknya bersekolah di sekolah swasta dibanding masuk sekolah negeri yang banyak dikuasai orang-orang mapan.

Masalah pendidikan di Indonesia sejak dahulu memang belum pernah tuntas. Sebagai umat bangsa Indonesia Men Coblong paham sekali alangkah rumitnya sistem yang dikelola pemerintah. Beragam aturan-aturan baru justru membuat beragam sistem yang belum matang justru makin rumit melilit. Makanya ada anekdot, ganti menteri ganti aturan.

Adanya tempat untuk warga miskin bersekolah di sekolah favorit memang sebuah solusi untuk membuat tujuan pemerataan bagi para siswa miskin untuk bisa menikmati pendidikan di sekolah-sekolah favorit dengan menu-menu yang teruji tentu jadi impian. Masalahnya SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) justru jadi solusi bagi siswa “mampu” bahkan ada juga siswa “kaya” yang menggunakan SKTM untuk lolos masuk sekolah favorit.

Ini sebuah hal yang mengerikan, karena orangtua justru menggiring anaknya melalukan tindakan yang “merusak” karakter. Apakah hal ini dipahami dan disadari orangtua?

Tindakan tegas dilakukan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan menelusuri adanya penggunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 di Kota Bandung. Ridwan Kamil mengatakan, langkah itu dilakukan untuk mencegah praktik kecurangan dalam penerimaan siswa baru.

Anak sang Wali Kota dan kelak jadi Gubernur Jawa Barat ini juga tidak diterima di sekolah favorit karena alasan zonasi. Ridwan pun oke-oke saja. Hal ini sesungguhnya wajib dicontoh oleh para “pengempu” dan “penentu” beragam kebijakan di negeri ini.

PPDB 2018 memaksa sekolah untuk lebih cermat. Sekolah harus benar-benar memastikan bahwa pengguna SKTM berasal dari keluarga tidak mampu. Sekolah seharusnya membentuk tim verifikasi yang bertugas mengecek data SKTM yang dilampirkan calon siswa dengan kondisi riil di tempat tinggal masing-masing.

Verifikasi faktual ini juga diinstruksikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. “PPDB tahun ini memang butuh kecermatan, terutama soal SKTM. Kami bentuk lima tim verifikasi, masing-masing beranggotakan dua orang guru. Tugas mereka mengecek keakuratan data SKTM yang dilampirkan calon siswa baru,” jelas Kepala SMA Negeri 2 Agung Mahmudi Ariyanto.

Bagaimana dengan kondisi di Bali? Semoga para “penentu” kebijakan juga mampu arif bijaksana, memberi ruang untuk anak-anak tidak mampu bersekolah di sekolah favorit di Kota Denpasar. Tanpa didikte dengan beragam aturan administrasi yang membuat nyali mereka ciut mendaftarkan anaknya ke sekolah favorit. Karena semua anak memiliki peluang yang sama untuk “mencicipi” bangku pendidikan dengan fasilitas sekolah yang memadai.

Orangtua tentu menginginkan anaknya mendapatkan hak atas pendidikan bermutu sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 5 Ayat (1) bahwa “ Setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu”.

Bagi Men Coblong alangkah mengerikan menggunakan SKTM untuk tujuan yang tidak baik. Bagaimana kalau kena karmaphala? Benar-benar dikutuk untuk jatuh miskin! Apa Anda mau? Makanya jangan coba-coba mengaku miskin ya, kalau Anda tidak miskin! [b]

The post Catatan Mingguan Men Coblong: Miskin appeared first on BaleBengong.

Community Day Sukses Satukan Komunitas Bali

Empat puluh komunitas merayakan perbedaan dalam Community Day.

Untuk keempat kalinya kegiatan Community Day diadakan. Tahun ini, kegiatan itu diadakan pada Minggu, 8 April 2018 di Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi Renon dari pukul 06.00 s/d 11.00 WITA.

Badan Eksekutif Mahasiwa Pemerintahan Mahasiswa (BEM-PM) Universitas Udayana mengundang 42 komunitas anak muda di Bali. Mereka dikelompokkan menjadi tujuh divisi yaitu kesehatan, seni, gerakan anak muda, teknologi, lingkungan, dan pendidikan.

Beragam komunitas hadir, seperti Sadar Sehat, Kisara, Gold Monk, Bali Soul Society, Kamera Indonesia Regional Bali, Komunitas Teratai, Rotaract Club, Ketimbang Ngemis Bali, Bali Blogger Community, Robotika Bali, Gamdev Bali, dan lain-lain.

Seluruh Komunitas peserta Communtiy Day 2018 mendapatkan stand untuk memporomosikan kegiatan apa saja yang mereka lakukan. Beberapa komunitas juga ada yang merekrut relawan baru untuk bergabung. Stand-stand Komunitas banyak dikunjung masyarakat karena juga bertepatan dengan momen car free day yang diadakan pemerintah Kota Denpasar setiap minggunya.

Tiga perwakilan dari masing-masing komunitas saat pembukaan Communtiy Day 2018 juga mengikuti prosesi pawai mengelilingi Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi Renon sambil diiringi musik dari Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM) Marching Band Universitas Udayana.

Pawai sukses mencuri perhatian masyarakat yang berolahraga di lapangan. Komunitas yang hadir juga mendapatkan kesempatan oleh penyelenggara untuk maju ke atas panggung selama tiga menit untuk mengenalkan visi, misi dan kegiatan Komunitas masing-masing.

Antoneilla Dewi Anjarsari dari Komunitas One Piece Dewata Bali memiliki cara unik agar stand Komunitasnya ramai dikunjungi. Ia bersama para anggota Komunitas One Piece Dewata lainnya membuat foto booth Bounty Karakter cerita manga jepang One Piece.

Dia juga mengajak pengunjung berkreativitas dengan membuat paper craft dari bahan kertas kokuri.

Bila tahun lalu Komunitas Piece Dewata membuat papecraft dari bahan kertas dove, untuk tahun ini mereka mengajak pengunjung membuat papercraft dari kertas kokuri. Cara dan teknik pembuatan dengan kertas ini tak sekadar memotong dan melipat.

“Paper Craft Karakter One Piece dari kertas kokuri menjadi obyek untuk dibuat,” tutur gadis yang akrab disapa Anele ini.

Di stand lainnya, Komunitas Ketimbang Ngemis Bali membuka donasi untuk para pejuang kehidupan yakni para lansia yang tetap bekerja secara halal untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Para anggota Ketimbang Ngemis Bali menggunakan pakaian Superhero Batman dan Nenek Sihir saat kegiatan Community Day 2018.

Muhammad Imran Syaban selaku anggota juga mengundang pengunjung dan perwakilan komunitas lain untuk lomba makan krupuk untuk meramaikan acara.

“Menggunakan kostum Superhero Batman dan Nenek Sihir menambah minat pengunjung unuk berdonasi. Lomba makan krupuk pun tak kalah seru karena setiap komunitas mengirimkan perwakilannya untuk berkompetisi yang menyenagkan di stand kami,” ungkapnya.

Komunitas One Piece turut hadir di Community Day 2018. Foto Herdian Armandhani.

Bagi pengunjung yang hobi membawa buku juga bisa mampir ke stand Komunitas Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara (GPAN) Regional Bali. Devi Syafitri selaku Koordiantor GPAN Pusat bersama para anggota GPAN Bali membuka Perpustakaan Kaget. Di sini juga menyediakan pojok mewarnai bagi anak-anak yang hobi menggambar.

GPAN Bali pertama kali mengikuti Communiy Day karena pertama kali dibentuk di Bali. “Tak menyangka stand kami ramai dikunjungi anak-anak yang ingin membaca buku secara gratis dan mewarnai. Animo orang dewasa yang mampir untuk membaca pun sangat luar biasa,” tandasnya.

Komunitas lainnya seperti Komunitas Earth Hour Bali melakukan aksi street campaign dan aksi rampok plastik ke pengunjung Community Day di areal Car Free Day. Ratih Permitha selaku Koordinator Earth Hour Bali melakukan kampanye lingkungan dengan cara-cara unik dan edukatif.

Para relawan Earth Hour Bali membawa potongan kardus yang sudah digambar dengan kampanye lingkungan seperti hemat energi, hemat air, dan mengurangi sampah plastik. Beberapa relawan lainnya ada yang rela mengumpulkan botol plastik untuk dihias dipakaian mereka.

“Rampok plastik juga menjadi cara unuk untuk mengurangi sampah plastik, pengunjungyang hadir di stand kami kita tukarkan perkakas plastik mereka seperti kresek dengan totebag,” jelas mahasiwi Faskultas Perikanan dan Kelautan itu.

Community Day tahun 2018 ini mengusung tema Diversity Creativity to Community Day. Para pengunjung juga dihibur artis Dewa Sugama selama acara berlangsung. [b]

The post Community Day Sukses Satukan Komunitas Bali appeared first on BaleBengong.

Kunci Sukses UNBK

Mempelajari Materi yang Akan Diujikan
Tidak akan ada hasil maksimal jika tanpa dibekali usaha keras. Jika kalian ingin memperoleh nilai UNBK yang tinggi, maka kalian harus belajar dengan giat dan rajin. Pelajarilah seluruh materi dari mata pelajaran yang akan di ujikan.

Nah, untuk mempelajari materi apa saja yang akan keluar di soal UNBK, silahkan download dan pelajari Kunci Jawaban UN 2018 . Pada link tersebut terdapat kisi-kisi UN 2018 lengkap seluruh mapel UN mulai dari jenjang pendidikan SMP/MTs, MA/ SMA, dan SMK sederajat. Silahkan pilih sendiri sesuai kebutuhan.

Hadir Tepat Waktu
Disiplin dan tepat waktu merupakan cara ampuh supaya kalian bisa lebih tenang dalam menjawab soal UNBK. Meskipun persiapan kalian sudah sangat matang tetapi kalian datang terlambat, maka ketenangan akan berubah menjadi kegugupan. Untuk itu, usahakan hadir 15 menit sebelum pelaksanaan ujian di mulai. Dengan begitu maka kalian akan lebih siap menjawab soal UNBK.

Perhatikan Prosedur UNBK
Ada beberapa prosedur UNBK yang sangat perlu kalian perhatikan, prosedur tersebut termuat dalam peraturan dan tata tertib ujian yang akan dibacakan oleh pengawas ruang atau panitia ujian. Perhatikanlah prosedur UNBK dengan seksama, jangan melakukan hal di luar prosedur UNBK walaupun kalian anggap itu benar.

Berdo'a
Tips selanjutnya yakni berdo'a sebelum dan sesudah menjawab soal ujian. Apapun yang di awali dengan doa pasti akan berjalan dengan lancar. Doa mampu memberikan energi dan sugesti positif, hati lebih tenang, dan menghindarkan dari segala perkara negatif. Jangan lupa meminta doa kepada orang tua supaya ujian berlangsung lancar.

Gunakan Durasi Waktu Sebaik Mungkin
Seperti yang di jelaskan di atas, di dalam aplikasi UNBK terdapat alokasi waktu yang akan dimulai dan berhenti secara otomatis. Jangan buang-buang waktu yang telah diberikan hanya untuk mengerjakan satu soal yang sulit.

Dahulukan Soal yang Mudah Dikerjakan
Waktu kadang berlalu begitu cepat. Itulah yang kita rasakan ketika kita terlalu fokus pada hal yang kita pikirkan. Misalnya ketika menemukan soal ujian yang sangat sulit. Mata dan otak hanya fokus pada soal tersebut, pada akhirnya waktu terasa begitu cepat. Untuk itu jangan habiskan waktu kalian, lewati saja soal yang sulit dan cobalah soal ujian lain yang lebih mudah.

Pastikan Semua Soal Sudah Terjawab
Pada aplikasi CBT yang digunakan dalam UNBK, terdapat menu untuk melihat hasil jawaban yang kalian kerjakan. Dengan menu tersebut kalian bisa melihat apakah soal ujian sudah terjawab semua atau belum. Pastikan warna nomor pada menu daftar soal sudah berwarna hitam semua. Berikut penjelasan warna yang ada pada menu daftar soal UNBK:
  1. Jika nomor berwarna putih maka soal belum dijawab.
  2. Jika nomor berwarna biru maka soal sedang dikerjakan pada nomor tersebut
  3. Jika nomor berwarna kuning maka soal sudah dijawab namun masih ragu-ragu
  4. Jika nomor berwarna hitam maka soal sudah dijawab dengan yakin.

Konfirmasi Kepada Proktor atau Pengawas Ujian
Ketika sudah selesai menjawab soal UNBK dengan yakin, pasti, dan sempurna, silahkan lapor kepada pengawas ruang bahwa kalian sudah selesai mengerjakan. Hal ini dilakukan guna menghindari kesalahan-kesalahan yang mungkin tidak kalian sadari.




Oya selain itu ingat bernafas, biar otak tidak kekurangan oksigen hehehe

Tulamben akan Laksanakan Pekan Olah Raga Pelajar

Rapat persiapan Pekan Seni dan Olah Raga Pelajar (Porsenijar) Desa Tulamben. Foto Made Selamat.

Kepala desa akan berikan dana Rp 15 juta.

Kepala Desa Tulamben I Nyoman Ardika membuka rapat Pekan Olah Raga Pelajar (Pokjar) di halaman Kantor Kepala Desa Tulamben pada Kamis, 25 Januari 2018 kemarin. Rapat ini dihadiri seluruh Kepala Sekolah sekedesaan Tulamben, Kepala Keamanan dan Ketertiban Desa Tulamben I Gede Widiana, dan guru olah raga.

Dalam rapat tersebut Kepala Desa Tulamben menyampaikan pentingnya kegiatan ini meski wilayah Desa Tulamben meskipun masih berada dalam level Awas Gunung Agung.

Kepala Desa Tulamben I Nyoman Ardika mengatakan Porsenijar diselenggarakan setiap tahun sebagai ajang pembinaan prestasi olah raga dan seni anak-anak Pelajar di Desa Tulamben. “Kegiatan ini sekaligus sebagai ajang menjaring atlet potensial untuk dipersiapkan guna mengikuti event yang lebih tinggi,” imbuhnya.

Sebagai keseriusannya mendukung kegiatan ini Ardika menggelontorkan dana senilai Rp 15 juta dari Anggaran Dana Desa (ADD).

Kegiatan PORSENIJAR diikuti lima SD. Adapun even yang dilombakan adalah lari, tolak peluru, loncat tinggi dan lompat jauh. Pembukaan akan dilaksanakan pada 2 Februari 2018 bertempat di lapangan umum Desa Tulamben dan berlangsung hingga 3 Februari 2018.

The post Tulamben akan Laksanakan Pekan Olah Raga Pelajar appeared first on BaleBengong.

Memutus Mata Rantai Korupsi melalui Pendidikan

Adanya kantin kejujuran di sekolah dapat menumbuhkan sifat jujur bagi para siswa di sekolah. Foto Pikiran Rakyat.

Oleh I Ketut Sandiyasa

Korupsi mendapat perhatian serius di masyarakat. Perkembangan korupsi begitu masif terjadi. Perkembangan korupsi yang semakin masif membuat korupsi bukan hanya ada di tataran elite melainkan sudah merambah ke sendi-sendi yang lain sampai ke tingkat terbawah. Dari oknum pribadi sampai praktik korupsi berjamaah semakin membuat korupsi menjadi momok dalam masyrakat.

Bahkan dalam film Korupsi Sepanjang Masa yang pernah diputar Indonesia Corruption Watch (ICW) di beberapa sekolah terlihat korupsi sudah menjadi penyakit dari awal negeri ini berdiri sampai sekarang. Maraknya kasus korupsi di Indonesia semakin membuktikan bahwa apa yang di utarakan Koenjaraningrat tentang karakter manusa Indonesia yang suka jalan pintas dan menerabas untuk mencapai atau memiliki sesuatu semakin tak terbantahkan.

Transparency International Indonesia (TII) menyatakan Indeks Persepsi Korupsi Indonesia (CPI) pada 2016 naik satu poin sebesar 37 dari angka tertinggi 100, tetapi secara global posisi Indonesia masih berada di urutan ke-90. TII menyebutkan skor 37 poin ini diperoleh melalui survei yang dilakukan di 10 kota di Indonesia. Meski naik satu poin, tetapi secara global, Indonesia menempati urutan ke-90 dari 176 negara yang diukur di dunia.

Jika dilihat kerugian yang ditimbulkan korupsi maka angka yang dihasilkan bukan main-main. Nilai kerugian negara akibat tindak pidana korupsi di Indonesia selama 2001-2015 mencapai Rp203,9 triliun. Hasil kajian Laboratorium Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), juga menghitung hukuman berupa denda dan sita aset hanya terkumpul Rp21,26 triliun. Jika tidak dilawan maka korupsi akan membuat negeri ini gulung tikar.

Melihat semakin masifnya dan kerugian negara yang ditimbulkan oleh korupsi maka suka tidak suka, mau tidak mau kita wajib optimis dan perjuangan melawan korupsi makin dikencangkan. Dalam konteks peran dan tanggung jawab mewujudkan pemerintahan yang bersih maka semua warga negara harus terlibat dalam perang melawan korupsi.

Sangat keliru jika gerakan melawan korupsi hanya dilakukan lembaga penegak hukum. Sangat keliru jika masyarakat hanya bertumpu pada salah satu lembaga kenegaraan seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pemberantasan korupsi. Semua komponen negara, semua lembaga negara semua masyarakat harus terlibat dalam melakukan perlawanan terhadap korupsi. Ketika perlawanan korupsi di hukum formal menemui jalan terjal maka salah satu harapan disandarkan pada sekolah melalui pendidikan anti korupsinya.

Pendidikan Anti Korupsi di Sekolah

Salah satu lembaga strategis dalam gerakan moral melawan korupsi adalah sekolah dengan pendidikan anti korupsinya. Pendidikan antikorupsi bisa dilakukan mulai dari pra sekolah, sekolah dasar sampai jenjang sekolah yang tinggi. Sekolah merupakan tempat berlangsunya edukasi ahklak mulia termasuk benih-benih kejujuran.

Pendidikan anti korupsi yang diberikan bagi anak pra usia sekolah mengingat anak pada usia pra sekolah sudah memiliki dasar tentang sikap moralitas terhadap kelompok sosialnya (orang tua, saudara dan teman sebaya). Melalui pengalaman berinteraksi dengan orang lain, anak akan belajar memahami tentang kegiatan atau perilaku mana yang baik, boleh, diterima, disetujui atau buruk, tidak boleh, ditolak, tidak disetujui.

Berdasarkan pengalaman itu anak harus dilatih atau dibiasakan mengenai bagaimana anak harus bertingkah laku. Sekolah Dasar sebagai tempat pembentuk fondasi awal karakter-karakter yang akan dimiliki seorang anak. Sedangkan pada sekolah menengah ke atas para siswanya sudah bisa diarahkan untuk bisa berekpresi dan memberikan sebuah solusi.

Kalau kita lihat sebenarnya korupsi terjadi karena benih yang sederhana yaitu ketidakjujuran yang dimiliki oleh seseorang. Ketidakjujuran ini bisa tumbuh dan berkembang dari individu kecil menuju individu dewasa. Ketidakjujuran apabila dimiliki anak dari hal kecil akan berkembang menjadi ketidakjujuran lebih besar. Suatu contoh anak yang terbiasa mencontek akan terbiasa bekerja sama saat ujian, terbiasa membohongi guru, suka ngutil di kantin kemudian setelah mahasiswa akan terbiasa menjiplak skripsi menjadi pelacur akademis. Demikian seterusnya hingga menjadi pejabat yang memungkinkan untuk melakukan praktik korupsi.

Walapun tidak ada secara khusus tentang kurikulum atau pelajaran anti korupsi namun gerakan anti korupsi bisa terintegrasi lewat beberapa pelajaran dan pendekatan di sekolah.

Kejujuran sebagai Benih

Dalam pendidikan antikorupsi di sekolah prinsip yang harus diciptakan dan dikembangkan adalah sekolah sebagai tempat menciptakan dan mengembangkan kejujuran pada siswa. Dalam proses pembelajaran penciptaaan, penanaman dan pengembangan kejujuran pada siswa bisa dimulai dari hal sederhana. Mulai dari siswa diajarkan jujur menyampaikan apa yang menjadi ide atapun menuwangkan baik secara lisan maupun sebuah tulisan.

Guru harus bisa membuat siswa jujur dengan apa yang ia alami termasuk jujur mengungkapkan apa kesulitan dalam ia belajar. Iklim belajar yang wajib diciptakan sekolah dalam pendidikan anti korupsi adalah kemandirian siswa. Salah satu indikator kemandirian aalah siswa dengan jujur mengerjakan ulangan atau ujian sekolah. Sedangkan guru tidak memberitahu jawaban ke pada murid.

Proses seperti di atas adalah awal penanaman, penciptaan dan pengembangan benih kejujuran pada siswa dan menjadikan kejujuran sebagai sebuah nilai yang wajib ia anut. Proses kemandirian dalam pendidikan ini menjadi tanggung jawab sekolah dan juga orang tua. Jangan sampai sekolah atau orang mendorong prilaku ketidakjujuran pada siswa dengan alasan memperoleh nilai atau prestasi siswa dan mengangkat citra sekolah. Guru wajib memberikan contoh kejujuran dalam penilaian siswa. sehingga kejujuran yang dimiliki oleh siswa mendapat penghargaan dan dapat berkembang menjadi sebuah kebiasaan.

Ekspresi Anti Korupsi

Dalam pendidikan antikorupsi di sekolah di samping proses penanaman ahklak mulia peserta didik juga diajarkan untuk mengekpresikan anti korupsi. Pendidikan anti korupsi banyak bisa terekspresi baik melalui integrasi dalam pembelajaran maupun kegiatan tentatif lainnya.

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia misalnya pendidikan anti korupsi bisa terintegrasi dalam kegiatan mengarang dan apresiasi sastra. Para siswa diajarkan dari membuat poster, puisi dan karangan tentang bahaya korupsi. Dalam apresiasi sastra memungkinkan siswa membuat drama atau film dokementar tentang tema anti korupsi.

Hal tersebut dilakukan untuk mengenalkan dan mensosialisasikan di kalangan pelajar bahwa korupsi merupakan masalah bersama dan memberikan dampak yang merugikan. Pada jenjang sekolah menengah ke atas bukan hal yang tabu lagi untuk mengajak anak-anak berbicara solusi masalah bangsa termasuk masalah korupsi. Sebagai contoh dari gerakan ini beberapa sekolah menengah ke atas di Ibu Kota sudah membuat deklarasi anti korupsi pada momentum hari anti korupsi.

Salah satu sekolah SMA di Denpasar komunitas siswa jurnalistiknya sudah berhasil meluncurkan sebuah buku yang berisi suara dari siswa tentang solusi atasi korupsi. Hal ini menunjukkan bahwa remaja kalau dibina dan diberikan ruang berekspresi mereka akan bisa berkreasi secara positif mendengungkan perlawanan melawan korupsi.

Kantin Kejujuran

Di samping pembelajaran lingkungan sekolah juga dapat digunakan berlangsungnya pendidikan anti korupsi. Kantin kejujuran merupakan sebuah model pendidikan anti korupsi yang biasa diterapakan pada beberapa sekolah terutama menengah ke atas. Kantin kejujuran dianggap model pendidikan karakter yang mudah untuk dilaksanakan. Pada kantin kejujuran siswa melakukan transaksi tanpa ada pengawasan siapapun.

Kantin kejujuran melatih agar siswa terbiasa melaksanakan prilaku jujur walapun tanpa pengawasan. Karena biasanya prilaku jujur tersebut harus diciptakan melalui sebuah pengawasan atau kontrol. Dengan kantin kejujuran akan terlihat indeks kejujuran siswanya. Apakah siswa sudah bisa menjadi kejujuran sebagai sebuah nilai yang wajib di anut atau karena mendapat pengawasan.

Pemaparan di atas menunjukkan model-model pendekatan pendidikan anti korupsi yang dapat diterapkan sekolah. Namun untuk mewujudkan pendidikan anti korupsi di sekolah bukan perkara yang mudah diperlukan guru yang kreatif dalam mendesain pembelajaran, diperlukan guru sebagai model yang utama karena siswa merupakan peniru yang ulung. Diperlukan integritas guru dalam melawan sistem yang justru menyemai benih ketidak jujuran sebagai cikal bakal korupsi.

Jika ingin mata rantai korupsi terputus maka semua sekolah wajib melaksanakan pendidikan anti korupsi. Tidak sebaliknya sekolah menyemai benih-benih korupsi. [b]

Catatan:
Artikel ini merupakan peserta dalam lomba esai antikorupsi yang diadakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan AJI Denpasar dalam rangka Festival Antikorupsi Bali 2017.

The post Memutus Mata Rantai Korupsi melalui Pendidikan appeared first on BaleBengong.