Dewi Pradewi yang Memaksakan Diri?

Dewi Pradewi, Saya mengenal artis ini sejak berstatus sebagai Penyiar radio di Kuta FM. Lagu lagu yang dibawakan cukup bagus dan saya suka dengan karakternya terlebih beberapa melihat penampilan secara langsung.

Ada 2 lagu yang saya suka adalah Bunga Tresna dan Enggalang Juang Tiang feat D’Antoni.

Kemudian cukup lama saya tak mendengar karya terbarunya, kini saya kembali mendengar Dewi Pradewi berkarya dengan merilis cover song.

Tidak lagi menyanyikan 1 genre melainkan beragam genre, itu hal wajar dan tentunya nilai plus dengan status multitalenta.

Beberapa lagu yang ia cover yang sempat saya dengarkan menggabungkan beberapa bahasa tapi tetap tidak menghilangkan karakter asli dari lagu itu.

Namun Dewi Pradewi seperti memaksakan kehendak di lagu cover terbaru yang ia rilis beberapa waktu lalu. Yang saya tahu ini lagu aslinya berjudul Wilasmi dipopulerkan oleh Yan Srikandi, dengan arransement pop dan sedikit lambat tapi justru itu yang membuat karakter dan soul dari lagu itu semakin kuat.

Kemudian saya mendengar lagu Wilasmi versi cover dari Dewi Pradewi ini justru sangat menyayangkan, tidal salah dengan arransementnya yakni genre kroncong tapi ini terlesan dipaksakan apalagi dari segi lirik yang hanya merubah kata beli menjadi adi.

Gak tau juga apakah ini memang konsep awal atau karena mepet waktu sebab lagu ini diluncurkan berbarengan dengan buku yang ia tulis.

Tapi bagaimanapun konsep itu penting bukan berarti waktu mepet kemudian mengesampingkan yang lainnya.

Saya juga tidak mengerti apakah yang di judul YouTubenya itu beneran Balasan Wilasmi atau seperti apa?

Sebab yang saya tangkap pertama kali ketika YouTube merekomendasikan video ini saya berfikir “ouch ini adalah lagu yang cover dengan beberapa perubahan menjadi versi cewe”. Tapi saat saya dengar justru ini kok ya dari awal spai akhir lirik sama cuma penggantian bahasa beli menjadi adi.

Sumpah ini saya dengar sangat memaksakan. Ya mungkin ini kembali lagi bicara selera saja. Begitu juga dengan video clip yang ada bocor di beberapa scane dan kurang pas aja gtu.

Dahlah cukup segitu nulisnya capek ngetik hahahha…. Sekali lagi selamat kak Dewi Pradewi atas diluncurkannya buku, lagu dam filmnya.

Dah bay….

The post Dewi Pradewi yang Memaksakan Diri? appeared first on KABARPORTAL.

CPD ASIA April 2021

 CPD ASIA April 2021


The 4th Program of the Online Continuing Professional Development (CPD) Platform for Asian Radiological Technologist's Society.

Experience Sharing of Medical Imaging: Development and Clinical Pratices in Taiwan (Webinar)

Hosted by: Taiwan Association of Medical Radiation Technologist (TAMRT)


Date: 25th April 2021 (Sunday)

Time:

19:00-20:30 PM Indonesia Jakarta (WIB), Vietnam

18:30-20:00 PM Myanmar

20:00-21:30 PM Macao, Philippines (GMT+8)


Registration: http://bit.ly/4thASIACPDRegistration


Speaker:

Yu-Xuan Lin - MR Enterography in Crohn Disease: Preparation and Expectations


Chao-hsiang Chen

Validation of the Accuracy of Rapid Artificial Intelligence Software in Detecting of Large Vessel Occlusion (LVO) in Patients with acute Ischemic Stroke


Hsin-Yu Jen

A Review of Convolutional Neural Network on Prostate Cancer Detection Using MRI


Note:

-This online CPD Course will be conducted by using the Zoom Video Conferencing.

-For registration please follow link above and fill out the registration form. You will soon receive the link to access the video conferencing.

-All fees (include certification) for this event are waived. Welcome all Medical Professional to participate. For other participant please visit the Youtube or Facebook Channel.

-The CPD Course duration is from 1,5 to 2 hours. A Continuing medical education certificate will be issued after the course.