Foto Reuni SMAN 6 Angkatan 1992 Tahun 2010 [update]

Atas permintaan beberapa kawan Alumni yang tidak dapat hadir dalam Reuni SMAN 6 Angkatan 1992 Tahun 2010 tempo hari, berikut kumpulan Foto terkait yang saya kelompokkan per Topik untuk memudahkan pengunduhan. Foto diatas, saya jadikan satu folder dalam setiap Tema, dan di kompres dalam bentuk file ZIP. Bagi kalian yang mengunduh file melalui perangkat ponsel, […]

Masekepung Menutup Semarak Pitulasan Nusa Penida

Masekepung saat tampil dalam perayaan HUT RI ke-72 di Nusa Penida. Foto Santana Ja Dewa.

Lagu Tuak Adalah Nyawa mencuri perhatian warga Bali.

Jutaan orang melihat videonya di YouTube. Masekepung adalah sebuah band yang lagi digandrungi masyarakat Bali. Konsep bermusik mengadopsi budaya Bali genjek berkalaborasi dengan musik modern hasilnya perpaduan yang bombastis.

Penampilan band asal Sukawati, Gianyar itu selalu dipadati penonton. Begitu pula saat perayaan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia ke-72.

Band ini menyapa masyarakat Nusa Penida berdendang bersama dengan lagu hits Tuak Adalah Nyawa. Pembuka penampilannya yang mengajak sekaha genjek 30 orang membawakan tembang sesuai dengan nama band “Masekepung”.

Warga sangat antusias melihat band lagi fenomenal di Bali. Panggung padat merayap. Lagu demi lagu disajikan tiba tembang yang membawa mereka ditapuk puncak tangga lagu Bali Tuak Adalah Nyawa.

Sorak kegirangan bersautan dan warga berdendang bersama sambari berjingkrak “ngigel”. Pesan lagu tidak hanya menyampaikan respon tentang sosial yang terjadi, budaya Bali masuk dalam ranah tembang mereka seperti megibung.

Budaya ini mengajarkan kebersamaan dan persaudaraan “menyama adung”. Ranah perantauan Bali yang ditinggal Lampung dalan lagu Bali Nuraga juga disajikan di hadapan penonton.

‚ÄúSemangat kemerdekaan dijiwai dengan menghargai jati diri bangsa seperti budaya. Kerena budaya akar dari kepribadian dan memperhalus budi kita,” kata pentolan Masekepung Ryos.

Masekepung terdiri dari tiga personel Ryos pada gitar dan vokal, Nahox pada bass, dan Lenjong di jimbe. [b]

The post Masekepung Menutup Semarak Pitulasan Nusa Penida appeared first on BaleBengong.

Bimtek Prakom dan Statistisi di Bogor

Perjalanan dinas (perjadin) saya kali ini adalah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di Lingkungan Kementerian Pariwisata yang dilaksanakan di Hotel Citra Cikopo, Bogor, pada tanggal 10 – 12 Agustus 2017. Ini pertama kalinya saya menjalani perjalan dinas sendirian dari berangkat sampai pulang. Dulu waktu ke Jakarta saya pernah sendirian waktu pulangnya saja. Dan ini juga pertama kalinya saya ke Bogor.

Lokasi hotel Citra Cikopo tempat bimtek ini di jalur menuju puncak yang katanya terkenal macet. Karena lokasi di Bogor dan acara dimulai siang, saya memilih berangkat dengan penerbangan Garuda Indonesia pukul 07.00, jadi pukul 04.00 saya sudah bangun dan bersiap, lalu pukul 05.00 berangkat dari rumah. Sebelum pukul 06.00 saya sudah di bandara dan mengambil boarding pass di counter check in di bandara, sedangkan check in sudah kemarinnya melalui aplikasi Garuda Indonesia.

Penerbangan ke Jakarta memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan lancar dan cukup nyaman. Sekitar pukul 08.00 WIB saya sudah tiba di Jakarta dan langsung naik bus damri dari bandara menuju Bogor dengan biaya 55 ribu. Waktu tempuh dari bandara ke Bogor naik damri sekitar 1,5 dengan lalu lintas yang lancar, mungkin karena masih pagi. Konon kalau macet bisa sampai 4 jam. Tiba di terminal damri di bogor, saya langsung memesan Grab. Sebenarnya katanya bisa naik angkot jurusan Ciawi dan lanjut angkot Cisarua lalu turun di depan jalan masuk ke hotel, hanya saja agar bisa langsung saya memutuskan memakai Grab saja walau jatuhnya agak mahal, hampir 100 ribu. Tidak apalah sesekali dan lebih praktis.

Sekitar pukul 12 WIB saya tiba di hotel Citra Cikopo, cuacanya cukup sejuk dengan pemandangan yang hijau, suasana mirip-mirip di Bedugul kalau di Bali. Kawasan hotel di dominasi oleh hamparan rumput hijau dan tumbuhan yang membuat rindang. Kamar hotelnya terbuat dari kayu, jadi tiap kamar berupa wooden house gitu. Satu bangunan bisa ditempati untuk 2-4 orang. Kamar yang saya tempati sebenarnya bisa 4 orang yaitu satu double bed di bawah dan twin bed di atas, kayak di loteng gitu, unik juga, tapi untuk kamar mandi, sofa, TV, lemari dan lainnya di bawah. Di atas hanya bed dan sofa saja.

Saya langsung diberi kunci kamar oleh panitia dan masuk kamar. Beberapa peserta lainnya juga mulai berdatangan. Dua orang teman sekamar saya yang keduanya ngantor di Jakarta juga sudah datang. Kami semua lalu makan siang dulu sebelum acara dimulai.

Sekitar pukul 13.00 WIB acara dimulai dengan penjelasan umum tentang Jabatan Fungsional Pranata Komputer (Prakom) dan Statistisi dengan narasumber Bapak Daryanto dari Badan Pusat Statistik (BPS), dimana BPS adalah instansi pembina untuk kedua Jabatan Fungsional Tertentu tersebut. Narasumber menjelaskan dengan gamblang apa itu Jabatan Fungsional khususnya Prakom.

Untuk mendapatkan Jabatan Prakom saat ini ada dua cara yaitu melalui Pengangkatan Pertama dan melalui Penyesuaian (Inpassing). Untuk saya katanya dimungkinkan melalui Inpassing. Untuk lebih detailnya mungkin tidak perlu saya jelaskan disini. Tapi yang jelas, saat ini saya sangat ingin ke Prakom dengan pertimbangan bahwa latar belakang pendidikan dan juga apa yang saya kerjakan selama ini yaitu berkaitan dengan perancangan dan implementasi sistem informasi di unit kerja saya yaitu di STP Nusa Dua Bali.

Namun saat ini saya kayaknya saya belum pasti bisa ke Prakom, masih ada kemungkinan tidak bisa. Tapi semoga saja kebijakan di pusat bisa membantu saya. Karena saya merasa sangat cocok diberikan jabatan Prakom sehingga apa yang sudah dan akan saya kerjakan ke depan dalam mengelola dan mengembangkan sistem informasi di STP Nusa Dua Bali menjadi lebih jelas. Swaha.

Sore sekitar sekitar pukul 17.00 WIB kami istirahat, kembali ke kamar untuk mandi dan makan malam. Acara bimtek dilanjutkan kembali sekitar pukul 19.00 dan baru dibuka secara resmi oleh Bapak Cecep selaku Plt. Kepala Biro Umum, Kepegawaian dan Organisasi di Kementerian Pariwisata. Acara dilanjutkan lagi dan masih penjelasan dari Bapak Daryanto dengan materi lebih teknis khususnya terkait Pranata Komputer, mulai dari dasar hukum, tata cara pengajuan dan sebagainya sampai dengan angka kredit. Semua dibahas tuntas. Keinginan saya untuk menjadi Pranata Komputer pun semakin mantap.

Acara Bimtek malam itu ditutup sekitar pukul 10 malam waktu setempat. Kami semua kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat. Seperti biasa saya tidak bisa langsung tidur jika menginap di hotel. Saya dan salah seorang teman sekamar masih ngobrol sampai lewat pukul 12, baru kemudian tidur. Keesokan harinya saya terbangun pukul 4 pagi, mungkin karena terbiasa bangun pukul 5 pagi waktu Bali. Saya mencoba tidur lagi tapi tidak bisa.

Acara hari kedua kembali dilanjutkan dan dimulai sekitar pukul 8, tentu sebelumnya kami sarapan dulu. Narasumber di hari kedua masih dari BPS tetapi kali ini lebih banyak membicarakan tentang Statistisi walau masih ada sekilas menyangkut Pranata Komputer. Pukul 11.00 siang acara dihentikan untuk ishoma. Panitia juga mengumumkan bahwa materi terkait Pranata Komputer sudah selesai dan nanti pukul 13.00 hanya akan membahasa khusus Statistisi sampai pukul 5 sore. Jadi peserta yang Prakom dibebaskan mau tetap ikut atau istirahat, tetapi pukul 5 sore wajib hadir kembali untuk penutupan. Saya memilih istirahat di kamar saja, kemudian datang ke ruang Bimtek pukul 4 yaitu 1 jam sebelum penutupan. Sore itu setelah pukul 5 acara pun ditutup secara resmi.

Malamnya setelah makan malam, teman sekamar saya permisi pulang lebih awal karena rumahnya di Bogor dan teman yang satu lagi juga pulang lebih awal karena rumahnya di Jakarta. Jadi malam itu saya tidur sendiri, agak kesepian juga rasanya. Keesokan harinya yaitu hari Sabtu, saya bangun pukul 5 dan langsung mandi serta berkemas. Sekitar pukul 6 pagi saya langsung check out dan memilih tidak sarapan di hotel. Saya ingin tiba di bandara lebih awal untuk memajukan jadwal penerbangan.

Saya kemudian mencoba memesan GrabCar tapi tidak tersedia. Taksi juga tidak ada. Pilihan terakhir adalah naik angkot. Saya kemudian berjalan kaki menyusuri gang keluar dari hotel sekitar 400 meter. Tiba di jalan besar saya naik angkot Cisarua dengan ongkos 7.000 rupiah lalu lanjut naik angkot Ciawi dengan biaya 2.000 rupiah dan turun di terminal Damri. Lalu lintas masih sangat lancar sehingga hanya butuh waktu 45 menit dengan biaya 9.000 rupiah, sangat murah dan cepat. Selanjutnya saya naik Damri ke bandara, lalu lintas juga lancar.

Tiba di bandara, saya mencoba memajukan jadwal dari awalnya pukul 8 malam, namun yang tersedia hanya penerbangan pukul 14.55. Saya ambil saja dulu, dan petugas Garuda menawarkan saya masuk waiting list untuk penerbangan pukul 11.35, saya mengiyakan. Tepat pukul 11 saya kembali ke petugas dan diberitahu bahwa ada kursi tersedia, saya harus agak terburu-buru ke petugas tiket untuk konfirmasi lalu kembali ke petugas check in khusus waiting list untuk check in ambil boarding pass. Setelah mendapat boarding pass, saya harus langsung ke ruang tunggu, jaraknya cukup jauh dan bahkan saya harus sedikit berlari-lari kecil.

Akhirnya tiba di ruang tunggu, para penumpang sudah berdiri mengantre untuk boarding. Tapi pintu belum dibuka, baru beberapa menit kemudian saya akhirnya naik ke pesawat. Syukurlah, saya bisa berangkat lebih awal sehingga tiba di Bali tidak terlalu malam. Pukul 14.45 waktu Bali saya akhirnya mendarat. Tentunya dijemput oleh anak dan istri.

Saya bersyukur bisa mengikuti semua kegiatan dengan baik. Begitu pula beberapa pengalaman baru saya dapatkan dalam perjalanan dinas kali ini. Selain itu, saya sangat berharap semoga saya tidak sia-sia mengikuti kegiatan Bimtek ini, semoga nanti saya bisa mendapatkan jabatan Pranata Komputer, swaha..

Baca Juga:

  • Tidak ada artikel terkait