Salahkah pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual diberikan pada remaja? Yuk, simak jawabannya dalam kacamata agama Hindu

“Brahmacari tan ayun ara rabi” Itulah salah satu kutipan sastra yang diucapkan oleh salah satu tokoh agama dari perwakilan kementerian agama provinsi Bali, Nyoman Danyuh, yang memiliki arti bahwa pada masa mencari ilmu (brahmacari) tidak boleh melakukan hubungan seksual selayaknya pasangan suami istri. Oleh karena dalam hidup manusia secara Hindu disebutkan ada tahapan kehidupan yang...

Active Citizens: Menjadi Warga Aktif dan Berdaya

Para peserta pelatihan Active Citizens di Bali, Maret lalu. Foto oleh Feri Latief.

Masalah sosial bukan hanya urusan pemerintah, tapi tugas seluruh elemen masyarakat.

Setidaknya hal inilah yang menjadi titik balik dari program Active Citizens, ketika masyarakat seharusnya turut aktif dalam proses pembangunan. British Council memperkenalkan program Active Citizens dengan melatih sekumpulan individu yang berasal dari berbagai negara di dunia.

Mereka yang mengikuti pelatihan nanti akan terjun ke masyarakat dan melaksanakan metode Active Citizens sebagai salah satu metode pencarian solusi bagi masyarakat.

Emma Yunita, selaku manajer program British Council menyebutkan bahwa peserta yang diundang adalah kelompok-kelompok yang telah memulai aksi dan terlibat dengan masyarakat. Program pelatihan ini bertujuan agar para peserta dapat menggunakan metode Active Citizens di komunitasnya masing-masing.

“Program Active Citizens tidak hanya untuk memberdayakan masyarakat, tetapi menjalin hubungan yang baik dengan partner,” jelas Emma Yunita.

Di Indonesia, program ini diperkenalkan pada Maret lalu. Sekitar 30 peserta dari lembaga swadaya masyarakat, universitas, institusi pemerintah dan wirausaha sosial ikut berlatih menjadi fasilitator Active Citizens di Mercure Nusa Dua, Bali. Tak hanya dari Indonesia, beberapa peserta berasal dari Fiji, Samoa dan Vietnam.

BaleBengong terpilih menjadi salah satu peserta dari Bali yang mengikuti pelatihan tersebut.

Program pelatihan fasilitator ini dipandu oleh para fasilitator berpengalaman dari berbagai negara, Charo Lanao Madden (UK), Karl Belizaire (UK), Sivendra Michael (New Zealand), Jimmy Febriyadi (Indonesia) dan Marge Defensor (Filipina).

Pelatihan ini sangat menyenangkan karena banyak permainan. Tidak ada meja, tapi hanya kursi yang ditata melingkar. Bahkan, tak ada kesempatan menggunakan laptop maupun ponsel. Meskipun padat, pelatihan dilaksanakan secara interaktif selama lima hari.

Program diawali dengan perkenalan dengan masing-masing peserta dan fasilitator. Perkenalannya pun tidak hanya menyebutkan nama dan asal lembaga saja, melainkan menyebutkan nama dan arti di balik nama tersebut. Inilah pengantar modul pertama, yaitu mengenal diri sendiri, identitas dan budaya.

Setelah pengenalan diri, selanjutnya peserta berlatih kemampuan komunikasi, identifikasi tantangan dalam masyarakat dan perencanaan aksi untuk perubahan sosial. Pelatihan tidak hanya dilakukan dalam kelas yang besar.

Demi pelatihan lebih intensif, para peserta juga dibagi menjadi kelompok kecil untuk melakukan uji coba menjadi fasilitator dalam sesi Home Teams.

Berlatih menjadi fasilitator Active Citizens dalam ‘Home Teams’. Foto oleh Feri Latief.

Para peserta ternyata bukan hanya pemula. Mereka datang dari tingkat pengalaman yang berbeda dalam hal ketrampilan fasilitasi. Ada yang baru belajar hingga telah berpengalaman puluhan tahun. Namun, kesenjangan pengalaman ini juga tidak membuat para peserta membentuk kelompok-kelompok tertentu. Semuanya dapat berbaur dan saling berbagi pengalaman masing-masing.

Senele Tualaulelei, seorang pelatihan bisnis dari Samoa telah berpengalaman menjadi pelatih selama lebih dari 10 tahun. Senele mengaku pelatihan ini sangat berguna baginya untuk mengembangkan pelatihan bisnisnya di negara asal.

“Saya merasa senang dapat mengikuti pelatihan Active Citizens ini dan akan menerapkannya di negara saya,” ungkap Senele.

Pembelajaran penting selama pelatihan bahwa sebuah perubahan sosial tidak hanya dilakukan para pemimpin besar, namun dimulai dari hal terkecil. Konsep Active Citizens mengedepankan pemberdayaan komunitas untuk lebih mandiri dalam memecahkan masalah di lingkungannya.

Salah satu sesi dalam program Active Citizens. Foto oleh Feri Latief.

Tentu, partisipasi berbagai lembaga dan pemegang kebijakan juga perlu ambil bagian. Active Citizens dapat menjadi metode yang menarik untuk melakukan perubahan sosial untuk dunia yang lebih baik. [b]

The post Active Citizens: Menjadi Warga Aktif dan Berdaya appeared first on BaleBengong.

Bingung bagaimana bersikap pada temanmu yang Transgender? Ini yang harus kamu lakukan dalam perspektif Agama Hindu

Mendengar kata Transgender untuk saat ini pastinya tidak asing lagi terdengar ya sahabat KISARA, apalagi ditambah dengan isu – isu yang belakangan ini berkaitan dengan ekspresi dan identitas gender muncul di pemberitaan. Transgender merupakan suatu keadaan saat seseorang memiliki identitas gender atau ekspresi gender yang berbeda dengan seksnya secara biologis. Transgender ada dua jenis yaitu...

Smcm Smlcrm

Selalu pada ingatan yang itu juga, yang dikhidmatkan adalah: ‘Akhirnya semua akan tiba / pada suatu hari yang biasa / pada suatu ketika yang telah lama diketahui…’ * bagaimana senja yang datang dalam waktu yang sebentar, seperti hidup yang juga sebentar. telah lama kita bermainmain dalam telikung yang itu-itu juga; yang selalu berusaha digenapi. berulang […]

Empyema

Empyema atau empiema adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya nanah atau cairan infeksi yang terkumpul di dalam rongga tubuh. Istilah empyema berasal dari bahasa latin “empyein” yang artinya produsen nanah.

Empyema kerap digunakan untuk terkumpulnya nanah di dalam rongga paru paru (pleural cavity), namun istilah ini juga digunakan untuk bendungan nanah yang terjadi pada kandung kemih atau rongga panggul.

Penyebab empyema sendiri sangat banyak, namun yang paling sering adalah karena komplikasi dari pneumonia. Empyema dibagi menjadi tiga fase. Pada fase akut, rongga tubuh mulai diisi oleh nanah yang tipis, sedangkan pada fase lanjut, bendungan nanah mulai menebal dan fibrus/mengental. Untuk fase yang terakhir adalah fase kronis yang ditandai dengan seluruh organ paru diliputi oleh nanah dan jaringan fibrus.

Pengobatan empyema terggantung dari penyebab dasar dari empyema.