Desa-desa menuju kaki Gunung Agung seperti kuburan. Jalanan sepi. Kami jarang bertemu orang. Di kanan kiri, hanya satu dua rumah dengan pintu pagar terbuka. Itu pun tak terlihat penghuninya. Rumah warga lebih banyak tertutup. Mendekati gunung tertinggi di Bali itu, suasana jauh lebih senyap. Anehnya, truk-truk pengangkut pasir masih hilir mudik di antara senyapnya desa. Continue Reading
Leave a Reply