Maka, Pencapaian Apa Lagi yang Kau Dustakan?

Sekali-kali, mari sok religius. Mumpung momentumnya juga pas. :)

Judul di atas merupakan gubahan dari ayat dalam Al-Quran. Seingatku sih dia bertebaran di beberapa surat. Bunyi tepat ayat tersebut adalah, “Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kau dustakan?”.

Pertanyaan itu kembali berdentang di kepala setelah melihat perubahan di keluarga kami, terutama secara ekonomi. Keluarga ini adalah orang tua dan saudara-suadaraku. Bagi orang lain mungkin bukan sesuatu yang luar biasa. Namun, bagi kami, setidaknya aku, hidup kami sekarang jauh lebih baik dari lima atau malah sepuluh tahun sebelumnya.

Ini bukan perjalanan mudah bagi kami. Menggantungkan hidup dari pendapatan jual garam olahan dan bertani, orang tua kami harus berjuang keras menghidupi delapan anaknya. Pendapatan tiap hari hanya belasan ribu. Namun, dari penghasilan pas-pasan, hampir semua anaknya lulus sekolah SMA dan setingkatnya. Empat di antara kami bahkan sampai kuliah. Kakak pertamaku di Jakarta kini sedang menyelesaikan program doktornya.

Dari sebuah keluarga amat miskin, dibanding tetangga-tetangga sekitarnya, orang tua kami membuktikan bahwa pendidikan adalah hal penting. Sekali lagi, itu tak mudah.

Begitu pula dengan perjuangan kakak ketigaku yang kini di Bengkalis, Riau. Ini satu-satunya saudara yang tidak lulus SMA. Tapi, dia paling ulet. Dia yang secara ekonomi sekarang paling berhasil.

Salah satu bukti keberhasilannya, ibu kami pun naik haji tahun lalu. Bagi orang kampung dan miskin seperti kami, ini sebuah keberhasilan. Kami mulai dari merangkak lalu sekarang bisa berjalan tegak.

Lalu, pekan ini giliran bapak kami dan kakak ketiga tersebut yang umrah. Haji dan umrah adalah ibadah yang hanya wajib dilakukan oleh orang yang mampu, baik secara ekonomi, fisik, maupun mental. Kedua orang tua kami dan salah satu kakak akhirnya bisa melakukan itu, bagiku itu sesuatu yang tak pernah kami bayangkan sama sekali.

Melalui perjuangan berdarah-darah (tsah!!) hidup kami sudah jauh berubah. Banyak pencapaian yang tak hanya membuat hidup terasa lebih mudah tapi juga untuk senantiasa berbagi pada orang lain.

Maka, yakinlah tak ada yang tak bisa diubah. Sebab, Dia pun sudah menyatakan, “Sesungguhnya Allah tak akan mengubah nasib suatu kamu kecuali dia sendiri yang mengubahnya.”


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *