hacklink hack forum hacklink film izle hacklink judi slot gacormersin Escort Bayantaraftarium24สล็อตสล็อต먹튀검증 리뷰testtipobetjetbahisสล็อตเว็บตรงroyalbet girişmeritbetmadridbetonwinbetebetjojobet girişzirvebetbetsmovevaycasinocasino utan spelpausholiganbetbbo303z-librarygalabettaraftarium24padişahbetbetofficegalabet girişizmir escortbetzulajojobet girişjojobetjustin tvcasibomxslotxslotxslotxslotxslottoto togeljojobetjojobetkingroyalsahabet

Jakarta, Depok dan perjalanan di antaranya.

Saya ingat betul, dulu ketika awal-awal ngeblog, keinginan untuk menulis sangat besar. Bahkan seringkali saya ingin menulis lebih dari satu postingan setiap harinya. Bahkan terkadang lebih dari itu, dan terpaksa saya harus menjadwalkan postingan hanya agar tidak terlalu banyak menulis dalam satu hari. Padahal, hal – hal yang dituliskan terkadang lebih banyak hal remeh temeh dan tidak penting, yang anehnya bisa saya tulis dengan melodramatic dan berlebihan, hahaha.

Pada masa itu, buat saya  semua hal mempunya makna, -yang tentu saja saya lebih-lebihkan :D-. Dari bunga kuning yang saya temui di pinggir jalan, hingga rasa nasionalisme dalam postingan kemerdekaan. Tentunya lebih banyak menuliskan perasaan dan patah hati, hahaha. 

Perasaan saya begitu sensitif. Apa saja mempunyai arti, apa saja bisa bercerita. Dan perasaan saya bisa teraduk-aduk karenanya. Dan jujur, saya terkadang merindukan masa-masa itu..

Konon katanya, kepekaan seperti pisau, makin tumpul jika jarang digunakan. Dan sepertinya itulah yang terjadi. Saya mengabaikan banyak hal, lalu perlahan hal-hal tersebut tidak lagi menjadi sesuatu yang istimewa. Pohon – pohon tak lebih dari tanaman penghalang panas, pantai tak ubahnya ombak dan matahari yang tenggelam. Segala hal tak lagi dimaknai lebih dari itu.Tapi seperti pisau pula, saya percaya kepekaan bisa di asah. Dan inilah yang saya sedang lakukan, mengasah kepekaan saya akan hal – hal yang terjadi di sekeliling.

Sudah 2 tahunan saya tinggal di Depok. Menempuh 1 hingga 2 jam perjalanan dari rumah ke kantor, lintas propinsi, lintas kemacetan. Sebenarnya banyak hal menarik yang saya temui dan mencoba memaknainya, daripada hanya menghabiskan waktu dengan mengumpat keadaan. Dari gedung – gedung pencakar langit (ini yang paling banyak saya temui) , masjid yang ada hampir di setiap gang, dan hingga jalan dan segala kesemerawutannya. Berbekal Samsung Galaxy Note 2 hadiah dari suami, saya mencoba melatih lagi kepekaan melalui lensa kamera. Dan beberapa foto inilah hasilnya.

Foto – foto lainnya bisa dilihat dihttp://on.fb.me/13mkmF6
Jangan berharap banyak, namanya juga latihan. Banyak kurang, jauh dari kata sempurna. Tapi, semoga suka dengan foto-fotonya! :”)


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hosted by BOC Indonesia