Kiriman siapa? Sampah nak dauh pasih.
Sampai kita bertanya pada pulau tetangga sebelah kita, jawaban yang sama. Itu bukan sampah kami, sampah kiriman pulau lain. Demikian seterusnya sampai melanglang bumi.
Akhirnya terkonfirmasi? Sampah jatuh dari langit, dikirim Tuhan untuk menyingkirkan kaum manusia?

Jawaban itu sampah kiriman bukan sekali dua kali saya dengar saat menulis sampah laut. Padahal saya juga tak pernah bertanya itu sampahnya siapa. Tidak pernah. Tapi ketika ngobrol, pasti jawaban itu dulu yang keluar. Jurus pertahanan.
Tapi penelitian membuktikan, sampahmu di got pinggir kota Denpasar kemudian masuk sungai lalu nyebur ke laut itu bisa beneran melanglang bumi.
Yuk, ikut sampah dari Selat Bali sampai ke pesisir Barat Bali, ke mana mereka jalan-jalan? Ini dia.

Leave a Reply