![]() |
| Aku sedihhhh…. |
Iya..bener banget, aku cuma dapat libur 2 hari aja lebaran kali ini. Gak berhenti ketawa aku melihat gambar ini ketika dikirimin oleh teman kantorku, Miss Ririn yang kembali remaja setelah melahirkan anak kedua. Dampak dari libur 2 hari ini tentu saja gak berasa lebaran..(lah..emang ngerayain mbak??). Nggak ngerayain juga sih karena gak mudik tahun ini. Tapi jadinya juga gak kebagian euforia lebaran seperti teman-teman lain, bisa libur bersama cuti bersama atau apalah namanya yang penting lebih banyak waktu liburnya. Dan akhirnya terulang-ulang kembali kegalauan tiap Nyepi dan Galungan, dimana semua seorang sudah libur tapi kantorku masih saja setia masuk. Perasaan dulu waktu kerja di media aja gak seperti lho. Tapi yah..nikmati aja, kalaupun uring-uringan gak akan meluluhkan hati bos juga kok untuk ngasih tambahan libur. Lagian nanti tanggal 10 Agustus gak mungkin libur juga karena ada Upacara Hari Raya Saraswati sekaligus melaspas Padmasana baru di kantorku.
Seperti tadi sempat dibahas, aku sama bli gak mudik tahun ini. Rencana awal dikarenakan akan ada upacara odalan di rumah, yang mana waktunya berdekatan dengan Idul Fitri. Selain kendala cuti tentu saja juga kendala keuangan hehehe.. Tapi eh tapi ada kabar lain yang ternyata mau gak mau mengharuskan aku pulang ke Nganjuk bulan Agustus ini meski gak pas Hari Raya Idul Fitri. Dan..itu jadwalnya berbarengan dong dengan hari Odalan. Setelah pertimbangan dan ijin orang tua akhirnya sudah dipastikan aku dan bli akan pergi ke Nganjuk dan tidak hadir saat odalan di rumah. Pulang ke Nganjuk karena apa? Nanti kita bahas lain posting, tapi gak janji hehhee…
Bagaimana situasi Denpasar menjelang Hari Raya Idul Fitri? Sudah bisa dipastikan sepi karena penghuninya pada pulang kampung. Yang muslim pada mudik ke kampung halaman yang non muslim juga ikut mudik menikmati liburan di kampungnya juga. Pantauan sekilas beberapa hari ini jalan Cokroaminoto yang merupakan jalan utama keluar Denpasar menuju Pulau Jawa makin ramai dengan pemudik, yang banyak terlihat adalah pemudik motor. 3 tahun lalu aku bisa nangis gegulingan lihat orang-orang happy mau mudik sementara aku gak bisa mudik. Tapi tahun ini biasa aja, mungkin karena ada rencana lain untuk pulang kampung akhir bulan Agustus ini.
Bagian paling tidak menyenangkan dari situasi Idul Fitri ini tentu saja para pedagang nasi, kaki lima, dan sebagian pedagang di pasar badung yang merupakan pendatang dari Jawa udah pada pulang kampung. Ke pasar sepi, barang sedikit dan akibatnya harga-harga melonjak drastis di pasar Badung. Belum lagi pasokan sayur, buah dan sebagainya mayoritas dari Jawa. Alamak..sebegini tergantungnya orang Bali terhadap pasokan dari luar.
Selanjutnya…Saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri ya.. Mohon maaf lahir batin..

Leave a Reply