Tag Archives: remaja

MEDICAL TRIP, Upaya Pelayanan Kesehatan Remaja yang kekinian

Oleh : Deni Fami Prasetyo (Juara II lomba artikel International Youth Day 2019) Sehat adalah keadaan sejahtera seutuhnya baik secara fisik, jiwa maupun sosial, bukan hanya terbebas dari penyakit atau kecacatan. Remaja merupakan kelompok masyarakat yang selalu diasumsikan dalam keadaan sehat. Padahal banyak remaja yang meninggal sebelum waktunya akibat kecelakaan, percobaan bunuh diri, kekerasan, kehamilan yang...

Sah! Peresmian 5 Sekolah Percontohan Kesehatan Reproduksi dan Seksual di Kota Denpasar

  Denpasar, 29 Desember 2018 – Pemerintah Kota Denpasar meresmikan lima sekolah sebagai Sekolah Percontohan Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksual di kota Denpasar yang dilakukan pada rangkaian acara Denpasar Festival pada pukul 09.00 WITA. Peresmian tersebut ditandai dengan pemberian sertifikat apresiasi kepada Kepala Sekolah oleh Bapak Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara serta penandatanganan perjanjian...

Sering Tidur Kurang Dari 5 Jam? Waspadai Penyakit Ini

Tidur sangat penting bagi tubuh agar bisa tetap sehat dan berfungsi optimal. Sepertiga dari waktu kita dalam sehari digunakan untuk tidur. Saat tidur, tubuh berkesempatan untuk istirahat dan mengembalikan tenaga yang terkuras saat terjaga. Perbaikan sel sel tubuh yang rusak juga dilakukan saat kita tertidur.

Baca juga: Kurang Tidur Bisa Menyebabkan Jerawat

Bagaimana jika tubuh kurang tidur? Menurut penelitian terbaru yang dipresentasikan dalam ESC Congress 2018, orang dewasa yang tidurnya kurang dari 5 jam setiap hari memiliki risiko penyakit kardiovaskuler yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan orang dewasa yang tidurnya tujuh sampai delapan jam setiap hari.

Menurut Moa Bengtsson, kepala peneliti yang berasal dari Universitas Gothenburg, Swedia, “Bagi orang orang yang sibuk, tidur merupakan sesuatu yang menghabiskan waktu secara percuma, tetapi penelitian ini berhasil membuktikan bahwa durasi tidur yang terlalu pendek memiliki hubungan yang kuat dengan penyakit kardiovaskuler.”

Penelitian ini merupakan penegasan dari beberapa penelitian sebelumnya yang belum menemukan hubungan yang kuat antara kurang tidur dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler.

Tahun 1993 merupakan awal dimulainya penelitian ini. Saat itu dipilih secara acak sebanyak 1.463 orang pria yang berdomisili di kta Gothenburg. Dari jumlah itu, hanya 798 (55%) orang pria yang bersedia sebagai partisipan dalam penelitian ini. Kepada para partisipan ini kemudian dilakukan pemeriksaan fisik dan mereka diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan yang berhubungan kondisi kesehatan saat itu, rata rata durasi tidur, aktivitas fisik dan kebiasaan merokok. Setelah itu para partisipan dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan durasi tidurnya. Kelompok pertama adalah mereka yang tidur kurang dari 5 jam, kelompok kedua yang rata rata tidurnya 6 jam, kelompok ketiga memiliki rata rata durasi tidur 7 sampai 8 jam, dan kelompok keempat adalah mereka yang tidurnya lebih dari 8 jam.

Partisipan ini kemudian diikuti selama 21 tahun dan dicatat setiap adanya gangguan kardiovaskuler seperti serangan jantung, stroke, gagal jantung, revaskularisasi arteri koroner dan kematian akibat penyakit kardiovaskuler.

Pria yang data durasi tidurnya tidak lengkap dan yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskuler dikeluarkan dari penelitian sehingga jumlah data yang dianalisa menjadi 759 orang.

Tekanan darah tinggi, diabetes, kegemukan, kebiasaan merokok, aktivitas fisik yang rendah dan kualitas tidur yang buruk kebanyakan dialami oleh pria yang tidurnya kurang dari 5 jam setiap malam.

Baca juga: 4 Hal Ini Bikin Bayi Anda Susah Tidur

Bila dibandingkan dengan pria yang durasi tidurnya cukup, pria yang durasi tidurnya kurang dari 5 jam mengalami peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler sebanyak dua kali lipat. Risiko ini kembali mengalami peningkatan sebanyak dua kali lipat jika faktor risiko lain seperti kegemukan, diabetes dan kebiasaa merokok diperhitungkan.

Bagaimana? Masihkan kamu menyianyiakan waktu tidurmu untuk hal hal yang tidak bermanfaat?

Remaja Jadi Juri Festival Film Pendek Internasional

Remaja berusia 13 sampai 16 tahun dilatih mengapresiasi film-film pendek dan diakui sebagai 2018 International Youth Jury Board (badan penjurian remaja tingkat internasional untuk tahun 2018) dalam festival film pendek ini.

Youth Jury Board Minikino Film Week 4

Minikino Film Week (MFW) di bawah naungan yayasan Kino Media tahun ini masuk usia keempat. Sejak awal festival film pendek internasional ini dirancang sebagai festival yang masuk dalam keseharian masyarakat, membuka kesempatan pada semua orang mengalami suasana menonton bersama dan sekaligus mengajak untuk bersikap lebih kritis terhadap apa yang ditonton.

Tahun ini Minikino mengawali rangkaian kegiatan pra-festival dengan mengadakan pelatihan selama tiga hari penuh di Omah Apik, Pejeng, Gianyar. Pelatihan bertajuk ‘MFW 4 Youth Jury Camp 2018’ telah dilangsungkan pada tanggal 6-8 Juli 2018. Kegiatan ini membuka kesempatan bagi remaja berusia 13 sampai 16 tahun untuk dilatih mengapresiasi film-film pendek dan diakui sebagai 2018 International Youth Jury Board (badan penjurian remaja tingkat internasional untuk tahun 2018) dalam festival film pendek berskala internasional ini.

Jalur pendaftaran MFW4 Youth Jury Camp 2018 dibagi dua yaitu, jalur pendaftaran umum dan jalur beasiswa. Untuk jalur umum, pendaftaran dipromosikan di Indonesia dan Asia Tenggara melalui website dan media sosial, dengan persyaratan biaya pendaftaran. Sedangkan jalur beasiswa hanya dibatasi untuk 2 (dua) remaja yang memiliki Nomor Induk Siswa Nasional dari wilayah Bali. Penerima beasiswa mendapatkan fasilitas bebas biaya sepenuhnya, namun melalui proses wawancara dan proses seleksi yang ketat.

“Ini merupakan kesempatan yang istimewa dan bergengsi untuk para remaja. Mereka mendapat pelatihan khusus dan diberikan peran yang penting secara aktif menilai film-film pendek kategori anak, remaja dan keluarga. Film-film pendek yang dinilai oleh para juri remaja adalah yang sudah lolos resmi dari tim seleksi Minikino. Di dalam pelatihan ini mereka menentukan 5 nominasi internasional untuk Youth Jury Award 2018,” kata direktur festival Minikino Film Week 4, Edo Wulia.

Sebanyak 6 (enam) remaja dari Bali, Jakarta, dan Tangerang berhasil menyelesaikan rangkaian pelatihan intensif tersebut dan mendapatkan apresiasi yang tinggi dari festival sebagai MFW 4 Youth Jury Board. Mereka adalah Sophie Louisa (15) dan Keane Levia Koenathallah (16) dari Tangerang Selatan, Natasya Arya Pusparani (15) dari Jakarta Selatan, Seika Cintanya Sanger (15) dari Tabanan, serta Ni Ketut Manis (15) dan I Putu Purnama Putra (15) dari Karangasem.

Di hari pertama MFW4 Youth Jury Camp 2018, peserta dibekali dengan sejumlah materi tentang sejarah film dunia termasuk pengaruhnya di Indonesia, tata-cara mendengarkan dan mengemukakan pendapat, mengenal elemen gambar dan suara dalam film, serta kreatifitas tutur visual. Pelatihan ini langsung disampaikan oleh dewan komite Minikino Film Week 2018, yaitu Direktur Festival Edo Wulia, Direktur Program Fransiska Prihadi, Direktur Eksekutif I Made Suarbawa, serta fotografer resmi untuk festival, Syafiudin Vifick ‘Bolang’ yang secara profesional telah dikenal luas di Indonesia.

Modul-modul yang disiapkan dan diberikan para pengajar dalam pelatihan ini memiliki peran besar. Membantu para juri remaja menyaring puluhan film pendek internasional yang ditonton dan dibahas secara mendalam menjadi 5 (lima) nominasi 2018 Youth Jury Award. Keputusan ini dihasilkan melalui metode diskusi yang serius, proses mempertanggungjawabkan pendapat dan berujung pada mufakat.

Proses ini menciptakan tidak hanya sebuah proses penjurian yang kritis, namun juga generasi muda yang memiliki kualitas kepemimpinan yang sekaligus memiliki kepekaan untuk melihat, mendengarkan, mengemukakan pendapat, dan kemampuan mencari titik temu untuk kepentingan bersama.

I Putu Purnama Putra, salah satu peserta dari Karangasem yang mengikuti MFW4 Youth Jury Camp lewat jalur beasiswa berkata bahwa ia digembleng banyak hal selama 3 hari tersebut. “Awalnya saya kaget, ternyata lolos seleksi beasiswa. Saya agak jarang nonton film, dan kalau pun menonton hanya menikmati saja. Tapi sekarang saya juga ikut menilai apakah tontonan itu bagus atau tidak.”

Natasya Arya Pusparani yang berasal dari Jakarta Selatan juga menyatakan bahwa MFW4 Youth Jury Camp ini merupakan sebuah pengalaman baru baginya. “Sebenarnya saya tipe orang yang lebih suka mendengarkan (pendapat orang lain). Tapi di MFW4 Youth Jury Camp ini saya dibimbing para mentor untuk berani mengemukakan pendapat. Pengalaman yang sangat bagus buat saya. Suasananya juga sangat bersahabat.” Ungkapnya.

Proses penjurian dalam Youth Jury Camp 2018 berlangsung lancar dan mencapai hasil yang sesuai dengan yang diharapkan. Namun semuanya masih akan berlanjut. Pada saat festival MFW 4 di Bali, tanggal 6 sampai 13 Oktober 2018 mendatang, para juri remaja tingkat internasional ini akan melanjutkan kembali diskusi mereka untuk menentukan 1(satu) peraih penghargaan prestisius 2018 MFW Youth Jury Award. Bahkan seluruh komite festival ikut penasaran menunggu keputusan mereka. Untuk info lebih lanjut bisa diikuti di tautan link minikino.org/filmweek

Levia (16) dalam sesi review MFW4 Youth Jury Camp 2018
Levia (16) mengemukakan pendapatnya tentang film yang baru saja ditonton.(foto: Vifick Bolang)
Hari kedua MFW4 Youth Jury Camp 2018
Para peserta menonton film pendek calon nominasi Youth Jury Award Minikino Film Week 4. (foto: Vifick Bolang)
Edo Wulia (Direktur Festival Minikino Film Week) menjelaskan materi sejarah film dunia. (foto: Vifick Bolang)
Diskusi bersama, saling mendengarkan dan berpendapat untuk mencapai mufakat.(foto: minikino)

The post Remaja Jadi Juri Festival Film Pendek Internasional appeared first on BaleBengong.