Tag Archives: Press Release

Festival 100% Manusia, Belajar jadi Manusia yang (lebih) Humanis

Sebuah film menjadi salah satu media yang dapat menyalurkan kritik atas segala keresahan manusia dalam menjalani hidupnya. Lewat visualisasi oleh film, segala emosi yang hidup itu dapat terekam dan diamati dari segala perspektif. Isu seputar pembangunan manusia, HAM, gender, dan SARA kerap menuai konflik dan ketidakadilan dalam masyarakat. Semua itu dapat menjadi inspirasi banyak sineas...

Membentuk Remaja Sehat dan Bahagia #Edisi Tabanan

KISARA telah memberikan program SETARA di kota Denpasar, mengingat pentingnya pemberian pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja. Setelah setahun proses implementasi, mulai terlihat adanya perubahan-perubahan pada remaja sebagai penerima manfaat. Nah berdasarkan hal inilah KISARA berinisiatif untuk melebarkan sayap ke kabupaten lain untuk menyebarkan pemberian pendidikan kesehatan reproduksi dengan nama program “Aku Bisa”, dan kabupaten tujuan...

Outing Dance4life: Meningkatkan Kekompakan Tim

Dance4life merupakan salah satu program yang bertujuan untuk pencegahan HIV/AIDS dan disampaikan melalui tarian serta musik untuk meningkatkan kesadaran remaja mengenai bahayanya penyakit tersebut. Program ini  mengajak remaja untuk berperan aktif menjadi “Agen Perubahan” atau Agent for Change yang diharapkan mampu mengajak orang disekitarnya untuk ikut memerangi HIV/AIDS. Dalam pelaksanaannya, Dance4life melibatkan relawan-relawan yang disebut...

Hari AIDS Sedunia, KISARA Sukses Gelar Peringatan WAD 2018

Hari AIDS Sedunia atau World AIDS Day (WAD) diperingati pada tanggal 1 Desember setiap tahunnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, KISARA selalu mengadakan peringatan Hari AIDS Sedunia. Peringatan kali ini diadakan di Podium Bebas Bicara Renon (02/12). Kegiatan ini mengambil tema “We Care To Be Health” dan bertujuan untuk mengajak orang lain untuk peduli kesehatan dan mengurangi...

LEANNA RACHEL: COFFEE

Rilis Pers

LEANNA RACHEL: COFFEE

Nestapa namun nrimo.

Demikian pemaparan ringkas-padat paling pas untuk menggambarkan “Coffee”.

Tembang terbaru milik biduanita jelita asal Los Angeles, Leanna Rachel, ini berkisah soal hubungan asmara yang awalnya mesra berseri-seri tapi ternyata berujung pada patah hati. Segala kenangan manis yang dijalani bersama-sama mesti dilupakan, ditinggalkan sepenuhnya. Hati harus dikuatkan. Menjalani kehidupan sendiri menjadi pilihan.

“Coffee” yang begitu saja tercipta di sepucuk hari kala Leanna tertimpa gelisah, paradoksal senang-sedih, kontradiktif pasif-agresif, mencoba meyakinkan kita bahwa perasaan duka tak mesti terus diratapi. Bahwa duka seyogianya dirangkul, dipeluk saja, terbuka diterima.

Selain mengandung pesan positif—hidup tawakal dijalani, badai pasti berlalu—lagu setengah riang ini juga menjadi semacam pertanda bahwa Leanna serius mengakrabi Indonesia, Sabang-Merauke adalah rumahnya kini. Tahun lalu, 2016, misalnya, merupakan masa paling lama perempuan blasteran Amerika-Filipina ini tinggal di Indonesia. Lebih dari 1 tahun tanpa jeda. Di “Coffee” pula Leanna mulai memasukkan secuplik lirik berbahasa Indonesia.

“Saya senang mendengar ketika orang berbicara dalam Bahasa Indonesia. Tentu saja saya girang saat menyanyi dalam Bahasa Indonesia. Bagi saya, semua pengalaman itu terasa alami dan cair.”

“Saya masih belajar agar bisa lebih lancar, makanya saya hanya memasukkan satu verse saja sebagai permulaan,” ujar Leanna semringah.

Pun “Coffee” menegaskan pekatnya “Selera Nusantara” di diri Leanna sebab seluruhnya direkam di Bali serta para partisipan adalah musisi anak negeri yaitu Noriz Kiki (drum) serta Edi Pande Kurniawan (bas) dengan melibatkan produser sakti mandraguna Dadang Pranoto.

Mari teguk kopi dan sambut hari baru sendiri, mandiri!

__________

https://leannarachel.bandcamp.com/track/coffee
Lagu dan Lirik: Leanna Rachel & Rudolf Dethu
Produser: Dadang Pranoto
Mixing and mastering by: Trigan Young
Studio: Seminyak Pro Studio