Tag Archives: pddikti

Review Kurikulum dan Rapat Pleno SBMPTNP 2019 di Makassar

Perjalanan dinas saya kali ini adalah ke Makassar. Ada dua agenda kegiatan yang saya ikuti disini yaitu yang pertama Workshop Review Kurikulum Program Studi Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata Kementerian Pariwisata yang dilaksanakan tanggal 24-25 Mei 2019, dan yang kedua Rapat Pleno Kelulusan Tahap 2 SBMPTNP 2019 yang dijadwalkan tanggal 26-27 Mei 2019. Kami berangkat tanggal […]

Sosialisasi PDDikti di Poltekpar Makassar

Perjalanan dinas kali ini adalah perjalanan dinas saya yang pertama di tahun 2019. Ini juga menjadi pengalaman pertama saya berangkat sendirian ke Makassar. Dan juga pengalaman pertama kali menjadi seorang narasumber. Serba pertama nih.

Jadi ceritanya saya diundang oleh Poltekpar Makassar yang notabene juga merupakan Perguruan Tinggi dibawah Kementerian Pariwisata sama seperti halnya STP Nusa Dua Bali tempat saya bernaung. Saya diundang dalam rangla berbagi pengalaman PDDikti khususnya cara posting data ke aplikasi Feeder. Saya sendiri sebenarnya bukan ahlinya, hanya saja pengalaman ketika memposting data di Feeder PDDikti STP Nusa Dua Bali bisa saya share ke teman-teman di Poltekpar Makassar.

Kebetulan Poltekpar Makassar sejak tahun 2016 telah mendapat status baru sebagai Politeknik dimana sebelumnya mereka masih berbentuk Akademi, jadi akun PDDikti mereka tergolong masih baru. Ditambah dengan teman yang mengurus PDDikti disana juga masih agak baru sehingga kami bisa berbagi pengalaman. Jadi singkat cerita saya datang kesana untuk membicarakan teknis tahapan untuk posting data ke aplikasi Feeder.

Saya berangkat hari Selasa tanggal 12 Pebruari 2019 sore dan kembali ke Bali hari Kamis pagi. Acara disana adalah tanggal 13 Pebruari dari pagi sampai siang. Saya menginap di hotel Aston Makassar, lokasinya tidak jauh dari pantai Losari, cukup jalan kaki saja, dan juga dekat sekali dengan 2 hotel dimana saya pernah menginap sebelumnya yang berada tepat di depan dan sebelah pantai Losari.

Kegiatan Sosialisasi berjalan dengan lancara, acaranya juga santai dan dihadiri oleh Ibu Iin serta Bapak Ahyar yang menjadi admin PDDikti disana, serta beberapa orang lainnya yang menjadi operator prodi. Kami banyak saling berbagi informasi dan pengalaman, tidak hanya tentang Feeder PDDikti tapi juga termasuk berbagai administrasi akademik karena juga ada kaitannya dengan data yang akan diposting. Apalagi dari sisi administrasi akademik Poltekpar Makassar sangat mirip dengan STP Nusa Dua Bali, tentu saja karena cikal bakal Poltekpar Makassar dulu saat masih bernama Akpar Makassar adalah dari STP Nusa Dua Bali.

Saya sangat berterima kasih kepada pimpinan Poltekpar Makassar dan juga Ibu Iin serta Bapak Ahyar yang telah mengundang saya ke Makassar. Banyak pengalaman dan informasi berharga yang saya dapatkan dalam perjalanan dinas ini. Apalagi diundangnya sebagai narasumber, tentu saya merasa sangat terhormat dan berterima kasih. Ditambah dengan pelayanan yang sangat luar biasa dari Poltekpar Makassar, saya diajak makan dan juga diantar jemput kesana kemari, terima kasih juga untuk Bapak Ibe selaku driver.

Demikian cerita perjalanan dinas kali ini. Terima kasih.

Baca Juga:

Workshop dan Asistensi Pelaporan PDDIKTI di Lombok

Perjalanan dinas saya kali ini adalah mengikuti Workshop dan Asistensi Pelaporan PDDIKTI di Lombok yaitu pada tanggal 25 – 27 Juli 2018. Acara diadakan di Santosa Villa dan Resort, Senggigi, Lombok, oleh Pusdatin Kemenristekdikti. Saya berangkat berdua bersama atasan saya, Kabag ADAK STP Bali.

Dalam perjalanan dinas kali ini saya tidak begitu banyak persiapan karena agenda workshop secara umum saya sudah terbayang sehingga tidak terlalu membebani pikiran. Di samping itu lokasi acara di Lombok membuat saya juga agak santai karena penerbangan cuma sekitar 30 menit. Jadi saya berkemas cukup malam harinya saja sebelum berangkat, padahal biasanya kalau perjalanan sebelum-sebelumnya bisa jadi 2 atau 3 hari sebelum berangkat saya sudah mulai berkemas.

Saya berangkat di tanggal 25 pagi karena acara dimulai siangnya, jadi masih ada cukup waktu dalam perjalanan. Seperti biasanya ke Lombok, penerbangan dengan Garuda Indonesia hanya sekitar 25 menit saja. Perjalanan dari bandara di Lombok ke lokasi rapat di Senggigi hanya 1 jam saja. Kami tiba di hotel tempat acara sekaligus menginap disana sekitar pukul 10 pagi, jadi masih ada waktu sekitar 2 jam sebelum kami boleh check in.

Siangnya sebelum Workshop dimulai peserta dipersilahkan makan siang dulu. Sebelum workshop kami sempat check in dulu dan masuk kamar sehingga bisa lebih fresh saat workshop. Agenda workshop mulai siang sampai sore dan keesokan harinya masih seputar PDDikti, PIN, SIVIL, SISTER dan lainnya sampai dengan akreditasi BAN-PT. Syukur semua bisa kami ikuti dengan baik.

Kami kembali ke Bali tanggal 27 sekitar pukul 19.00 dan tiba di Bali sekitar pukul 19.45 karena penerbangan terasa sedikit lebih lama dari biasanya dan juga cuaca sepertinya kurang bagus sehingga terjadi beberapa goncangan yang hampir membuat saya mual. Kami akhirnya tiba di Bali dan saya bisa berkumpul kembali bersama keluarga.

Baca Juga:

Workshop dan Asistensi Pelaporan PDDIKTI 2017 di Bogor

Baru beberapa waktu yang lalu saya melakukan perjalanan dinas ke Bogor dalam rangka Bimtek Pranata Komputer, eh sekarang ke Bogor lagi. Kali ini dalam acara Workshop dan Asistensi Pelaporan PDDIKTI, acara ini hampir tiap tahun diselenggarakan oleh Kemenristekdikti. Kebetulan di STP Nusa Dua Bali saya sebagai ketua Tim Pengelola PDDIKTI, jadi saya ditunjuk berangkat menemani Bapak Tonsen (atasan saya).

Tugas ini sedikit mendadak, surat undangan di-share di grup WA pada hari Rabu tepat di hari raya Galungan dimana kami masih libur sampai hari Kamis. Sedangkan hari Jumat dan Sabtu hampir seluruh dosen dan pegawai mengikuti Diklat Revolusi Mental di Kuta, jadi bisa dipastikan kami tidak sempat ke kampus karena acara Workshop dilaksanakan mulai hari Minggu tanggal 5-7 Nopember 2017. Jadi surat undangan saya sampaikan ke Bapak Muliana selaku Kabag Adak untuk diteruskan ke Bapak Ketua STP Nusa Dua Bali. Keesokan harinya dipastikan kami ditugaskan menghadiri acara tersebut.

Continue reading

Bimtek PIN dan SIVIL Oleh Kemenristekdikti

Perjalanan dinas saya kali ini adalah ke kota Jakarta untuk mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan topik Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik (SIVIL) yang diselenggarakan oleh Dirjen Belmawa Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 25 dan 26 Juli 2017 di Hotel Kartika Chandra jalan Gatot Subroto, Jakarta. Pada awalnya saya ditugaskan mengikuti Bimtek PIN dan SIVIL tersebut menemani atasan saya, akan tetapi karena atasan saya mendadak mendapat tugas lain di hari yang sama di Jakarta juga, terpaksa saya jadi sendiri. Lalu saya mencoba mengusulkan agar atasan saya digantikan oleh teman lain agar saya tidak sendiri dan akhirnya disetujui.

Kami berangkat ke Jakarta tanggal 25 Juli 2017 dengan pesawat Garuda pukul 09.30, yaitu di hari yang sama dengan pelaksanaan Bimtek karena acara baru dimulai siang hari dan diawali dengan makan siang. Saat berangkat kami menggunakan penerbangan yang sama dengan dua atasan saya yang juga menuju Jakarta tapi untuk acara yang lain. Kami baru berpisah setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Kami naik taksi langsung ke hotel Kartika Chandra, sedangkan kedua atasan saya naik Damri menuju stasiun Gambir dimana lokasi hotelnya dekat sana.

Kami tiba di hotel Kartika Chandra sekitar pukul 12.00 WIB. Beberapa peserta lain juga sudah ada di lokasi dan kami langsung registrasi. Oleh panitia kami kemudian diberitahu agar menikmati makan siang yang sudah disediakan, baru kemudian acara dimulai.

Bimtek berjalan cukup lancar, kami bisa memahami dan mengikuti acara dengan baik. Pada intinya sistem Penomoran Ijazah Nasional (PIN) adalah sebuah sistem yang akan menyediakan nomor ijazah khusus untuk ijazah lulusan di masing-masing perguruan tinggi. Dalam bahasa sederhana, setiap perguruan tinggi akan mem-booking nomor ijazah untuk calon lulusannya. Misalnya untuk mahasiswa Diploma 4, ketika mahasiswa tersebut di semester 7 maka nomor ijazah sudah bisa di-booking.

Tentunya ada syarat-syarat tertentu untuk calon lulusan agar bisa dicarikan nomor ijazah. Syarat pertama tentunya data mahasiswa tersebut sudah ada di PDDIKTI, dengan jumlah sks minimal sekian, IPS per semester sekian dan seterusnya, barulah kemudian sistem PIN akan bisa mengeluarkan nomor ijazah untuk mahasiswa tersebut. Jadi pada intinya kembali ke PDDIKTI, kalau data di PDDIKTI sudah benar dan lengkap maka data di sistem PIN juga akan lancar. Pengoperasian sistem PIN juga relatif mudah, asalkan data di PDDIKTI sudah benar.

Sedangkan SIVIL adalah sebuah website atau sistem yang disediakan oleh Kemenristekdikti untuk melakukan verifikasi ijazah. Data di SIVIL juga diambil dari PDDIKTI. SIVIL ini mungkin lebih banyak digunakan oleh masyarakat khususnya pihak yang ingin memeriksa apakah sebuah ijazah sah atau tidak. Tentunya jika data ijazah tidak ditemukan bukan berarti ijazah itu palsu atau tidak sah, bisa saja data lulusan tersebut belum diinput ke PDDIKTI. Apalagi untuk lulusan perguruan tinggi di luar Kemenristekdikti, kemungkinan besar untuk lulusan lama belum ada datanya di PDDIKTI. Untuk diketahui saja, data PDDIKTI yang diinput di STP Nusa Dua Bali baru dimulai dari angkatan 2013. Bahkan ada perguruan tinggi lain yang lebih belakangan lagi. Di lokasi Bimtek selain mengikuti kegiatan Bimtek, kami juga bertemu dengan Bapak David dan Bapak Franova untuk minta bantuan terkait data di PDDIKTI, khususnya masalah data dosen.

Bimtek kami ikuti sampai selesai. Oya,malam harinya saya menyempatkan diri ke RSPAD Gatot Subroto untuk menengok saudara mertua yang sedang rawat inap disana. Beliau adalah kakak kandung dari mertua saya yang laki. Beliau juga mantan anggota DPR RI. Saya bersyukur berkesempatan bisa menengok walau sudah agak malam, saat sudah menjelang pukul 10 malam.

Selesai mengikuti semua kegiatan Bimtek, kami pulang keesokan harinya. Kami check out dari hotel sekitar pukul 11 menjelang siang, lalu ke bandara dengan taksi lagi. Tiba di bandara, kami sempat memajukan jadwal penerbangan agar bisa tiba di Bali sebelum malam. Kami akhirnya tiba di Bali sekitar pukul 17.30. Demikianlah perjalanan dinas kali ini, cukup singkat namun sangat penting.

Baca Juga: