Tag: Merekam Bali
-
Silakan Bertanya, Kau Kuancam Penjara
Sebuah status di Facebook bisa mengantarmu ke pintu penjara. I Made Sudira, penulis kolom Bale Banjar di Bali Post, kini mengalaminya. Karena status yang dia tulis di Facebook, penulis dengan nama pena Aridus itu terancam penjara. Orang yang menuntut Aridus adalah Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Provinsi Bali, Dewa Mahendra. Kasus ini bermula dari Continue…
-
Merawat Tumbuhnya Suara-Suara Berbeda
Pagi-pagi grup WhatsApp Bali Blogger sudah ramai Jumat kemarin. Pemicu obrolan kali ini soal pencabutan tulisan Kemerdekaan ala Perempuan Bali: Keterikatan Abadi oleh penulisnya, Kadek Sonia Piscayanti. Tulisan itu pernah dimuat Tatkala.co Sebagaimana dituliskannya di Facebook, Sonia mencabut karena “Tulisan ini telah menimbulkan polemik di media sosial sehingga sangat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan hal-hal yang Continue…
-
Kemacetan yang Menular ke Pedesaan
Tidak hanya sekali, kemacetan itu terjadi berkali-kali. Tempatnya bukan di tengah Kota Denpasar atau Kuta yang memang tiap hari macet. Kali ini di pinggiran kota lalu terjadi lagi di desa-desa sepanjang jalan. Sore tadi aku dalam perjalanan dari Denpasar ke Tirta Empul, Tampaksiring untuk liputan. Sejaka pagi Denpasar sendiri agak lengang akhir pekan ini. Setelah Continue…
-
Agar Nusa Penida Tak Serupa Induknya
Diam-diam, Nusa Penida makin membuat ketagihan. Makin sering kami datang, makin sering kami ingin berkunjung lagi. Makin banyak tempat kami jelajahi, makin banyak pula cerita dan perspektif baru tentang pulau ini. Begitu pula setelah kami mengikuti Festival Nusa Penida 2016. Festival Nusa Penida kegiatan tahunan Pemerintah Kabupaten Klungkung. Tahun ini yang ketiga. Targetnya untuk mempromosikan Continue…
-
Bali dari Solidaritas menuju Rivalitas
Melupakan pertanian, Bali kian kehilangan akar.. Budaya Bali itu berakar pada pertanian. Tidak ada ritual Bali yang bisa lepas dari akar ini. Nyepi, Galungan, Kuningan, Odalan, dan seterusnya. Ritual-ritual itu pada umumnya menyesuaikan dengan kalender pertanian. Odalan tiap enam bulan sekali, misalnya, mengacu pada kalender tanam padi, komoditas utama pertanian Bali zaman dulu. Ketika masih Continue…