Tag Archives: Medisiana

Strømme syndrome (Stromme)

Strømme syndrome atau sindroma stromme adalah kelainan genetik langka yang ditandai dengan kelainan bawaan berupa kelainan pada mata, usus dan kepala.

Kelainan yang terjadi pada masing masing penderita, sangat bervariasi. Pada beberapa kasus juga ditemukan adanya masalah pada ginjal dan jantung.

Kelainan ini terjadi karena adanya mutasi pada gen CENPF dan diturunkan secara resesif autosomal, artinya seseorang bisa menderita sindroma stromme bila mendapatkan gen pembawa kelainan dari kedua orang tua.

Cegukan

Cegukan adalah gerakan menarik nafas yang terjadi secara tiba tiba akibat dari konstraksi diafragma yang terjadi tanpa disadari disertai dengan menutupnya rongga pita suara (glottis).

Tarikan nafas yang pendek dan tiba tiba saat cegukan terjadi karena konstraksi tiba tiba dari diafragma. Menutupnya rongga pita suara disaat yang bersamaan menyebabkan tersendatnya aliran udara yang masuk. Menutupnya rongga pita suara yang menyebabkan tersendatnya aliran udara masuk ini menyebabkan suara yang unik saat terjadinya cegukan.

Cegukan biasanya berlangsung secara ritmis. Cegukan umumnya tidak menimbulkan masalah kesehatan yang berarti, namun bila cegukan berlangsung lama bisa menjadi masalah kesehatan yang serius.

Pertanyaan Seputar Vaksin MR, Penting Untuk Diketahui

Vaksin MR adalah vaksin untuk mencegah penyakit campak dan rubella pada anak anak. Vaksinasi MR baru saja dicanangkan oleh Presiden Jokowi melalui bulan Vaksin MR di pulau Jawa. Muncul pertanyaan, apakah sih vaksin MR itu? Berikut beberapa pertanyaan yang kerap muncul tentang vaksin MR.

● Apakah penyakit Campak Rubella ?

Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melaui saluran nafas yang disebabkan oleh virus. Anak dan orang dewasa yagn belum pernah mendapat imunisasi Campak dan Rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit ini beresiko tinggi tertular.

● Apa bahaya dari penyakit ini ?

Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru peunomia, radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

● Seperti apa gejala penyakit Campak dan Rubella ?

Gejala penyakit Campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit disertai dengan batuk, pilek dan mata merah (konjungtivitis). Gejala penyakit Rubella tidak spesifik bahkan bisa tanpa gejala. Gejala umum berupa demam ringan, pusing, pilek, mata merah dan nyeri dan persendian. Mirip gejala flu.

● Bagaimana agar terlindung dari penyakit Campak dan Rubella ?

Tidak ada pengobatan untuk penyakit Campak dan Rubella namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit Campak dan Rubella. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus.

● Apakah vaksin MR ?

Vaksin MR adalah kombinasi vaksin Campak atau Measles (M) dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap penyakit Campak dan Rubella.

● Apakah Vaksin MR aman ?

Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari WHO dan izi edar dari Badan POM. Vaksin MR persen efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella.Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

● Siapa saja yang harus mendapatkan Imunisasi MR ?

Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama kampanye imunisasi MR. Selanjutnya, imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan imunisasi Campak.

● Apakah imunisasi MR memiliki efek samping ?

Tidak ada efek samping dalam imunisasi. Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yagn serius sangat jarang terjadi.

● Apabila anak telah diimunisasi Campak, apakah perlu mendapat imunisasi MR?

Ya, untuk mendapat kekebalan terhadap Rubella. Imunisasi MR aman bagi anak yang telah mendapat 2 dosis imunisasi Campak.

● Apakah perbedaan vaksin MR dan MMR?

Vaksin MR mencegah penyakit Campak dan Rubella. Vaksin MMR mencegah penyakit Campak, Rubella dan Gondongan.

● Mengapa yang diberikan adalah vaksin MR bukan MMR?

Saat ini pemerintah memprioritaskan pengendalian Campak dan Rubella karena bahaya komplikasinya yang berat dan mematikan.

● Apabila anak telah mendapat imunisasi MMR, apakah masih perlu mendapat imunisasi MR?

Ya. Untuk memastikan kekebalan penuh terhadap penyakit Campak dan Rubella. Imunisasi MR aman diberikan kepada anak yang sudah mendapat vaksin MMR.

● Apakah benar vaksin MR dapat menyebabkan autisme?

Tidak benar. Sampai saat ini belum ada bukti yang mendukung bahwa imunisasi jenis apapun dapat menyebabkan autisme.

● Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 4 tahun 2016.

Imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya penyakit tertentu.

Dalam hal jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebakan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yagn mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib.

Sumber : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

 

4 Alasan Yang Kamu Harus Tahu, Kenapa Tulisan Dokter Sulit Dibaca

Pertanyaan ini mungkin akan keluar ketika kita selesai berkonsultasi dengan dokter dan diberi kertas resep untuk mengambil obat di apotek. “Kenapa tulisan dokter susah dibaca, ya?” Atau “kok tulisan dokter jelek sekali?”.

Empyema

Empyema atau empiema adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya nanah atau cairan infeksi yang terkumpul di dalam rongga tubuh. Istilah empyema berasal dari bahasa latin “empyein” yang artinya produsen nanah.

Empyema kerap digunakan untuk terkumpulnya nanah di dalam rongga paru paru (pleural cavity), namun istilah ini juga digunakan untuk bendungan nanah yang terjadi pada kandung kemih atau rongga panggul.

Penyebab empyema sendiri sangat banyak, namun yang paling sering adalah karena komplikasi dari pneumonia. Empyema dibagi menjadi tiga fase. Pada fase akut, rongga tubuh mulai diisi oleh nanah yang tipis, sedangkan pada fase lanjut, bendungan nanah mulai menebal dan fibrus/mengental. Untuk fase yang terakhir adalah fase kronis yang ditandai dengan seluruh organ paru diliputi oleh nanah dan jaringan fibrus.

Pengobatan empyema terggantung dari penyebab dasar dari empyema.