Tag Archives: Medisiana

SIDS (Sudden Infant Death Syndrome)

SIDS (sudden infant death syndrome) atau sindrom kematian bayi mendadak adalah kematian mendadak bayi yang tidak diketahui penyebabnya. Kematian mendadak ini biasanya terjadi pada saat bayi tertidur di usia 2 minggu sampai 6 bulan.

Beberapa faktor risiko terjadinya SIDS antara lain, bayi yang memiliki saudara dengan riwayat SIDS, bayi yang terlahir dari ibu pengguna narkoba (heroin, methadone atau kokain) saat hamil, bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2000 gram, bayi dengan pola nafas yang abnormal dan bayi yang tidur tengkurap.

Karena salah satu faktor risiko terjadinya SIDS adalah bayi yang tidur tengkurap maka ahli kesehatan anak menganjurkan agar bayi ditidurkan dalam posisi terlentang.

Down Syndrome

Down syndrome adalah gangguan genetik yang ditandai dengan kelebihan jumlah kromosom pada kromosom 21 (trisomi 21). Down syndrome menyebabkan terjadinya keterbelakangan mental, bentuk wajah yang khas dan beberapa cacat bawaan lainnya.

Down syndrome kerap dialami oleh anak yang lahir dari ibu yang saat hamil telah berusia lebih dari 35 tahun. Kelainan ini berhubungan dengan risiko masalah pada jantung, gangguan pada sistem pencernaan dan leukemia.

Pengobatan down syndrome dilakukan dengan cara intervensi dini terhadap proses tumbuh kembang fisik dan mental. Intervensi dini termasuk terapi bicara dan bila diperlukan dilakukan operasi untuk memperbaiki cacat bawaan yang terjadi.

Sekitar setengah dari anak dengan down syndrome menderita kelainan jantung. Adanya lubang antara dua bilik jantung adalah kelainan jantung bawaan yang sering terjadi. Dengan pengobatan yang tepat, kebanyakan anak dengan down syndrome bisa tetap aktif dan produktif sampai usia pertengahan.

Meskipun kebanyakan anak dengan down syndrome memiliki keterbelakangan mental (IQ rendah), namun ada pula yang memiliki IQ normal. Sayangnya, seiring dengan bertambahnya usia, kemampuan kognitif orang dengan down syndrome mengalami penurunan drastis dan berisiko menderita penyakit Alzheimer.

Down syndrome juga kerap disebut dengan ‘mongolism’. Istilah ini sebenarnya sudah ketinggalan jaman sebab down syndrome bisa dialami oleh ras apa sehingga tidak ada hubungannya dengan ras Mongolian atau Asia.

Strømme syndrome (Stromme)

Strømme syndrome atau sindroma stromme adalah kelainan genetik langka yang ditandai dengan kelainan bawaan berupa kelainan pada mata, usus dan kepala.

Kelainan yang terjadi pada masing masing penderita, sangat bervariasi. Pada beberapa kasus juga ditemukan adanya masalah pada ginjal dan jantung.

Kelainan ini terjadi karena adanya mutasi pada gen CENPF dan diturunkan secara resesif autosomal, artinya seseorang bisa menderita sindroma stromme bila mendapatkan gen pembawa kelainan dari kedua orang tua.

Cegukan

Cegukan adalah gerakan menarik nafas yang terjadi secara tiba tiba akibat dari konstraksi diafragma yang terjadi tanpa disadari disertai dengan menutupnya rongga pita suara (glottis).

Tarikan nafas yang pendek dan tiba tiba saat cegukan terjadi karena konstraksi tiba tiba dari diafragma. Menutupnya rongga pita suara disaat yang bersamaan menyebabkan tersendatnya aliran udara yang masuk. Menutupnya rongga pita suara yang menyebabkan tersendatnya aliran udara masuk ini menyebabkan suara yang unik saat terjadinya cegukan.

Cegukan biasanya berlangsung secara ritmis. Cegukan umumnya tidak menimbulkan masalah kesehatan yang berarti, namun bila cegukan berlangsung lama bisa menjadi masalah kesehatan yang serius.

Pertanyaan Seputar Vaksin MR, Penting Untuk Diketahui

Vaksin MR adalah vaksin untuk mencegah penyakit campak dan rubella pada anak anak. Vaksinasi MR baru saja dicanangkan oleh Presiden Jokowi melalui bulan Vaksin MR di pulau Jawa. Muncul pertanyaan, apakah sih vaksin MR itu? Berikut beberapa pertanyaan yang kerap muncul tentang vaksin MR.

● Apakah penyakit Campak Rubella ?

Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melaui saluran nafas yang disebabkan oleh virus. Anak dan orang dewasa yagn belum pernah mendapat imunisasi Campak dan Rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit ini beresiko tinggi tertular.

● Apa bahaya dari penyakit ini ?

Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru peunomia, radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

● Seperti apa gejala penyakit Campak dan Rubella ?

Gejala penyakit Campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit disertai dengan batuk, pilek dan mata merah (konjungtivitis). Gejala penyakit Rubella tidak spesifik bahkan bisa tanpa gejala. Gejala umum berupa demam ringan, pusing, pilek, mata merah dan nyeri dan persendian. Mirip gejala flu.

● Bagaimana agar terlindung dari penyakit Campak dan Rubella ?

Tidak ada pengobatan untuk penyakit Campak dan Rubella namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit Campak dan Rubella. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus.

● Apakah vaksin MR ?

Vaksin MR adalah kombinasi vaksin Campak atau Measles (M) dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap penyakit Campak dan Rubella.

● Apakah Vaksin MR aman ?

Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari WHO dan izi edar dari Badan POM. Vaksin MR persen efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella.Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

● Siapa saja yang harus mendapatkan Imunisasi MR ?

Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama kampanye imunisasi MR. Selanjutnya, imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan imunisasi Campak.

● Apakah imunisasi MR memiliki efek samping ?

Tidak ada efek samping dalam imunisasi. Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yagn serius sangat jarang terjadi.

● Apabila anak telah diimunisasi Campak, apakah perlu mendapat imunisasi MR?

Ya, untuk mendapat kekebalan terhadap Rubella. Imunisasi MR aman bagi anak yang telah mendapat 2 dosis imunisasi Campak.

● Apakah perbedaan vaksin MR dan MMR?

Vaksin MR mencegah penyakit Campak dan Rubella. Vaksin MMR mencegah penyakit Campak, Rubella dan Gondongan.

● Mengapa yang diberikan adalah vaksin MR bukan MMR?

Saat ini pemerintah memprioritaskan pengendalian Campak dan Rubella karena bahaya komplikasinya yang berat dan mematikan.

● Apabila anak telah mendapat imunisasi MMR, apakah masih perlu mendapat imunisasi MR?

Ya. Untuk memastikan kekebalan penuh terhadap penyakit Campak dan Rubella. Imunisasi MR aman diberikan kepada anak yang sudah mendapat vaksin MMR.

● Apakah benar vaksin MR dapat menyebabkan autisme?

Tidak benar. Sampai saat ini belum ada bukti yang mendukung bahwa imunisasi jenis apapun dapat menyebabkan autisme.

● Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 4 tahun 2016.

Imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya penyakit tertentu.

Dalam hal jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebakan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yagn mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib.

Sumber : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia