Tag: keTiga
-
Semua Harap untuk Ara
Sedikit demi sedikit rejeki yang telah kami kumpulkan sejak awal pernikahan, diberikan untuk pengobatan Ara, putri ketiga kami. Biaya perawatannya cukup tinggi untuk pegawai ukuran kami. Hingga malam ini, total yang harus kami bayarkan mencapai 30 juta rupiah. Dan bisa jadi kedepannya bakalan lebih banyak lagi yang dibutuhkan. Tapi bukan soal biaya yang menjadi keluhan…
-
Menjaga Asa pada Ara
Jari kecil itu masih berupaya memegang telunjukku yang kuberikan padanya. Ditengah sakit yang ia derita tampak wajahnya sedikit lebih baik dari malam kemarin. Tak kulihat ia menangis saat kuajak bicara ditengah kegalauan yang kurasakan. Ia tidur memejamkan matanya sembari kuelus keningnya yang bersih sambil mendendangkan gumaman tembang anak Bali yang kusukai. Hatiku tetap berusaha tabah…
-
Tabah, Pasrah dan Berserah
Dadaku selalu berdegup kencang tatkala mendengarkan suara telepon berdering baik rumah maupun ponsel. Bilapun terdengar diseberang sana suara perawat dari Puri Bunda, hati ini selalu pilu dan berharap ada kabar baik yang bisa kudengar. Dan kepalaku pun mulai merasa sakit, perih lantaran Gek Ara, putri kami masih harus menjalani perawatan yang begitu menyakitkan. Aku dituntut…
-
Malam Minggu Kelabu
Shock… Malam ini kami Shock begitu mendengar penjelasan awal dari perawat perihal hasil cek lab darah putri kami yang diambil pagi tadi. Tindakan ini sebagai langkah lanjut dari Transfusi Trombosit yang telah dilakukan sebanyak 3×24 jam sejak kamis pagi lalu. Trombositnya terus menurun hingga menunjukkan hasil 4.000 sel/mm3. Artinya dengan segera dibutuhkan Transfusi kembali secepatnya.…
-
Satu Malam di Puri Bunda
‘Aku diusir… oleh Perawat…’ celetuk istri sesaat setelah keluar dari ruang Resti, Intensif di RS Puri Bunda jumat malam tadi. Ha ? Memangnya kenapa ? ‘Kelamaan didalam mungkin…’ jawabnya sambil tersenyum. He… ya pantes saja lah. Wong ruangan Intensif begitu… Tapi ya wajar juga kalo kita yang namanya orangtua bakalan kangen begitu jenguk anak meski…