Tag: Advokasi
-
Membantah Fitnah para Pendukung Reklamasi
Bukti aksi tolak revitalisasi memang bayaran. Yang bayar dibiarkan. Hallooo @WALHIBali @ForBALI13 @JRCarrollNews pic.twitter.com/5fyv1jFtJx — ((((REVITALISASI)))) (@dangnamusei) August 24, 2015 Lama-lama gerah juga dengan fitnah dari para hantu ini. Melalui media sosial, terutama Facebook dan Twitter, mereka terus menyebar tudingan terhadap para penolak reklamasi Teluk Benoa. Isinya macam-macam. Bahwa para penolak reklamasi hanyalah orang-orang tidak jelas,…
-
Lanjutan Diskusi KTP dan Pelanggaran Privasi
Tulisan ini hanya memindahkan diskusi dari Facebook ke blog. Cerita bermula dari tulisan status di Facebook dengan tema yang sebenarnya sama dengan tulisan di blog sebelumnya: apakah KTP itu pelanggaran privasi atau tidak. Saya tulis sebagai status di Facebook hanya karena biar ada jawaban sekaligus informasi tambahan dari teman-teman yang tinggal di negara lain. Ini…
-
Surat Cinta untuk Mark Pendiri Facebook
Mark Zuckerbeg ternyata pemberi harapan palsu juga. Dalam pernyataan awal, dia mengatakan akan menciptakan platform Internet yang terbuka, murah, dan terjangkau. Begitulah kira-kira ide awalnya. Harapan yang menyenangkan bagi banyak orang, termasuk aku. Maklum. Selama ini, kemudahan akses memang masalah utama jika kami memberikan pelatihan Internet bagi warga, terutama di pedesaan atau pedalaman. Biasanya kami…
-
Kendali Privasi di Tangan Kita Sendiri
Johar Alam seperti menembak tepat pada jantung sasarannya. “KTP itu pelanggaran privasi terbesar yang justru dilegalkan,” kata Ketua Internet Data Center (IDC) Indonesia. Ah, itu jleb banget kalimatnya. Aku baru tahu dan kemudian sadar. Kartu tanda penduduk (KTP) yang sudah kadung dianggap bagian sah dari keberadaan seseorang sebagai manusia di Indonesia, ternyata malah merampas privasi…
-
Dadap Menggunakan Video untuk Perubahan
Film-film pendek itu terlihat membosankan. Sebagian malah menyedihkan. Bagian membosankan itu, misalnya, pada video anak-anak membuat mainan seperti gitar. Gambarnya monoton. Selama sekitar lima menit hanya tentang anak memotong batang bambu. Anak laki-laki berumur belasan tahun itu memotong bambu dengan kapak. Tak tok tak tok. Lalu dia masuk rumah. Memasang tali-tali sejajar batang bambu. Memetik…