“Gue berhenti depan pom bensin aja”
“Mau kemana loe pri?”
“Ke BPPT bentar mau ngambil keyboard arab itu. Ntar gue ke kantor lagi”
Mobil perlahan menepi depan pom bensin di daerah pejompongan. Dari sana aku tinggal naik bemo ke pasar Benhil kemudian dilanjutkan dengan busway ke arah gedung BPPT di Thamrin.
***
Sebuah bemo biru tua menepi ketika kulambaikan tanganku. Masih kosong. Sopirnya bapak-bapak tua. Wajahnya hitam berkeringat. Sepertinya ia pasti banyak menyimpan cerita tentang Jakarta. Aku memilih untuk duduk didepan.
Bemo ini sudah tua, terlihat karat dimana-mana. Pintunya pun harus ditutup dengan bantuan sebuah tali. Jalannya lambat dan rasanya dipaksa untuk tetap jalan. Mungkin bemo ini sudah cukup uzur.
Leave a Reply