hacklink hack forum hacklink film izle hacklink deposit 5ktaraftarium24สล็อตสล็อต먹튀검증 리뷰testsahabettipobetrovbet girişjojobet 1163slogan bahis bonustipobetcasibomcasibomjojobetroyalbet girişmarsbahismadridbettipobetbetebetjojobet girişzirvebetlunabetkavbetcasino utan spelpausholiganbetbbo303z-librarygalabettaraftarium24padişahbetbetofficegalabet girişizmir escortimajbetjojobetmarsbahismarsbahis girişjojobetjustin tv

Jelajah Unit Rap dari Bali, Madness on tha Block Merespon Isu Sosial

Malam puncak Anugerah Jurnalisme Warga (AJW) tahun 2022 akan digelar pada Minggu 26 Juni 2022. Tahun ini AJW mengangkat tema Tri Hita Digital. Tema ini secara umum ingin bisa menjadi pengingat untuk merayakan kebebasan berekspresi dengan sama-sama merebut kembali ruang digital yang mulai tak sehat.

Malam puncak AJW 2022 sendiri akan di pusatkan di Taman Baca Kesiman (TBK), Denpasar. Acara akan dimulai sekitar pukul 16.00 WITA. Berbagai rangakaian kegiatan yang akan dilakukan diantaranya, Maplaianan, Megibung, diskusi, pertunjukan, pengumuman pemenang AJW 2022, peluncuran buku, instalasi seni, dan musik bersuara.

Salah satu yang akan tampil pada Musik Bersuara di malam puncak AJW 2022 adalah Madness on the Block (MOTB). MTOB merupakan kolektif musik yang mengusung genre hip hop rap.

Kolektif musik asal Kota Denpasar, Bali ini beranggotakan 4 MC dan 1 Dj/Beatmaker. Musik hip hop MOTB cenderung terpengaruh oleh underground hip hop era 90an. Pengakuan para personel MOTB, ciri khas musik mereka adalah beats yang menghentak ditambah dengan ketukan konstan dan lontaran rima panas dari para MC-nya. MOTB juga mengatakan musik mereka banyak terinspirasi dari musik rap internasional maupun nasional.

Nama-nama seperti Mobbdeep, Blackmoon, Mf Doom, Onyx, atau Xcalibour (Surayaba), Homicide (Bandung) dan Blakumuh (Jakarta) merupakan kiblat dari kolektif yang lahir sekitar akhir tahun 2015 ini. MOTB sendiri telah menelurkan 2 album, $UCKLAW (2020) dan CHYPERTENSI EP (2021).

Namun, sebelum lebih jauh, meskipun dominan dikenal sebagai grup musik. MOTB sebenarnya tidak hanya datang dengan membuat karya dalam bentuk lagu dan video.

Kolektif ini mempunyai etos berkarya bersama tanpa batasan karya apa yang diinginkan. Sejauh ini, selain musik, kolektif asal Denpasar ini juga membuat berbagai desain dan karya-karya seni lain. Yang menarik adalah, MOTB memilih hiphop sebagai value kolektif mereka.

“Kkami yakin bahwa Hiphop adalah budaya urban yang kami terapkan di kehidupan sehari-hari seperti cara berpikir dan menciptakan sesuatu,” Jelas para personil MOTB saat tim Balebengong berkesempatan mewawancarai mereka, Kamis, 23 Juli 2022.

Balebgongong mencoba bertanya ke para anggota MOTB mengapa hiphop menjadi genre yang dipilih? Para personnel MOTB mengatakan bahwa mereka bisa saja bermain di genre-genre yang lebih popular. Namun, menurut mereka, bermain di area yang aman akan membosankan dan membuat mereka tidak akan berkembang.

Mereka mengatakan bahwa, proses ke titik di mana MOTB memilih hiphop sebagai genre yang mereka dalami, tidak lepas dari berbagai eksplorasi musik yang mereka minati sebelumnya. “Kalau bisa dibilang sih sepertinya Hiphop yang memilih kami,” ujar para anggota MOTB menyepakati.

Bicara mengenai pilihan genre hiphop dan proses kreatif, mereka juga sepakat bahwa hal ini bukan tanpa kendala dan tantangan. Mereka justru mengatakan bahwa tantangan pengembangan karya-karya mereka justru ada dalam diri mereka sendiri.

Salah satu cara yang mereka lakukan untuk terus berproses menghadapi tantangan dan kendala yang ada adalah dengan saling berbagi referensi mengenai cara membuat lirik bagus atau skema rima maupun beats yang lebih cadas. Selain itu, menurut MOTB, pada rentang 2016 hingga saat ini, secara alami rapper-rapper khususnya di Indonesia mulai banyak yang melahirkan karya-karya yang yang bagus, sehingga inilah yang menjadi penyulut semangat mereka untuk ikut terus berkarya.

Oleh karena itu, pada tahun 2020 dan 2021, MOTB mengeluarkan dua karya yang terdiri dari Album: $UCKLAW (2020) dan Mini Album: CHYPERTENSI EP (2021). Kedua album ini mempunyai keresahan yang berbeda-beda. Misalnya dalam track $UCKLAW (yang kemudian menjadi nama album), MOTB membawa keresahan atas pemaknaan sukla yang mulai menyimpang bahkan konyol.

“Kan sempat heboh tu, masa iya sukla disamakan dengan halal-haram dan yang paling absurd kok ada arak dilabeli sukla hehe,” ujar para anggota, MOTB. Kemudian mereka melanjutkan, “Secara umum track pada album $UCKLAW bisa disebut cenderung bernuansa boombap.”

Setahun setelah $UCKLAW dirilis, album kedua MOTB pun dirilis. Album kali ini berjudul CHYPERTENSI. Album ini datang dengan warna yang berbeda. MOTB mengatakan bahwa album ini lahir dari kejengkelan mereka terhadap hal-hal yang lebih personal. Dalam track di album CHYPERTENSI juga mengedepankan beats yang drumless. Hal ini untuk menonjolkan sisi lirikal dari lagu-lagu dalam karya baru ini. Selain itu, proses pendewasaan dalam penulisan lagu juga terlihat dalam beberapa track pada mini album yang dirilis tahun 2021 tersebut.

Berkelindan dengan tema anugerah jurnalisme warga Balebengong tahun ini, yaitu, Tri Hita Digital, pada track nomor 4 di album CHYPERTENSI juga ada lagu yang berjudul, “Internet”. Semangat yang sama dengan tema Balebengong, lagu dalam track ini membahas bagaimana internet dan media digital mempengaruhi masyarakat.

Para anggota MOTB meyakini bahwa ruang-ruang digital telah mempengaruhi masyarakat dalam hal menentukan dan memilih sesuatu. Tak jarang, pilihan-pilihan yang tersedia menjadi tidak objektif. Opsi yang tersedia juga kadang informasi yang keliru atau bahkan hoax. Kecanduan internet juga menjadi permasalahan yang lain yang dibahas oleh MOTB dalam track tersebut. Lagu “Internet” seperti menyadarkan kembali untuk tidak terlalu sibuk di depan gawai dan melupakan hal-hal penting lain.

Di akhir pembicaraan, balebengong bertanya mengenai bagaimana cara agar bisa membeli, bertemu dan merayakan musik-musik MOTB? Mereka mengatakan MOTB bisa dijumpai dalam gig-gig atau penampilan di sekitar Denpasar atau Bali. Jadwal panggung MOTB beserta informasi rilisan album baru bisa ditemukan instagram resmi MOTB yaitu, @madnessonthablock

Sedikit tambahan, hal yang unik dari MOTB adalah mereka tetap merilis album fisik untuk album-album yang mereka kerjakan. Mereka beralasan, rilisan fisik akan mempunyai nilai lebih dibanding dengan rilisan digital. Bisa jadi, suatu saat nanti di masa depan, rilisan album fisik MTOB bisa menjadi harta yang tak ternilai harganya. Selain itu, rilisan fisik cenderung akan memberikan kedekatan bagi para pendengar lagu-lagu mereka.

“Oiya kami sangat mempertahankan merilis dalam bentuk fisik karena saat tua nanti anak cucu jadi tahu kalau orang tuanya dulu punya grup rap keren hahaha,” kata mereka seraya bercanda. Untuk menutup, MOTB sedang dalam proses mengerjakan EP Album baru.

MOTB memberikan sedikit bocoran, EP Album baru yang mereka kerjakan diproduseri oleh beatmaker ternama dari Purbalingga. Rencananya, EP Album ini akan dirilis tahun ini. Sebagai bocoran, Ep ini akan berisi 5 track baru dengan dan feature dengan beberapa kawan dari Defbloc.

The post Jelajah Unit Rap dari Bali, Madness on tha Block Merespon Isu Sosial appeared first on BaleBengong.id.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hosted by BOC Indonesia