hacklink hack forum hacklink film izle hacklink deposit 5ktaraftarium24สล็อตสล็อต먹튀검증 리뷰testtipobetjetbahisสล็อตเว็บตรงslogan bahis bonusbets10casibomcasibomjojobetroyalbet girişmeritbetmadridbetonwinbetebetjojobetmarsbahisbetsmoveegebetcasino utan spelpausholiganbetbbo303z-librarygalabettaraftarium24padişahbetbetofficegalabet girişizmir escortimajbetmeritbet girişjojobetjustin tvjojobetjojobet girişenbetcasinolevantmarsbahis

[Sesi Sastra] Sajak-sajak Angga Wijaya

angga-wijaya

Skizofrenia – 2

Radio dan televisi bicara padaku

Juga tulisan yang kutemui di jalan

Halusinasi. Menjadi presiden dan

Orang suci. Kutelan obat untuk

Mengusir semua. Pergi! Pergi!

Kau tak nyata!

 

Lima tahun mendekam

Di rumah. Waktu lama

Berteman sepi dan derita

Dipandang sebelah mata

Stigma. Aku bangkit,

Tinggalkan rumah

Pergi ke kota, bekerja

Kubuktikkan aku mampu

Kalian salah mengira

Kumaafkan kalian

Seperti maafkan diri

 

Kusongsong

Matahari pagi

Bara semangat

Tak kubiarkan

Mati. Tembok

Rumah sakit

Sisakan perih

Kubaca berita

Seorang lelaki

Terbunuh

Di ruang RSJ

Oh pilu!

 

 

RSBI, 15 September 2015.

 

Senja di Bukit Kapur

 

layang-layang

tak bisa bisa pulang

mungkin juga aku

sendiri di tempat ini

 

percakapan kian hambar

terlempar dadu waktu

ujian tak berperi

tertancap di pori-pori

 

adakah kejujuran

pada kita

pada semua

tanya di mata

 

O, Keabadian

ajak aku

menujumu

semesta raya

semesta jiwa

 

Bukit Jimbaran, Juli 2011

DE NERSO

 

Kukenal kau

Orang terbuang

Mereka bilang

Kau sakit jiwa

Bicara sendiri

Pada angin

Pada dedaun

Gugur di halaman

 

 

Kita bercakap

Bagai kawan lama

Merokok di beranda

Kau tertawa

Melihat kegugupanku

Mungkin kita pernah

Bertemu

Entah di ruang mana

Di rumah sakit itu

 

 

Katamu kau tidur

Di pantai siang tadi

Apa yang kau rasa

Hidup kau jalani

Dengan tawa

Bagai komedi

Tak pernah usai

Ajari aku

Tertawai hidup

Kopi senja ini

Pahitnya terasa

Sampai di jiwa

 

 

(RSBI, 5 Desember 2014)

 

Skizofrenia

 

Suara-suara itu

Makin mengganggu

Aku tak paham lagi

Mana nyata

Mana tak nyata

Obat penenang

Tak mampu hilangkan

Kecemasanku

 

 

Siapa yang sakit

Sebenarnya?

Kau tak mengerti

Kesedihanku

Kesendirianku

Seorang anak

Rindukan ibunya

Di rumah sakit

Mengigau

Memanggilmu

 

 

Kita begitu jauh

Kelahiran hanya urusan

Karma semata

 

 

Tiba-tiba aku merasa

Seperti Karna

Membenci Kunti

Sudahlah Ibu!

Kita sudahi permainan ini

Kutelan kepahitan

Bagai obat yang kuminum

Bertahun-tahun lamanya

 

Denpasar, 4 Desember 2014

 

Rendezvous

        :Reda

 

perjalanan ini

semoga tak sekadar

persinggahan

 

seorang turis

menyenangi

negeri eksotis

mampir

di setiap tempat

pada waktunya

akan pergi

melupakan nama

juga tempat

yang disinggahi

 

pernah aku

berkelana

ke negeri jauh

lupa jalan

pulang

tersesat di hati

perempuan

yang kemudian

meninggalkanku

 

 

aku tak ingin

jatuh lagi

percakapan kita

membuatku paham

arti kehadiran

pejalan asing

di negeri asing

singgah

hanya singgah

di hati kita

yang sepi

tanpa tepi.

 

 

Negara, 11 Maret 2014

The post [Sesi Sastra] Sajak-sajak Angga Wijaya appeared first on BaleBengong.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hosted by BOC Indonesia