Jalan Tol Bali Mandara
Masih membicarakan tentang Jalan Tol Bali Mandara yang merupakan jalan tol pertama di Bali. Dari awal pembangunannya, Jalan Tol Bali Mandara yang sebelumnya dikenal dengan JDP (Jalan Diatas Perairan) ini sempat menuai pro dan kontra, khususnya soal dampak pembangunan jalan tol terhadap lingkungan sekitarnya. Tapi waktu terus berjalan dan kini jalan tol ini sudah diresmikan oleh SBY tanggal 23 September 2013 dan mulai dibuka untuk umum keesokan harinya. Untuk menarik minat masyarakat, pengelola Jalan Tol Bali Mandara bahkan menggratiskan masuk tol selama seminggu.
Yang menarik bagi saya pribadi adalah latar belakang pembangunan Jalan Tol Bali Mandara ini. Selama ini yang baca di beberapa media bahwa jalan tol ini dibuat untuk mengatasi kemacetan yang selama ini sering terjadi khususnya di Bali Selatan. Selain itu katanya pembangunan Jalan Tol Bali Mandara ini adalah untuk mendukung kegiatan APEC yang diadakan di Bali awal Oktober 2013. Itulah dua alasan utama yang saya temukan di media dan saya ingin mengomentari keduanya.
Soal mengatasi kemacetan, selain membangun Jalan Tol Bali Mandara, pemerintah juga sudah membangun Underpass di simpang Dewa Ruci. Menurut saya, kalau hanya dengan membangun jalan baru, rasanya mustahil bisa mengatasi kemacetan yang terjadi karena penambahan ruas jalan tidak akan mampu mengimbangi jumlah kendaraan yang terus bertambah. Menurut saya solusi utama mengatasi kemacetan adalah dengan membangun sarana transportasi umum yang baik. Kemudian didukung dengan solusi lain seperti perbaikan infrastruktur jalan dan hal-hal lainnya termasuk menambah beberapa ruas jalan baru.
Kedua, soal mendukung kegiatan atau event internasional semacam APEC. Ya memang event-event internasional makin sering diadakan di Bali khususnya di daerah Nusa Dua dan kelancaran acara menjadi pertaruhan bagi Indonesia khususnya Bali itu sendiri. Kalau event-event itu berjalan lancar maka kesannya Bali akan makin aman dan baik untuk pariwisata, begitu juga sebaliknya. Tapi rasanya kok kurang pas alasan membangun sebuah jalan tol hanya demi sebuah event yang sifatnya jangka pendek. Mungkin alasan pertama lebih masuk akal.
Dan saya kembali pada pertanyaan apakah Jalan Tol Bali Mandara merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan di Bali Selatan? Jujur saja saya pesimis kalau tidak ada perkembangan transportasi umum. Bahkan kalau boleh memilih, menurut saya angkutan semacam Sarbagita seharusnya lebih diprioritaskan ketimbang membangun ruas jalan baru. Karena saat ini menurut saya penambahan rute baru untuk Sarbagita masih lambat, harusnya lebih dipercepat untuk segera melihat efeknya.

Leave a Reply