Perkembangan internet sebagai media penunjang aktivitas sehari-hari sudah sangat mutlak. Mulai dari mencari informasi, referensi, komunikasi, publikasi, dan promosi semuanya bisa dilakukan melalui internet. Kemudahan bertukar informasi dan komunikasi multi arah yang cepat adalah salah satu kelebihan media internet dibanding media lainnya seperti TV, Radio, Koran, dan Telepon.
Jaman sekarang bukan hal yang aneh seseorang memiliki website pribadi. Hal yang aneh adalah jika perusahaan (walaupun perusahaan kecil) tidak memiliki website. Membuat website sekarang tidak sesulit dan semahal akhir tahun 90an. Akhir tahun 90an dan awal tahun 2000an hanya perusahaan besar yang bisa membuat dan memiliki website.
Sekarang (akhir tahun 2011) untuk membuat website tidak tidaklah sesulit dan semahal 10 tahun lalu. Jasa pembuatan website bertebaran dimana-mana. Mulai yang bertarif ratusan ribu, jutaan rupiah sampai ratusan juta rupiah. Semua menawarkan jasa yang sama: Pembuatan website atau kerennya web design and development. Mahal atau murah itu sangat relatif J
Gratis.
Membuat website juga bisa gratis loh. Hah, Gratis? Iya banyak yang membuat tutorialnya, coba saja di googling. Kebanyakan merupakan tutorial membuat website blog di wordpress.com dan blogger.com. Itu kan membuat blog bukan website? Blog itu ya website juga.
Saya mendifinisikan website sebagai halaman/ruang (space) yang berisi informasi yang terkoneksi dengan internet sehingga bisa diakses dari mana dan kapan saja sejauh ada koneksi internet tentu saja. Dan Blog saya masukan dalam kriteria dari difinisi tersebut. Hanya saja blog memiliki beberapa karakteristik khusus/beda.
Website gratisan atau berbayar adalah pilihan untuk bisa memiliki website. Dan memiliki website hanya tujuan antara dari sebuah tujuan yang lebih besar seperti publikasi, komunikasi, promosi, ataupun transaksi.
Perencanaan.
Nah memiliki website gratisan juga bisa menjadi solusi untuk pemenuhan kebutuhan si pemilik website dan tujuan pembuatan website bisa tercapai.
Saya menekankan pada kalimat diatas karena saya sering kali menemukan teman, calon klien, klien, atau mantan klien yang mengesampingkan hal diatas. Ketika asik terlibat dalam proses pembuatan/pengembangan website, kebutuhan dan tujuan sering kali dilupakan. Ini biasanya dialami organisasi/usaha kecil.
Seringkali pembuatan website kurang terencana dengan baik, ataupun kalau terencana itu hanya sebatas dalam proses pembuatan. Misalnya desain tampilannya seperti apa, menggunakan (Conten management System) CMS apa, berapa biayanya, dan berapa lama proses pengerjaannya. Jadi hanya perencanaan tataran teknis pembuatan website. Sebelum memutuskan membuat website, sebaiknya dibuat perencanaan yang lengkap dan menyeluruh mulai dari pembuatan, pengelolaan, sampai pengembangan website atau istilan kerennya online strategy.
Sudahkah organisasi/usaha anda memiliki online strategy?
[fblike]
Leave a Reply