untuk apa tahu lebih dulu?

Lalu untuk apa tahu lebih dulu tapi  tidak bisa mengubahnya? Seperti berdiri di  pasir hisap yang perlahan menelan kita,  tanpa kita bisa berbuat apa-apa selain berharap ada keajaiban datang menyelamatkan kita.

Lalu untuk apa tahu tahu lebih dulu?


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *