Tag Archives: Yamaha

Kelebihan dan Kekurangan Yamaha Lexi

Setiap sepeda motor tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu juga Yamaha Lexi yang kami pilih beberapa waktu lalu sebagai motor yang akan digunakan sehari-hari oleh istri saya menggantikan Honda Vario tahun 2009 yang sudah kami jual. Sebelum memutuskan memilih dan membeli Yamaha Lexi, kami sudah mempertimbangkan berbagai hal termasuk kelebihan dan kekurangan Yamaha Lexi ini. Jadi sebenarnya tidak ada hal yang mengagetkan bagi kami, namun tetap saja kelebihan dan kekurangan ini baru bisa benar-benar kami rasakan setelah memiliki dan mengendarai motor ini sehari-hari.

Baiklah, berikut akan coba kami sampaikan kelebihan dan kekurangan motor Yamaha Lexi, dan apa yang kami sampaikan disini tentu berdasarkan sudut pandang kami. Oya, Yamaha Lexi yang kami sampaikan disini adalah tipe standar.

Kelebihan Yamaha Lexi:

1. Penampilan beda

Kelebihan Yamaha Lexi yang pertama tentu saja dari sisi penampilannya, terutama penampilan dari depan dan samping, sedangkan dari belakang Yamaha Lexi memang masih terlihat biasa saja. Penampilan dari depan Yamaha Lexi menegaskan bahwa Lexi masuk dalam keluarga Maxi Yamaha, skutik premium yang menarik perhatian saat melintas di jalan. Ditambah dengan ban yang relatif gambot membuat penampilannya semakin keren.

2. Spidometer

Kelebihan kedua adalah spidometer Yamaha Lexi yang full digital, luas dan lengkap. Tampilan spidometer Yamaha Lexi semakin menegaskan kesan premium. Ditambah dengan posisi berkendara yang tampak gagah seperti menaiki Yamaha NMAX.

3. Tarikan mantap

Selanjutnya kelebihan Yamaha Lexi adalah tarikannya yang mantap. Dari posisi berhenti di RPM rendah menengah sampai mengail top speed rasanya tenaga Yamaha Lexi terus terisi, tidak ada kesan mesin kewalahan atau kendor. Konon ini dampak dari penggunaan teknologi VVA. Tapi top speed memang tidak spesial sih, saya pernah coba di jalan tol untuk mencapai 100 km/jam di spidometer rasanya agak lama, tapi kecepatan 90 km/jam rasanya sudah kencang seperti menaiki Vario 125 dengan kecepatan hampir 100 km/jam.

4. Terasa kokoh

Kelebihan Yamaha Lexi yang terakhir adalah kesan dan rasa kokoh. Gimana ya menjelaskannya, yang jelas motor ini terasa kuat dan kokoh dibanding motor skutik sekelas lainnya. Jadi itulah beberapa kelebihan Yamaha Lexi menurut kami.

Berikut beberapa kekurangan Yamaha Lexi:

1. Harga sedikit lebih mahal

Dari sisi harga Yamaha Lexi tipe terendah sekitar 1 juta lebih mahal dari Honda Vario 125 tipe terendah. Saya anggap ini sebuah kekurangan karena saya anggap motor ini sekelas walau tentu harga ini mungkin bisa dimaklumi karena ada beberapa kelebihan diatas.

2. Jok agak tinggi

Kekurangan kedua Yamaha Lexi dan ini menurut saya agak fatal yaitu tinggi jok yang relatif jauh lebih tinggi dibanding Vario 125. Kembali saya bandingkan dengan Vario karena saya punya Vario 125 yang juga saya anggap sekelas. Tinggi jok ini lumayan merepotkan karena saya yang tinggi badan 169 cm pun harus jinjit, apalagi istri saya yang beberapa cm di bawah saya. Menurut saya masalah tinggi jok ini bisa jadi alasan orang batal memilih Yamah Lexi, padahal katanya Yamaha Lexi ini diposisikan sepertinya NMAX-nya wanita.

3. Bagasi kurang luas

Bagian bagasi juga menjadi kekurangan Yamaha Lexi. Kalau melihat bodinya yang bongsor, kemungkinan orang yang tidak tahu akan mengira bagasi Yamaha Lexi cukup besar. Tetapi ternyata bagasi Yamaha Lexi kalah besar dengan Vario 125. Kalau di Vario 125 helm full face saya masih bisa masuk, sedangkan di Yamaha Lexi, helm half face saja tidak muat.

4. Tangki bahan bakar kurang besar

Kapasitas tangki bahan bakar Yamaha Lexi saya rasa kurang besar. Saya lupa detilnya berapa liter, tapi yang jelas lebih kecil Vario 125. Masalah yang ditimbulkan dari kurang besarnya kapasitas tangki ini adalah untuk orang yang sering bepergian jauh jadi lebih sering mampir beli bahan bakar.

Demikianlah kelebihan dan kekurangan Yamaha Lexi khususnya dari sudut pandang saya. Mudah-mudahan bisa menjadi pertimbangan untuk Yamaha untuk update ke depan atau jika mau membuat motor baru yang lain.

Baca Juga:

Selamat Datang Lusi, Si Seksi Lexi

Sebagai pengganti Sarah, Honda Vario kami yang sudah dijual, kami akhirnya memutuskan meminang Lusi, si seksi Yamaha Lexi. Sebenarnya sudah sejak awal tahun kami beberapa kali membicarakan calon pengganti Sarah dimana pilihannya ada beberapa. Kriteria kami adalah motor yang bisa dinaiki oleh saya dan juga istri, yang artinya kriterianya mengerucut pada skuter matik alias skutik.

Nah, diantara banyak skutik yang ada di pasaran saat ini, dari sisi merk pilihan kami saat ini hanya dua yaitu Honda atau Yamaha. Diantara dua merk itu tipe yang masuk incaran kami adalah Honda PCX, Yamaha NMAX, Honda Vario 150, Yamaha Aerox, Honda Vario 125, Yamaha Lexi, Honda Scoopy. Dari sudut pandang kami, semua memiliki kelebihan dan kekurangan. Saya akan mencoba menuliskannya kekurangan dan kelebihan semua pilihan skutik diatas, dan sekali lagi ini dari sudut pandang kami.

Honda PCX, motornya masih baru, belum banyak yang pakai. Fiturnya banyak, lampu depan LED nya keren. Tapi penampilannya kurang keren, masih bagusan NMAX, dan harganya juga agak mahal bagi kami meski kalau dipaksakan masih bisa.

Yamaha NMAX, penampilannya keren, hampir tidak ada cela, powernya diatas PCX. Harganya hampir sekelas sama PCX, tapi fiturnya kalah dengan PCX. Dan juga disini sudah terlalu banyak yang menggunakan NMAX, jadi terasa kurang menarik motor mahal tapi banyak yang menyamai. Di samping itu, PCX dan NMAX sama-sama kurang pas untuk istri saya yang ke kantor cukup sering pakai rok dan “kamen”.

Honda Vario 150, value for money, tapi terlalu mainstream. Desain biasa saja bagi kami. Begitu pula Honda Vario 125, kalau dari sisi fungsional dan value for money, ini sebenarnya pilihan paling tepat, tapi saat ini saya juga sudah memakai Honda Vario 125, masa beli lagi?

Yamaha Aerox, motor ini sebenarnya sangat saya suka, dari awal diluncurkan saya sudah kepincut dengan penampilannya yang sporty. Istri saya sebenarnya setuju kalau ambil Aerox, tapi sayang hanya ada 1 kendala yaitu susah dikendarai istri saya kalau pakai rok atau kamen. Kamipun urungkan niat beli Aerox karena inginnya motor baru ini untuk istri saya.

Honda Scoopy. Nah ini juga keren, motornya cantik dan kekinian. Tapi istri saya kurang setuju, katanya kekecilan. Daripada Scoopy, istri saya lebih memilih Vario 125. Scoopy pun kami lewatkan.

Pilihan terakhir adalah Yamaha Lexi. Motor ini masih terhitung baru, sekelas dengan Vario 125 dari kapasitas mesin dan harga. Lexi tipe terendah lebih mahal sekitar 1 juga dengan Vario 125 kelas terendah. Tapi dengan beberapa kelebihan, kami akhirnya meminang Yamaha Lexi.

Apa saja kelebihannya yang membuat kami memutuskan meminang si seksi Lexi? Nanti saja di artikel selanjutnya. Juga mungkin kami akan sebutkan juga kekurangannya agar seimbang.

Baca Juga:

Anniversary XMoc Bali dan Service Berkala

Puluhan motor besar XMax 250 tampak berjajar rapi terlihat dari kejauhan, di depan Yamaha Flag Ship Diponegoro, salah satu gerai yang kerap saya kunjungi secara rutin dari tahun 2012 lalu. Hari ini kebetulan baru berkesempatan meluangkan waktu pagi untuk service berkala si besar XMax, setelah lewat jauh sekitar 2-3 minggu dari tanggal yang diinfo sebelumnya. […]

Menanti Pertarungan Lokal Motor Matic Premium 250cc

Mengambil keputusan untuk memilih Yamaha XMax 250 pada pertengahan tahun 2017 lalu, menggantikan posisi Yamaha Scorpio 225 sebenarnya sudah menjadi impian sejak lama. Kalau tidak salah, saat isu XMax akan dirilis, sesaat setelah NMax masuk pasar Indonesia. Saat DP diberikan ke agen Yamaha di bilangan Diponegoro Denpasar, beberapa kelemahan Motor Matic Premium rakitan lokal ini […]