Tag Archives: #ValentineBukanBudayaKita

Setiap Hari adalah Perayaan



Kemarin, saya akhirnya diingatkan kembali. Terkadang dalam 365 hari, ada hari-hari tertentu yang memang harus dilalui dengan hal-hal yang kurang beruntung atau gagal sepenuhnya, atau tidak sesuai harapan sebab waktunya belum tepat. Atau memang hari tersebut dikhususkan untuk belajar bersabar dan mengikhlaskan semua yang tertunda. Beristirahat sajalah.

Maka dari itu, sudah sepantasnya, setiap hari memiliki perayaannya masing-masing.

Termasuk, Perayaan Kesedihan. Perayaan Kegagalan. Perayaan Tak Tepat Waktu.

Sepanjang hari kemarin, hujan tak kunjung reda. Cuaca yang melankolis ini sejalan dengan –tidak biasanya- hari yang tanpa rencana, dan segala urusan yang asal muncul di kepala tetapi seperti tak sesuai pada tempatnya.

Hari masih pagi, ketika mendapat pesan yang kurang menyenangkan akbiat peristiwa di hari sebelumnya. Dilanjutkan obrolan di telfon yang juga cukup mengintimidasi. Tarik nafas, hembuskan.

Laundry yang sudah tiba waktunya diambil, akan tetapi belum selesai disetrika sebab sehari sebelumnya listrik padam hampir di seluruh kota Ruteng sepanjang hari.

Paket yang katanya dalam perjalanan diantar ke alamat, tetapi rupanya dibawa pulang kembali ke kantor sebab kurirnya kehujanan.

Belanja yang terpaksa ditunda karena lupa membawa kartu anggota -kan sayang poinnya-

Gorengan bakwan favorit plus cabe ijo –yang dipikir bisa mengurangi gundah gulana- yang kebetulan sekali tidak dibuat adonannya, hanya ada kawan-kawannya seperti tahu, tempe dan pisang goreng. Damn.

Kehujanan sepanjang perjalanan pulang, dan karena sudah habis stok baju bersih, terpaksa mengenakan baju hari sebelumnya.

Cat kamar yang belum kering sempurna oleh karena dinding yang lembab diakibatkan cuaca yang yah gini-gini aja, mau tak mau harus mengungsi dulu.

Untungnya, ada pelipur lara, penemuan baru salome di depan SD Ruteng 5, yang entah mengapa "enak benar dimakan hujan-hujan tetapi gak boleh banyak-banyak daripada penyakit."

Itu kejadian seharian kemarin.

***
Dan hari ini, semua seperti sempurna –meskipun ada beberapa yang menjanjikan hal-hal tetapi tidak ditepati, wew-

Sederet list to do yang dibuat sejak semalam berjalan lancar, termasuk laundry yang sudah selesai, dua paket yang telah tiba dan semuanya diambil ke kantor jasa pengiriman, pekerjaan yang bisa diselesaikan tepat waktu dan peminjam buku yang antusias. 

Bahkan ada waktu lebih untuk melakukan tugas tambahan, lalu bersantai.

Dan tanpa sengaja bertemu manusia asal spanyol yang –mungkin- belum paham bahwa #ValentineBukanBudayaKita budaya kita di Flores, tak akan ada yang datang dan menanyaimu “mau makan apa” di warung-warung tertentu. Kau harus teriak, dan kasitahu apa yang kau mau makan, meskipun nanti kau bayar."

Wkwkwkw kami menertawakan “hal ini” bersama-sama.

Yang terakhir, termasuk menerobos masuk gerbang kompiang 5 jaya demi buah tangan bagi orang rumah yang jaraknya ratusan kilometer harus ditempuh besok, seharian.

Demikian. semuanya hanya harus dijalani dengan iklhas, lalu disyukuri.

Selamat Hari Kasih Sayang, Kripik Pisang Idolak!


Ruteng, 14 Februari 2019


Perantau asal Manggarai yang berangkat kerja pada pagi hari. (14/02/19) dok. pribadi