Tag Archives: umum

Teroris, Manusia Tanpa Nurani!

Saya tidak tahu mau berkata apa lagi, teroris itu seperti apa, jangankan dibandingkan dengan manusia, dengan binatang pun mereka tidak layak disandingkan. Wujud mereka memang seperti manusia, tapi rasanya yang mereka lakukan tidaklah layak disebut manusia. Mereka sangat sadis, membunuh orang dengan membabi buta dengan tujuan utama menciptakan rasa takut bagi semua orang, membuat rasa tidak aman dan kecemasan.

Kalau menurut saya, teroris itu tidak punya hati nurani, otaknya tidak normal karena yang dilakukan tidak masuk akal. Bagi orang normal, tentu tidak mungkin berani bunuh diri apalagi dengan tujuan membunuh orang lain, apalagi ikut mengorbankan anak-anak, sangat tidak berperikemanusiaan. Saya tidak tahu dan tidak bisa membayangkan bagaimana isi pikiran mereka yang ikut mengajak anaknya untuk bunuh diri dengan bom. Duh, ngeri sekali.

Yang paling membuat sedih tentu saja para korban yang berjatuhan, baik yang meninggal ataupun luka. Semua kejadian teror itu pasti meninggalkan rasa sedih dan sakit yang tidak bisa hilang begitu saja. Kita semua berduka. Saya yakin kita semua yang normal pasti memendam rasa marah yang luar biasa terhadap prilaku teroris itu. Entah bagaimana mengungkapkan semua rasa marah ini. Rasanya berdoa saja agar para teroris itu segera sadar tidaklah cukup. Mereka rasanya tidak pernah habis, tidak mau sadar bahwa hidup damai dalam segala perbedaan itu sangatlah indah.

Kita kini berharap semoga pemerintah bisa berbuat lebih jauh lagi untuk menumpas semua teroris itu sampai ke akar-akarnya. Indonesia milik kita bersama, semoga damai semuanya..

Baca Juga:

Traveling Seru Naik Kereta Api dari Barat ke Timur Demi Berburu Tahu!

Tahu, siapa sih yang nggak suka dengan makanan yang satu ini? Selain rasanya lezat, tahu juga murah meriah tapi punya gizi yang mumpuni. Nggak cuma sehat di badan, makan tahu juga bikin dompet selalu sehat. Meski asalnya bukan dari Indonesia, namun tahu sudah menjadi makanan sehari-hari di sini. Bentuk dan jenisnya pun beragam, bahkan bisa dibilang masing-masing kota punya tahu istimewa masing-masing. Di Pulau Jawa saja, ada ratusan macam tahu yang lezat.

Nah, kali ini perjalanan berburu tahu dimulai dari Barat ke Timur. Mumpung dapat tiket kereta api Malabar Bandung – Malang, pas banget buat berburu tahu di beberapa kota yang disinggahi oleh kereta api ini.

Tahu Bandung yang konon tiada duanya


foto:tahukuningbandung.blogspot.com

Buat teman di perjalanan, wajib bawa Tahu Bandung yang konon rasa lezatnya tidak bisa disamakan dengan tahu lain di Indonesia. Buat warga Bandung, tahu khas kota mereka adalah yang terlezat di dunia. Dan rasanya pendapat itu nggak berlebihan, karena tahu dari Kota Kembang ini memang juara!

Jenis tahu Bandung sendiri ada beberapa macam. Mulai dari Tahu kuning yang padat dan berukuran agak besar, sampai tahu susu Lembang yang lembut dan cocok buat cemilan. Khusus buat tahu kuning, bentuknya mirip dengan yang ada di Kediri. Tapi soal rasa, ada ciri khas yang berbeda dari tahu ini. Gurih dan padatnya tahu Bandung jenis ini mantap, dan cocok dijadikan oleh-oleh buat kerabat di kota tujuan karena tahan lama.
Kalau dicemil di perjalanan dengan Kereta Api Malabar, tahu Bandung cukup digoreng garing dan dimakan dengan rawit. Sedaap!

Tahu Sumedang


foto:beritagar.id

Selain Tahu Bandung, tahu yang juga terkenal dari Jawa Barat adalah Tahu Sumedang. Tentu sudah familiar dengan tahu yang satu ini kan? Biasanya dijual di tepi jalan dalam bentuk matang, dengan bagian dalam lembut dan luarnya garing. Dimakan pakai rawit, cocok banget. Tahu Sumedang mudah kamu temukan di mana-mana, salah satunya di kawasan Tasikmalaya. Ketika Kereta Api Malabar berhenti di kota ini, cukup waktu buat turun dan membeli Tahu Sumedang yang ada di sekitar stasiun.

Baca juga : Makan Siang Tipat Tahu

Tahu Kediri

foto:tokopedia.com

Ada banyak pula yang menyebutnya dengan nama Tahu Takwa. Bentuknya segitiga atau kotak, dengan warna kuning yang mirip dengan Tahu Bandung. Soal rasa, tahu takwa nggak kalah enaknya dengan Tahu Bandung. Uniknya, tahu Kediri tidak hanya dikonsumsi untuk lauk saja. Tapi juga menjadi berbagai macam cemilan, mulai dari kripik tahu, stik tahu dan banyak cemilan berbahan tahu takwa lainnya. Tahu dari Kediri pun mudah dibawa sebagai oleh-oleh, karena bentuknya yang kering dan tahan lama meski tidak disimpan di dalam air. Selain bisa dibawa ke luar kota, tahu ini juga bisa jadi oleh-oleh buat ke luar negeri.

Tahu Sukun


foto:tahus73.blogspot.co.id

Di kota tujuan Kereta Api Malabar, juga ada tahu yang nggak kalah enaknya dari beberapa kota di atas. Malang punya Tahu Sukun, yang dikenal karena teksturnya yang lembut dan gurih. Untuk mendapatkan tahu ini perlu sedikit perjuangan, karena kalau terlambat sedikit saja untuk datang ke pabriknya, maka kamu akan kehabisan!

Nah, dari beberapa tahu yang sudah disebutkan di atas, kamu paling suka dengan yang mana?

Baca Juga:

Arti Mimpi Gigi Lepas / Copot

Apakah anda pernah mengalami mimpi gigi lepas atau copot ? Apakah arti mimpi gigi lepas tersebut?

Di Bali khususnya di lingkungan saya tinggal masih cukup percaya dengan mimpi sebagai sebuah petunjuk, firasat atau tanda tentang sesuatu yang akan terjadi kemudian hari. Ada banyak mimpi-mimpi yang biasanya dipercaya sebagai sebuah tanda, salah satunya adalah mimpi gigi copot atau lepas.

Mimpi gigi copot atau lepas biasanya dipercaya bahwa ada salah seorang yang cukup dekat akan meninggal dunia. Entah benar atau tidak, namanya juga kepercayaan. Namun karena sudah sangat banyak orang yang mengetahui kepercayaan ini, mungkin memang ada sesuatu dengan mimpi gigi lepas itu.

Saya sendiri seingat saya belum pernah mengalami mimpi seperti itu. Namun walaupun begitu bukan berarti saya tidak percaya dengan arti sebuah mimpi. Karena saya pernah mengalami mimpi yang menurut saya sangat memiliki arti walaupun saya baru menyadarinya ketika kejadian sebenarnya sudah terjadi.

Singkatnya, saya mimpi kalung emas saya putus. Dalam mimpi malam itu, saya tidak mengalami mimpi lain, saya hanya melihat kalung saya putus, itu saja. Keesokan harinya saya sempat memceritakan mimpi itu kepada orangtua saya, namun kami tidak tahu apa artinya, hanya kami tetap berdoa saja. Beberapa hari kemudian, saya mengalami kecelakaan dan paha kanan saya patah. Percaya tidak percaya, sepertinya saya sudah mendapatkan petunjuk. Mungkin lain kali saya perlu membuat tulisan yang lebih detail walau kejadian itu sudah terjadi sekitar 22 tahun yang lalu.

Demikian dulu, jadi saya cukup percaya dengan sebuah mimpi. Walaupun tidak ada yang bisa kita lakukan namun tidak ada salahnya kita tetap waspada.

Baca Juga:

  • Tidak ada artikel terkait

Sebuah Langkah Baru

Tahun 2017 ini saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke jenjang S2 setelah dulu sempat gagal di tahap seleksi. Jujur saja kegagalan itu sempat membuat saya trauma, saya merasa sangat bodoh dan tidak mampu. Maklum sejak SD sampai lulus S1 saya merasa tidak pernah gagal dalam urusan sekolah. Kalaupun ada yang saya anggap sebuah kegagalan, mungkin satu-satunya adalah ketika saya gagal lulus UMPTN di pilihan 1 Teknik Informatika ITS. Bahkan mungkin sedikit sombong, saya merasa sekolah/kuliah itu tidaklah sulit. Mungkin karena belum pernah merasakan kegagalan dan menyepelekan tahap seleksi itulah saya menjadi gagal. Sebelumnya saya cukup yakin bakal diterima, tapi ternyata saya gagal. Yang lebih memalukan lagi adalah mantan mahasiswa saya dulu malah lulus. Ah, betapa bodohnya saya.

Tahun ini saya mencoba kembali, dengan sisa-sisa rasa percaya diri yang hampir musnah. Kali ini saya mencoba mendaftar di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Kampusnya di Singaraja, 3 jam perjalanan darat dari rumah. Tapi beberapa tahun terakhir Undiksha sudah punya kampus di Denpasar, jadi saya bisa memilih kelas di Denpasar. Untuk pilihan program studi, saya inginnya yang linier, di Undiksha ada program studi Ilmu Komputer. Tetapi tahun lalu ketika saya mencari-cari informasi, prodi tersebut belum akreditasi, jadi sempat saya rencana mau mencoba ke prodi lain. Tapi kebetulan sekali awal tahun ini prodi Ilmu Komputer Undiksha sudah terakreditasi B sehingga pilihan saya semakin mantap, karena akreditas B adalah syarat minimal untuk saya sehingga nanti pendidikan saya bisa diakui.

Di tahap pendaftaran saya menyiapkan segala sesuatunya dengan baik, saya mengikuti semua perkembangan informasi, saya tidak ingin lengah bahkan dalam hal yang sepele. Proses ujian seleksi yang dilaksanakan di kampus Undiksha Singaraja bisa saya ikuti dengan baik. Dan syukurlah saat pengumuman saya termasuk salah satu peserta yang dinyatakan lulus. Selanjutnya tinggal membayar biaya kuliah saya sekitar 7 jutaan di semester 1.

Awal September lalu kalau tidak salah diadakan Kuliah Perdana di kampus Undiksha Singaraja, saya juga telah ikuti dengan baik. Dalam pertemuan itu dijelaskan secara umum tentang segala sesuatu yang terkait perkuliahan di jenjang S2. Pada intinya, satu hal yang saya simpulkan yaitu saya harus mempersiapkan diri terkait tesis sedini mungkin. Semoga saya mampu. Perkuliahan selanjutnya dilaksanakan di kampus Undiksha di Denpasar. Saat ini sudah berjalan sekitar 4 minggu.

Jujur saja, sampai di tahap ini, saya belum tahu akan seperti apa ke depan. Saya tidak terlalu berani berharap, saya yakin akan ada banyak sekali tantangan dan beban yang akan saya tanggung. Saya hanya akan terus mencoba dan berusaha, semoga saja saya bisa melewati semua tahap, langkah demi langkah.

Baca Juga:

Sebuah Khayalan Tentang Sistem Sekolah Dasar

Saya sedang berkhayal tentang sistem di Sekolah Dasar. Saya membayangkan sebuah sekolah dimana semua murid senang dan bahagia mengikuti berbagai macam pelajaran dan kegiatan di sekolah. Tidak ada beban dan paksaan, semua dilakukan dengan penuh keceriaan.

Pelajaran dan kegiatan yang dilakukan di sekolah pun tidak selalu akademis, tapi juga olahraga dan senia serta yang lainnya. Mungkin dari 100% waktu yang ada, akademis maksimal 50% dan sisanya untuk olahraga dan seni atau kegiatan lainnya. Murid bebas memilih kegiatan yang mau diikuti, tentunya dengan arahan/rekomendasi dari guru dan orangtuanya.

Dari semua kegiatan yang diikuti pun tidak ada sistem lulus dan tidak lulus. Semua murid mengikuti kegiatan sesuai dengan kemampuannya. Artinya tidak ada rangking.

Pada akhirnya ketika murid menyelesaikan pendidikan di Sekolah Dasar, semua dinyatakan lulus namun yang terpenting bukan pada lulus atau tidaknya, juga bukan pada nilainya. Tapi hasil akhir di Sekolah Dasar mampu mengeluarkan sebuah rekomendasi tentang minat dan bakat seorang anak. Di bidang apa si anak akan bisa maksimal, di bidang apa si anak punya bakat yang bagus dan lainnya.

Jadi pada intinya Sekolah Dasar adalah proses penggalian minat dan bakat si anak. Sehingga di tahap selanjutnya anak bisa mulai diberikan kegiatan yang lebih menjurus sesuai bidangnya. Tentunya sesuai dengan tahapan yang sesuai dengan umurnya. Dengan demikian saya berkhayal setiap anak bisa ketika dewasa nanti bisa merasa senang dan nyaman menjalani kehidupan sesuai dengan passion-nya masing-masing.

Tapi ini hanyalah sebuah khayalan di siang bolong. Bisa jadi saya salah berkhayal.

Baca Juga: