Tag Archives: Travel

Kini Membeli Tiket Kapal Cepat Nusa Penida Jauh Lebih Mudah

Aplikasi Skypenida mempermudah pembelian tiket kapal cepat menuju atau dari Nusa Penida. Foto tangkapan layar laman SkyPenida.

Selain mempermudah, aplikasi SkyPenida juga membuat pembelian tiket jadi lebih jujur.

Perkembangan teknologi memaksa kita beradaptasi. Begitu pula dengan cara membeli tiket kapal cepat. Kini, hanya dengan duduk sambil pegang gawai (gadget), kita bisa membeli tiket kapal cepat pergi atau pulang dari Nusa Penida.

Tak perlu menunggu dalam antrean panjang dan menguras energi untuk menunggu giliran. Seorang anak muda Nusa Penida baru saja meluncurkan layanan tiket daring untuk menjembatani kebutuhan pembelian tiket kapal cepat secara daring.

Pembuat aplikasi tersebut adalah I Wayan Dana Asmara.

Ide membuat aplikasi tersebut berdasarkan pengalamannya sendiri saat menyebrang kampung halaman. Untuk membeli tiket dia harus menunggu giliran sangat melelahkan dan membosankan. Banyak waktu terbuang hanya sekadar beli tiket, terutama saat hari raya. Penumpang menumpuk di pelabuhan.

Dari permasalahan tersebut, dia pun membuat sebuah aplikasi pemesanan tiket secara daring. Pertimbangannya agar mudah dan praktis. Pembeli tidak perlu menunggu.

SkyPenida atau SkyPenida.com adalah situs booking fast boat tujuan Nusa Penida secara daring. Situs ini merupakan sebuah ‘online market place’ untuk pengguna dan penyedia jasa kapal cepat. Pengguna tidak lagi sibuk mencatat kontak semua kapal cepat ketika ingin memesan tiket.

Mereka cukup berkunjung ke ‘market place’ skypenida.com.

Menurut Dana, aplikasi ini akan memudahkan kedua belah pihak, baik pengguna maupun penyedia jasa kapal cepat. “Penumpang bisa memilih sendiri fast boat dan jadwal keberangkatan. Hal ini tentu sangat efektif mengingat generasi zaman now yang ingin semuanya serba cepat. Begitupun pihak fast boat, keuntungannya adalah brand boatnya,” ungkap Dana.

Dana melanjutkan, penyedia jasa kapal cepat tinggal meningkatkan kualitas pelayanan, mengingat persaingan sangat ketat dengan ada banyaknya pilihan kapal.

Dana menceritakan ide awalnya cukup sederhana karena melihat fenomena generasi zaman now yang terbiasa serba online. “Sederhana saja, sekarang orang bisa pesan kembang api secara online. Masa beli tiket fast boat harus antre!. Parahnya, sudah antre ngga dapat tiket, kebayang rasa kecewanya sudah capek-capek datang akhirnya PHP,” lanjutnya.

Tujuan yang paling prinsip, menurut Dana, adalah berpartisipasi dengan perkembangan pariwisata di Nusa Penida, terutama ikut menjaga citra positif pariwista Nusa Penida yang sedang hits. “Saya dan tim Skypenida sangat prihatin dengan ulasan-ulasan dari traveler yang berkunjung ke Nusa Penida yang mengeluhkan terkait cara pemesanan tiket yang masih manual,” terangnya.

Hal yang paling memprihatinkan adalah harga jual tiket yang tidak fair akibat ulah oknum calo tertentu yang mengangkat harga terlalu tinggi. Dampaknya sangat fatal, citra pariwisata Nusa Penida yang sedang merangkak naik ini akan menjadi buruk.

“Kami ingin berpartisipasi menanggulangi terkait hal ini,” dia menambahkan.

Sasaran utama aplikasi ini adalah traveler yang akan berlibur ke Nusa Penida dan juga masyarakat lokal yang sudah terbiasa menggunakan jasa kapal cepat. Untuk pelanggan setia, aplikasi ini juga akan memanjakan pelanggan dengan harga-harga spesial. Misalnya mensubsidi atau memberi harga spesial untuk pelajar, memberlakukan sistem poin, menyediakan voucher free lunch, dan yang lainnya.

Untuk sementara ini, aplikasi SkyPenida hanya melayani tiket online Sanur menuju Nusa Penida begitu sebaliknya. Dalam waktu dekat mereka akan membuat juga untuk perjalanan Kusamba menuju Nusa Penida. [b]

The post Kini Membeli Tiket Kapal Cepat Nusa Penida Jauh Lebih Mudah appeared first on BaleBengong.

[Esai Foto] Kontemplasi di Atas Selat Bali

Klik untuk melihat slideshow

Ini adalah penggambaran hubungan saya dengan suasana di atas kapal saat berkunjung ke Pulau Jawa.

Perjalanan yang tidak lebih dari setengah jam, memberikan saya kesempatan untuk mengamati momen-momen di atas kapal maupun di luar kapal. Pemandangan pelabuhan yang saya tinggali dan pelabuhan yang saya tuju, daratan yang terpisah oleh laut, kapal-kapal lain, teriknya sinar matahari, lautan lepas dan birunya langit.

Kapal seolah-olah membawa saya hanya berputar-putar di atas selat Bali lalu kembali ke daratan semula. Namun, setelah berlabuh, saya telah sampai di Ketapang. [b]

The post [Esai Foto] Kontemplasi di Atas Selat Bali appeared first on BaleBengong.

Kota Denpasar Miliki Destinasi Wisata Baru. Apa Itu?

Bantaran Tukad Badung menjadi objek wisata baru di Denpasar. Foto Herdian Armandhani.

Gambaran Sungai Badung yang kumuh dan kotor, kini berbalik 180 derajat.

Masyarakat di Kota Denpasar patut berbangga, sebab saat ini Sungai Badung yang membelah Kota Denpasar dapat dinikmati tidak dari pinggir Jalan Gajah Mada saja. Namun, masyarakat di Kota Denpasar dapat langsung turun menuju sungai Badung dengan menuruni anak tangga yang dibangun oleh Pemerintah Kota Denpasar.

Di Bantaran Sungai Badung dipasang daratan yang menjorok dipinggir Sungai. Berbagai lampu hias di pasang di sisi sungai Badung. Bantaran Sungai Badung yang begitu indah ini berada di antara Pasa Kumbasari dan Pasar Badung. Pengerjaan bantaran Sungai Badung ini juga bersamaan dengan pembangunan Pasar Badung yang di bangun lagi setelah beberapa waktu lalu terbakar.

Selain warna-warni lampu yang menarik perhatian, di bantaran sungai Badung juga terdapat bangku dan kursi dimana masyarakat bisa menikmati keindahan sungai Badung. Seperti yang terlihat pada hari Sabtu (23/12) 2017 banyak masyarakat yang mengambil gambar keindahan bantaran sungai Badung yang tertata lebih rapi dan bersih.

Hiasan air mancur juga terpasang di sisi kanan dan kiri bantaran Sungai Badung. Pada dinding sebalah kanan Bantaran Sungai Badung terdapat logo dan mascot Kota Denpasar yang berbunyi “ Denpasar Kotaku Rumahku”.

Kehadiran bantaran Sungai Badung yang dialihfungsikan sebagai destinasi baru Masyarakat Kota Denpasar ini juga sebagai bagian dari kampanye perhelatan Denpasar Festival yang akan diselenggarakan dari tanggal 28 hingga 31 Desember 2017. Untuk masuk ke bantaran Sungai Badung ini masyarakat tidak dipungut biaya alias gratis. Dengan ditatanya Bantaran Sungai Badung kedepannya masyarakat Kota Denpasar bisa menjaga kebersihan sungai dan merasa memiliki Sungai Badung.

Salah seorang warga Kota Denpasar yang kebetulan ditemui menyaksikan keindahan bantaran Sungai Badung bernama Wayan Suci mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi inisiatif pemerintah Kota Denpasar menyulap bantaran Sungai Badung menjadi begitu indah.
“Sebagai warga Denpasar, saya salut dengan langkah pemerintah Kota Denpasar, sungai Badung tak kalah dengan Negara Singapura yang juga sungainya ditata begitu rapi dan indah” ujarnya.

Masyarakat Kota Denpasar juga dapat berswafoto mengabadikan momen di bantaran Sungai Badung. Lokasi ini bisa juga menjadi alternatif bermalam minggu bersama keluarga, sahabat, maupun pasangan. [b]

The post Kota Denpasar Miliki Destinasi Wisata Baru. Apa Itu? appeared first on BaleBengong.

Kota Denpasar Miliki Destinasi Wisata Baru. Apa Itu?

Bantaran Tukad Badung menjadi objek wisata baru di Denpasar. Foto Herdian Armandhani.

Gambaran Sungai Badung yang kumuh dan kotor, kini berbalik 180 derajat.

Masyarakat di Kota Denpasar patut berbangga, sebab saat ini Sungai Badung yang membelah Kota Denpasar dapat dinikmati tidak dari pinggir Jalan Gajah Mada saja. Namun, masyarakat di Kota Denpasar dapat langsung turun menuju sungai Badung dengan menuruni anak tangga yang dibangun oleh Pemerintah Kota Denpasar.

Di Bantaran Sungai Badung dipasang daratan yang menjorok dipinggir Sungai. Berbagai lampu hias di pasang di sisi sungai Badung. Bantaran Sungai Badung yang begitu indah ini berada di antara Pasa Kumbasari dan Pasar Badung. Pengerjaan bantaran Sungai Badung ini juga bersamaan dengan pembangunan Pasar Badung yang di bangun lagi setelah beberapa waktu lalu terbakar.

Selain warna-warni lampu yang menarik perhatian, di bantaran sungai Badung juga terdapat bangku dan kursi dimana masyarakat bisa menikmati keindahan sungai Badung. Seperti yang terlihat pada hari Sabtu (23/12) 2017 banyak masyarakat yang mengambil gambar keindahan bantaran sungai Badung yang tertata lebih rapi dan bersih.

Hiasan air mancur juga terpasang di sisi kanan dan kiri bantaran Sungai Badung. Pada dinding sebalah kanan Bantaran Sungai Badung terdapat logo dan mascot Kota Denpasar yang berbunyi “ Denpasar Kotaku Rumahku”.

Kehadiran bantaran Sungai Badung yang dialihfungsikan sebagai destinasi baru Masyarakat Kota Denpasar ini juga sebagai bagian dari kampanye perhelatan Denpasar Festival yang akan diselenggarakan dari tanggal 28 hingga 31 Desember 2017. Untuk masuk ke bantaran Sungai Badung ini masyarakat tidak dipungut biaya alias gratis. Dengan ditatanya Bantaran Sungai Badung kedepannya masyarakat Kota Denpasar bisa menjaga kebersihan sungai dan merasa memiliki Sungai Badung.

Salah seorang warga Kota Denpasar yang kebetulan ditemui menyaksikan keindahan bantaran Sungai Badung bernama Wayan Suci mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi inisiatif pemerintah Kota Denpasar menyulap bantaran Sungai Badung menjadi begitu indah.
“Sebagai warga Denpasar, saya salut dengan langkah pemerintah Kota Denpasar, sungai Badung tak kalah dengan Negara Singapura yang juga sungainya ditata begitu rapi dan indah” ujarnya.

Masyarakat Kota Denpasar juga dapat berswafoto mengabadikan momen di bantaran Sungai Badung. Lokasi ini bisa juga menjadi alternatif bermalam minggu bersama keluarga, sahabat, maupun pasangan. [b]

The post Kota Denpasar Miliki Destinasi Wisata Baru. Apa Itu? appeared first on BaleBengong.

Singgah Sembari Menikmati Kopi Bali di Kubu Alam

Mari mengunjungi salah satu desa budaya Bali Aga di daerah Singaraja, Bali.

Kubu Alam berlokasi di Desa Tigawasa, Singaraja, Buleleng adalah hasil kerja kelompok para petani di Desa Tigawasa yang digarap secara swadaya.

Selain memiliki pemandangan yang indah dengan deretan pohon cengkeh serta kabut tipis yang dingin, Kubu Alam juga menawarkan kopi Bali Robusta dari para petani setempat. Kita bisa berkunjung, menikmati suasana desa, sembari swa foto dari atas terajangan yang terbuat dari bambu.

Kubu Alam merupakan tempat singgah menarik, jika kita sedang bepergian dari Denpasar menuju Singaraja atau sebaliknya. [b]

The post Singgah Sembari Menikmati Kopi Bali di Kubu Alam appeared first on BaleBengong.