Tag Archives: Tips Kesehatan

6 Langkah Sederhana Agar Tidur Lebih Berkualitas

Siapa sih yang tidak ingin bisa tidur dengan nyenyak di malam hari? Gak sedikit dari teman teman kita yang menganggap tidur itu sebagai sesuatu yang mahal. Mengapa begitu? Karena mereka sulit sekali untuk bisa tidur dengan nyenyak.

Bila kamu mengalami kesulitan tidur atau tidurmu selama ini kurang berkualitas, coba ikuti 6 langkah sederhana berikut.

Cobalah disiplin dengan jadwal tidur

Pastikan setiap malam kamu tidur selama 7 sampai 8 jam. Ini adalah lamanya tidur yang direkomendasikan oleh para ahli untuk orang dewasa agar tetap sehat. Jangan pula tidur berlebihan atau lebih dari 8 jam.

Cobalah untuk pergi tidur dan bangun pagi di waktu yang sama setiap hari termasuk hari libur. Dengan menyamakan waktu tidur dan waktu bangun ini setiap hari maka tubuh akan terbiasa dengan siklus tidur yang sehat.

Bila kamu belum terlelap lebih dari 20 menit setelah berbaring di tempat tidur, segera bangkit dari tempat tidur dan lakukan hal hal yang membuat rileks seperti mendengarkan musik atau membaca. Kembalilah ke tempat tidur setelah kamu merasa capek dan mengantuk. Lakukan hal ini berulang bila diperlukan.

Perhatikan apa yang kamu makan dan minum

Jangan pergi tidur saat perut lapar. Jangan pula berangkat tidur saat perut kekenyangan. Usahakan jangan makan terlalu banyak beberapa jam sebelum waktunya tidur. Bila kamu lakukan ini maka kamu gak akan nyaman saat tidur.

Nikotine, kafein dan alkohol adalah zat stimulan yang sebaiknya kamu hindari sesaat menjelang tidur. Ketiganya akan membuat kamu terjaga lebih lama. Memang sih alkohol bisa membuat kamu mengantuk, tetapi tidurmu tidak akan nyenyak nantinya.

Ciptakan suasana lingkungan yang nyaman

Cobalah menciptakan suasana kamar tidur yang benar benar nyaman untuk tidur. Memang sih tingkat kenyamanan tiap tiap orang berbeda, tapi biasanya kamar tidur yang temaram, sejuk dan sunyi adalah kamar tidur yang nyaman. Batasi paparan layar yang terang seperti televisi dan gadget menjelang waktu tidur. Lebih bagus lagi sih, jangan menaruh televisi di kamar tidur.

Batasi lamanya tidur siang

Tidur siang yang kelamaan bisa menganggu tidur di malam harinya. Jika kamu memang suka tidur siang, usahakan lamanya tidur siang gak lebih dari 30 menit.

Jika kamu kudu begadang untuk suatu alasan, cobalah untuk tidur siang agak sorean sehingga kamu memiliki tabungan tidur di malam hari.

Rutinlah bergerak

Aktivitas fisik yang rutin merupakan salah satu cara untuk memperbaiki kualitas tidur. Tapi jangan melakukannya menjelang waktunya tidur.

Kelolalah rasa khawatir dengan baik

Cobalah untuk menjauhkan pikiran khawatir menjelang waktunya tidur. Simpanlah pikiran itu dan coba memikirkan kembali keesokan harinya.

Kamu mungkin butuh belajar mengelola stress untuk kondisi seperti ini. Cobalah dari hal hal mendasar dulu, misalnya membuat segalanya lebih teratur, atur hal hal yang menjadi prioritas dan delegasikan tugas tugas yang tidak bisa kamu kerjakan sendiri.

Ingin Sehat? Masaklah Makanan Di Rumah

Bingung mencari makanan sehat? Cobalah untuk memasak makanan di rumah. Demikian salah satu kesimpulan studi terbaru yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine.

Peneliti menanyakan kebiasaan makan selama seminggu ke lebih dari 400 orang dewasa yang tinggal di Seattle, Amerika Serikat. Data tersebut kemudian dihimpun lalu dimasukan ke dalam U.S. Department of Agriculture’s Healthy Eating Index (HEI) untuk dilakukan skoring.

Skor HEI sendiri antara 0 sampai 100. Semakin tinggi nilai skor HEI menggambarkan pola makan yang makin sehat. Skor lebih dari 81 artinya pola makan yang sehat, skor 51 sampai 80 artinya pola makan masih perlu ditingkatkan, sedangkan skor kurang dari 50 artinya pola makan yang tidak sehat.

Keluarga yang memasak makanan di rumah tiga kali seminggu memiliki skor HEI rata rata 67, sedangkan keluarga yang memasak makanan di rumah 6 kali seminggu memiliki skor HEI rata rata 74.

Kesimpulan dari hasil studi ini adalah, memasak makanan secara rutin di rumah merupakan cara untuk mendapatkan pola makan yang lebih sehat dengan biaya yang lebih murah. Mengapa lebih sehat? Sebab makanan yang dimasak di rumah memiliki kandungan kalori, gula dan lemak yang lebih rendah.

Menurut Arpita Tiwari, salah seorang peneliti, peningkatan skor HEI selama ini dihubungkan oleh status sosial ekonomi, pendidikan dan pendapatan. Padahal kenyataannya, kebiasaan memasak makanan di rumah ditentukan oleh banyaknya jumlah anak anak yang tinggal di rumah. Studi ini tidak menemukan hubungan antara pendapatan keluarga atau pendidikan dengan kebiasaan makan di rumah atau di luar rumah.

Gunakan Meditasi Untuk Redakan Gejala Penyakit Berikut

Meditasi yang kita kenal saat ini sejatinya sudah dipraktekkan oleh nenek moyang kita ribuan tahun yang lalu. Pada saat itu, meditasi digunakan untuk mengenal lebih dalam tentang roh dan spirit yang membuat manusia hidup. Saat ini meditasi digunakan untuk relaksasi dan meredakan stress.

Dalam dunia medis, meditasi dimasukan ke dalam pengobatan alternatif jiwa dan raga. Orang yang sedang meditasi dapat mencapai kondisi relaksasi yang maksimal.

Saat meditasi, semua perhatian difokuskan ke satu titik untuk mengurangi terjadinya loncat pikir yang bising dan menyebabkan stress. Proses ini akan menghasilkan kondisi fisik dan emosional yang prima.

Meditasi juga bermanfaat untuk beberapa masalah kesehatan khususnya yang diperburuk oleh stress. Meskipun demikian, para ahli masih tetap melakukan beberapa studi untuk menguatkan bukti manfaat meditasi untuk kesehatan.

Baca juga: Meditasi

Perlu diingat, menurut beberapa studi, meditasi bermanfaat untuk meredakan gejala dari beberapa penyakit berikut:

  • Kecemasan
  • Asma
  • Kanker
  • Nyeri kronis
  • Depresi
  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Irritable bowel syndrome
  • Gangguan tidur
  • Sakit kepala tegang

Namun, sebelum melakukan meditasi, bicarakan dulu dengan dokter tentang menfaat dan kerugian meditasi saat digunakan meredakan gejala penyakit diatas. Boleh dan tidaknya melakukan meditasi tergantung dari kondisi pasien saat itu. Misalnya pada kondisi kondisi tertentu, meditasi dapat memperburuk kondisi kesehatan yang terjadi.

Meditasi bukan sebagai pengganti pengobatan yang dilakukan selama ini, tapi meditasi bisa memberi manfaat sebagai pengobatan tambahan.

Penyebab Kematian Ibu Pasca Persalinan Yang Paling Sering

Masa nifas ibu dimulai sejak satu jam lahirnya plasenta sampai dengan 42 hari atau 6 minggu setelah itu. Masa nifas merupakan periode transisi yang kritis bagi ibu, bayi, dan seluruh keluarga secara fisik, mental dan sosial.

Bagi ibu yang mengalami persalinan untuk pertama kalinya, terjadi perubahan kehidupan yang sangat bermakna selama hidupnya.

Hal ini ditandai dengan adanya perubahan emosional, perubahan fisik yang dramatis, hubungan keluarga, perubahan peran dari seorang perempuan menjadi seorang ibu, adanya aturan baru , dan usaha penyesuaian terhadap keadaan dan aturan yang baru.

Banyak keluarga yang memberikan perhatian penuh pada sang ibu pada masa kehamilan dan persalinan yang mendebarkan.

Banyak keluarga yang lengah atau tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya masa nifas adalah masa di mana sang ibu dan bayi sangat membutuhkan perhatian dan dukungan dari keluarga, mengingat risiko kesakitan dan kematian ibu dan bayi lebih sering terjadi pasca persalinan.

Berikut adalah penyebab kematian ibu pasca persalinan yang paling sering:

1. Perdarahan Pasca persalinan

Perdarahan pasca persalinan adalah penyebab utama dari 150.000 kematian ibu setiap tahun di dunia. Hampir 4 dari 5 kematian akibat perdarahan pascapersalinan terjadi dalam waktu kurang lebih 4 jam setelah bersalin (88%).

Ibu dengan anemia sejak masa kehamilannya, akan lebih tidak mampu mengatasi kehilangan darah yang terjadi pada perdarahan pascapersalinan, dibandingkan dengan ibu hamil yang cukup nutrisi. Bila terjadi perdarahan berat, transfusi darah adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan kehidupan sang ibu.

Penyebab terjadinya perdarahan pasca persalinan adalah :

1. Rahim yang tidak berkontraksi secara efektif (Atonia Uteri),

2. Plasenta masih tertinggal di dalam rahim baik seluruhnya atau sebagian (Retensio Plasenta),

3. Perlukaan / Laserasi jalan lahir di leher rahim (serviks) atau vagina,

4. Robekan rahim (Ruptura Uteri), dan

5. Inversi Uteri.

Dalam waktu 2-6 jam pasca persalinan, Dokter atau Bidan akan memastikan bahwa rahim berkontraksi dengan baik. Biasanya 1-2 jam setelah bersalin secara normal, sang ibu akan dianjurkan untuk ‘buang air kecil’. Hal ini bertujuan agar kandung kemih yang penuh dengan urin, dikosongkan, supaya tidak mengganggu rahim yang sedang berkontraksi, guna mencegah timbulnya perdarahan masa nifas.

Plasenta yang masih tertinggal di dalam lahir juga dapat menghambat rahim berkontraksi. Jika plasenta tidak lahir secara spontan dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir, maka Dokter atau Bidan akan melakukan tindakan untuk mengeluarkan plasenta yang masih tertinggal (Plasenta Manual).

Laserasi jalan lahir, robekan rahim, dan inversi rahim dapat menyebabkan perdarahan pasca persalinan namun perdarahan pasca persalinan jarang disebabkan oleh tiga hal tersebut.

2. Infeksi Nifas (Sepsis)

Demam pada masa nifas tidak boleh diabaikan karena demam adalah salah satu tanda yang paling mudah dikenali pada infeksi pasca persalinan. Infeksi nifas atau sepsis merupakan penyebab utama kematian bunda di negara berkembang.

Faktor pemicu terjadinya infeksi pasca persalinan adalah sbb :

1. Persalinan macet,

2. Ketuban pecah dini,

3. ‘Pemeriksaan Dalam’ yang terlalu sering,

4. Pemantauan janin melalui jalan lahir (intravaginal), dan

5. Bedah sesar.

Pada bedah sesar, risiko terjadi infeksi nifas lebih tinggi dibandingkan dengan persalinan normal. Kuman penyebab utama pada infeksi nifas akibat bedah sesar adalah Escherichia coli, Streptococci sp., anaerobic microorganisms (bacteroides, gonococci), dan Chlamydia trachomatis (gejala relatif ringan).

Di samping demam (peningkatan suhu > 38 derajat celsius), gejala infeksi pasca persalinan lainnya adalah adanya nyeri pada perut bawah (rahim). Biasanya infeksi nifas ini merupakan endometritis, atau mungkin lebih tepatnya adalah metritis.

Pemberian antibiotika adalah tindakan utama, di samping tindakan upaya pencegahan terjadinya infeksi nifas dengan persalinan yang bersih (steril) dan aman. Di beberapa negara didapatkan adanya hubungan antara persalinan yang ditolong oleh Dukun Bayi dengan tingginya kejadian infeksi nifas.

Salah satu penyebab infeksi pascapersalinan yang paling berbahaya dan menimbulkan kematian adalah Grup A Streptokokus atau Streptococcus pyogenes. Streptococcal Toxic Shock Syndrome (Strep TSS), merupakan sindrom yang membahayakan yang disebabkan oleh zat racun (endotoksin) dari bakteri Grup A Streptokokus ini.

3. Eklampsia

 Eklampsia adalah penyebab ketiga kematian ibu di seluruh dunia. Ibu dengan persalinan yang diikuti oleh eklampsia atau pre-eklampsia berat, harus dirawat inap. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah seharusnya rutin dilakukan pada ibu hamil, mengingat hipertensi dapat terjadi dalam kehamilan, terutama jika usia kehamilan di atas 20 minggu.

Di Eropa dan negara maju lain, eklampsia diperkirakan terjadi pada 1 di antara 2000 persalinan. Beberapa kasus eklampsia terjadi beberapa hari setelah persalinan. Beberapa penelitian melaporkan bahwa lebih dari 50%  eklampsia terjadi pada hari ketiga atau lebih pascapersalinan.

Pre-eklampsia dan eklampsia yang terjadi setelah persalinan sangat jarang, di mana ibu nifas akan mengalami hipertensi dan kadar protein dalam urin yang meningkat (proteinuria), setelah melahirkan. Biasanya eklampsia dan pre-eklampsia dialami sejak kehamilan, paling banyak pada trimester ketiga kehamilan.

Inilah informasi tentang Penyebab Kematian Ibu Pasca Persalinan yang Paling Sering.

7 Gejala Penyakit Yang Tidak Bisa Diabaikan

Dalam kehidupan sehari hari, kita kerap mengalami gejala penyakit yang mungkin tidak begitu dikeluhkan. Sakit kepala, demam dan gejala lainnya mungkin bagi sebagian orang bukanlah sesuatu yang mengkhawatirkan. Asal masih bisa beraktivitas dengan normal, gejala gejala tersebut sering diabaikan dengan harapan bisa hilang dengan sendirinya.

Namun tidak semua gejala penyakit yang muncul bisa diabaikan. Beberapa diantaranya perlu mendapat perhatian khusus dan segera. Bila penanganan terhadap gejala tersebut terlambat, bisa menyebabkan gangguan yang lebih serius bahkan kematian.

Berikut beberapa gejala penyakit yang perlu mendapatkan perhatian khusus:

1. Penurunan berat badan tanpa sebab

Penurunan berat badan tanpa usaha menurunkan tentu merupakan harapan bagi yang memiliki tubuh dengan berat badan yang berlebihan. Sayangnya, kondisi ini sebagian besar disebabkan oleh masalah kesehatan yang serius. Penurunan berat badan lebih dari 4,5 kilogram atau lebih dari 5% dari total berat badan dalam setahun tanpa adanya usaha untuk menurunkan berat badan maka kondisi ini sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Penurunan berat badan tanpa sebab bisa merupakan tanda dari beberapa masalah kesehatan serius seperti hipertiroid, diabetes, depresi, penyakit liver, kanker dan gangguan yang menyebabkan terganggunya proses penyerapan zat gizi di dalam usus.

2. Demam tinggi yang menetap

Demam tidak selalu merupakan tanda dari penyakit berbahaya. Demam merupakan mekanisme alami tubuh dalam melawan infeksi. Namun demam tinggi yang menetap bisa merupakan tanda dari adanya infeksi yang tersembunyi, misalnya infeksi pada saluran kemih dan tuberkulosis. Beberapa jenis kanker seperti limpoma dapat menyebabkan kenaikan suhu tubuh yang menetap.

Segera ke dokter bila demam tinggi (diatas 39,4 derajat Celsius) yang berlangsung lebih dari 3 hari.

3. Nafas pendek dan sesak

Nafas pendek dan sesak bisa merupakan tanda dari suatu masalah kesehatan. Olahraga berat yang berlebihan, cuaca panas yang ekstrim, kegemukan dan berada di daerah ketinggian bisa menyebabkan nafas pendek atau ngos ngosan. Diluar penyebab itu maka nafas pendek bisa disebabkan karena masalah kesehatan. Jika mengalami nafas pendek atau ngos ngosan secara tiba tiba tanpa sebab, segera ke dokter.

Beberapa masalah kesehatan yang dapat menyebabkan nafas pendek dan sesak antara lain: penyakit obstruktif pahu menahun, bronchitis, asma, pneumonia,  emboli paru, penyakit jantung dan penyakit paru lainnya. Kesulitan bernafas bisa juga terjadi pada pasien dengan serangan panik.

4. Gangguan kebiasaan pup

Kebiasaan buang air besar atau pup memang bervariasi. Konsultasilah ke dokter bila mengalami gejala berikut:

  • Pup berdarah atau berwarna hitam
  • Diare atau susah buang air besar yang berlangsung lama
  • Keinginan pup tanpa sebab yang jelas

Perubahan kebiasaan buang air besar bisa jadi merupakan tanda adanya infeksi bakteri seperti bakteri kampilobakter atau salmonella, atau infeksi virus dan parasit. Sebab lain dari gangguan kebiasaan pup adalah irritable bowel disease dan kanker usus besar.

5. Perubahan kepribadian atau kebingungan

Segera ke dokter bila mengalami gejala berikut:

  • Penurunan kemampuan berpikir
  • Kesulitan konsentrasi dan kerap mengalami perhatian yang berubah ubah
  • Perubahan tingkah laku

Gejala gejala diatas bisa disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan seperti infeksi, kurang gizi, masalah mental dan pengaruh obat obatan.

6. Cepat kenyang saat baru makan sedikit

Segera ke dokter bila kerap kekenyangan walau baru makan sedikit. Apalagi bila gejala tersebut ditambah dengan gejala mual, muntah, kembung dan penurunan berat badan.

Beberapa masalah kesehatan yang dapat menimbulkan gejala tersebut antara lain GERD, ulkus peptikum, kanker pankreas.

7. Silau melihat cahaya

Terganggu dengan cahaya terang merupakan tanda dari penyakit migrain. Penyakit lain yang menimbulkan gejala seperti ini antara lain terlepasnya retina. Segera ke dokter untuk mencegah terjadinya kebutaan permanen.