Tag Archives: Tips dan Tutorial

Cara Membuat Katalog Produk di Website Yang Menarik Pelanggan

Bagi pelaku usaha, katalog produk tentu menjadi hal yang sangat penting untuk dimiliki. Sebab, katalog produk ini akan membantu pelanggan mengetahui detail produk apa saja yang dijual, berapa harganya, kualitas produknya, dan lain sebagainya. Terlebih di era digital ini, dimana semua diakses melalui media sosial.  Katalog produk pada website akan sangat berperan penting dalam meluaskan […]

Cara Menggunakan Fitur Live Location di WhatsApp

Bagaimana cara menggunakan fitur Live Location di WhatsApp? Sudah tahu belum kalau di WhatsApp ada fitur baru yang namanya “live location”? Ya tidak terlalu baru sih, fitur live location ini bisa digunakan oleh pengguna WhatsApp di Indonesia mulai sekitar bulan Oktober yang lalu.

Saya sendiri baru tahu cara menggunakan fitur live location di WhatsApp beberapa waktu lalu. Saya tahu fitur live location ini karena ada teman di salah satu grup yang mengirimkannya. Saya lihat hasilnya ternyata keren menurut saya. Jadi saya coba-coba ikut menggunakan/mengirimkan live location.

Cara menggunakan/mengirimkan live location di WhatsApp adalah saat chat dengan orang lain atau di grup, tekan tombol attachment (gambar paperclip) yang biasa kita pakai mengirim gambar/video dan lainnya, disana ada pilihan Location, kemudian akan muncul pilihan Share Live Location. Saat kita klik akan ada pilihan waktu berapa lama location akan live. Ada 15 menit, 1 jam dan 8 jam.

Lalu akan terlihat seperti apa hasilnya? Live location yang kita kirim akan bisa dilihat oleh penerima, akan terlihat posisi kita dimana secara realtime, dengan syarat ponsel kita selalu terkoneksi dengan internet. Jadi penerima dengan mudah mengetahui posisi kita dimana. Tentu ada banyak sekali manfaat dari fitur Live Location ini.

Contohnya saya sendiri saat berangkat atau pulang kerja sering mengirim live location kepada istri, jadi dia tahu saya sudah sampai dimana. Maklum lalu lintas sering macet, jadi istri tidak waswas kalau saya jadi terlambat tiba di rumah. Bisa juga untuk mengawasi kalau mampir kemana-mana, hehe.

Selain itu Live Location di WhatsApp ini juga bisa dimanfaatkan saat ada janjian ketemuan di suatu tempat dengan orang lain atau beberapa orang. Jadi di grup WhatsApp kita bisa kirim Live Location masing-masing, jadi gampang melihat mereka sudah sampai dimana. Atau misalnya pas berpergian rombongan, jadi gampang melihat rombongon lain sudah di depan atau masih di belakang.

Jadi demikian tentang Live Location di WhatsApp, semoga bermanfaat.

Baca Juga:

Tentang Ketidaknyamanan di Jejaring Sosial Facebook

Beberapa hari yang lalu, saya agak kaget juga mendengar kabar keputusan yang diambil oleh seorang kawan untuk non aktif alias menghapus akun sosial media Facebook yang dia miliki. Padahal selama ini saya kenal dia begitu aktif dalam berbagai layanan di internet mulai dari jejaring sosial, blog, mailing list dan lain sebagainya. Alasan keputusannya untuk berhenti menggunakan layanan Facebook sudah diungkapkan di blognya walau saya tidak begitu detail membacanya. Tapi, apapun alasannya, saya salut atas keputusan yang diambilnya.

Saya kemudian berkaca dan mencoba bertanya kepada diri sendiri, bagaimana dengan diri saya, apakah perlu mengikutinya langkahnya, apakah saya masih nyaman dan betah untuk aktif di jejaring sosial Facebook. Entahlah, mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut terlalu jauh dan belum saatnya bagi saya untuk mengambil keputusan untuk hengkang dari Facebook. Kalaupun merasa tidak betah, mungkin cukup dengan hiatus.

Saya akui, jejaring sosial Facebook memang cukup banyak menyita waktu dan perhatian saya khususnya dalam beberapa tahun belakangan ini. Bahkan tidak terurusnya blog ini bisa dikatakan adanya jejaring sosial Facebook ini adalah salah satu diantara banyak penyebabnya. Saya membayangkan, jika saja Facebook tidak seterkenal sekarang ini, mungkin ngeblog masih menjadi mainan favorit di internet bagi saya.

Kalau diingat-ingat, layanan jejaring sosial Facebook memang terus berkembang, khususnya dalam hal jumlah penggunanya yang kini semakin banyak dan tidak peduli dari golongan manapun. Dulu, pada awalnya saya bergabung di Facebook, mungkin sekitar tahun 2006 atau 2007, jumlah Friend saya di Facebook tidaklah sebanyak ini. Itupun kebanyakan dari kawan-kawan yang memang punya akses ke internet saja. Kini dengan semakin mudahnya akses ke internet, sampai orang yang tidak bisa menggunakan komputer pun bisa menjadi pengguna Facebook. Pada akhirnya, siapa saja bisa bergabung ke Facebook. Ya mungkin memang itulah tujuannya.

Tapi, dengan meluasnya pengguna Facebook termasuk bertambahnya Friend di Facebook, saya merasa sikap dan perilaku saya juga perlu disesuaikan. Contohnya, dulu saya dengan mudahnya mengumpat, menyindir atau istilahnya curcol di Facebook, tapi kini rasanya tidak bisa lagi. Maklum saja kini semua orang sudah ada di Facebook, bisa-bisa menyindir 1 orang malah 10 orang yang merasa tersindir dan lebih banyak lagi yang merasa tersinggung. Susah memang curhat dengan bahasa tulisan, apalagi dengan sudut pandang berbeda dari masing-masing orang.

Apalagi kini Facebook bukan lagi berfungsi sebagai media curcol, tapi lebih jauh lagi Facebook sudah menjadi alat sharing yang begitu besar dan kuat. Sekali kita menyebarkan informasi apalagi yang sensitif, maka dengan mudahnya informasi itu bisa menyebar kemana-mana, hanya dalam hitungan jam bahkan bisa menit. Padahal informasi itu belum bisa dipastikan kebenarannya, apakah sepenuhnya benar, apakah sedikit dibumbui, atau malah sepenuhnya bumbu.

Facebook kini juga bukan hanya dipenuhi informasi yang belum bisa dijamin kebenarannya, tapi juga dipenuhi iklan, baik iklan yang memang dari penyedia Facebook sendiri maupun dari pengguna sendiri yang menjajakan berbagai macam barang atau jasa. Tidak sedikit juga akun pengguna yang kena hack dan digunakan untuk berjualan oleh orang lain.

Dengan berbagai macam hal itu, rasanya kenyamanan di Facebook mulai berkurang. Malah kadang bingung mau ngapain, mau bikin status apa, mau share apa, ujung-ujungnya malah jadi silent reader saja. Satu-satunya yang hal rutin masih saya lakukan di Facebook saat ini adalah upload foto untuk sekedar eksis dan narsis.

Baca Juga:

8 Tips Memaksimalkan Fungsi Smartphone Android

android-tips

“Smartphone with stupid user”

Begitulah kira-kira keluhan dari beberapa teman di akun jejaring sosial mereka yang pernah saya baca. Kata-kata yang begitu menusuk itu mungkin keluar karena saking kesalnya mereka ketika terlalu sering menerima pesan berantai atau broadcast message dari orang lain. Jujur, saya sendiri juga pernah menerima dan merasa kurang nyaman dengan pesan tidak penting seperti itu, apalagi pesan yang jelas-jelas hoax. Pernah saya mencoba menegur secara halus mereka yang mengirimnya, jawaban yang saya dapatkan adalah katanya pesan itu dikirimkan karena iseng dan juga diterima dari orang lain. Ya iyalah, namanya juga pesan berantai. Tapi saya sendiri sama sekali tidak mau meneruskan hal-hal semacam itu.

Contoh diatas hanyalah salah satu bentuk kurang bijaknya kita menggunakan perangkat yang disebut telepon pintar. Bukan handphone biasa seperti beberapa tahun lalu, tapi handphone yang sudah pintar. Tapi apakah kita sudah dapat memaksimalkan kepintaran perangkat yang kita miliki tersebut? Karena sepintar dan secanggih apapun sebuah perangkat tanpa diiringi dengan pengetahuan yang cukup maka kecanggihan itu tidak akan ada gunanya.

Saya menulis ini bukan berarti saya merasa diri paling pintar atau pun paling bijaksana dalam menggunakan sebuah perangkat smartphone. Saya hanya ingin berbagi dan sama-sama ingin belajar untuk lebih baik lagi dalam memaksimalkan fungsi sebuah smartphone khususnya smartphone dengan OS (operating system) Android. Dan saya juga tidak bermaksud membandingkan antara satu OS atau produk antara yang satu dengan yang lainnya, soal ini kembali ke pilihan masing-masing.

Baiklah saya akan mencoba berbagi beberapa fungsi sederhana yang umumnya sudah tersedia dalam smartphone android anda, atau mungkin juga pada smartphone dengan OS lainnya. Beberapa fungsi atau fitur ini tentunya sudah cukup sering saya gunakan sehingga manfaat sebuah smartphone menjadi terasa lebih maksimal, sehingga rasanya ada perbedaan ketika menggunakan sebuah smartphone dengan handphone biasa. Beberapa fungsi/fitur tersebut diantaranya :

1. Reject Call With SMS

Apakah anda pernah menerima panggilan di smartphone ketika sedang rapat, atau ketika sedang berkendara atau berbagai situasi lainnya yang tidak memungkinkan kita untuk berbicara di telepon? Kalau menggunakan handphone biasa, dulu biasanya kita tidak bisa berbuat apa kecuali me-Reject panggilan tersebut atau membiarkannya sampai “mati” sendiri. Tentunya bagi orang yang menelepon akan menjadi bertanya-tanya mengapa kita tidak menerima panggilan tersebut.

Sesuai namanya, dengan adanya fitur Reject Call With SMS, kita bisa langsung menutup (Reject) panggilan tersebut sekaligus mengirimkan SMS tertentu, misalnya “I’m driving” dan lainnya. Fitur ini sangat sederhana tapi sangat bermanfaat, setidaknya orang yang menelepon akan mendapatkan informasi mengapa kita tidak bisa menerima telepon saat ini. Ketika sedang berkendara, memang tetap sebaiknya kita tidak menggunakan fitur ini, tapi dalam keadaan terpaksa atau situasi yang memungkinkan, bisa saja kita gunakan fitur ini, setidaknya ini lebih baik dibanding kita menyetir sambil menerima telepon.

Oya, fitur ini tentu menjadi tidak berguna jika panggilan yang masuk bukan dari telepon/nomor yang memiliki fasilitas SMS, telepon rumah misalnya.

2. Samsung Google Voice

Sesuai namanya, fitur ini sepertinya hanya tersedia di perangkat yang menggunakan OS Android dan produk Samsung. Di smartphone Android merk lain mungkin ada dengan nama berbeda. Dengan fitur ini kita bisa mengetik dengan memberikan input berupa suara. Fitur ini sangat bermanfaat ketika kita ingin mengetik dengan lebih cepat dan menggunakan tulisan yang formal karena fitur ini tidak bisa mengetik bahasa yang disingkat-singkat apalagi tulisan alay. Bahasa yang didukung oleh fitur ini juga cukup banyak, tentunya termasuk bahasa Indonesia.

Saya sendiri sudah pernah mencoba dan cukup sering menggunakan fasilitas ini, khususnya ketika membalas email yang membutuhkan bahasa/kalimat formal. Kebetulan di kantor saya cukup sering menerima email baik melalui alamat email pribadi maupun email kantor dari pihak luar yang menanyakan informasi seputar penerimaan mahasiswa baru. Fitur ini sangat bermanfaat bagi saya ketika membalas/mengetik email di smartphone. Sebagai catatan, fitur ini membutuhkan koneksi internet saat menggunakannya.

3. Reject List

Reject List adalah sebuah fitur yang bisa kita gunakan ketika kita tidak ingin menerima telepon dari nomor tertentu. Jadi sebuah nomor di kontak bisa kita masukkan ke dalam Reject List sehingga ketika nomor tersebut menelepon kita akan terdengar nada yang memberitahukan bahwa telepon kita sedang tidak aktif. Untuk mengembalikan ke keadaan semula juga sangat mudah, tinggal keluarkan nomor tersebut dari Reject List sehingga kita bisa dihubungi lagi seperti biasa.

Jujur saja, saya belum sering menggunakan fitur ini karena memang belum butuh. Tapi saya sudah pernah mencobanya dan memang bisa, ya hanya sekedar mencoba saja menggunakan telepon teman di rumah. Saya tidak menyarankan anda untuk menggunakan fitur ini untuk hal-hal negatif, misalnya ketika ingin kabur/bolos sehingga tidak bisa dihubungi oleh kantor atau atasan :D Atau mungkin agar tidak bisa dihubungi pacar/pasangan, hehehe.

4. Blocking Mode

Blocking Mode adalah sebuah fitur yang bisa diaktifkan saat tertentu. Ketika mode ini diaktifkan, perangkat telepon akan tetap aktif tetapi kita tidak akan menerima sms, notifikasi, alarm & timer dan juga panggilan telepon. Tetapi notifikasi yang diaktifkan / dinonaktifkan pun bisa di setting. Kita juga bisa mengatur agar panggilan telepon dari nomor tertentu tetap bisa masuk, misalnya dari nomor orang-orang penting seperti keluarga atau atasan.

Fitur ini mungkin bisa diaktifkan ketika kita butuh privasi atau waktu untuk istirahat tetapi tetap bisa terhubung dengan orang-orang yang kita ijinkan untuk menghubungi. Selain itu dengan mengaktifkan fitur ini juga bisa membuat baterai lebih tahan lama karena beban kerja smartphone lebih ringan. Saya sendiri tidak terlalu sering mengaktifkan fitur ini, tapi saya rasa sangat bermanfaat saat kita benar-benar membutuhkan.

5. Maps (Google Maps)

Maps ini merupakan sebuah aplikasi yang umumnya sudah tersedia di semua smartphone, apalagi smartphone Android. Fasilitas ini cukup sering saya gunakan. Saya berkali-kali merasakan manfaat dari aplikasi ini. Ketika kundangan ke rumah teman di Klungkung, saya hanya diberikan alamat lengkapnya saja dan dengan menggunakan aplikasi Maps ini saya bisa menemukannya tanpa sempat bertanya di jalan atau tersesat sedikitpun, langsung ketemu. Padahal alamat tersebut tidak termasuk di kota. Juga ketika ada teman yang menikah di daerah Gianyar, kebetulan melalui undangan di Facebook sudah dicantumkan posisinya melalui Google Maps, jadi semakin gampang menemukannya.

Contoh lain lagi ketika saya diminta untuk datang ke Pengadilan Negeri Semarapura (Klungkung), dengan bantuan Maps ini saya bisa menemukannya dengan mudah. Satu contoh lagi, ketika saya ditugaskan ke Jakarta beberapa bulan lalu, dari bandara saya langsung menuju Kantor Kementerian Parekraf. Selesai acara disana, teman saya mengajak untuk menginap di jalan Jaksa tetapi dia tidak tahu ke arah mana jalan Jaksa tersebut. Saya tinggal menggunakan aplikasi Maps ini dan sambil berjalan kaki maka tidak sulit menemukannya. Begitu juga ketika besoknya kami mau pulang dan ingin naik bus Damri dari stasiun Gambir, dengan menggunakan Maps ini kami bisa menemukan stasiun Gambir sambil berjalan kaki sekitar 25 menit.

Masih banyak contoh lain lagi dan 99% hasilnya akurat. Yang perlu diingat, jika ingin mengaktifkan fitur GPS (untuk menentukan lokasi kita berada saat itu) maka diperlukan koneksi internet.

6. Lapor SMS

Salah satu keunggulan smartphone khususnya Android adalah tersedianya berbagai macam aplikasi, seperti game, jejaring sosial dan banyak lainnya, tentunya banyak yang gratis. Lapor SMS ini adalah sebuah aplikasi kecil dan ringan serta tentu gratis. Aplikasi ini membantu kita untuk melaporkan SMS yang dirasa mengganggu seperti SMS spam atau penipuan. Dengan langkah kecil seperti ini setidaknya kita membantu memerangi SMS spam dan penipuan. Aplikasi ini sering saya gunakan.

Sebenarnya tanpa menggunakan aplikasi khusus pun kalau tidak salah sudah ada fasilitas untuk menandai sebuah sms spam. Fasilitas ini yang jelas sudah tersedia pada Android terbaru, saya kurang tahu kalau Android versi yang agak lama. Jadi ketika menerima sms spam/penipuan, tinggal klik menu lalu pilih “Mark as spam”.

7. Favourite Contact

Favourite Contact ini semacam Speed Dial pada handphone jaman dulu. Fitur Favourite Contact ini mungkin terlihat sederhana dan sepele tapi akan sangat bermanfaat ketika kita ingin menghubungi seseorang dengan segera, kita tinggal membuka Favourite Contact dimana sebelumnya kita sudah memasukkan nomor kontak tertentu ke dalamnnya. Salah satu manfaat lain yang saya bayangkan dari Favourite Contact ini adalah saat darurat, maaf, mudah-mudahan saja tidak terjadi, misalnya jika kita kecelakaan serta pingsan dan sudah ada orang lain yang mau membantu kita, jika orang tersebut ingin menghubungi orang terdekat kita, mungkin dia bisa mengetahuinya dari Favourite Contact ini.

8. SMS send to many

Fitur Send SMS to many bukan hanya ada di smartphone, di handphone model lama pun sebenarnya sudah ada. Tetapi mungkin ada yang belum memaksimalkannya. Tapi bagi saya sendiri, fitur ini sangat bermanfaat. Misalnya, kebetulan seminggu minimal 2 kali saya bermain bulutangkis bersama beberapa teman. Ketika ingin mengajak/mengingatkan beberapa orang untuk diajak bermain tersebut saya cukup mengetik satu SMS lalu dikirim ke beberapa nomor. Sederhana tapi bermanfaat.

Baiklah, itulah 8 hal yang saya rasa bisa kita lakukan untuk memaksimalkan fungsi smartphone kita. Hal-hal yang terlihat sederhana tapi sangat bermanfaat, setidaknya bagi saya dan mungkin juga pengguna smartphone lainnya. Kalau mungkin ada hal lain yang terlewatkan, silahkan ditambahkan lagi. Khusus untuk aplikasi baik itu game atau aplikasi lainnya, tentu sangat banyak tersedia di Play Store / Google Play, silahkan googling sendiri atau lihat saja disana mana aplikasi yang sedang Top, jangan lupa membaca komentar/review sebelum memutuskan untuk mendownload dan menginstallnya. Kalau pun sudah terlanjur download tapi ternyata tidak bagus atau dirasa tidak puas, ya tinggal di remove saja, toh ini smartphone bukan? Hehe

Baca Juga:

Share

Pengalaman Pertama Samsung Galaxy S III Mini

Samsung S III Mini

Kesan dan Pengalaman Pertama Samsung Galaxy S III Mini

Hari Kamis, 13 Juni 2013 malam akhirnya saya membeli sebuah handphone baru keluaran Samsung yaitu Samsung Galaxy S III Mini. Saya bisa dikatakan agak mendadak membeli handphone ini karena handphone saya sebelumnya yaitu Sony Xperia Ray sudah dibeli oleh seorang keponakan. Saya sebenarnya tidak terlalu ngebet ingin membeli handphone baru karena belum menyiapkan “anggaran”. Berhubung handphone saya sudah dibeli sementara saya menggunakan Nokia jadul yang kebetulan masih saya miliki. Tetapi sehari saja menggunakan Nokia jadul itu aktivitas saya menjadi terganggu karena saya hampir tiap hari melayani calon mahasiswa yang membutuhkan informasi mahasiswa baru di STP Nusa Dua Bali.

Jadi mau tidak mau saya harus membeli handphone baru, saya sempat bertanya kepada beberapa teman dan juga kerabat untuk meminta rekomendasi. Tentunya saya juga mencari-cari review tentang handphone yang cocok dengan kriteria saya. Kriteria handphone yang ingin saya beli adalah handphone (smartphone) dengan OS Android, dengan harga berkisar 3-4 juta. Pilihan pun mengerucut pada 4 merk yaitu Samsung, Sony, LG dan HTC. Setelah membanding-bandingkan keempat brand tersebut menurut saya Samsung yang memiliki pilihan paling banyak dan juga harga yang paling bersaing dengan spesifikasi yang sama atau lebih. Disamping itu, di toko-toko yang saya kunjungi di seputaran jalan Teuku Umar Denpasar, hanya merk Samsung yang barangnya tersedia lengkap. Pikir saya mungkin memang merk Samsung yang paling laris disini.

Baiklah, saya memilih merk Samsung. Untuk smartphone Samsung yang harganya di rentang 3-4 juta ternyata ada 3 pilihan yaitu Samsung S Advance, Samsung S III Mini dan Samsung Galaxy Grand. Saya kemudian coba membanding-bandingkan ketiga smartphone ini. Dari segi ukuran layar, Galaxy Grand paling besar yaitu 5 inchi sedangkan Samsung S Advance dan Samsung S III Mini sama-sama 4 inchi. Untuk urusan ukuran layar saya sebenarnya tidak masalah, yang penting jangan dibawah 4 inchi atau lebih dari 5 inchi. Karena Xperia Ray saya sebelumnya terasa terlalu kecil.

Dari segi harga, Samsung S III Mini paling murah yaitu sekitar 3.100.000 (saya dapat harga termurah di seputaran Teuku Umar yaitu 3.085.000), sedangkan Samsung S Advance sekitar 3.250.000 dan Samsung Galaxy Grand sekitar 3.700.000. Untuk ukuran RAM Samsung S III Mini dan Samsung Galaxy Grand sama-sama 1 GB sedangkan Samsung S Advance hanya 768 MB. Sedangkan ukuran prosesor Samsung Galaxy Grand paling unggul yaitu 1,2 GHz sedangkan Samsung S Advance dan Samsung S III Mini sama-sama 1 GHz.

Dari segi OS hanya Samsung S Advance yang menggunakan Gingerbread sedangkan Samsung S III Mini dan Samsung Galaxy Grand sudah menggunakan Android Jelly Bean. Mungkin karena memang Samsung S Advance sudah dikeluarkan lebih lama. Saya juga tidak tahu persis apakah OS di Samsung S Advance sudah bisa di upgrade ke Jelly Bean. Selanjutnya untuk kamera, lagi-lagi Samsung Galaxy Grand lebih unggul karena dibekali kamera 8 MP sedangkan yang lainnya hanya 5 MP.

Jadi pertimbangan utama saya adalah Prosesor, RAM, ukuran layar, OS, kamera dan tentunya harga. Untuk fitur-fitur lainnya saya tidak terlalu tahu mendetail dan juga tidak terlalu menjadi pertimbangan saya. Jadi sebenarnya kalau mau membandingkan dengan harganya, ketiganya memang sesuai. Dan ternyata pilihan saya jatuh kepada Samsung S III Mini. Dan sebenarnya juga kenapa saya memilih Samsung S III Mini adalah lebih kepada faktor lain yaitu karena Samsung S Advance sudah dimiliki oleh kakak saya sedangkan Samsung Galaxy Grand sudah dibeli oleh istri saya belum sebulan yang lalu. Jadi memang mungkin saya sudah jodohnya dengan Samsung S III Mini.

Dan saat ini, setelah sehari menggunakan Samsung S III Mini , ada beberapa catatan yang bisa saya tuliskan ketika saya bandingkan dengan Sony Ericsson Xperia Ray yang saya gunakan sebelumnya. Dari segi layar tentu saja Samsung S III Mini terasa lebih lega. Dari kecepatan, belum begitu terasa berbeda padahal Sony Ericsson Xperia Ray hanya menggunakan RAM 512 sedangkan Samsung S III Mini sudah 1 GB. Mungkin karena belum banyak aplikasi yang saya gunakan sehingga perfomanya terasa sama.

Catatan lain adalah soal sinyal, di beberapa titik seperti di kantin dan gedung pertemuan di kampus yang biasanya sinyal ponsel agak ngadat sekarang jadi lancar, padahal saya menggunakan kartu yang sama. Saya tidak tahu apakah ini memang pengaruh handphone yang saya gunakan atau kebetulan hari ini memang sinyal Telkomsel sedang bagus. Kemudian soal baterai, saya merasa Samsung S III Mini ini agak boros dibanding Sony Ericsson Xperia Ray. Tadi pagi saya sudah isi penuh baterainya dan tadi sekitar pukul 14.00 sudah lowbat. Padahal saya menggunakannya seperti biasa. Apakah ini karena dari tadi fitur wifi saya hidupkan terus atau memang baterai Samsung S III Mini ini lebih boros.

Tetapi pada akhirnya, saya merasa cukup puas membeli Samsung S III Mini ini. Apa yang saya dapatkan sudah sesuai dengan apa yang saya inginkan dan tentunya dengan dana yang saya bayarkan. Untuk review lebih mendalam mohon maaf saya tidak terlalu mahir jadi hanya sekian yang bisa saya tuliskan.

Baca Juga:

Share