Tag Archives: The Hydrant

THE HYDRANT: TRANS-EUROPE RAMBLERS • ROCKABILLY GYPSY TOUR

Photo by Indra Gunawan.

Hari ini, 1 Juli 2017, tepat tengah malam nanti The Hydrant bakal meninggalkan Indonesia untuk tampil di dua festival kelas wahid: Pohoda di Slovakia serta Mighty Sounds di Ceko.

Di Indonesia sepertinya hanya segelintir orang—termasuk personel The Hydrant sendiri—yang ngeh segigantik serta seberapa keren Pohoda juga Mighty Sounds.

Publik ditanggung terhenyak saat disodorkan fakta bahwa Pohoda tahun ini berusia 20 tahun. Pada 2016 Pohoda yang berpopulasi rata-rata 30 ribu pengunjung masuk 10 besar Best Festival Line-up (bersanding dengan Glastonbury dan Primavera); Michal Kaščák, dedengkot Pohoda, tercatat dalam nominasi Award for Excellence & Passion (bersaing dengan seniman kawakan Damon Albarn, direktur Lollapalooza Berlin Fruzsina Szép, bos Eurosonic Ruud Berends); pula dipilih sebagai 1 dari 10 Best European Medium-Sized Festival (sejajar dengan Hideout, Let it Roll, Weekend, Azkena Rock, dsb).

Grup-grup musik dan artis-artis terhormat macam Public Enemy, PJ Harvey, Nick Cave & the Bad Seeds, Bjork, Portishead, Pulp, Moby, dll; pernah menjajal panggung Pohoda.

Untuk tahun ini, 6-8 Juli, pengisi acaranya tetap dengan konsep genre nan puspawarna di antaranya The Jesus & Mary Chain, Mark Lanegan, Slowdive, Alt-J, M.I.A, dsb.

Sementara Mighty Sounds kini menyentuh umur 12 tahun dengan rekor jumlah audiens mencapai 12 ribu orang. Di kategori festival punk rock beserta sub genrenya Mighty Sounds menjadi salah satu pagelaran terbesar di Eropa.

Daftar penampil pun impresif. Mulai dari Buzzcocks, Subhumans, The Aggrolites, Anti-Flag, The Casualties, Adolescents, Biohazards, hingga Batmobile.

Pada 2017 deretan musisi yang beraksi kian mencengangkan: Gogol Bordello, Cock Sparrer, Ignite, The Adicts, Agnostic Front, H2O, dan masih banyak lagi.

Kuartet asal Bali yang dikenal pula sebagai The Pompadour Four ini dijadwalkan tampil pada Jumat, 7 Juli 2017 di panggung utama Pohoda. Sedangkan di Mighty Sounds sendiri Marshello (biduan, harmonika, gitar), Adi (bas, vokal latar), Vincent (gitar utama), dan Chris (drum berdiri); akan bergoyang tepat seminggu berikutnya, 14 Juli 2017, di Lucky Hazzard stage—ajang beraksi band yang belum populer secara global namun dikategorikan punya masa depan gemilang.

 

Oh, sudah tahu belum bahwa penampilan The Hydrant di Pohoda ini sejatinya sudah yang kedua kali? Yang pertama pada 2009. Nanti akan dikisahkan!

Let’s roll the dice! Kickstart Trans-Europe Ramblers • Rockabilly Gypsy Tour!

−Foto di halaman depan adalah karya Abottsky.

THE HYDRANT: TRANS-EUROPE RAMBLERS • ROCKABILLY GYPSY TOUR

Photo by Indra Gunawan.

Hari ini, 1 Juli 2017, tepat tengah malam nanti The Hydrant bakal meninggalkan Indonesia untuk tampil di dua festival kelas wahid: Pohoda di Slovakia serta Mighty Sounds di Ceko.

Di Indonesia sepertinya hanya segelintir orang—termasuk personel The Hydrant sendiri—yang ngeh segigantik serta seberapa keren Pohoda juga Mighty Sounds.

Publik ditanggung terhenyak saat disodorkan fakta bahwa Pohoda tahun ini berusia 20 tahun. Pada 2016 Pohoda yang berpopulasi rata-rata 30 ribu pengunjung masuk 10 besar Best Festival Line-up (bersanding dengan Glastonbury dan Primavera); Michal Kaščák, dedengkot Pohoda, tercatat dalam nominasi Award for Excellence & Passion (bersaing dengan seniman kawakan Damon Albarn, direktur Lollapalooza Berlin Fruzsina Szép, bos Eurosonic Ruud Berends); pula dipilih sebagai 1 dari 10 Best European Medium-Sized Festival (sejajar dengan Hideout, Let it Roll, Weekend, Azkena Rock, dsb).

Grup-grup musik dan artis-artis terhormat macam Public Enemy, PJ Harvey, Nick Cave & the Bad Seeds, Bjork, Portishead, Pulp, Moby, dll; pernah menjajal panggung Pohoda.

Untuk tahun ini, 6-8 Juli, pengisi acaranya tetap dengan konsep genre nan puspawarna di antaranya The Jesus & Mary Chain, Mark Lanegan, Slowdive, Alt-J, M.I.A, dsb.

Sementara Mighty Sounds kini menyentuh umur 12 tahun dengan rekor jumlah audiens mencapai 12 ribu orang. Di kategori festival punk rock beserta sub genrenya Mighty Sounds menjadi salah satu pagelaran terbesar di Eropa.

Daftar penampil pun impresif. Mulai dari Buzzcocks, Subhumans, The Aggrolites, Anti-Flag, The Casualties, Adolescents, Biohazards, hingga Batmobile.

Pada 2017 deretan musisi yang beraksi kian mencengangkan: Gogol Bordello, Cock Sparrer, Ignite, The Adicts, Agnostic Front, H2O, dan masih banyak lagi.

Kuartet asal Bali yang dikenal pula sebagai The Pompadour Four ini dijadwalkan tampil pada Jumat, 7 Juli 2017 di panggung utama Pohoda. Sedangkan di Mighty Sounds sendiri Marshello (biduan, harmonika, gitar), Adi (bas, vokal latar), Vincent (gitar utama), dan Chris (drum berdiri); akan bergoyang tepat seminggu berikutnya, 14 Juli 2017, di Lucky Hazzard stage—ajang beraksi band yang belum populer secara global namun dikategorikan punya masa depan gemilang.

 

Oh, sudah tahu belum bahwa penampilan The Hydrant di Pohoda ini sejatinya sudah yang kedua kali? Yang pertama pada 2009. Nanti akan dikisahkan!

Let’s roll the dice! Kickstart Trans-Europe Ramblers • Rockabilly Gypsy Tour!

−Foto di halaman depan adalah karya Abottsky.

POMPADOUR COMMODORES

Rudolf Dethu Showbiz and RMBL present:

POMPADOUR COMMODORES
A Night of Swing Boogie & Rockabilly Revue!
feat.
THE HYDRANT
LEONARDO & HIS IMPECCABLE SIX

Thursday, 23 March 2017
Noname Bar, Lebak Bulus
8-11pm
Ticket Rp50k incl. beer

ROCKABILLY BOOGIE AMERICA

Hello Jakarta! Y’all Big Durian kats & kittens! The Pompadour Four comin’ atcha!

ROCKABILLY BOOGIE AMERICA
with The Hydrant

Video screening and music concert
Friday, 24 March 2017
7-8.30pm (show starts on time!)
Free!

Put on your dancing shoes and get ready to rock with Indonesia’s rockabilly pioneers, THE HYDRANT! Watch the video premiere of “Riot Angels” and hear about their Las Vegas adventures, their plans to return to the birthplace of their biggest icons, from Elvis Presley to Johnny Cash.

KITA KINTAMANI: ACARA AMAL BAGI KORBAN LONGSOR KINTAMANI

Press Release

KITA KINTAMANI: Acara Amal bagi Korban Longsor Kintamani

Pemerintah negara Indonesia beserta gurita jajaran birokrasi di bawahnya merupakan salah satu institusi yang paling tidak becus dalam menangani bencana. Baik pra, di Hari H, serta pasca.

Apa pun jenis bencananya, tak pernah pemerintah benar-benar mampu menanggulanginya secara baik. Hampir selalu sifatnya reaksioner. Begitu bencana terjadi langsung kalang kabut mengambil tindakan. Segala cara dilakukan. Sebagian sukses, sebagian kurang efektif. Tapi yang paling sering terjadi: bantuan melimpah namun jenis bantuannya kurang tepat. Akhirnya hanya terbuang percuma, menumpuk membusuk.

Dan kala bencana yang sama datang, seharusnya bisa dicegah adanya korban yang jatuh serta segala gerak cepat yang efisien-efektif. Atau akan lebih baik jika bencana tersebut bisa dicegah sama sekali karena manuver preventif yang kompak dan menyeluruh.

Kita, rakyat biasa, seyogianya jangan terpengaruh menjadi gamang seperti pemerintah. Kita tetap mesti lugas pro-aktif menolong sesama. Dengan terukur dan terstruktur.

Setelah sebelumnya kami bergotong royong membantu korban bencana Aceh—berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp40 juta lebih—maka kali ini kami tergerak lagi untuk kembali bergerak membantu sesama. Tragedi tanah longsor di Kintamani, kabupaten Bangli, Bali; yang menimpa lima desa—Songan, Batur Selatan, Sukawana, Awan, dan Subaya—yang menewaskan hingga 13 orang pada 10-11 Februari 2017 silam menjadi fokus kami kali ini.

Strategi kami mirip dengan apa yang telah kami lakukan sebelumnya: menyelenggarakan acara amal dengan menggunakan musik sebagai media penegas pesan. Hasil sumbangan nanti sepenuhnya bakal digunakan untuk membantu pembangunan rumah bagi para korban yang tertimpa musibah.

Besok, Jumat, 24 Februari kami akan menyelenggarakan KITA KINTAMANI di Rumah Sanur – Creative Hub dengan menampilkan mulai dari grup-grup kebanggaan Pulau Dewata macam Devildice feat. Lolot, The Hydrant, The Crotochip, hingga si cantik bersuara sendu-menghipnotis dari Los Angeles, Leanna Rachel. Selain itu bakal ada juga lelang barang-barang seni milik seniman-seniman berbakat lokal seperti Apel, Bayak, Aswino Aji, dsb.

Untuk turut berpartisipas di acara ini anda diharapkan membeli tiket seharga Rp50 ribu di hari penyelenggaraan di pintu masuk.

Sampai jumpa besok. Kita semua cinta Kintamani!

• Narahubung: Rudolf Dethu 08111882502