Tag Archives: Teknologi Informasi

Jangan Tunggu jadi Korban Baru Kemudian Sadar

Pelatihan dasar tentang keamanan digital di dua lokasi pun selesai. Pertama di Denpasar pada Sabtu, 5 Mei lalu. Seminggu kemudian di Makassar. Pesertanya kurang lebih sama, jurnalis dan aktivis di masing-masing kota. Diskusi dan pelatihan tentang keamanan digital ini diadakan SAFEnet, jaringan pembela kebebasan berekspresi daring di Asia Tenggara, didukung Tactical Tech. Lembaga di Berlin, Continue Reading

Waspada, Kita Mungkin Korban Selanjutnya

Laki-laki paruh baya itu memandang dengan penuh selidik. Aku merasakan semacam kecurigaan dari matanya ketika aku bertanya padanya: “Pak Adnan Abuzarnya ada?” Bukannya menjawab, dia justru bertanya balik, “Bapak dari mana?”. “Saya dari Denpasar. Mencari Pak Adnan Abuzar. Katanya di sini alamatnya.” “Urusan apa?” dia terus menyelidik. Aku lihat wajahnya terasa akrab, tetapi aku lupa Continue Reading

Laporan dari Jagongan Media Rakyat 2018

Sekadar catatan biar tak begitu saja terlupakan. Tentang kegiatan keren tiga hari bernama Jagongan Media Rakyat (JMR) yang mengumpulkan berbagai kekuatan dan pengalaman warga. Pengantar JMR merupakan agenda dua tahunan Combine Resource Institution (CRI), organisasi non-pemerintah di Yogyakarta yang fokus pada penguatan kapasitas komunitas termasuk dalam pengembangan sistem informasi. CRI mengadakan JMR sejak 2010 yang Continue Reading

Cara Mudah Bayar e-Samsat, Begini Caranya

E-samsat memudah warga untuk membayar pajak kendaraan bermotor. Foto Leni Wijayanti.

Kantor Samsat terus berinovasi demi memudahkan warga membayar pajak.

Salah satu inovasi terbaru yang dikeluarkan Kantor Samsat adalah e-Samsat. E-Samsat merupakan suatu proses Samsat yang terdiri dari pendaftaran, penetapan, pembayaran serta pengesahan maupun pencetakan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) melalui saluran elektronik.

Dengan adanya e-Samsat ini, wajib pajak dapat melakukan pembayaran melalui mobile banking atau ATM bank yang telah ditentukan.

Cara mudah bayar e-Samsat yang baru diluncurkan pertengahan bulan ini baru bisa dinikmati masyarakat di Pulau Jawa dan Bali. Artinya pelaksanaan e-Samsat ini hanya untuk kendaraan bermotor yang dokumennya terbit di Pulau Jawa dan Bali. Adapun untuk provinsi lain akan dilaksanakan secara bertahap hingga mencakup seluruh Indonesia.

Untuk mekanisme e-Samsat Bali wajib pajak harus menyiapkan nomor polisi kendaraan, nomor KTP (NIK) serta nomor rangka kendaraan (5 digit terakhir) kemudian melakukan pembayaran dengan cara:

1. Pembayaran Samsat melalui ATM BPD Bali

Wajib pajak medatangi ATM BPD Bali terdekat, lalu memilih menu pembayaran samsat kemudian wajib pajak memasukkan nomor polisi kendaraan, nomor KTP (NIK) serta nomor rangka kendaraan (5 digit terakhir) dan melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Setelah itu wajib pajak akan mendapatkan struk transaksi yang berisi data pembayaran serta kode bayar. Kemudian wajib pajak ke KiosK Samsat dan memasukkan kode bayar untuk pengesahan STNK dan pencetakan SKPD dimana diperlukan STNK asli untuk disahkan pada KiosK Samsat atau datang ke UPT.

Setelah semua proses dijalani maka wajib pajak akan mendapatkan SKPD dan STNK.

2. Pembayaran Samsat melalui Mobile Banking

Pada mobile banking serta internet banking, wajib pajak akan menemukan menu “Pembayaran Samsat Bali. Wajib pajak memasukkan nomor polisi kendaraan, nomor KTP (NIK) serta nomor rangka kendaraan (5 digit terakhir) dan melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Setelah melakukan pembayaran, wajib pajak akan menerima struk transaksi berisikan data pembayaran serta kode bayar melalui e-mail. Dengan membawa struk transaksi dan STNK asli wajib pajak mendatangi KiosK atau UPT untuk pengesahan STNK dan pencetakan SKPD.

3. Pembayaran Samsat melalui teller Bank BPD Bali

Wajib pajak mendatangi Bank BPD terdekat dan melakukan pembayaran e-Samsat melalui teller dengan memberikan informasi berupa polisi kendaraan, nomor KTP (NIK) serta nomor rangka kendaraan (5 digit terakhir).

Setelah pembayaran melalui teller selesai wajib pajak bias dating ke KiosK atau UPT untuk mendapatkan SKPD dan pengesahan STNK dengan membawa STNK asli serta bukti pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Kendaraan Daerah Lain

Lantas bagaimana jika wajib pajak ingin membayar pajak kendaraan bermotor secara nasional? Katakanlah seseorang sedang berlibur di Bali tapi pada saat sama juga harus membayar pajak kendaraan bermotornya yang ada di Jakarta.

Wajib pajak tersebut dapat melakukannya melalui e-Samsat Nasional dengan 2 cara.

1. Mengunduh Aplikasi di Ponsel

Wajib pajak mengunduh aplikasi e-Samsat, kemudian mengisi data. Setelah itu sistem akan memverifikasi data lalu meminta data penetapan ke server. Setelah wajib pajak mendapatkan SKKP elektronik dan kode billing system, maka wajib pajak dalam waktu 2 jam harus sudah melakukan pembayaran melalui ATM, mobile banking, internet banking atau teller bank.

Wajib pajak kemudian akan medapatkan Bukti Pelunasan Kewajiban Pembayaran elektronik (e-TBPKP) yang belaku 30 hari. Wajib pajak lalu datang ke kantor Samsat asal kendaraan untuk melakukan pengesahan STNK dan meminta TBPKB berdasarkan e-TBPKP.

2. Datang ke Kantor Samsat Terdekat

Wajib pajak datang ke kantor Samsat terdekat dan menyerahkan STNK, TBPKP dan KTP asli. Petugas akan memasukkan NRKB (Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor) dan NIK/TDP pada portal e-Samsat, namun apabila pengesahan belum menjelang dua bulan maka data kendaraan bermotor tidak ditampilkan.

Apabila data kendaraan bermotor muncul maka wajib pajak akan mendapatkan SKKP dan kode billing sytem (yang berlaku 2 jam). Wajib pajak dapat melakukan pembayaran langsung di kasir Samsat kemudian akan mendapatkan SKKP yang sudah diberikan tanda validasi (stempel lunas) atau melalui ATM, internet banking, mobile banking atau teller bank.

Setelah melakukan pembayaran wajib pajak akan mendapatkan struk tanda pembayaran. Pemohon kemudian datang ke kantor Samsat asal kendaraan untuk melakukan pengesahan STNK dan meminta TBPKB berdasarkan struk atau SKKP.

Cara pembayaran e-Samsat Nasional sama seperti cara pembayaran e-Samsat Bali hanya saja wajib pajak dapat menggunakan bank selain BPD Bali yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, BCA, CIMB Niaga dan Bank Permata serta 7 BPD yaitu BPD Banten, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Untuk wajib pajak di Bali yang tidak mempunya rekening BPD Bali dapat melakukan pembayaran samsat menggunakan Kode Billing Samsat Nasional.

Dengan adanya e-Samsat ini pelayanan Samsat memasuki babak baru, yaitu modernisasi pelayanan publik demi terwujudnya pelayanan yang lebih mudah, lebih cepat, lebih transparan, dan lebih akuntabel. [b]

The post Cara Mudah Bayar e-Samsat, Begini Caranya appeared first on BaleBengong.

Menkominfo Ajak Pemuda Bali Kuasai Teknologi

Menkominfo saat berbicara di Pesantren Digital Bali. Foto Herdian Armandhani.

Jika dimanfaatkan dengan baik teknologi akan membawa manfaat untuk perkembangan bangsa.

Pesantren Digital Indonesia Chapter Bali mengadakan seminar kebangsaan pada Minggu (22/10). Seminar bertema Penguatan Nasionalisme Melalui Pemanfaatan Dunia Digital untuk Mencetak Generasi yang Inovatif dan Produktif ini diadakan di Ballroom Hotel Adhi Jaya Jalan Sunset Road, Badung.

Hadir para pembicara yang mumpuni di bidangnya yaitu Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Bali Dr Dadang Hermawan, Direktur Eksekutif MaCDIS Arya Sandhiyudha, Presiden Pesantren Digital Indonesia Khairul Mahfuz, dan Pakar Cyber Crime Mabes POLRI Heri Sucipto.

Seminar mendapatkan dukungan penuh dari organisasi muslim di Bali seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Ikatan Cendekiawan Muslim Se Indonesia (ICMI), Kelompok Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, dan Dewan Masjid Indonesia.

Menkominfo Rudiantara mengajak anak muda Indonesia untuk bijak dalam menggunakan teknologi. Menurutnya jika dimanfaatkan dengan baik teknologi akan membawa manfaat baik untuk perkembangan bangsa. Salah satunya dengan memasarkan produk-produk bisnis perdagangan elektronik (e-commerce).

Ia menambahkan, situs perdagangan digital sangat efektif untuk menjual sebuah produk dan meningkatkan omset.

Namun demikian pasar e-commerce diIndonesia memiliki banyak tantangan seperti sumber daya manusia yang andal, masih banyak bisnis start up, perpajakan, perlindungan konsumen, membangun kepercayaan konsumen, logsitik, dan keamanan siber.

Ia juga mengajak anak muda Indonesia untuk menggunakan aplikasi digital buatan anak negeri seperti aplikasi pesankita untuk meningkatkan nasionalisme.

“Sudah saatnya anak muda Indonesia beralih menggunakan aplikasi digital buatan anak negeri untuk mendukung gerakan nasionalisme,” tegasnya.

Rudiantara juga mengatakan bahwa saat ini pemerintah Indonesia sedang dalam proses pembangunan Palapa Ring yaitu serat optik fiber dibawah laut untuk daerah-daerah yang belum memiliki akses internet.

“Saat ini pemerintah RI sedang gencar membangun Palapa Ring untuk mendukung pengembangan teknologi di Indonesia,” ungkapnya.

Pemateri yang tak kalah menarik adalah Arya Sandhiyuda. Di TV nasional Arya sering diundang untuk menjadi pembicara krisis internasional seperti ketegangan di Negara Timur Tengah. Untuk seminar yang ia bawakan, ia banyak mengungkap bahwa Indonesia memiliki bonus demografi yang bisa dimanfaatkan untuk meraih cita-cita anak bangsa untuk mencapai zaman keemasan.

Sedangkan Heri Sucipto memaparkan tentang kejahatan dunia siber, pemanfaatan social media yang baik dengan tidak menyebarkan hoaks, dan penerapan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dalam berselancar di dunia maya.

Salah seorang peserta Ghiyas Ghifari mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak muda yang ingin memasarkan produknya melalui dunia maya.

“Menarik sekali seminar ini, dapat membantu dalam mendukung bisnis yang sedang saya kembangkan,” ujarnya.

Selain seminar ada juga sesi konsultasi bisnis dan tips pengembangan bisnis yang ampuh dari para pementor yang tergabung dalam Pesantren Digital. [b]

The post Menkominfo Ajak Pemuda Bali Kuasai Teknologi appeared first on BaleBengong.