Tag Archives: Teknologi

Aturan Main jadi Tanker Mobile Legends, Cover Marksman dan Mage

Peran seorang tanker dalam Mobile Legends tak terbantahkan lagi, bahkan dewasa ini makin populer strategi dua tanker lebih baik. Menegaskan bahwa sososk tersebut adalah bagian penting untuk mumuluskan kemanganan kalian mengumpulkan bintang-bintang berharga mobile legends. Tanker yang baik harus mengetahui cara untuk melindungi lawan, membuka serangan dan tak kalah penting, mengunci pergerakan lawan penting.

Terlepas dari itu, supaya peran kaloan maksimal, tentu harus didukung pula dnegan “gear” yang sesui. Dimulai dari Hero, emblem, battle spell, dan pemilihan item. Pertama-pertama, pastikan kalian memilih hero yang diperuntukan menjadi tank. Namun ada beberapa heri yang mampu dikondisikan sebagai tanker meski bukanlah hero tank seperti Balmond atau Jawhead.

Untuk emblem, kalianb bisa full tanky dengan menggunakan emblem Tank atau Magic. Keduanya memiliki kelebihan berbeda dimana Tank menawarkan efek armor untuk ketahanan diri yang lebihg baik sedangkan Magic memberukan mana dan magic power untuk pengunaan spell yang lebih intens. Untuk build item, jika merasa kebingunan kalian selalu bisa mengikuti  rekomendasi magic defense. Untuk item-item wajib, tiap hero tank tentu memiliki kegemaran sendiri dan paling cocock dengan cara berlatih yang paling cocok dnegan cara berlatih dan meperhatikan pemain pemain top menggunakan hero yang kalian sukai.

Menyoal battle spell/ability ada beberapa pilihan yang sebenarnya cocok-cocok saja digunakan seperti Aegis, Iron Wall, Flicker, stun bahkan healing spell. Namun tergantung kebutuhan dan penilaian dari hero lawan. Ability apa yang lebih kamu butuhkan?

Cara mendapatkan Exp dan Gold 

Perlu kalian ketahui, tank harus memberikan gold dan exp sebagian besar kepada carry. Marksman atau mage yang berperan penting. Namun tank harus memberikan gold dan exp sebagian besar kepada hero marksman tersakit atau mage yang berperan penting. Namun tank harus memberikan bantuan dengan cara berotasi, memberukan tekanan dan bila memungkinkan, pbukankan kill untuk tim, Upayakan untuk memberi ukulan terahir kepada yang membutuhkan seperiti fighter atau assassin namun jika mendesak jangan ragu utnuk mendapatkan kuill. Namun jangan bernafsu untuk menjadi killer meski kalian mampu torehkan KDA yang lumayan.

Semakin aktif kalian bergeran dan membantu tahap laning, Maka pendapatan exp dan gold akan lebih cepat tanpa perlu banyak farming. Ingat untuk manfaatkan juga rerumputan yang ada di seluruh map untuk bergerak menghindari deteksi lawan upayakan gunakan skill dengan efektif dan tidak asal keluar.

Memahami Posisi ketika Terjadi War

Sebagai seorang Tank, kalian harus memahami bahwa segala serangan lawan harus tertuju pada kalian, Bila lawan mampu menyerang barisan belakang yang berisis support, hero marksman tersakit ataupun mage, maka fungsi kalian sebagai tank tidak maksimal. Ada dua acara untuk memastikan kalian mampu menyerang barisan belakang yang bersisi support, marksman atau mage make fungsi kalian tidak maksimal, Ada du acara untuk memastikan kalian mampi melindungi kawan dengan baik.

Pertama menunjukan diri depan supaya mampu menghalau musuh masuk ke belakang, tau dalam posisi menyergap, berputar dari formasu bertahan musuh dan kalian masuk mengincar tarher terpenting di kubu lawan yang teralih konsentrasinya.

Tentu ad acara yang lebih bersiko seperti membiarkan markmasn atau mager kalian jadi sasaran, perhatikan timing dan jarak supaya busa melamcarkan multiple disable ke lawan yang sudah terlanjur memberondong maju teman berharga kalian

The post Aturan Main jadi Tanker Mobile Legends, Cover Marksman dan Mage appeared first on Devari.

Anak Muda, Inilah Peluang-Peluang Kerja di Dunia Maya

Ngoprek blog bersama Bali Blogger Community tahun 2015

Bagaimana bisa tetap menghasilkan duit dengan cara diam di rumah?

Bencana yang kita alami hari-hari ini tidak hanya bencana kesehatan dalam bentuk pandemi Covid-19. Namun, terjadi juga bencana ekonomi akibat terhentinya kegiatan mencari nafkah bagi kebanyakan orang.

Khususnya bagi masyarakat Bali, bencana ekonomi ini tentu sangat terasa. Ekonomi pariwisata berhenti berdetak akibat putusnya arus masuk turis dari mancanegara maupun domestik. Anak muda Bali yang sebagian besar mencari nafkah di sektor pariwisata pun menemukan dirinya tiba-tiba menjadi pengangguran.

Saya belum punya data kuantitatif menyeluruh untuk bencana ekonomi ini. Namun, dari berita Detik, sampai 7 April kemarin tercatat untuk wilayah Bali 19.124 pegawai telah dirumahkan dan 480 orang mengalami pemutusan hubungan kerja.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk menambah beban pikiran Anda, para pembaca. Sebaliknya, saya bermaksud berbagi catatan awal dari penelitian Sasmita Research Lab tempat saya bergiat yang mungkin bisa menumbuhkan harapan bagi anak muda yang sedang bingung mau kerja apa.

The New Freelancers

Pertanyaan terbesar sekarang tentu saja bagaimana bisa tetap menghasilkan duit dengan cara diam saja di rumah, atau work from home. Sasmita Research Lab kebetulan sedang mengerjakan riset kecil, dengan hibah receh juga, yang meneliti anak muda dan tipe-tipe pekerjaan baru di era ekonomi digital.

Kami menemukan ada sekelompok anak muda yang mampu mengambil kesempatan dari tersedianya pekerjaan tidak tetap kecil-kecilan (gig) yang ditawarkan di Internet. Secara umum kita menyebut transaksi barang dan jasa yang sifatnya tidak tetap dan kecil-kecilan ini gig economy. Para pekerja lepas di gig economy yang kami teliti ini kerap kali disebut sebagai the new freelancer.

Sebagai contoh konkret, semisal ada pekerjaan membuatkan slide presentasi power-point untuk sebuah perusahaan yang berani membayar sampai $20 per slide presentasi. Pekerjaan ini bisa dikerjakan dari rumah oleh salah seorang responden kami yang fasih menggunakan Microsoft Power Point dan juga berbagai software manipulasi visual lainnya.

Seorang responden lain mengerjakan proyek-proyek animasi dan menggambar desain untuk klien Eropa. Skill yang ia miliki adalah kemampuan menggambar dan menggunakan piranti lunak menggambar di komputer. Besaran proyek yang ia kerjakan dapat mencapai ribuan dolar yang ia kerjakan dalam jangka waktu beberapa bulan.

Para anak muda responden kami ini menawarkan jasanya di situs seperti 99design dan fiverr. Di situs fiverr anak muda bisa menawarkan berbagai jasa seperti desain, fotografi, sampai terjemahan. Awalnya mereka ikut berkompetisi menjajakan jasa.

Lambat laun, mereka mulai mempunyai klien tetap yang mempercayakan banyak gig dan memberi mereka pemasukan yang relatif tetap.

Merunut data yang disediakan oleh Boston Consulting Group (BCG), industri yang menyerap jasa dari para pekerja lepas ekonomi digital ini dapat dibagi menjadi sektor keterampilan (skill) tinggi dan sektor keterampilan rendah. Sektor keterampilan tinggi adalah sektor yang biasanya dapat dikerjakan dari rumah. Misalnya, penyediaan jasa membuat software, desain, dan lain-lain. Sementara sektor keterampilan rendah merujuk pada pekerjaan seperti berbagi kendaraan dan jasa pengantaran barang.

Sebagaimana kita sadari, sektor keterampilan rendah ikut terpukul dengan adanya pembatasan mobilitas sosial akhir-akhir ini. Berita baiknya, sektor keterampilan tinggi juga tidak kalah menyerap tenaga kerja dibandingkan dengan sektor keterampilan rendah. Sektor keterampilan tinggi menyerap sekitar 32% dari tenaga kerja di ekonomi digital.

Sumber: diolah dari Wallenstein et al (2019), The New Freelancers: Tapping Talent in the Gig Economy, Boston Consulting Group Henderson Institute.

Tantangannya bagi anak muda sekarang, tentu saja, adalah mendapatkan keahlian keterampilan tinggi seperti desain, coding, dan lain sebagainya agar dapat bekerja dari rumah saja. Yang menarik, keterampilan para responden kami ini tidak selalu didapatkan lewat pendidikan formal. Dua responden yang menjadi contoh di atas pendidikan formalnya adalah D3 Pariwisata dan sarjana sastra.

Lalu dari mana mereka mendapatkan skill menggunakan piranti lunak untuk menggambar dan membuat desain? Ternyata dari lingkungan pertemanan dan tersedianya piranti lunak gratis yang bertebaran di Internet maupun rental persewaan piranti lunak. Intinya, para responden kami yang bekerja di ekonomi digital ini sebagian besar otodidak.

Hemat saya, di sini letak keunggulan komparatif anak muda kita. Keterampilan menggunakan piranti lunak disain semacam Corell, Photoshop, Power Point dan sebagainya termasuk keterampilan mahal di negara-negara maju. Sebabnya tentu saja adalah modal awal, initial investment, bagi mereka yang ingin belajar software tersebut sudah cukup mahal karena diharuskan membeli atau berlangganan.

Namun, di Indonesia keterampilan ini relatif mudah dipelajari secara otodidak akibat bertebarannya tempat persewaan software murah meriah di seputaran dekade 2000an di Yogyakarta dan juga di kota-kota besar lainnya.

Kemampuan Bercita-Cita

Tentu saja sedikit cerita saya ini tidak akan dengan serta merta menyelesaikan masalah kaum muda yang sedang kesulitan pekerjaan. Namun, saya harap cerita ini bisa menumbuhkan cita-cita kaum muda. Menurut pengalaman seorang antropolog India yang meneliti kemiskinan di perkotaan, kemampuan untuk bercita-cita ini penting dalam usaha mengentaskan kemiskinan.

Pengalaman mendengarkan cerita positif tentang pekerjaan yang memberi penghasilan layak bisa melecut semangat anak muda. Istilah Bali-nya, jengah. Kalau anak muda tempat lain bisa, di Bali tentu juga bisa. Daftar cita-cita mereka pun bisa bertambah dan tidak terbatas hanya pada keinginan untuk bekerja di sektor formal industri jasa.

Idealnya selain bekerja di sektor formal industri jasa, para anak muda juga menjadi pekerja lepas di ekonomi digital. Dua pekerjaan ini sifatnya dapat saling melengkapi.

Kembali merujuk data dari laporan BCG di atas, sebagian besar pekerja di industri digital ini mempunyai pekerjaan utama lainnya. Untuk kasus Indonesia, hanya 3 persen dari responden survei yang menyatakan bahwa bekerja di ekonomi digital ini adalah pekerjaan utama. Sebagian besar, sekitar 23 persen, menyatakan bahwa ini adalah pekerjaan sambilan.

Menariknya, walaupun ia bukan pekerjaan utama, justru pekerjaan sambilan di gig economy ini memberi lebih banyak pemasukan bagi para responden. Fenomena ini terjadi di ekonomi negara-negara seperti China, India, Brazil, dan juga, Indonesia.

Ke depan, semoga anak muda Bali makin banyak yang mencari nafkah di arena ekonomi digital atau gig economy ini. Segera setelah pandemi ini berlalu. Semoga! [b]

Belanja Pangan secara Daring. Berikut Pilihannya.

Perlu belanja pangan dari rumah? Santai saja.

Ketika terpaksa lebih banyak di rumah untuk menghindari pandemi COVID-19, kita tetap memerlukan pasokan pangan sehari-hari. Untunglah teknologi memungkinkan kita untuk memesan aneka pangan itu bermodal jari jemari. Berikut sebagian pilihan untuk belanja pangan sebagaimana dikumpulkan oleh Diana Pramesti di akun Twitternya.

5 Jam Bikin Pitch Deck Gunakan Metodologi Smart Business Map (SBM) di #TechToImpact Denpasar 2020

Proposal Pitch Deck saya akhirnya masuk finalis urutan 9 dari 14 besar di kompetisi pitching startup bisnis #TectToImpact Denpasar yang diselenggarakan oleh UK Indonesia Tech Hub. Nggak nyangka sih mengingat kompetisi ini baru pertama kalinya saya ikuti.

Saya terima info acara #TechToImpact pada hari Jum’at, 21 Februari 2020 pukul 10.17 WITA melalui WA grup Bali Blogger Community yang disebarkan oleh Bli Dek Didi. Thanks ya Bli!

Tech to impact Denpasar 2020

Link yang diberikan Bli Dek Didi landing di eventbrite berisi informasi acara di hari pertama pada Senin, 24 Februari 2020 bertema “TECHTOIMPACT – Tech to Empower Women and Underrepresented Group.”

Ah ini mah untuk wanita,” batin saya.

Jadi under estimate saya. Namun saya masih ingin tahu lagi. Halaman itu saya scroll sampai bawah dan menemukan agenda-agenda untuk hari berikutnya. Setelah saya telusuri bermenit-menit ternyata #TechToImpact ini rangkaian acara dari hari Senin sampai Jum’at.

Wow! Sebuah serial seminar/workshop aja paling banter 3 hari. Ini sampai 5 hari! Gratis dari pagi sampai sore, dapat lunch dan venue nya di hotel bintang 5! Maya Sanur Resort & Spa.

Buset siapa sih penyelenggaranya? Ternyata United Kingdom (UK) Embassy nok! Kedutaan Besar Inggris.

Bagian Paling Menarik

Hasil penelusuran eventbrite itu yang paling menarik bagi saya adalah hari ke 5, tema nya adalah: “Pitch Your Product and Idea on UK-ID Tech Hub Pitch Competition” berhadiah trip to UK!

Hari ke 5 itu begini bilang nya:

CALLING FOR STARTUPS!

Apakah kamu sedang membangun startup yang akan menciptakan impact? Apakah kamu ingin membangun network dengan VCs, pergi ke UK dan berkenalan dengan startup-startup unicorn disana?

UK-ID Tech Hub mengundang kamu para founder startup untuk mengikuti TECH TO IMPACT Pitch Competition – Denpasar Chapter.

Kriterianya adalah sebagai berikut:

1. Pendaftar adalah founder/co-founders maksimal 2 orang
2. Merupakan Digital Startup atau Tech Enabled Startup
3. Memiliki Minimum Viable Product

Key Dates:
20 Jan – 21 Feb : Pitch Deck Submission
24-25 Feb : Pitch Deck Selection
26-27 Feb : TECH TO IMPACT Startup Days (Wajib diikuti seluruh peserta pitch competition) dan Top 10 Announcement
28 Feb : Grand Final TECH TO IMPACT Pitching Day

10 startup terpilih akan melakukan pitching di hadapan VC, dan menangkan trip ke UK untuk 2 orang utk 1 startup terpilih.

Wooow menarik! Saya Alhamdulillah bisa masuk kategori Tech Enabled Startup (untuk BOC Indonesia) ataupun memaksakan diri masih Digital Startup (untuk DONGKRAK Academy). Coba ah masukkan DONGKRAK!

Tech To Impact Denpasar 2020

Ngebut 5 Jam Bikin Pitch Deck

Saya belum pernah ikutan presentasi kompetisi pitching bisnis. Namun saya pernah lakukan elevator pitch (presentasi cepat selama 2 menit) ke Walikota Denpasar Bapak Rai Mantra dalam rangka meminta audiensi untuk acara Pesta Wirausaha Bali 2016. Akhirnya berhasil!

Presentasi pitching pada umumnya harus singkat, padat dan jelas. Waktu yang diberikan pasti mepet, antara 2 – 5 menit. Maka saya harus buat presentasi Pitch Deck yang sekiranya to the point dan mampu menjelaskan keseluruhan rangkaian bisnis saya.

Aha! Teringat metodologi Smart Business Map (SBM) yang mampu menjelaskan keseluruhan proses bisnis dengan 12 pertanyaan, yaitu:

1. What is the problem?
2. Who has the problem?
3. What is the solution?
4. How big is the market?
5. What factors will impact the business?
6. Why do people choose you?
7. How do you sell your product?
8. How do you keep your customer?
9. How can you increase your revenue?
10. How can you manage your cost?
11. What is your core resourses?
12. How do you develop you team?

Langsung saya buat presentasi Pitch Deck versi saya sendiri dengan masing-masing slide berjudul pertanyaan dari SBM tersebut IN ENGLISH! Namun, tidak semua pertanyaan itu saya jelaskan di presentasi. Kenapa?

Saya multitasking ketika di kantor. Berbagi konsentrasi koordinasi dengan team, persiapan migrasi server USA dan kena sholat Jum’at. Template design presentasi saya delegasikan ke anak buah kantor. Thankyou Surya! Efektifnya pukul 14.00 WITA saya mulai kerjakan presentasi Pitch Deck.

Ketika slide presentasi berhasil terbuat jelaskan poin 1 sampai 4, saya kena rasa pesimistis bisa selesaikan itu semua karena waktu sudah menjelang maghrib. Sedangkan Pitch Deck harus disetor hari itu juga 21 Februari 2020. Entah sampai jam berapa namun saya bertarung dalam hati dengan kebosanan hehehe.

Akhirnya bisa melawan rasa itu dan melanjutkan slide presentasi jelaskan poin 7, 11 dan 12 saja. Selesai buat Pitch Deck pukul 19.20 WITA dan submit ke panitia #TechToImpact. 5 jam euy! Fyuh.

Pitch Deck

Masuk Finalis dan Nervous Pitching!

Dari 5 hari acara, peserta pitching competition diwajibkan ikut pada hari ke 3, 4, dan 5. Ya saya ikutan acara itu mulai hari rabu, kamis, dan pitch day hari jum’at nya.

Hari ke 4, kamis, tiba-tiba saya di WA oleh panitia #TechToImpact. Berikut screenshot nya. Ya Allah, Alhamdulillah jadi nominator. Mulailah deg-deg’an hati ini hehehe. Lha surprise nok!

Pemberitahuan Finalis Tech To Impact Pitching

Sore harinya, panitia umumkan para finalis Pitching Competition itu. Awalnya panitia hanya pilih 10 besar finalis/nominator namun direvisi jadi 14. DONGKRAK Digital Academy saya urutan ke 9.

Panitia meminta finalis presentasi cuma 3 menit saja didepan juri dan peserta #TechToImpact. Waadaw! Kemudian ditambah 3 menit tanya jawab oleh dewan juri. Masing-masing finalis dapat jatah 6 menit.

Panitia mempersilahkan presentasi menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. “Tapi sebaiknya kalian sih berbahasa Inggris yaaa, kan mau ke UK,” tantang panitia.

Hmmm … dalam hati saya bilang, “Baiklah! Saya push diri saya untuk presentasi gunakan bahasa Inggris!” Benar-benar maksain diri omong English!

Tech to impact Denpasar 2020

Malam harinya saya latihan presentasi gunakan bahasa Inggris. Ternyata 8 menit jelasin 14 slide. Ulang lagi, dapat 6 menit. Ulang lagi dapat 7 menit. Hahaha. Desperate! Ulang lagi balik ke 6 menit. Ulang lagi dapat 5 menit. Ulang lagi akhirnya 4 menit. Disitulah otak saya merasa capek. Pules zzz…zzz..zzz. Pasrah.

Well, pas tiba saat nya presentasi, beneran akhirnya nggak nutut. Nggak selesai presentasi saya. Langsung pointer saya cepatkan ke slide terakhir dimana ada gambar saya dan para team hehehe. Biar manis ending nya, batin saya.

Believe it or not, saya punya jam terbang untuk pembicara isi seminar dan workshop. Namun ternyata itu tidak cukup pada pitching ini. Saya merasakan getaran suara dalam my speaking english. Yak elah nervous! hahahaha.

Saya coba menghibur diri, setengah afirmasi, “Hendra, ini pertama kalinya kamu ikutan kompetisi pitching bisnis. Trus kamu gunakan bahasa Inggris untuk pertama kalinya lho. Tadi itu lancar kok kamu sampaikan poin-poin nya. Trus bisa jawab pertanyaan dan sanggahan para juri. In English juga lho Hen.” Yey ternyata bisa presentasi in English! Alhamdulillah Ya Allah.

Hehehehe. Sebelum pitching saya minta tolong finalis ke 11, Mbok Mirah (Childminder.id) untuk men-videokan lengkap proses pitching sesi saya. Langsung saya buat video pake aplikasi Quik dan unggah ke Youtube dan share ke grup WA keluarga dimana ada istri dan ketiga anak saya disana.

Saya ingin memberikan inspirasi dan motivasi kepada anak-anak saya. Itu poin nya. Kemudian share ke grup WA team BOC, sahabat di Pesantren Digital Indonesia, saudara-saudara saya, dan Pak Eko mentor saya. Kemudian tak lupa di FB, IG, LinkedIn dan Twitter saya sebagai update status hehehe. Biar eksis. Tak lupa malam nya saya ikatkan dalam tulisan. Ya sekarang ini dah.

Berikut adalah 14 finalis Pitching Competition #TechToImpact Denpasar:

1. Nihao intrepreter
2. Elmo
3. Omni hotelier
4. Refilio
5. Rosalie cheese
6. Hestibell
7. Emiten.com
8. Eco print bali fine art
9. Dongkrak digital academy
10. Digipin
11. Childminder.id
12. Bali Recycle up
13. Rumah Dengar
14. Preparenting.id

Finalis Tech To Impact Pitching Denpasar

Selamat kepada Omni Hotelier dan Childminder.id sebagai pemenang nya! Terima kasih #TechToImpact telah beri kesempatan saya untuk isi perjalanan hidup dengan hal-hal yang penuh makna. Tech To Impact! JEG MANTUL!

NB:

Sejatinya ada metodologi resmi bikin Pitch Deck yang sesuai arahan para mentor dan investor Startup. Saya jadi tahu setelah ikutan acara #TechToImpact ini. Ternyata mirip-mirip dengan metodologi SBM. Tapi, metodologi SBM sendiri sebenarnya juga bisa dipakai tools untuk presentasi ke investor.

Oh iya, ada yang mau ikutan workshop Smart Business Map (SBM) di Denpasar? 28 – 29 Maret lho acaranya. Daftarnya di website SBMPro.id. Workshop SBM di Bali pernah terselenggara tahun 2015, 2017, dan 2018. Ikut yuk.

SBM Workshop Denpasar 2020

Apa itu Tech To Impact?

#TechToImpact adalah program kerjasama ciptakan ekosistem digital antara Inggris dan Indonesia dengan mengoganisir kegiatan peningkatan kapasitas diri (capacity building) dan pembelajaran bersama/kolaborasi (peer to peer learning) dalam bidang dunia digital diantara kedua bangsa. Itu yang coba saya terjemahkan dari website nya.

Menurut Ketua Divisi Ekonomi dan Digital Kedutaan Inggris untuk Indonesia, Ginny Ferson, negara Inggris diyakini bisa jadi mitra strategis bagi Indonesia untuk pengembangan ekosistem ekonomi digital dan teknologi untuk bisnis. Hal itu tersampaikan ketika membuka program Teach to Impact dengan tema “Inovation, Inclussion, and Collaboration” di Denpasar kemarin (24 Februari 2020).

Program Tech To Impact ini terselenggara di Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Bandung selama tahun 2020 ini.

Masih menurut Ginny mengatakan, Inggris adalah pusat teknologi terbesar di Eropa. Saat ini Inggris menjadi rumah yang nyaman bagi 600 ribu perusahan rintisan di bidang teknologi dengan 70 unicorn yang sudah berkembang pesat. Inggris sudah merasakan manfaat adanya perkembangan perusahaan berbasis digital. Saatnya sekarang menularkan kekuatan ekonomi digital sebagai bagian dari “Visi dan Misi” Presiden Jokowi, yaitu untuk mengembangkan sumber daya manusia.

Untuk mendukung agenda kerja Presiden Jokowi, Kedutaan Besar Inggris melalui UK – Indonesia Tech Hub menyelenggarakan seminar digital “Tech to Impact: Inclusion, Improvement and Collaboration” di Indonesia.

Tech To Impact bertujuan mendorong wirausaha digital, terutama kelompok yang terabaikan seperti komunitas penyandang disabilitas, perempuan dan mereka yang tertarik untuk mengembangkan bisnis digital namun terbentur keterbatasan dana atau kemampuan untuk mengembangkan produk rintisan yang layak.

Mengintip Spesifikasi Dari iPhone 11

Apple merupakan perusahaan teknologi multinasional yang berpusat di Cupertino, California, yang merancang, mengembangkan, dan menjual barang elektronik konsumen, perangkat lunak komputer, dan layanan daring. Dan perangkat keras yang yang diproduksi oleh Apple salah satunya adalah iPhone. Dimana, iPhone ini merupakan perpaduan telepon pintar/smartphone berjaringan internet dengan iPod. Dalam hal ini, memang Apple selalu melakukan inovasi dalam memproduksi iPhone-nya sehingga terciptalah iPhone dengan kualitas tinggi, seperti yang sudah dirilis pada tahun ini, yakni iPhone 11, iPhone 11 Pro, dan iPhone 11 Pro Max.

Apple secara resmi meluncurkan iPhone 11, iPhone 11 Pro, dan iPhone 11 Pro Max dalam acara Apple Special Event yang digelar di Auditorium Steve jobs, Apple Park, Cupertino, California pada September 2019 yang lalu. Lalu kapan iPhone 11, iPhone 11Pro, dan iPhone 11 Pro Max ini dipasarkan di Indonesia?

Dalam hal ini, anak usaha Erajaya Group, PT Teletama Artha Mandiri (TAM) memastikan bahwa keluarga iPhone 11 terbaru itu akan mulai tersedia pada 6 Desember mendatang di seluruh gerai Erajaya di Indonesia. Dimana, ponsel premium buatan Apple ini akan dibandrol dengan harga paling murah Rp 13 juta hingga di atas Rp 20 juta.

Menurut Djatmiko Wardoyo, Director Marketing Communication Erajaya Group, selama masa peluncuran lini iPhone 11 yang berlangsung pada tanggal 6-8 Desember mendatang, konsumen akan mendapatkan promo tertentu. Mulai dari gratis 2x cicilan dari Bank Mandiri, BNI, BCA, BRI, Citibank, CIMB Niaga, Permata Bank, dan HSBC. Bukan hanya itu, ada juga gratis keanggotaan Tecprotec untuk perlindungan dan perbaikan iPhone selama 12 bulan. Bahkan menurut Djatmiko juga mengatakan bahwa akan ada potongan harga untuk aksesoris berupa AirPods generasi kedua. Dimana, potongan harga tersebut mencapi nominal 50%.

“Konsumen juga bisa mendapatkan keuntungan tambahan berupa benefit membership Eraclub senilai Rp 350.000 jika melakukan registrasi iPhone 11 dan iPhone 11 Pro lewat halaman eraclub.id, imbuh Djatmiko.

Berikut harga iPhone 11, 11 Pro, dan 11 Pro Max di gerai – gerai Erajaya :

iPhone 11 sendiri dibandrol dengan harga paling murah Rp 13 juta, iPhone 11 Pro dijual dengan harga Rp 18,5 juta, sedangkan iPhone 11 Pro Max dijual dengan harga Rp 20 juta.

Menurut Djatmiko, promo di atas berlaku di jaringan outlet Erajaya Group (Erafone, Urban Republic, dan iBox).

iPhone 11 hadir dengan layar 6,1 inch liquid Retina Display, iPhone 11 Pro hadir dengan ukuran layar 5,8 inch, sedangkan iPhone 11 Pro Max lebih luas yakni 6,5 inch. Keduanya menggunakan Super Retina Display (OLED).

Lalu pada bagian belakang iPhone 11 telah dipasang kamera ganda. Kamera pertama 12MP wide angle dengan aperture f/1.8, sedangkan kamera keduanya 12MP dengan aperture f/2.4. Selain itu, Apple juga telah melengkapinya dengan flash yang diklaim 36% lebih terang.

Sedangkan di iPhone 11 Pro dan 11 Pro Max mengusung tiga kamera yang disematkan di bagian belakang bodi. Kamera utamanya 12MP (wide angle) dengan aperture f/1.8, kemudian ada kamera ultra wide angle 120 derajat berukuran 12MP dengan aperture f/2.4, dan telephoto 12MP dengan aperture f/2.0.

Bukan hanya itu, Apple juga telah memperkenalkan fitur Deep Fussion yang menggunakan machine learning untuk mengambil foto di kondisi low light dengan detail terjaga. Sedangkan untuk kamera selfienya berukuran 12MP dan bisa digunakan untuk merekam video 4K 60fps.

Mungkin itu saja artikel kali ini tentang keluarga iPhone 11 terbaru, semoga ada guna dan manfaatnya bagi anda semua.

 

The post Mengintip Spesifikasi Dari iPhone 11 appeared first on Devari.