Tag Archives: tabanan

Dari Desa Membumikan Nilai-nilai Pancasila

Mengajak anak lebih dekat dengan alam di Pasraman Sahabat Serase Tegal Budaya Nang Oman

Memaknai nilai-nilai Pancasila tidak sekadar seremonial belaka.

Sebagai anak bangsa sudah menjadi keharusan kita mengetahui, mengerti, dan mengamalkannya secara bijak dan kontekstual. Sebagaimana cita-cita founding father negeri ini yang menggali dan merumuskan semangatnya: ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.

Pancasila adalah kristalisasi nilai-nilai tradisi masyarakat Nusantara yang notabene adalah inti peradaban Nusantara. Rumusan filosofis-ideologisnya bertolak dari cara hidup bangsa Indonesia untuk menghadapi masa depannya.

Sumber daya ataupun bentang alam negeri ini berlimpah dan subur. Panorama alamnya yang indah dengan beragam suku, adat, agama, dan kebudayaan. Penduduknya terkenal ramah. Oleh karena itulah sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu sadar, up-to-date berpikir ke depan memaknai nilai -nilai spirit Pancasila dengan membangun jati diri dalam kehidupan berbasis kompetensi dalam berbagai segi kehidupan dan profesi.

Sebagai pejabat pemerintahan, pegawai negeri, swasta, pegiat sosial, pendidik, pelajar, mahasiswa, pedagang, petani, maupun nelayan. Untuk membangun dan menjadikan negeri dan bangsa ini bermartabat, berdaulat, berdikari dan berkepribadian, sehingga slogan Bhinneka Tunggal Ika dan masyarakat adil makmur selalu terjaga dan menjadi nyata.

Pasraman Sahabat Serase Tegal Budaya Nang Oman di Desa Pakraman Serason, Desa Pitra, Kecamatan Penebel, Tabanan mencoba memaknai dan mengimplementasikannya dengan kegiatan-kegiatan biasa dan sederhana. Pesertanya adalah lintas generasi dengan konsep pemuliaan Bumi, air, sumber daya alam, serta sumber daya manusia berbasis kearifan budaya local dan Tri Hita Karana.

Anak-anak belajar menari di Pasraman Sahabat Serase Tegal Budaya Nang Oman

Beragam Kegiatan

Adapun kegiatan yang direncanakan dan telah dilakukan berupa pemahaman dan pelaksanaan adat, peduli lingkungan, serta kegiatan sosial ekonomi,

Di bidang pemahaman dan pelaksanaan adat serta dan kebudayaan yang berlandaskan agama Hindu antara lain berupa tatwa dan etika Upacara Agama dan sarana Upakara serta cara pelaksanaannya dan nyastra, belajar seni tari, seni tabuh, gegitan, pasang aksara Bali.

Untuk menumbuhkan kepedulian pada lingkungan dan hidup sehat, kegiatannya antara lain belajar teknis pengelolaan sampah dan konsep Bank Sampah. Ada pula penanaman pohon langka, upakara, obat, dan konsumsi sebagai bentuk investasi air di perut bumi.

Di sini juga ada pelajaran pembuatan pupuk organik dengan bahan dan olah lokal, dan belajar bertani organik.

Di bidang keterampilan, kegiatan ekonomi, dan sosial, Pasraman Sahabat Serase juga mengajarkan organisasi kelompok/sekaha yang berkaitan dengan kegiatan bertani, beternak, perikanan, dan koperasi.

Ada pula pelajaran tentang pengelolaan dan pengolahan produk pertanian untuk petani, budi pekerti, publikasi, pasar dan pemasaran. Para siswa juga belajar berorganisasi dan keterampilan IPTek, menggambar dan mewarnai untuk anak-anak; dan memasak dan membuat jajan dengan bahan olah local yang sehat dan bergizi.

Secara rutin, kami juga melaksanakan kegiatan memperingati dan memaknai hari suci keagamaan, dan hari-hari besar nasional.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pola pikir dan sikap mental selalu membangun kecerdasan emosional, intelektual, spiritual, dan berbudaya. Kami juga ingin menumbuhkan keimanan, ketaqwaan, budaya melayani, kebersamaan, toleran, dan saling menghormati.

Untuk itulah di Pasraman Sahabat Serase Tegal Budaya Nang Oman diadakan penghormatan perayaan hari-hari besar nasional, untuk selalu mengingatkan dan penyegaran terhadap nilai-nilai spirit dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kegiatan dimulai dari membersihkan lingkungan, lomba baca puisi kepahlawanan, lomba pidato kepahlawanan, lomba ngulat ketipat dan klatkat, penanaman pohon upakara, menebar bibit ikan di saluran air subak dan ajakan gemar memelihara dan makan ikan, lomba menangkap belut.

Puncak acara upacara bendera peringatan hari Kesaktian Pancasila di area tegalan dan diakhiri dengan menikmati hidangan ringan hasil olahan dari bahan setempat. Menunya nasi organik Umawali dari Subak Ganggangan, Br Pagi, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Nasi organik dilengkapi jukut don jelengot, nangka muda dan daun ketela pohon, kripik lindung(belut), sambel gedeblag. Sederhana tetapi nikmatnya maknyuuss. [b]

The post Dari Desa Membumikan Nilai-nilai Pancasila appeared first on BaleBengong.

Bercumbu Dengan Air Terjun di Tabanan

Tabanan tidak selalu bicara Tanah Lot, Jatiluwih atau Kebun Raya Bedugul. Banyak potensi yang ternyata masih belum dikembangkan secara maksimal termasuk air terjun berikut ini. Lokasi air terjun ini memang berada di lahan pribadi namun oleh pemilik lahan air terjun ini belumlah dimaksimalkan, beruntung sekali tim Kabarportap dan Allabout Bali berkesempatan menengok air terjun yang […]

The post Bercumbu Dengan Air Terjun di Tabanan appeared first on kabarportal.

UNIK!! Panen Padi Dengan Anggapan

Penulis tidak sengaja melewati wilayah Wangaya yang masuk ke wilayah kabupaten Tabanan. Dijuluki “Lumbung Padi”, kabupaten ini memiliki keunikan sendiri dalam proses panennya. Meski jaman sudah cukup maju dan modern, petani di wilayah ini masih memakai cara tradisional dalam memanen padi. Bagaimana dan apa nama alatnya, yuk simak melalui video berikut ini dan jangan lupa […]

The post UNIK!! Panen Padi Dengan Anggapan appeared first on kabarportal.

Keindahan Munduk Temu, Dari Sunset hingga Sunrise

Perjalanan kali ini tim Kabarportal x Allabout Bali ditemani bareng Yudi Darmawan menyusuri wiilayah Tabanan yang indah dan selalu membuat rindu untuk kembali mengunjunginya…… Selengkapnya tonton keseruannya video dibawah ini ya, ingat untuk dukung kami dengan cara menyebarkan link artikel atau video youtubenya. Satu lagi, ingat untuk SUBSCRIBE chanel youtubenya ya….

The post Keindahan Munduk Temu, Dari Sunset hingga Sunrise appeared first on kabarportal.

Inilah Sejumlah Mitos tentang Tanah Lot

Tanah Lot menjadi salah satu tempat wisata populer di Bali. Foto Komang Putrayasa (Flickr).

Apakah kalian pernah mengunjungi Pura Tanah Lot?

Rasanya kurang lengkap kalau ke Bali tidak mampir ke tempat ini. Pura Tanah Lot merupakan tempa persembahyangan bagi umat Hindu Bali. Di tempat ini ada dua pura. Satu di atas bongkahan batu dan yang satu berada di atas tebing di pinggir pantai.

Tanah Lot merupakan tempat wisata eksotis dengan pemandangan laut dan keindahan matahari tenggelamnya. Namun, pernahkah kalian mendengar mitos tentang tempat tersebut?

Ada beberapa mitos tersebar di kalangan masyarakat sekitar. Nah, kali ini kita akan membahas beberapa mitos tersebut, tetapi sebelumnya mari kita lihat sejarah tempat ini.

Sejarah Pura Tanah lot

Menurut legenda, dikisahkan pada abad ke -15, Bhagawan Dang Hyang Nirartha atau dikenal dengan nama Dang Hyang Dwijendra melakukan misi penyebaran agama Hindu dari Jawa ke Bali.

Yang berkuasa di pulau Bali pada saat itu ialah Raja Dalem Waturenggong. Beliau menyambut baik dengan kedatangan dari Dang Hyang Nirartha dalam menjalankan misinya. Penyebaran agama Hindu pun berhasil sampai ke pelosok-pelosok desa di Pulau Bali.

Dikisahkan, Dang Hyang Nirartha melihat sinar suci dari arah laut selatan Bali. Maka Dang Hyang Nirartha mencari lokasi sinar tersebut. Tibalah beliau di sebuah pantai di Desa Beraban Tabanan.

Pada masa itu Desa Beraban dipimpin oleh Bendesa Beraban Sakti, yang sangat menentang ajaran dari Dang Hyang Nirartha dalam menyebarkan agama Hindu. Bendesa Beraban Sakti menganut aliran monotheisme.

Lalu Dang Hyang Nirartha melakukan meditasi di atas batu karang yang menyerupai bentuk burung beo. Saat itu batu karang tersebut berada di daratan.

Dengan berbagai cara Bendesa Beraban Berusaha mengusir Dang Hyang Nirartha dari tempat meditasinya.

Berdasarkan legenda, Dang Hyang Nirartha memindahkan batu karang (tempat bermeditasinya) ke tengah pantai dengan kekuatan spiritual. Batu karang tersebut diberi nama Tanah Lot yang artinya batukarang di tengah lautan.

Setelah peristiwa itu Bendesa Beraban Sakti kemudian mengakui kesaktian Dang Hyang Nirartha. Dia pun menjadi pengikutnya untuk memeluk agama Hindu bersama dengan seluruh penduduk setempat.

Sebelum meninggalkan Desa Beraban, Dang Hyang Nirartha memberikan sebuah keris kepada bendesa Beraban. Keris tersebut memiliki kekuatan untuk menghilangkan segala penyakit yang menyerang tanaman.

Keris tersebut disimpan di Puri Kediri dan dibuatkan upacara keagamaan di Pura Tanah Lot setiap enam bulan sekali.

Semenjak upacara tersebut rutin dilakukan penduduk Desa Beraban, kesejahteraan penduduk pun meningkat dengan pesat. Hasil panen pertanian melimpah dan mereka hidup dengan saling menghormati.

Adanya Tanah Lot sebagai tempat wisata populer di Bali saat ini turut meningkatkan kesejahteraan warga Desa Beraban. Namun, hati-hati. Tanah Lot juga memiliki sejumlah mitos.

Apa saja itu?

1. Membawa pasangan akan membuat hubungan cepat berakhir.

Konon, kalau kita membawa pasangan ke Tanah Lot, hubungan cepat berakhir. Menurut saya mitos ini rasanya kurang tepat karena banyak pasangan yang datang ke tempat ini mengaku hubungan mereka baik-baik saja.

Bahkan teman saya yang sering pergi melakukan persembahyangan ke sana dengan pacarnya baik-baik saja. Mungkin mitos ini berkembang untuk menjaga kesucian agar tempat itu tidak digunakan untuk hal yang negatif.

2. Ular Suci Penjaga pura Tanah Lot

Selain itu ada juga mitos tentang ular suci penjaga pura. Ular yang berada di tempat ini berjenis ular laut yang bisanya sangat mematikan.

Kenyataannya, ular di sana sangat jinak. Malah, konon katanya ular yang berada di dalam sebuah goa ini bisa mengabulkan permintaan sekaligus sebagai penjaga pura tersebut.

Tempat ular ini biasanya dijaga pawangnya. Kita dikenakan biaya untuk bisa memegang dan berfoto dengannya.

3. Air suci yang membuat awet muda

Mitos lain yang dipercaya masyarakat adalah air di Tanah Lot bisa membuat orang awet muda. Banyak pengunjung datang untuk membuktikan mitos itu sendiri, tetapi belum ada penelitian tentang kebenaran air suci ini.

Nah, itulah tadi mitos yang melekat pada Pura Tanah Lot. Untuk kalian yang ingin liburan di Bali jangan lupa mampir ke obyek wisata ini. [b]

The post Inilah Sejumlah Mitos tentang Tanah Lot appeared first on BaleBengong.