Tag Archives: susu

Bramasta Disapih

Proses sapih (berhenti menyusu) Bramasta ternyata sangat jauh lebih mudah dari yang saya bayangkan. Saya teringat dulu waktu proses sapih kakaknya, Nindi, cukup sulit dan bahkan sempat gagal.

Waktu Nindi dulu, pertama kali mencoba, malam sebelum tidur Nindi nangis dan ngamuk minta susu ibunya. Kami sebenarnya sudah berusaha tenang dan siap, kami bahkan sudah mengisi dan mengoleskan daun samiroto di susu ibunya, lalu Nindi mencobanya dan tentu rasanya sangat pahit, gara-gara itu juga dia semakin menangis dan ngamuk. Yang pertama menyerah adalah nininya, ibu saya, karena tidak tega melihat cucunya menangis dan sedih. Malam itupun kami gagal dan istri saya membersihkan susunya dengan sabun untuk menghilangkan rasa pahit, lalu Nindi kembali menyusu.

Beberapa hari kemudian, kami memutuskan untuk menginap di rumah mertua dan fokus pada proses sapih Nindi. Nindi tentu nangis lagi, tapi kami lebih tenang dan mencoba memberinya air minum. Dengan sabar akhirnya malam itu Nindi berhasil kami tidurkan tanpa susu dan berlanjut di hari-hari selanjutnya.

Nah, berdasarkan pengalaman itu, kami membayangkan proses sapih Bramasta akan jauh lebih sulit, mengingat karakternya yang jauh lebih keras dari kakaknya. Bramasta kalau minta sesuatu dan tidak dia dapatkan, dia biasanya cenderung berontak dan teriak. Agak khawatir membayangkan bagaimana dia akan ngamuk kalau disapih. Tapi ternyata prosesnya cukup mudah, bahkan jauh lebih mudah dibanding kakaknya Nindi dulu.

Hari pertama kami coba menghentikan Bramasta menyusu ternyata langsung berhasil, dia hanya terlihat sedikit sedih saja, tapi langsung bisa tidur Begitu pula di hari-hari selanjutnya. Kami sempat tidak percaya kok bisa semudah itu. Ah, ternyata setiap anak memang sangat unik.

*btw, ini sebenarnya draft tulisan yang hampir setahun lalu, saat Bramasta berumur sekitar 2 tahun saat dia baru disapih.

Baca Juga:

Makanan Kaya Protein Membantu Menguatkan Otot

protein makanan

Sebuah studi yang dilakukan di Universitas Massachusetts, Amerika Serikat menyimpulkan, makanan kaya protein baik protein hewani maupun nabati, dapat membantu otot tetap besar dan kuat seiring dengan bertambahnya usia.

Lebih lanjut disebutkan, orang yang rajin mengonsumsi makanan berprotein tinggi memiliki massa otot quadriceps yang lebih besar dan tentu saja lebih kuat.

Protein hewani banyak terkandung dalam makanan seperti daging, ikan, unggas, telur dan susu sedangkan protein nabati banyak terdapat pada sayuran, biji bijian dan kacang kacangan. Konsumsi protein yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 0,8 gram protein per kilogram berat badan per hari. Misalnya orang dewasa dengan berat badan 70 kg, maka asupan protein per hari yang dianjurkan adalah sekitar 56 gram.

Protein memang dikenal dapat mempertahankan kepadatan tulang, kekuatan dan massa otot, tapi sampai saat ini masih belum jelas hubungannya dengan jenis makanan yang menjadi sumber protein. Misalnya, apakah orang yang mengonsumsi protein hewani akan mendapatkan manfaat yang sama dengan orang yang mengonsumsi protein nabati. Hubungan ini yang masih belum jelas.

Baca juga: Bisakah Alergi Ikan Disembuhkan?

Penelitian ini menggunakan data sampel sebanyak 2.986 pria dan wanita, yang berusia antara 19 sampai 72 tahun, yang kemudian ditanyakan tentang makanan yang mereka konsumsi dalam kurun waktu tahun 2002 sampai 2005.

Secara keseluruhan, sekitar 82% dari sampel mengonsumsi jumlah protein seperti yang dianjurkan. Protein yang mereka makan bersumber dari makanan cepat saji, susu, ikan, daging merah, ayam, susu rendah lemak dan kacang kacangan.

Peneliti selanjutnya menghubungkan antara konsumsi protein dengan massa dan kekuaran otot serta kepadatan tulang.

Studi ini dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition

3 Jenis Alergi Pada Anak yang Paling Sering Dijumpai

Membahas mengenai alergi pada anak-anak ternyata jenis alergi ini tidak sedikit dan biasanya mudah dijumpai pada bayi dan anak-anak. Alergi muncul karena penyebab atau allergen yang berbeda-beda pada setiap anak, selain anak alergi juga bisa menyerang orang dewasa. Proses alergi terjadi karena kekebalan tubuh melakukan perlawanan berlebihan pada zat tidak berbahaya yang masuk ke tubuh. […]

5 Kunci Kebiasaan Makan Yang Sehat

Kebiasaan makan kebanyakan dibentuk saat masa kanak kanak. Namun bukan berarti saat dewasa kita tidak bisa mengubah kebiasaan makan dari kebiasaan makan yang buruk ke kebiasaan makan yang lebih sehat. Mengubah pola dan kebiasaan makan ke arah yang lebih sehat