Tag Archives: stress

Minuman Berenergi Itu Buruk Loh, Ini Alasannya

Minuman berenergi adalah salah satu minuman yang menjadi favorit kalangan muda. Menurut data di Amerika Serikat, mereka yang suka mengonsumsi minuman berenergi adalah mereka yang berusia antara 18 sampai 34 tahun. Bahkan satu dari tiga orang remaja yang berusia antara 12 sampai 17 tahun, mengonsumsi minuman berenergi secara rutin.

Baca juga: Makanan Minuman Olahahan Berisiko Menyebabkan Kanker

Maraknya konsumsi minuman berenergi salah satunya disebabkan oleh gencarnya promosi yang dilakukan oleh produsen minuman berenergi. Dalam promosinya, mengonsumsi minuman berenergi dikatakan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan fisik. Di iklanpun produsen minuman berenergi selalu mengasosiasikan peminum minuman berenergi sebagai laki laki yang kuat dan perkasa.

Sayangnya, gambaran minuman berenergi yang disampaikan dalam promosi hanya sebagian kecil dari dampak yang dirasakan oleh mereka yang gemar mengonsumsi minuman ini. Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Frontiers in Public Health, kegemaran mengonsumsi minuman berenergi ternyata memiliki pengaruh terhadap kesehatan mental seseorang.

Berdasarkan bukti bukti yang dikumpulkan dalam penelitian ini, para ahli menarik kesimpulan, konsumsi minuman berenergi secara rutin berhubungan dengan peningkatan risiko masalah mental seperti stress, kecemasan dan depresi. Hubungan antara minuman berenergi dengan kondisi mental seseorang kemungkinan dipengaruhi oleh kadar kafein dan gula yang terdapat dalam minuman berenergi. Sebagaimana diketahui, sebagian besar minuman berenergi yang beredar di pasaran mengandung air, gula, kafein dan beberapa jenis stimulan lainnya.

Ini bukan kali pertama para ahli mendapatkan hubungan antara minuman berenergi dengan peningkatan risiko masalah pada mental seseorang. Sebelumnya, para ahli dari Korea telah mempublikasikan penelitian dalam Nutrition Journal, yang menyimpulkan adanya hubungan antara konsumsi minuman berenergi dengan peningkaran risiko gangguan tidur, stress dan percobaan bunuh diri.

Mereka yang mengonsumsi minuman berenergi lebih sering mengeluh stress, depresi dan ketidakpuasan dalam kualitas tidur. Yang lebih menyeramkan lagi, konsumsi minuman berenergi sangat dekat hubungannya dengan keinginan bunuh diri. Risiko ini semakin meningkat pada mereka yang selain mengonsumsi minuman berenergi, juga mengonsumsi makanan cepat saji.

Baca juga: Hubungan Makanan dan Minuman Dengan Mengompol

Karena target promosi minuman berenergi adalah pada kalangan muda maka penelitian ini difokuskan mencari dampak konsumsi minuman berenergi pada anak anak, remaja dan orang dewasa muda. Karena otak manusia tidak berhenti tumbuh sampai usia 25 tahun maka kelompok usia muda ini sangat rentan mengalami masalah mental saat bahan bahan tertentu masuk tubuh yang memiliki dampak negatif terhadap otak.

7 Hal Yang Dapat Membuat Jantungmu Berhenti Berdetak

THeart295

Otot jantung adalah salah satu otot manusia yang paling sibuk. Otot jantung tidak pernah berhenti bekerja agar jantung tetap bisa memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Namun pada kondisi tertentu, otot otot jantung bisa berhenti berdetak untuk beberapa saat. Masalah jantung berhenti berdetak beberapa saat ini kebanyakan bukan sesuatu yang serius.

Meskipun kebanyakan bukan masalah serius, jantung yang sejenak berhenti berdetak perlu mendapatkan perhatian khusus terutama bila masalah tersebut kerap terjadi dan menimbulkan keluhan.

Dalam dunia medis, perubahan detak jantung ini disebut dengan istilah palpitasi jantung.

Berikut beberapa hal yang bisa menyebabkan jantung sejenak berhenti berdetak:

Alkohol

Minum minuman beralkohol dalam jumlah banyak dapat menyebabkan palpitasi jantung yang dikenal dengan istilah “holiday heart syndrome”. Namun pada orang yang kerap minum minuman beralkohol walau jumlahnya sedikit dapat meningkatkan risiko mengalami kelainan irama jantung.

Alkohol menyebabkan penurunan tekanan darah sehingga memaksa jantung untuk bekerja lebih keras. Alkohol juga mempengaruhi sistem saraf pusat yang berhubungan dengan konsistensi irama jantung.

Kafein

Minuman berenergi yang mengandung kadar kafein yang tinggi berhubungan dengan abnormalitas irama jantung dan peningkatan tekanan darah. Pada orang yang sensitif terhadap kafein, minum kopi dan teh bisa menyebabkan gangguan pada irama jantung.

Stress

Stress mempengaruhi detak jantung merupakan sesuatu yang lumrah. Hal ini bisa terjadi bahkan pada orang yang tidak menderita gangguan panik atau gangguan kecemasan. Merasakan jantung berdebar saat tegang merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap tantangan dari luar. Kondisi ini bisa kembali normal saat kita mencoba untuk menarik nafas dalam dan melatih relaksasi.

Asam lambung meningkat

Peningkatan asam lambung yang sampai mengiritasi kerongkongan dapat menyebabkan palpitasi jantung. Hal ini karena lokasi kerongkongan yang dapat mengiritasi lapisan jantung. Palpitasi jantung yang terjadi pada peningkatan asam lambung biasanya terjadi sehabis makan atau saat berbaring setelah makan.

Dehidrasi

Kurang minum atau dehidrasi menyebabkan tekanan darah turun dan gangguan keseimbangan elektrolit tubuh. Kondisi ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras dan bisa sejenak berhenti berdetak. Untungnya kondisi ini dapat dengan mudah dipulihkan yakni dengan segera minum air yang cukup.

Obat obatan dan suplemen

Orang yang mengonsumsi stimulan untuk menurunkan berat badan atau stimulan untuk ADHD/depresi kerap mengalami palpitasi jantung sebagai efek samping. Perokok juga kerap mengalami palpitasi jantung karena pengaruh nikotin yang memiliki efek stimulan juga.

Kekenyangan

Segala hal yang menyebabkan perut meregang – makan yang banyak atau makanan berlemak – dapat menyebabkan gejala pada jantung. Kekenyangan menyebabkan kebutuhan darah pada perut meningkat sehingga memaksa jantung bekerja lebih keras. Kondisi ini menyebabkan jantung berdetak lebih sering dan kadang sejenak berhenti berdetak.

Olahraga Saat Stress Berat Berisiko Serangan Jantung

Jika anda saat ini sedang marah atau stress berat sebaiknya anda mengurungkan niat untuk berolahraga sebab menurut studi terbaru, olahraga yang dilakukan saat stress berat atau saat marah dapat meningkatkan risiko serangan jantung sampai tiga kali lipat dalam sejam. Olahraga

7 Hal Yang Membuat Kamu Cepat Tua

Pernah lihat kakek kakek yang udah uzur tapi masih aktif berlari dan mengemudikan kendaraan? Mungkin usianya lebih tua dari penampakan badannya. Atau pernah lihat orang yang usianya masih muda tapi penampilannya udah nenek nenek, bahkan cepat merasa lelah saat diajak

Tips Menurunkan Risiko Sakit Jantung

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ungkapan ini juga berlaku untuk sakit jantung. Mengapa? Jawabannya simpel, beberapa kasus penyakit jantung itu sejatinya sangat mudah dicegah namun bila itu tidak dilakukan dan sampai terkena sakit jantung maka biaya pengobatannya sangat besar.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko sakit jantung

Stop merokok

Perokok memiliki risiko dua sampai 6 kali lebih tinggi menderita sakit jantung dibandingkan dengan non perokok. Berita baiknya, begitu kebiasaan merokok dihentikan maka saat itu pula risiko sakit jantung akan menurun. Jadi, semakin cepat berhenti merokok maka akan semakin rendah risiko sakit jantung.

Olahraga

Tidak ada kata terlambat untuk memulai berolahraga. Berjalan cepat 20 sampai 30 menit, disertai dengan angkat beban ringan, dua sampai tiga kali seminggu dapat menurunkan berat badan, menurunkan tekanan darah, gula darah dan kadar kolesterol yang merupakan faktor risiko sakit jantung.

Redakan stress

Meskipun belum ada bukti hubungan antara stress dengan sakit jantung, stress yang kronis dapat menyebabkan kelenjar adrenal memproduksi hormon adrenalin dalam jumlah besar, yang menyebabkan kenaikan tekanan darah, mempercepat detak jantung dan meningkatkan frekuensi nafas.

Stress juga meningkatkan kadar gula dalam darah.

Makan makanan sehat bergizi seimbang

Kesehatan individu sangat dipengaruhi oleh makanan dan minuman yang masuk perut. Hindari makanan yang tidak sehat seperti makanan yang tinggi kadar garam, tinggi kadar gula dan tinggi kadar lemak jenuh (transfat)-nya. Fokuslah pada makanan yang sehat seperti sayuran, buah buahan, kacang kacangan.

Jaga berat badan

Menjaga berat badan selalu dalam keadaan sehat dapat menurunkan risiko sakit jantung antara 35 sampai 45%.

Jaga kesehatan mental

Saat menderita depresi atau stress yang berat, segeralah berobat karena pengobatan yang cepat dapat menurunkan risiko serangan jantung. Kombinasikan dengan makanan yang sehat untuk menurunkan risiko depresi.

FacebookTwitterGoogle+Share