Tag Archives: sepeda motor

Selamat Jalan, Sarah

Sarah adalah nama yang kami berikan pada motor pertama kami yaitu Honda Vario tahun 2009, tepatnya bulan Juni. Ya, kami sebut motor pertama karena motor inilah yang pertama kali kami beli setelah menikah di bulan April 2009. Waktu itu istri saya perlu sebuah sepeda motor untuk menemani aktivitas khususnya untuk pulang pergi ke tempat bekerja di Puskesmas Kuta 1.

Hampir 10 tahun sudah Sarah, Vario 2009 ini menemani kami khususnya istri saya, walau sejak pindah kantor ke Puspem Badung di Sempidi istri saya tidak jarang menggunakan mobil. Tapi Sarah bukan berarti tidak bekerja belakangan ini, saat aktivitas di sekitar rumah dan jarak dekat, Sarah seringkali jadi pilihan utama kami. Bahkan untuk pekerjaan berat seperti membeli 2 galon air mineral sekaligus, Sarah pasti pilihan pertama karena bodynya yang pas.

Untuk urusan penampilan, sebenarnya Sarah tidak kalah bersaing dengan motor saat ini dikelasnya. Teman-teman sebaya dan sejenisnya juga masih banyak bersliweran di jalanan. Di awal membeli dulu, kami sempat menutup stikernya dengan stiker warna hitam tipis sehingga Sarah terlihat makin cantik. Tapi beberapa waktu lalu saya membuka stiker itu sehingga stiker aslinya terlihat kembali dan tentunya masih bagus seperti baru.

Urusan tenaga, Sarah, Vario 2009 ini juga tidak kalah dan tidak ada masalah. Tarikannya nyaris sama seperti baru saat kami membelinya dulu, walau suara mesinnya terdengar lebih kasar dari motor-motor baru saat ini, tentu bisa dimaklumi karena umur Sarah sudah hampir 10 tahun dan sudah beda teknologi dengan yang terbaru. Salah satu perbedaan mendasar dengan motor baru adalah suara saat baru dihidupkan, ada suara hentakan yang cukup keras, maklum Sarah belum dibekali dengan teknologi semacam ACG atau SMG.

Sekian lama Sarah berada di tengah keluarga kami, cepat atau lambat kami tetap harus berpisah dengannya. Jujur saja kami agak berat untuk melepasnya, hanya saja kami butuh yang lebih baru. Kalau dipikir secara logika, memang tidak ada masalah dengan Sarah, kecuali masalah pengereman. Kami merasa sudah tidak percaya diri lagi saat membawanya kalau agak jauh, memang bukan masalah besar, hanya kurang nyaman saja. Di samping, kami juga merasa perlu pengganti Sarah yang lebih bertenaga. Di samping itu, beberapa waktu terakhir, istri saya makin rajin kembali pakai motor ke kantor, karena terasa lebih praktis di tengah kondisi lalu lintas belakanhan ini. Dan pada intinya, inilah saatnya kami berpisah.

Selamat jalan Sarah. Jasamu tidak akan terlupakan dan akan selalu kami kenang. Hampir 10 tahun, kamu sama sekali tidak pernah merepotkan kami, hanya rutin service dan ganti oli. Bye Sarah..

N.B. Sarah terjual dalam negosiasi 5 menit di salah satu showroom motor bekas dekat rumah seharga Rp. 6.250.000,- (Vario Hitam Juni 2009).

Baca Juga:

Menjelajah Lombok Bersama Si Fino

Setelah 15 tahun berlalu, akhirnya aku mengalami lagi. Naik sepeda motor menyeberang dari Bali ke Lombok dan sebaliknya. Kali ini bersama si Fino, sepeda motor matic anak kandung Yamaha. Sendiri pula. Ah, asyiknya.. Petualangan (ais peh!!) Perjalanan kali ini untuk liputan tentang penolakan rencana pengerukan pasir laut di Lombok Timur. Laut seluas 1.000 hektar itu Continue Reading

Silent Reader di Blog Otomotif

Silent reader artinya blogwalking tanpa berkomentar..

Blogwalking adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang blogger yaitu mengunjungi blog-blog lain sambil meninggalkan jejak komentar pada tulisan-tulisan yang dianggap menarik. Berkomentar mungkin tidak wajib karena tidak sedikit blogger yang hanya membaca saja dan tidak berkomentar walau tulisannya dianggap menarik, istilahnya silent reader.

Saya sendiri sudah sejak lama menjadi silent reader di beberapa blog khususnya blog otomotif. Saya lupa sejak kapan, mungkin sudah lebih dari 2 tahun yang lalu. Entah mengapa saya makin senang mengikuti dan membaca blog-blog yang membahas tentang otomotif khususnya sepeda motor. Berawal dari satu blog miliknya mbah dukun, awalnya beralamat di http://ducatimonster.wordpress.com kemudian saya mengenap beberapa blog lain seperti IWB TMCBlog dan lain-lainya.

Awalnya saya mengira mereka hanyalah blogger biasa yang kebetulan suka ngeblog tentang otomotif, tetapi lama kelamaan saya jadi bahwa mereka adalah orang-orang yang benar-benar hebat dan memang ahlinya dibidang sepeda motor baik yang biasa ataupun moge. Bahkan mungkin punya kaitan atau hubungan dengan orang-orang penting di pabrikan sepeda motor di Indonesia. Entahlah, tapi yang jelas hampir tidak ada artikel yang terlewatkan dari blog mereka yang saya baca.

Informasi yang disampaikan oleh blog-blog tersebut pun biasanya akurat, banyak bocoran tentang sepeda motor yang dipublikasikan disana. Bisa dikatakan blog ini adalah kasak-kusuk yang membahas tentang sepeda motor. Dari blog-blog otomotif itulah saya mendapat banyak informasi seputar sepeda motor, baik sepeda yang sudah tidak diproduksi, sepeda motor yang sedang diproduksi dan dijual saat ini, serta yang terpenting adalah informasi/bocoran tentang sepeda motor yang belum/akan diproduksi oleh sebuah pabrikan.

Disitulah mungkin letak asiknya mengikuti dan membaca blog-blog otomotif seperti itu, saya mendapat banyak informasi tentang motor-motor yang akan dijual oleh pabrikan semacam Honda, Yamaha, Kawasaki dan Suzuki. Juga informasi peta penjualan sepeda motor, tipe apa dikuasai pabrikan mana. Ditambah lagi informasi apa kekurangan dan kelebihan sebuah sepeda motor tanpa saya harus mencobanya sendiri.

Apakah informasi di blog otomotif seperti itu beda dengan di portal berita-berita yang resmi. Intinya mungkin sama, tetapi dari kecepatan arus informasi, di blog otomotif biasanya lebih cepat. Gaya bahasa di blog juga tentu berbeda, lebih enak gaya lebih personal. Review yang disampaikan tentang sebuah produk juga biasanya akurat dan lebih gimana gitu dibanding di portal berita yang cenderung formal.

Jadi, begitulah, kegiatan blogwalking saya sekarang lebih banyak ke blog-blog otomotif. Blogwalking ke blog lain juga tetap saya lakukan, tapi intensitasnya mungkin tidak seperti dulu. Saya juga sekarang lebih menjadi silent reader di blog lain, karena kadang bingung mau berkomentar apa. Memilih untuk tidak berkomentar juga biasanya disebabkan minimnya waktu, jadi cukup dibaca saja tanpa perlu dikomentari.

Baca Juga:

Larang Sekalian Di Seluruh Jakarta

Belakangan ini, di Jakarta, sedang agak ramai dibahas tentang rencana larangan sepeda motor melintas di jalan protokol. Per bulan depan, Desember, jalan Thamrin dan jalan Merdeka Barat akan tertutup untuk kendaraan bermotor berban dua itu. Konon katanya, pengguna sepeda motor yang bertujuan ke jalan-jalan itu harus parkir di luar jalan itu dan menggunakan transportasi umum […]

Impian

Kalau bicara soal kehidupan saat ini saya merasa benar-benar bahagia dan bersyukur dengan semua hal yang dianugerahkan Tuhan kepada saya. Pekerjaan yang saya dapatkan atas usaha sendiri, kini sangat saya senangi. Kondisi keluarga yang sangat menyenangkan, anak, istri, saya, juga saudara-saudara dan orang tua saya, semua terlihat sempurna di mata saya. Soal ekonomi juga membuat saya sangat bersyukur, walaupun mungkin termasuk golongan orang kaya, tapi saya merasa semua kebutuhan saya sudah terpenuhi bahkan terkadang terasa lebih dibanding orang lain. Jadi semua terasa membahagiakan dan sempurna.

Tapi walaupun begitu, namanya juga manusia yang tidak akan pernah berhenti berusaha untuk menjadi lebih baik. Sebab kalau kita berhenti sampai disini berarti selesai sudah petualangan kehidupan kita. Dan sejujurnya masih ada beberapa barang yang menjadi impian saya untuk dimiliki. Barang-barang ini tentu saja bukan kebutuhan primer, jangankan primer, sekunder saja mungkin bukan. Barang-barang impian saya ini bukanlah impian yang muluk-muluk, artinya sebenarnya kalau mau diwujudkan saat ini mungkin bisa saja, tetapi karena bukan kebutuhan primer atau sekunder tadi itulah makanya saya urungkan dulu. Masih ada hal lain yang lebih penting untuk didahulukan. Tapi namanya impian, boleh saja kita bermimpi dulu kan?

Sepeda Motor

Sepeda motor yang menjadi impian saya adalah sepeda motor sport dengan cc minimal 150 cc. Ya minimal New Yamaha Vixion atau Honda CB150R atau yang dikenal dengan Streetfire. Sebenarnya tahun lalu impian saya untuk memiliki sepeda motor “laki” seperti ini sudah pernah terpenuhi. Saya membeli sepeda motor Yamaha Vixion bekas. Tapi sayang saya akhirnya mengambil keputusan untuk menjualnya karena alasan tertentu. Kebetulan juga ketika itu kami membeli sebuah city car dan dana yang ada harus dialihkan kesana terlebih dahulu. Jadi saat ini, sepeda motor seperti itu masih menjadi impian saya.

Kamera DSLR

Kamera DSLR (digital single-lens reflex *cmiiw) adalah salah satu impian saya. Walaupun bukan seorang photografer dan juga tidak memiliki keahlian dalam hal fotografi tetapi saya ingin memiliki sebuah kamera yang lebih advance dibanding kamera saku. Sebenarnya saat ini saya sudah memiliki sebuah kamera saku merk Canon. Kamera itu dulu saya beli bekas juga dari teman kakak saya. Kualitas hasil fotonya juga sangat bagus menurut saya tapi tetap saja belum sebagus hasil foto DSLR.

Sepeda

Untuk kebutuhan olahraga, saya memiliki impian membeli sebuah sepeda gayung. Untunglah impian saya ini sudah menjadi kenyataan beberapa hari yang lalu. Hari Minggu, tanggal 7 Juli 2013 yang lalu akhirnya saya membeli sebuah sepeda Polygon Xtrada 4.0. Sepeda ini saya beli dengan berbagai pertimbangan. Setelah browsing sana-sini, menyesuaikan budget dan kebutuhan, maka sepeda gayung ini bukan impian lagi.

Tablet PC

Di bidang gadget, perangkat tablet PC semacam iPad atau Galaxy Tab dan lainnya tentu bukan hal yang baru lagi. Tapi hingga kini, saya belum memiliki perangkat ini. Sempat saya hampir memutuskan untuk membelinya, tapi setelah kembali mempertimbangkan kebutuhan dan juga budget, sepertinya hingga saat ini kebutuhan akan Tablet PC belum mendesak bagi saya. Smartphone Android, laptop dan juga komputer di kantor masih mencukupi kebutuhan saya di bidang teknologi. Tapi tetap saja saya masih memimpikan untuk memiliki sebuah tablet.

Renovasi Rumah

Ini mungkin impian terbesar saya (tepatnya kami) dan juga membutuhkan budget terbesar diantara semuanya. Rumah saya seperti rumah orang Bali lainnya terdiri dari beberapa bangunan, bukan rumah satu atap seperti di daerah lainnya. Nah, untuk bangunan tempat tidur di sebelah selatan atau biasa kami sebut “bale delod” kini kondisinya sudah semakin tua. Maklum saja, bangunan ini dibangun ketika masih kecil, mungkin ketika saya berusia 2-3 tahun, jadi kini umur bangunan ini sudah mendekati 30 tahun. Tidak banyak yang saya ingat ketika rumah ini dibangun. Bangunan ini terdiri dari 2 kamar tidur dilengkapi teras, totalnya sekitar 60 meter persegi. Renovasi atau mungkin dibongkar dan dibangun ulang dari pondasi adalah sebuah hal cepat atau lambat akan saya lakukan. Kami harus menyiapkan dana sekitar 100-150 juta untuk mewujudkan impian ini.

Itulah beberapa impian saya. Dalam hal mewujudkan keinginan khususnya yang berkaitan dengan uang, kami selalu berusaha untuk mempertimbangkan skala prioritas. Berusaha untuk menyesuaikan antara kebutuhan dan dana yang ada. Harus bisa membedakan yang mana kebutuhan dan yang mana keinginan. Karena keinginan tidak selalu merupakan kebutuhan. Dan kebutuhan tidak selalu diikuti dengan kemampuan.

Baca Juga:

Share