Tag Archives: sel sperma

Benarkah Sperma Baik Untuk Kulit Wajah?

Sebelum menjawab pertanyaan benarkah sperma baik untuk kulit wajah, ada baiknya saya akan membahas sedikit tentang sperma dan zat yang terkandung di dalam sperma.

Sperma atau air mani adalah cairan yang dikeluarkan seorang pria saat ejakulasi. Sebenarnya sperma dan air mani itu adalah dua hal yang berbeda, tetapi kebanyakan dari kita tidak terlalu mempermasalahkan perbedaannya. Sperma atau sel sperma adalah sel reproduksi pada pria yang mengandung kromosom dan bila bertemu dengan sel telur bisa menyebabkan kehamilan. Sementara air mani adalah cairan yang keluar bersama sel sperma. Agar tidak bingung, untuk selanjutnya pada tulisan ini, saya hanya menggunakan istilah sperma.

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Sperma Lebih Menyukai Celana Boxer

Selain sel sperma, di dalam cairan sperma terdapat berbagai macam zat yang fungsi utamanya adalah menyokong kehidupan sel sperma saat keluar dari tubuh seorang pria. Kandungan zat-nya pun tidak main main, beberapa diantaranya adalah zat gizi yang sejatinya bermanfaat bagi tubuh. Berikut beberapa jenis zat yang terkandung di dalam sperma:

  • Protein
  • Asam askorbat.
  • Fruktosa.
  • Zat besi.
  • Kalsium.
  • Magnesium.
  • Natrium.
  • Kalium.
  • Vitamin B12
  • Beberapa jenis antioksidan.
  • Kalori.
  • Air.

Vitamin dan mineral yang terdapat di dalam sperma tersebut berfungsi sebagai makanan bagi sel sel sperma saat keluar dari dalam tubuh seorang pria. Itu sebabnya diantara zat gizi yang terdapat dalam sperma, kandungan protein adalah yang paling besar. Karena kandungan protein yang sangat tinggilah yang menyebabkan penampakan sperma mirip dengan putih telur.

Selain mengandung zat gizi seperti yang saya sebutkan di atas, sperma juga mengandung enzym yang nantinya bermanfaat saat sperma ini berada di dalam rahim guna membuahi sel telur.

Kembali ke pertanyaan sebelumnya, benarkah sperma baik untuk kulit wajah?

Jika dilihat dari kandungan zat gizi yang terdapat di dalam sperma, memang benar semua zat gizi itu sangat penting untuk wajah, terutama kandungan protein dan mineralnya. Protein merupakan zat pembangun yang bisa memperbaiki sel sel kulit yang rusak, demikian juga dengan kandungan vitamin dan mineral pada sperma yang dapat mempercantik kulit. Kandungan air yang tinggi pada sperma juga bisa sebagai pelembab, mencegah dehidrasi atau kekeringan pada wajah.

Selain berita baik di atas, sperma juga mengandung kelemahan. Sperma tidak kuat berlama lama berada di udara terbuka. Saat teroksidasi dengan udara, sperma akan encer dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Nah, kebayangkan bila sperma ini ditempelkan pada wajah dan muncul bau yang kurang sedap.

Baca juga: Apakah Menelan Sperma Bisa Hamil?

Sperma juga bisa mengandung berbagai macam penyakit, terutama pada pria yang suka gonta ganti pasangan. Beberapa penyakit yang bisa tularkan melalui sperma antara lain HIV, Gonorrhoe, Spilis, dan lain lain.

Udah menjawab pertanyaannya belum? Silakan sampaikan pertanyaan pada kolom komentar bila masih ada yang mengganjal.

The post Benarkah Sperma Baik Untuk Kulit Wajah? appeared first on BlogDokter.

Ini Alasan Mengapa Sperma Lebih Menyukai Celana Boxer

Sebagai cowok, dalam keseharian kamu lebih sering memakai celana dalam yang ketat atau celana boxer yang longgar? Bila kamu memilih celana boxer yang longgar maka melalui tulisan ini saya ucapkan selamat. Mengapa? Karena menurut penelitian terbaru, cowok yang suka memakai celana boxer memiliki tingkat kesuburan (fertilitas) yang lebih baik bila dibandingkan dengan cowok yang suka memakai celana dalam yang ketat.

Baca juga: Benjolan Kasar Di Kepala Mr P Dekat Lubang Kencing Yang Bikin Penasaran

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Human Reproduction ini, diantara para pasangan yang mengikuti program pengobatan ketidaksuburan, pria pria yang kerap memakai celana dalam ketat memiliki jumlah dan konsentrasi sel sperma yang rendah, Mereka juga mengalami peningkatan kadar hormon yang mengindikasikan adanya masalah pada testis.

Meskipun dampaknya tidak terlalu besar, tetapi bagi pasangan yang sedang berusaha memperoleh keturunan, tidak ada salahnya untuk mengganti celana dalam yang ketat dengan celana boxer yang lebih longgar. Penggantian bisa dilakukan minimal tiga bulan sebelum melakukan program untuk memproleh keturunan.

Selama ini masyarakat kerap menganggap masalah kesuburan semata mata berasal dari pihak wanita. Padahal terjadinya kehamilan itu merupakan kerja tim. Artinya, baik organ reproduksi wanita maupun organ reproduksi pria harus dalam kondisi subur. Pada sebuah kasus ketidaksuburan atau infertilitas, ada kemungkinan sepertiga penyebabnya berasal dari pihak pria, sepertiga lagi dari pihak wanita dan sepertiga sisanya dari sesuatu yang tidak diketahui.

Mengapa kebiasaan memakai celana boxer sebaiknya dilakukan tiga bulan sebelum program kehamilan? Tiga bulan adalah waktu yang dibutuhkan oleh sel sperma untuk tumbuh menjadi dewasa sejak diproduksi di dalam testis. Jadi, sel sperma yang menjadi hasil dari kebiasaan memakai celana boxer hari ini, baru akan dinikmati 3 bulan kemudian.

Peneliti melakukan analisa data dari 646 orang pria yang merupakan pasien Klinik Kesuburan yang bermarkas di Massachusetts General Hospital, Amerika Serikat. Data yang dihimpun berasal dari rentang waktu antara tahun 2000 sampai 2017. Para pria yang berusia antara 32 sampai 39 tahun itu juga diminta menjawab beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kebiasaan memakai celana dalam.

Setelah melakukan penyesuaian terhadap faktor faktor yang mempengaruhi hasil penelitian seperti umur, berat badan dan waktu dari pengambilan data, peneliti mendapatkan kesimpulan, pria yang rutin memakai celana boxer memiliki konsentrasi sel sperma yang 25% lebih tinggi bila dibandingkan dengan pria yang memakai celana dalam jenis lain. Pria pemakai celana boxer juga memiliki jumlah sel sperma yang 17% lebih tinggi bila dibandingkan dengan pria yang memakai celana dalam jenis lain.

Dari hasil pemeriksaan darah diperoleh kesimpulan, pria yang kerap memakai celana boxer memiliki kandungan hormon FSH yang 14% lebih rendah bila dibandingkan dengan pria yang memakai celana dalam jenis lain. FSH adalah hormon yang diproduksi oleh testis yang fungsinya untuk “memaksa” testis agar memproduksi sel sperma lebih banyak lagi. Bila kadarnya rendah, artinya testis telah memproduksi sel sperma dalam jumlah yang cukup.

Meskipun mempengaruhi konsentrasi dan jumlah sel sperma, perbedaan kebiasaan memakai celana dalam pada pria tidak mempengaruhi kemampuan pergerakan sel sperma.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Sel Sperma

Gangguan produksi sel sperma yang terjadi pada pria yang memiliki kebiasaan memakai celana ketat kemungkinan disebabkan karena testis tidak memiliki keleluasaan bergerak saat cauaca lingkungan panas. Testis juga ‘dipaksa’ untuk selalu menempel pada tubuh yang memiliki suhu lebih hangat. Sebagaimana diketahui, proses pembentukan sel sperma atau spermatogenesis sangat sensitif terhadap perubahan suhu.

Nah, bagaimana dengan kebiasaanmu memakai celana dalam?

Mungkinkah Seorang Perawan Bisa Hamil?

Pertanyaan:

Selamat malam, dok. Saya mau tanya, mungkinkah seseorang yang masih perawan bisa hamil?

Jawaban:

Seperti yang pernah saya bahas sebelumnya, untuk bisa hamil harus ada pertemuan antara sel sperma dan sel telur. Pertemuan itu bisa di dalam kandungan seorang wanita atau di laboratorium (proses bayi tabung). Jadi, bagaimanapun mekanisme proses pertemuannya, asal sel telur yang sehat dan sel sperma yang sehat bertemu dalam suasana yang cocok maka akan terjadi pembuahan yang berlanjut pada kehamilan.

Bagaimana bila seorang perempuan masih perawan? Bisa saja seorang perawan hamil jika ada sel sperma yang masuk ke dalam Miss V merambat ke dalam rahim sampai akhirnya bertemu dengan sel telur. Sel sperma yang keluar saat ejakulasi kan tidak selalu harus melalui hubungan seksual. Ejakulasi pada pria bisa terjadi saat proses petting (menggesek gesekan kelamin) dan secara tidak sengaja ada sel sperma yang masuk ke dalam Miss V.

Jadi, apakah seorang perawan bisa hamil? Jawabannya adalah bisa.

Apakah Air Madzi Bisa Menyebabkan Kehamilan?

Pertanyaan:

Kalau air maghdi bisa menyebabkan kehamilan ga dok?

Jawaban:

Air maghdi atau air madzi adalah cairan yang keluar dari kelamin seorang pria atau wanita yang sedang mengalami rangsangan seksual. Cairan ini sifatnya bening, lengket dan keluarnya tidak sebanyak cairan sperma saat ejakulasi. Cairan madzi sejatinya adalah pelumas yang menyiapkan saluran sperma agar mudah dilalui saat ejakulasi.

Lalu, apakah cairan yang keluar ini dapat menyebabkan kehamilan? Jawabnya iya walau kemungkinannya kecil, sebab menurut beberapa tulisan yang saya baca, cairan madzi mengandung sel sperma meskipun jumlahnya sangat sedikit. Karena jumlahnya yang sedikit ini agak sulit menyebabkan kehamilan walau sebenarnya bisa.

Selama sel sperma yang keluar dari kelamin pria itu sehat dan kuat, meskipun jumlahnya sedikit tetap bisa menyebabkan kehamilan bila bertemu dengan sel telur.

Ilmuwan Spanyol Ciptakan Sperma Manusia Dari Sel Kulit

Ilmuwan Spanyol berhasil membuat sperma manusia dari sel kulit dewasa. Temuan yang diumumkan hari rabu ini merupakan terobosan penting dalam pengobatan ketidaksuburan pada jutaan pasangan usia subur.

Para peneliti berusaha menemukan solusi atas masalah kesuburan yang menimpa 15% pasangan usia subur di seluruh dunia yang hanya memiliki opsi menggunakan sel sperma atau sel telur donor untuk memperoleh keturunan.

Penelitian ini terinspirasi oleh apa yang telah dilakukan Shinya Yamanaka dari Jepang dan John Gordon dari Inggris, pemenang bersama hadiah Nobel tahun 2012 yang menemukan bahwa sel dewasa manusia bisa diubah menjadi stem sel mirip embrio.

Menurut Carlos Simon, peneliti dari Valencian Infertility Institute, mereka memprogram kembali sel dewasa kulit dan mengolah menjadi sel gamet atau sel reproduksi. Dalam sebulan, sel kulit ini berubah menjadi sel germ yang dapat dibentuk menjadi sel sperma atau sel telur. Sayangnya, sel yang terbentuk ini belum dapat bereproduksi.

Menurut Simon, sel sperma ini membutuhkan pematangan tingkat lanjut untuk bisa menjadi gamet dan bereproduksi. Penelitian ini hanya sebagai langkah permulaan saja dan masih memerlukan proses lanjutan agar bisa diimplementasikan pada manusia.

Meskipun demikian, penelitian ini sudah selangkah lebih maju bila dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya di China yang berhasil membuat sperma buatan pada percobaan tikus.

Penelitian ini dipublikasikan pada laporan ilmiah, journal of Nature edisi Selasa.

FacebookTwitterGoogle+Share