Tag Archives: Sekilas Info

PS Kesehatan Masyarakat Unud Melatih Kader Siswa Peduli Jentik

siswa SD dilatih permainan ular tangga

Program Studi (PS) Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana melakukan pengabdian masyarakat di SDN 3 Tulikup, Gianyar pada Sabtu, 10 Agustus 2019. Pengabdian ini berbentuk pelatihan siswa SD peduli jentik sebagai upaya untuk mengendalikan kejadian demam berdarah dengue (DBD) oleh nyamuk Aedes aegypti.

Kegiatan ini melibatkan tiga PS Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana dan tujuh mahasiswa sebagai fasilitator pelatihan.

Sebagai ketua panitia, menurut saya, pengabdian ini merupakan bentuk partisipasi universitas sebagai lembaga pendidikan untuk aktif dalam menanggulangi kejadian DBD.

Sekolah adalah salah satu tempat potensial penyebaran DB. Oleh karena itu siswa harus dilatih sejak dini untuk mengetahui cara memberantas sarang nyamuk. Salah satunya dengan menjadi siswa peduli jentik.

Dalam pengabdian ini siswa SD juga dilatih dengan menggunakan media interaktif permainan ular tangga. Mereka dapat belajar sambil bermain sehingga lebih menyenangkan tambahnya. Kepadatan jentik yang tinggi di suatu wilayah menjadi faktor risiko terjadinya penyebaran DBD di suatu wilayah.

Para siswa mengaku senang dilakukan pelatihan seperti ini. Mereka merasakan belajar sambil bermain tentang demam berdarah dengue. Mereka juga mendapatkan hadiah setiap mampu menjawab pertanyaan fasilitator. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan lagi di sekolahnya.

The post PS Kesehatan Masyarakat Unud Melatih Kader Siswa Peduli Jentik appeared first on BaleBengong.

Program Dharma Hadir di Pesona Budaya Mertasari

Hasilnya, Sanur kini terbebas dari ancaman rabies.

Program Dharma sebagai ikon program pengendalian rabies berbasis masyarakat dengan pendekatan one health ikut juga berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ada sterilisasi, vaksinasi dan konsultasi hewan gratis.

Pesona budaya mertasari 4 berlangsung pada 11-14 Juli 2019 di Pantai Mertasari, Sanur. Acaranya berlangsung meriah.

Tema kegiatan kali ini “Asta Brata”. Ada parade budaya mulai dari penabuh gender massal, parade barong, lomba ngelawar, gong kebyar dan lainnya. Terdapat juga stand makanan dan fashion.

Kader Program Dharma telah sukses mendata kepemilikan anjing serta mendidik masyarakat tentang pentingnya vaksin rabies dan cara memelihara anjing. Hasilnya, kawasan Sanur sampai saat ini bebas dari rabies. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata Pantai Sanur banyak dikunjungi para wisatawan mancanegara dan perlu program pengendalian rabies yang komprehensif.

Program Dharma telah tiga tahun membantu menjaga kawasan ini dengan melakukan pendataan, sterilisasi anjing liar, edukasi pada masyarakat, edukasi pada sekolah, vaksinasi bekerjasama dengan dinas pertanian serta pemetaan terhadap anjing liar di kawasan. Desa Sanur Kauh juga sudah berkomitmen untuk membebaskan sanur dari Rabies dengan mendukung penuh program pengendalian rabies berbasis komunitas.

The post Program Dharma Hadir di Pesona Budaya Mertasari appeared first on BaleBengong.

Anak Muda Bali, Inilah Saatnya Ikut Sekolah Antikorupsi

Tahun ini ICW kembali adakan kegiatan SAKTI untuk pemuda.

Namun, tahun ini dengan konsep sedikit berbeda. Biasanya SAKTI diikuti pemuda dari seluruh Indonesia dan dilaksanakan di Jakarta. Sedangkan SAKTI 2019 akan dilaksanakan di Bali dan bisa diikuti oleh pemuda dari seluruh Pulau Bali.

Syaratnya berusia maksimal 25 tahun dan memiliki minat untuk belajar memberantas korupsi.

Dengan mengikuti SAKTI Pemuda Bali 2019, peserta akan mendapat kesempatan untuk belajar dari para expert dengan materi-materi seperti Analisis Anggaran, Demokrasi dan Antikorupsi, Pemantauan Pengadaan Barang dan Jasa, Memahami Dana Desa dan masih banyak materi menarik lainnya.

Syarat Peserta:

  • Berdomisili di Pulau Bali
  • Usia 17-25 tahun dan terbuka bagi seluruh bidang akademik
  • Melampirkan daftar riwayat hidup (Curriculum Vitae) dengan foto diri terbaru
  • Menulis esai tentang “Mengapa kamu ingin mengikuti Sekolah Antikorupsi dan peran Kamu dalam gerakan antikorupsi di masa depan”. (minimal 300 kata maximal 500 kata)
  • Mengikuti dan lulus seluruh tahapan seleksi
  • Bagi peserta yang lolos bersedia membayar biaya komitmen sebesar Rp 250.000 GRATIS!

Cara Mendaftar:
Isi formulir dan lampirkan dokumen data diri kamu dalam tautan icw.or.id/Form-SAKTI-2019

Batas Pendaftaran:
14 Juli 2019

Pelaksanaan SAKTI:
Bali, 19-23 Agustus 2019

Info Pendaftaran:
Nisa Zonzoa (WhatsApp 08111622306)

The post Anak Muda Bali, Inilah Saatnya Ikut Sekolah Antikorupsi appeared first on BaleBengong.

Bantuan Air Bersih di Tengah Kekeringan Karangasem

Bantuan air bersih bagi warga di Karangasem. Foto ACT Bali.

Kekeringan sudah mulai terjadi di beberapa titik Pulau Bali.

Beberapa desa di Karangasem, Kabupaten tempat Gunung Agung kokoh berdiri mengalaminya. Termasuk di antaranya adalah Kecamatan Rendang, tepatnya di Desa Menanga dan Banjar Belatung.

Merespon kondisi tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bali mulai mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah tersebut. Sebanyak 5 ribu liter air telah diberikan untuk mencukupi kebutuhan air ratusan kepala keluarga.

Kecamatan Rendang mencakup Gunung Agung hingga lerengnya di bagian barat. Saat ini di Kecamatan Rendang banyak desa yang mengalami kekeringan.

Menurut Arif Marsudi, Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bali, kondisi ini membuat warganya harus turun gunung untuk mencari sumber air. Jalan naik-turun dan berkelok, serta beban membawa air menjadi tantangan warga untuk membawa air ke rumah.

Hari tanpa hujan yang telah berlangsung cukup lama di daerah ini membuat persediaan air dalam tandon milik warga mulai menipis persediaannya.“Air kami ambil dari sumber air di kaki Gunung Agung. Kondisi medan yang menantang membuat tim agak sulit mencapai desa,” tambah Arif, Selasa (9/7/2019) kemarin.

Dibantu relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Karangasem, distribusi berjalan lancar. Simpan, warga Menanga mengatakan, sangat terbantu dengan adanya bantuan air ini. Setidaknya, dia tak perlu bolak-balik ke sumber air yang jauh dari permukiman untuk beberapa waktu ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika pada Kamis (27/6) lalu merilis data wilayah Indonesia yang berpotensi mengalami kekeringan di awal musim kemarau ini.

Pulau Bali diberikan warna merah sebagai tanda “awas”. Curah hujan sangat rendah di wilayah Bali, dengan hari tanpa hujan (HTH) yang cukup lama dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam sepekan ini, ACT Bali akan mendistribusikan air di wilayah Karangasem lainnya. Rahman selaku Ketua MRI Karangasem mengatakan, air akan dikirimkan pula ke wilayah yang terdampak kekeringan, seperti di Banjar Batusesah.

Kalau mereka enggak ambil air sendiri atau mendapat bantuan air, warga harus membeli untuk kebutuhan konsumsi, kebersihan dan pertanian. Harganya Rp 150 ribu per 4 ribu liter. Kalau terus membeli air, itu akan memakan biaya besar. Apalagi kemarau berlangsung panjang.

“Di Menanga, ACT menjadi yang pertama kali mendistribusikan air bersih. Sebelumnya belum pernah ada,” kata Rahman.[b]

The post Bantuan Air Bersih di Tengah Kekeringan Karangasem appeared first on BaleBengong.

Buku Bercerita, Ya! Bercerita tentang Buku

Sesi Buku adalah Nyawa dalam rangkaian Pesta Baca Taman Kesiman hadir empat kali.

Pada hari pertama sore hari, diskusi menghadirkan Marmar Herayukti dengan buku Waktu, Kala, & Kematian karya IBM Dharma Palguna. Pembicara lain Lisa Ismiandewi dengan buku Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer.

Ngurah Termana memandu sesi pada Rabu, 1 Mei 2019 pukul 16.00-18.00 WITA ini.

Diskusi kedua pada hari kedua hadir Windu Segara Senet yang membahas buku Strawbarry Generation karya Rhenald Kasali. Selain Windu ada pula Ni Putu Candra Dewi yang bercerita tentang buku Homo Deus: Masa Depan Umat Manusia karya Yuval Noah Harari.

Moderator diskusi pada malam pertama ini adalah Luh De Suriyani.

Pada hari kedua di sesi pertama ada Sasvitri Sastrawan dengan buku Arsipelago karya Farah Wardani & Yoshi Fajar K. Kurator seni ini hadir bersama seorang guru, Ady Apriyanta Parma yang berbicara tentang Summer Hill School: Pendidikan Alternatif yang Membebaskan karya Alexander S. Neill.

Intan Paramitha menjadi moderator sesi sore hari ini.

Sesi terakhir pada Kamis, 2 Mei 2019 pukul 16.00-18.00 WITA, menghadirkan JRX yang membahas buku 1984 karya Georgo Orwell dan Mami Sisca Sena D. yang bercerita tentang buku Bumi Manusia karya karya Pramoedya Ananta Toer.

Roberto Hutabarat memandu diskusi terakhir ini.

Dikemas Apik

Buku adalah nyawa merupakan tajuk utama pesta baca yang diadakan dalam rangka ulang tahun Taman Baca Kesiman (TBK), Denpasar. Acara yang dikemas secara apik memberi ruang kepada para penikmat buku, penikmat musik, serta masyarakat umum menjadikan pesta ini syarat akan makna.

Tak semata buku, ada pula pameran bertema kaos keos art. Tema ini sebagai ungkapan akan kegelisahan tentang Bali hari ini. Ada pula sobyah budaya dari adik Pramoedya Ananta Tour, Soesilo Toer yang mengawali acara ulang tahun kelima TBK.

Buku adalah nyawa merupakan sebuah moto penyemangat untuk menjadikan buku sebagai kebutuhan manusia. Dalam kegiatan yang berlangsung pada 30 April hingga 2 Mei 2019 ini TBK juga memberi ruang kepada pelapak buku jalanan dan memfasilitasi masyarakat umum untuk hadir berkumpul dan berbincang santai ditemani berbagai genre buku.

Bincang-bincang buku dari dan oleh penikmat buku menjadi inti dari pesta ini. Acara ini membuka kembali jendela dunia yang pernah tertutup oleh batasan-batasan pada masa lalu.

Buku sebagai media guna mencerdaskan bangsa menjadi motivasi para pengunjung. Beberapa buku yang hadir di Pesta Baca menjadi perwakilan dari banyaknya buku di dunia.

Cerita tentang Buku

Buku bukanlah barang mewah, tetapi dia menghadirkan kemewahan itu hadir. Ungkapan ini sepertinya benar karena dengan sebuah buku kita memiliki kelasnya masing-masing. Seperti halnya buku Strawbarry Generation karya Rhenald Kasali yang diceritakan oleh Windu. Windu adalah pemilik Mangsi Coffee yang terkenal sebagai tempat berkumpul para penikmat kopi di Denpasar dan sekitarnya.

Menurut Windu, buku Starwbarry Generation mengajarkannya perspektif dan management yang sangat berguna dalam bisnisnya. Beberapa fakta lapangan yang telah dilalui oleh Windu dalam menjalankan bisnisnya menemukan arahan yang tepat pada buku tersebut.

Hal serupa juga diceritakan oleh Ni Putu Candra Dewi yang menjabarkan tentang buku Homo Deus: Masa Depan Umat Manusia. Buku yang berlatar belakang sejarah dan kemungkinan-kemungkinan
tentang manusia dan masa depannya menjadi jendela wawasan Candra dalam memberi perspektif di dunia kerjanya.

Perempuan yang aktif di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali tersebut memerlukan refrensi-refrensi tentang manusia dan hak
asasinya dan buku karya Yuval Noah Harari menjadi cara asik untuk menambah wawasan tersebut.

“Dengan gaya storytelling Harari, menjadikan buku tebal ini tak bosan untuk dibaca,” papar Candra.

Buku menjadi gambaran akan pola pikir penikmatnya. Seperti ada korelasi antara pembicara dengan buku yang diceritakannya. Buku-buku yang hadir di Pesta Baca ini pun berhubungan erat dengan waktu acara berlangsung.

2 Mei adalah Hari Pendidikan Nasional dan buku Arsipelago serta buku Summer Hill School: Pendidikan Alternatif yang Membebaskan menjadi gambaran tentang pendidikan.

Nyatanya pendidikan hari ini masih menjadi salah satu masalah bangsa Indonesia. Sistem pendidikan pun masih menuai pro dan kontra tantangan zaman. Buku yang dibagi ceritanya oleh Savitri Sastrawan dan Ady Apriyanta Parma dapat menjadi alternatif dalam dunia pendidikan.

Buku Bercerita

Dari keseluruhan buku yang diagendakan dalam sesi diskusi, buku 1984 dan buku Bumi Manusia menjadi penutup yang manis. JRX Superman Is Dead (band) dan Mami Siska Sena D. menjadi pembicara dalam bahasan yang cukup berat ini.

Sambutan awal dari Roberto Hutabarat menjadi pematik dalam sesi terakhir Pesta Baca Taman Baca Kesiman. Buku 1984 mengulas tentang dunia beserta fenomena yang mengintai manusia dan apakah berkaitan dengan cara dunia berkerja? Dengan bahasa yang memutar isi kepala, Roberto dalam narasi awalnya menyatakan buku 1984 memuat istilah-istilah yang menjadi pendobrak kata dan hingga hari ini pun buku yang telah berusia sekitar 70 tahun masih relevan dan ramalan untuk hari ini.

Lantas apakah dunia segila itu? apakah dunia tidak baik seperti dugaan kita?

Buku selalu memiliki ceritanya dan tentu ada sebab-sebab mengapa buku tersebut lahir di dunia. Seperti ungkapan Pramoedya bahwa menulis untuk keabadian karena sehebat-hebatnya orang jika tidak menulis akan sirna dan buku itu sendiri adalah anak rohani yang memuat seluruh isi kepala penciptanya.

Buku menceritakan kisah yang panjang dan menarik imajinasi pembaca hingga pola pikir terdalam.

Sebut saja buku Jejak Langkah yang membawa penikmat buku itu terjun ke tahun 1901 sampai 1912. Buku yang memuat tentang kisah Minke, Mei, dan semua kehidupan era kolonial menjadi mesin waktu bagi masyarakat era sesudahnya.

Cerita tentang buku Waktu, Kala, & Kematian karya IBM Dharma Palguna pun menjadi titik balik seorang Marmar Herayukti. Tanpa menampik tidak sepenuhnya terjadi perubahan pada diri Marmar karena membaca, tetapi membaca membuka pandangan hidup jelas Marmar dalam sesi tanya jawab.

Banyak cerita yang dipetik dari sebuah buku. Buku menyebabkan mata, bibir, hati, dan pikiran berkolaborasi membentuk pintu kemana saja. Cerita tentang buku-buku yang diulas pada Pesta Baca ini mengisyaratkan bahwa dengan buku dapat menjadikanmu bisa bernyawa dan tak semu!

Hal ini disambut dengan animo peserta yang hadir memiliki pertanyaan dan narasi yang beragam untuk didiskusikan. Buku bercerita, ya cerita tentang buku.

Apakah buku yang kita baca hari ini menceritakan tentang diri kita dan sudahkah kita dapat bercerita tentang buku yang kita baca? [b]

The post Buku Bercerita, Ya! Bercerita tentang Buku appeared first on BaleBengong.