Tag Archives: sbmptnp 2019

Review Kurikulum dan Rapat Pleno SBMPTNP 2019 di Makassar

Perjalanan dinas saya kali ini adalah ke Makassar. Ada dua agenda kegiatan yang saya ikuti disini yaitu yang pertama Workshop Review Kurikulum Program Studi Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata Kementerian Pariwisata yang dilaksanakan tanggal 24-25 Mei 2019, dan yang kedua Rapat Pleno Kelulusan Tahap 2 SBMPTNP 2019 yang dijadwalkan tanggal 26-27 Mei 2019. Kami berangkat tanggal […]

Launching SBMPTNP 2019

Perjalanan dinas selanjutnya adalah menghadiri acara Launching SBMPTNP 2019 di Poltekpar Makassar. Saya ditugaskan berangkat karena setelah acara launching akan dilanjutkan dengan acara rapat panitia SBMPTNP 2019. Kegiatan launching SBMPTNP 2019 dilaksanakan tanggal 18 Maret 2019, sehingga kami harus berangkat tanggal 17 Maret 2019 dan kembali tanggal 19 Maret 2019. Kami menginap di menginap di […]

Rapat Awal SBMPTNP 2019

Perjalanan dinas kali ini pulang pergi ke Jakarta, berangkat paginya dan sore langsung kembali ke Bali. Saya diajak oleh ketua STP Bali dan Kabag Adak untuk mengikuti rapat awal SBMPTNP 2019 di Jakarta, di kantor Kementerian Pariwisata, Gedung Sapta Pesona. Acara rapat dilaksakan di lantai 11, di ruang rapat Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan yang merupakan Deputi yang menaungi STP Bali sebagai salah satu PTNP (Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata) di Kementerian Pariwisata.

Oya, rapat ini dilaksanakan tanggal 5 Maret 2019. Jadi kami berangkat pada tanggal tersebut pagi dan kembali ke Bali sore harinya.

Acara rapat ini merupakan pertemuan pertama dalam rangka SBMPTNP 2019. Ada beberapa keputusan penting yang diambil pada rapat ini dimana salah satunya yaitu keputusan untuk melaksanakan kelulusan dalam 2 tahap. Kalau pada tahun sebelum-sebelumnya, peserta akan mengikuti ujian bahasa inggris, psikologi, wawancara dan pemeriksaan kesehatan, maka tahun 2019 ini peserta akan mengikuti 3 ujian saja yaitu bahasa inggris, psikologi dan wawancara. Hasil 3 ujian tersebut akan menentukan kelulusan tahap 1. Nah bagi yang lulus tahap 1 itulah baru diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengumpulkannya sebagai pertimbangan untuk kelulusan tahap 2. Hal ini tentu lebih baik karena pada pemeriksaan kesehatan peserta harus membayar sendiri yang biayanya sekitar 500 ribu per peserta. Biaya itu untuk rumah sakit, bukan untuk STP Bali.

Dengan mekanisme ini, tentu saja hanya peserta yang lulus tahap 1 saja yang akan mengikuti pemeriksaan kesehatan sehingga lebih efisien bagi peserta, khususnya yang tidak lulus tahap 1 tidak merasa rugi banyak. Apalagi di tahun 2019 ini peserta dibebaskan melakukan pemeriksaan kesehatan dimana saja dengan membawa surat pengantar dari panitia. Sedangkan tahun sebelumnya pemeriksaan kesehatan dilakukan di kampus dengan menggandeng salah satu pihak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, kesan di masyarakat tidak bagus karena diduga ada hal-hal yang tidak baik.

Demikian perjalanan dinas kali ini. Acara rapat lancar dan juga perjalanan kami lancar.

Baca Juga: