Tag Archives: sbmptnp

Rapat Awal SBMPTNP 2019

Perjalanan dinas kali ini pulang pergi ke Jakarta, berangkat paginya dan sore langsung kembali ke Bali. Saya diajak oleh ketua STP Bali dan Kabag Adak untuk mengikuti rapat awal SBMPTNP 2019 di Jakarta, di kantor Kementerian Pariwisata, Gedung Sapta Pesona. Acara rapat dilaksakan di lantai 11, di ruang rapat Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan yang merupakan Deputi yang menaungi STP Bali sebagai salah satu PTNP (Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata) di Kementerian Pariwisata.

Oya, rapat ini dilaksanakan tanggal 5 Maret 2019. Jadi kami berangkat pada tanggal tersebut pagi dan kembali ke Bali sore harinya.

Acara rapat ini merupakan pertemuan pertama dalam rangka SBMPTNP 2019. Ada beberapa keputusan penting yang diambil pada rapat ini dimana salah satunya yaitu keputusan untuk melaksanakan kelulusan dalam 2 tahap. Kalau pada tahun sebelum-sebelumnya, peserta akan mengikuti ujian bahasa inggris, psikologi, wawancara dan pemeriksaan kesehatan, maka tahun 2019 ini peserta akan mengikuti 3 ujian saja yaitu bahasa inggris, psikologi dan wawancara. Hasil 3 ujian tersebut akan menentukan kelulusan tahap 1. Nah bagi yang lulus tahap 1 itulah baru diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengumpulkannya sebagai pertimbangan untuk kelulusan tahap 2. Hal ini tentu lebih baik karena pada pemeriksaan kesehatan peserta harus membayar sendiri yang biayanya sekitar 500 ribu per peserta. Biaya itu untuk rumah sakit, bukan untuk STP Bali.

Dengan mekanisme ini, tentu saja hanya peserta yang lulus tahap 1 saja yang akan mengikuti pemeriksaan kesehatan sehingga lebih efisien bagi peserta, khususnya yang tidak lulus tahap 1 tidak merasa rugi banyak. Apalagi di tahun 2019 ini peserta dibebaskan melakukan pemeriksaan kesehatan dimana saja dengan membawa surat pengantar dari panitia. Sedangkan tahun sebelumnya pemeriksaan kesehatan dilakukan di kampus dengan menggandeng salah satu pihak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, kesan di masyarakat tidak bagus karena diduga ada hal-hal yang tidak baik.

Demikian perjalanan dinas kali ini. Acara rapat lancar dan juga perjalanan kami lancar.

Baca Juga:

Rapat SBMPTNP 2018 di Lombok

Perjalanan dinas saya ini seperti biasa masih dalam rangkaian SBMPTNP 2018 dan hanya berselang beberapa hari setelah saya ditugaskan ke Bandung. Jadi hari Sabtu sore/malam tanggal 2 Juni 2018 saya tiba di Bali, kemudian Senin sore tanggal 4 Juni sudah berangkat lagi ke Lombok dengan Garuda Indonesia. Penerbangan kami ke Lombok disampaikan oleh pramugari akan ditempuh dalam waktu sekitar 35 menit, tapi ternyata hanya 25 menit saja kami sudah mendarat di Lombok. Kami langsung menuju hotel Santika Mataram, tempat menginap sekaligus lokasi acara rapat SBMPTNP 2018. Kami tiba di hotel sekitar pukul 20.00 Wita dan langsung makan malam di restoran hotel. Selesai makan malam kami istirahat untuk persiapan acara rapat keesokan harinya.

Rapat hari pertama berjalan dengan lancar, bisa dikatakan 50% pekerjaan sudah selesai. Rapat selesai sekitar pukul 20.00 dan akan dilanjutkan kembali keesokan harinya. Rapat hari kedua juga berjalan lancar. Bahkan acara rapat sudah selesai seusai makan siang.

Usai rapat, kami berempat dari STP Bali masih ada waktu luang dan memanfaatkannya dengan melukat ke Pura Suranadi. Lokasinya tidak jauh, tidak sampai 1 jam perjalanan dengan menggunakan mobil. Tempat melukat di Pura Suranadi, Lombok ini hampir sama seperti Tirta Empul, Bali. Airnya juga sangat dingin. Saya bersyukur berkesempatan melukat kesana di sela-sela tugas dinas.

Keesokan harinya kami kembali ke Bali dengan penerbangan Garuda pukul 06.30 sehingga tiba di Bali pukul 07.00. Kebetulan saat itu ada upacara tiga bulanan keponakan saya, jadi masih ada waktu untuk menghadiri. Demikian catatan perjalanan dinas kali ini.

Baca Juga:

Scanning & Scoring SBMPTNP 2018 di Bandung

Akhir Mei 2018 ini saya mendapatkan 2 tugas perjalanan dinas dalam waktu yang berdekatan, ini yang pertama, yaitu mengikuti proses Scanning & Scoring hasil ujian SBMPTNP 2018 di Bandung. Kegiatan ini adalah rangkaian dari proses ujian SBMPTNP 2018 dimana ada 2 ujian yang menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK) yaitu Bahasa Inggris dan Wawancara yang hasilnya harus dilakukan pemeriksaan dengan proses scanning. Selain itu ada pemeriksaan kesehatan dan ujian psikologi juga yang hasilnya harus digabung dengan hasil ujian lainnya, semua proses itu dilakukan dalam kegiatan ini.

Scanning dan Scoring SBMPTNP 2018 ini sedianya dilaksanakan dari tanggal 30 Mei s/d 1 Juni, tetapi karena tanggal 30 Mei bertepatan dengan hari raya Galungan, maka kami yang dari Bali mohon ijin untuk datang belakangan, kami berangkat tanggal 31 Mei sore dan kembali ke Bali tanggal 2 Juni siang. Tim dari PTNP (kampus) lain ada yang sudah tiba tanggal 29 Mei sehingga sebagian besar melakukan scanning tanggal 30 Mei dan mereka sudah kembali tanggal 31 Mei. Sedangkan kami terpaksa baru tanggal 1 Juni bisa melakukan proses tersebut.

Proses Scanning & Scoring SBMPTNP 2018 dilakukan di Enhaii Hotel yaitu hotel milik STP Bandung, sedangkan kami menginap di hotel Kytos, tepat di depan kampus STP Bandung. Proses scanning berjalan dengan lancar, kami mulai sekitar pukul 9 pagi dan selesai sebelum pukul 16.00. Kami cukup lega karena tidak banyak masalah, hanya ada beberapa LJK yang salah dalam hal pengisian nomor peserta namun masih bisa dideteksi dan dibantu perbaikan oleh petugas scanning. Sore sekitar pukul 17.00 kami kembali ke hotel untuk istirahat dan besok siangnya hari Sabtu kami kembali ke Bali. Saya punya waktu 2 hari di Bali karena hari Senin malam dijadwalkan ke Lombok untuk mengikuti rapat kelulusan.

Baca Juga:

Rapat Koordinasi PTNP Kemenpar dan Rapat Persiapan Ujian SBMPTNP 2018

Perjalanan dinas saya kali ini mengikuti 2 agenda rapat. Yang pertama adalah Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP) di lingkungan Kementerian Pariwisata yang dilaksanakan tanggal 30 April – 1 Mei 2018. Yang kedua adalah Rapat Persiapan Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata yaitu tanggal 2 – 3 Mei 2018. Keduanya dilaksanakan di Poltekpar Makassar. Jadi kami berangkat tanggal 29 April sore dan rencana kembali ke Bali tanggal 3 Mei 2018, 5 hari 4 malam.

Kami dari STP Bali berangkat 6 orang, termasuk Bapak Ketua dan Kabag Adak serta 3 orang dosen. Tapi 3 orang dosen tersebut hanya ikut Rakor saja, sedangkan saya menemani Bapak Ketua dan Kabag Adak ikut Rakor dan juga rapat SBM. Kami berangkat hari Minggu sore menggunakan Garuda Indonesia. Penerbangan dari Bali ke Makassar hanya sekitar 1 jam 10 menit. Tiba di Makassar kami dijemput dan langsung diajak makan malam di restoran New Dinar dengan menu utama ikan.

Setelah makan malam kami check in di hotel Arya Duta Makassar. Kami check in satu kamar sendiri-sendiri karena ternyata harga kamar per malam adalah Rp. 600.000,-  dan masih mencukupi tarif yang ditentukan yaitu maksimal Rp. 650.000,-. Kamar yang saya dapatkan sangat bagus, berada di lantai 7 dengan pemandangan langsung ke pantai Losari. Relatif luas dan nyaman, kamar mandinya juga bagus dan lengkap dengan bath tub (walau pembuangan air di bath tub sempat mampet). Suhu kamar juga bagus, bahkan di malam hari saya tidak perlu pakai AC dan kamarnya masih terasa dingin. Dengan harga sekian dan breakfast yang sangat lengkap, saya merasa puas.

Lanjut tentang acara Rakor. Pagi hari sekitar pukul 8.00 kami dijemput dan diajak ke kampus bersama rombongan lainnya untuk mengikuti Rakor. Acara Rakor berjalan dengan lancar, siangnya kami makan di restoran kampus Poltekpar Makassar dengan hidangan hasil praktek mahasiswa. Acara Rakor dilanjutkan sampai sore. Malamnya kami diajak makan malam lagi di restoran Dinar. Malamnya kami istirahat di hotel.

Hari kedua kami kembali mengikuti Rakor sampai siang dan diakhiri dengan makan siang di kampus lagi. Selesai acara Rakor, 3 orang dosen yang dari STP Bali kembali ke Bali pada sore hari itu. Sedangkan saya tetap di Makassar menemani Pak Ketua dan Kabag Adak untuk Rapat SBMPTNP tanggal 2 – 3 Mei 2018 keesokan harinya. Malam itu kami ternyata dijamu makan malam lagi bersama rombongan peserta rapat SBMPTNP.

Rapat hari pertama untuk SBMPTNP berjalan lancar juga walau sempat ada satu pembahasan yang cukup alot yaitu terkait Pemeriksaan Kesehatan, tapi sebelum makan siang akhirnya bisa diambil keputusan. Sore hari sekitar pukul 17.00 rapat selesai dan kembali dilanjutkan dengan makan malam. Hari terakhir tidak ada agenda dan kami sempat istirahat di hotel, tidak kemana-mana. Kami kembali ke Bali dengan pesawat Garuda sore harinya dan tiba di Bali dengan selamat.

Baca Juga:

Rapat Persiapan Grand Launching SBMPTNP di Lombok

Masih dalam rangka SBMPTNP 2018, saya kembali mendapat tugas perjalanan dinas yaitu mengikuti Rapat Persiapan Grand Launching SBMPTNP di Lombok pada tanggal 8-10 Maret 2018. Acara rapat diadakan selama 1 hari yaitu tanggal 9 Maret 2018. Sebenarnya agenda rapat selain persiapan grand launching, dilanjutkan juga dengan agenda membahas kesepakatan mengenai kelebihan sks mengajar di 6 Perguruan Tinggi Pariwisata (PTP) di lingkungan Kemenpar. Pembahasan ini cukup krusial dan alot karena akan berdampak langsung pada keuangan khususnya bagi para dosen.

Acara Grand Launching SBMPTNP 2018 rencananya akan dilaksanakan di Bali pada 23-24 Maret 2018. Yang dibahas pada rapat persiapan ini sangat teknis, khususnya video yang akan diputar di puncak acara grand launching. Acara grand launching sendiri rencananya akan disisipkan pada acara Rakornas SMK Pariwisata yang dihadiri Menteri Pariwisata sekaligus melakukan grand launching SBMPTNP 2018.

Kami berangkat ke Lombok pada tanggal 8 Maret 2018 dengan pesawat Garuda Indonesia tipe ATR, itu lho yang baling-balingnya terlihat jelas. Penerbangan kami ke Lombok lancar namun terasa agak lama yaitu 45 menit, mungkin karena pesawat sempat memutar beberapa kali sebelum tiba di Lombok. Di Lombok, kami menginap di Hotel Astoria Lombok, karena acara rapat juga disana.

Acara rapat tanggal 9 Maret kami ikuti dengan baik dan lancar. Saat istirahat siang, kami terpaksa harus check out dari hotel karena ternyata hanya di booking 1 malam saja, dan tidak bisa extend karena penuh. Sore hari selesai rapat kami pindah ke hotel Golden Palace untuk menginap 1 malam lagi. Sebelumnya saya sudah pernah menginap di Golden Palace Lombok yaitu tahun 2017 kemarin.

Tanggal 10 Maret 2018 kami kembali ke Bali dengan Garuda Indonesia. Penerbangan ke Bali kali ini terasa cepat yaitu hanya 25 menit saja. Mungkin karena langsung lurus saja dari Lombok ke Bali. Kami tiba dengan selamat. Demikian perjalanan dinas saya kali ini.

Baca Juga: