Tag Archives: reproduksi

Berapakah Ukuran Yang Pas Untuk Memuaskan Pasangan?

Pertanyaan:

Saya seorang remaja. Mau bertanya. Berapakah panjang penis yang kira2 bisa memuaskan pasangan nanti dok!

Jawaban:

Berbicara masalah ukuran MrP memang tidak akan pernah kehabisan waktu untuk membahasnya. Banyak pria yang terlalu terobsesi untuk memiliki ukuran MrP yang besar dengan harapakan ukuran yang besar akan mampu untuk memuaskan pasangannya. Hal ini tidak terlepas dari gambaran yang kerap mereka lihat di film film porno yang menggambarkan seorang wanita yang terlihat puas karena pasangannya memiliki MrP yang besar dan panjang.

Menurut beberapa studi yang saya baca, ukuran MrP ternyata tidak berbanding lurus dengan tingkat kepuasan seorang wanita saat berhubungan seksual. Tidak sedikit wanita yang justru merasa tidak nyaman atau tidak menikmati hubungan seksual ketika pasangannya memiliki ukuran MrP yang besar.

Ukuran MrP yang besar juga tidak menjamin MrP mampu menegang dengan maksimal. Hal ini karena ukuran MrP yang besar memerlukan aliran darah yang besar untuk membuatnya ereksi. Seiring dengan bertambahnya usia, suplai darah ke MrP pun akan berkurang sehingga ereksi tidak akan berlangsung maksimal.

Kepuasan saat berhubungan intim sejatinya sangat ditentukan oleh kemampuan untuk mengetahui kebutuhan dari pasangan masing masing. Komunikasi yang baik akan membuat pria atau wanita mengetahui apa yang diinginkan pasangannya dan bisa saling memenuhinya saat berhubungan intim. Misalnya, pihak wanita menginginkan pemanasan yang lebih lama agar orgasme maka si pria sebaiknya melakukan hal ini, demikian sebaliknya.

Jadi sekali lagi, ukuran bukanlah hal yang utama dalam usaha memuaskan pasangan seksual.

Ilmuwan Spanyol Ciptakan Sperma Manusia Dari Sel Kulit

Ilmuwan Spanyol berhasil membuat sperma manusia dari sel kulit dewasa. Temuan yang diumumkan hari rabu ini merupakan terobosan penting dalam pengobatan ketidaksuburan pada jutaan pasangan usia subur.

Para peneliti berusaha menemukan solusi atas masalah kesuburan yang menimpa 15% pasangan usia subur di seluruh dunia yang hanya memiliki opsi menggunakan sel sperma atau sel telur donor untuk memperoleh keturunan.

Penelitian ini terinspirasi oleh apa yang telah dilakukan Shinya Yamanaka dari Jepang dan John Gordon dari Inggris, pemenang bersama hadiah Nobel tahun 2012 yang menemukan bahwa sel dewasa manusia bisa diubah menjadi stem sel mirip embrio.

Menurut Carlos Simon, peneliti dari Valencian Infertility Institute, mereka memprogram kembali sel dewasa kulit dan mengolah menjadi sel gamet atau sel reproduksi. Dalam sebulan, sel kulit ini berubah menjadi sel germ yang dapat dibentuk menjadi sel sperma atau sel telur. Sayangnya, sel yang terbentuk ini belum dapat bereproduksi.

Menurut Simon, sel sperma ini membutuhkan pematangan tingkat lanjut untuk bisa menjadi gamet dan bereproduksi. Penelitian ini hanya sebagai langkah permulaan saja dan masih memerlukan proses lanjutan agar bisa diimplementasikan pada manusia.

Meskipun demikian, penelitian ini sudah selangkah lebih maju bila dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya di China yang berhasil membuat sperma buatan pada percobaan tikus.

Penelitian ini dipublikasikan pada laporan ilmiah, journal of Nature edisi Selasa.

FacebookTwitterGoogle+Share