radio atau spotify?

Selamat pagi, selamat datang di rutinitas nine-to-five-monday-friday, Begitu sampai kantor, nyalain komputer langsung play spotify untuk update mood. kadang kalau kerja dirumah juga gitu sih, sebelum buka software untuk kerja, yg dibuka pertama adalah spotify. Sejak spotify masuk ke indonesia, saya lebih suka menggunakan layanan musik streaming ini daripada mendengarkan…

Continue Readingradio atau spotify?

REBEL RADIO INDONESIA: Persetan Dogma Usang!

Semuanya berawal dari kegusaran soal seberapa seragamnya siaran radio yang ada di Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Rangkaian tembang yang diputar ke pendengar, antara satu radio dengan lainnya rata-rata pilihannya sama atau mirip. Hampir nihil dan/atau sangat sedikit yang menawarkan sesuatu yang segar karena berbeda. Jika pun ada biasanya persembahan lagu-lagu yang lain dari biasanya tersebut cuma dijatah seminggu sekali serta kerap ditempatkan pada jam-jam "maling beroperasi". Belum lagi variasi acaranya yang cenderung miskin peduli terhadap situasi-kondisi Bali (apalagi Nusantara) yang faktanya sedang nelangsa baik dalam konteks sosial, ekologi maupun ekonomi. Kebanyakan membahas tentang remeh temeh siapa galau siapa jomblo, dramatisasi ramalan bintang, kirim mengirim salam yang mengesankan aktivitas komunal walau sejatinya sering terpeleset ke fenomena "my friends are better than your friends"; lalu kedangkalan itu dilengkapi pula dengan padu paksa penggunaan istilah lu-gue yang paceklik lokalitas serta pekat sikap rendah diri pada Bali sebagai, katakanlah, nusa dan bangsa. Memang tak semua radio macam demikian. Ada beberapa---tepatnya sedikit---yang mencoba keluar dari stereotip tersebut. Namun tetap saja susah bagi mereka untuk ultra liar berimprovisasi akibat tekanan pemilik modal yang umumnya ingin bermain aman, harus bertahan dengan pola mainstream, alias setia pada status quo. Dan gusar saja tidak cukup. Dan tiada gunanya saling menyalahkan. Tindakan nyata harus segera diambil, aksi mesti direalisasi: mendirikan institusi radio sendiri. Begitu keputusan bulat kawan-kawan sepemikiran. Identitas pun ditentukan: Radio Rebel Indonesia---yang kemudian berevolusi menjadi Rebel Radio Indonesia.

Continue ReadingREBEL RADIO INDONESIA: Persetan Dogma Usang!