Tag Archives: POTRET PERJALANAN

Sebelum Berbuat Dosa: Puisi Yang Naif

Apa yang sesungguhnya dirayakan di atas meja makan : Hal-hal yang tidak dibicarakan. Hal-hal yang hanya aku dan kamu ketahui sekaligus sembunyikan. Hal-hal yang tidak sepenuhnya remeh dan remah. Hal-hal yang naif. Atau diri kita yang justru naif. Di meja makan, tidak semua orang menjadi hitam atau putih. Ia bisa menjadi abu-abu, biru pirus, hijau […]

Neediness

Saya terjaga, sembari melarutkan diri dalam lagu Bin Idris – How Naive serta ‘pergulatan’ bathin sehabis membaca karya-karya (alm) IBM Dharma Palguna. Dalam satu tulisannya, beliau meletakkan kalimat-kalimat yang magis: kebanyakan di antara mereka lupa bahwa jalan hanya akan ditemukan oleh orang yang berjalan. Almarhum, bagi saya pribadi semacam guru ‘Maya’.  Apa-apa yang saya tuliskan, […]

BUKAN RISALAH

Bukan risalah! Tumpul mengkarat dan kata-kata yang berkumpul di gugus yang sama. Daya serap diri sepertinya menurun di kadar yang membahayakan. Tempat, pohon, jalan dan bahkan deretan angka miliki rekamannya sendiri. Bulan delapan angka lima belas atau juga nama-nama hari. Bergulir dan bergulir, perkara ke perkara. ** Satu malam dalam perjumpaan yang tidak terduga menuju […]

Smcm Smlcrm

Selalu pada ingatan yang itu juga, yang dikhidmatkan adalah: ‘Akhirnya semua akan tiba / pada suatu hari yang biasa / pada suatu ketika yang telah lama diketahui…’ * bagaimana senja yang datang dalam waktu yang sebentar, seperti hidup yang juga sebentar. telah lama kita bermainmain dalam telikung yang itu-itu juga; yang selalu berusaha digenapi. berulang […]

Manusmara 1

  Selamat malam Kakek. Malam yang begitu melegakan. Amarah, Kakek, selalu menunjukkan wajahnya yang buruk, liar dan dungu. Warisan purba yang tak akan bisa bersalin rupa. Tibalah saya Kakek pada satu kelegaan. Kelegaan ketika saya ingat novel Sutasoma, Janda dari Jirah PEMENTASAN JIRAH atau literatur-literatur Budha yang pernah sepintas terbaca. Sungguh, hanya orang – orang yang […]