Tag Archives: Pop/Rock/Dance

DRINKING RESPONSIBLY

DRINKING RESPONSIBLY—Stay Sane, Safe, and Sensible!

Sampai jumpa Jumat depan di acara temu wicara dengan sponsor utama Diageo dan berfokus pada isu mengkonsumsi minuman beralkohol secara bertanggungjawab.

Acara edukasional berpadu dengan hiburan musik ini adalah edisi ke-2 setelah sebelumnya diadakan pada pertengahan Februari lalu.

Akan hadir para nara sumber dengan beragam latar belakang:
1. Dendy Borman – Corporate Relation Director Diageo Indonesia
2. Ngurah Arya Wayushantika – District Operations for GO-CAR
3. Sugi Lanus – Founder of Hanacaraka Society
4. Venusia Indah – Music Curator and Creative at Single Fin & The Lawn
5. Brigadir Putu Vindi Mahendra – Dit Pamobvit Polda Bali

Lalu dilanjutkan dengan hiburan musik, menampilkan:
1. DJ Marlowe Bandem
2. Sendawa
3. The Hydrant

15 Mar 2019
Rumah Sanur
18.00-23.00

Ini sekaligus untuk mengenang kepergian karib tercinta kita semua, almarhum Made Indra dan Afi, yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, setahun lalu.

Pasca kejadian memilukan tersebut saya beserta Ewa Wojkowska berjanji untuk menebus kesedihan dengan menyebarkan pemahaman serta kiat-kiat soal minum bertanggungjawab. Menikmati minuman beralkohol seraya selalu mawas diri.

Senang sekali kami berdua bisa menepati janji pada Made serta Afi. Setelah yang kedua ini semoga bisa terus berkeliling berbagi pengetahuan tentang minum bertanggungjawab.

Acara ini gratis dan terbuka untuk umum.

Enjoy alcohol and drink responsibly!

DWI DOMINASI DI ANUGERAH MUSIK BALI

Ada dua nama yang amat menonjol di acara Anugerah Musik Bali pada Senin silam, 18 Feb. Paling pertama adalah pendatang baru yang sedang jadi buah bibir di skena musik Pulau Dewata akibat bakatnya yang luar biasa, Alien Child. Berikutnya Navicula, paguyuban musisi veteran yang telah lantang berteriak soal lingkungan jauh sebelum aksi membela bumi menjadi tren dan dianggap seksi.

Keduanya masuk nominasi di banyak sekali kategori lalu berlimpah memenanginya.

Tentang Navicula, barangkali tak perlu bejibun basa-basi, publik Nusantara rata-rata telah mahfum apa-siapa-kenapa kuartet ini begitu dihormati. Matang pengalaman, lirik yang bernas, kemampuan bermusik nan sakti mandraguna, kepedulian gigantik pada keadilan sosial, kepribadian yang hangat, pokoknya nyaris sempurna (yang sepenuhnya sempurna cuma Lagavulin 16) alias memang pantas diberi respek lebih.

Bicara Alien Child sama dengan bicara keajaiban. Kakak-adik Aya dan Laras yang menghabiskan masa kecilnya di Vancouver, Kanada, relatif belum terlalu lama wira-wiri di skena berkesenian Bali. Namun saking menonjol talenta duo remaja yang baru lewat akil balik ini—mutu bersenandung sungguh istimewa, menulis lirik duh-gusti brilian, mencipta lagu yang nyaman didengar kuping—segera saja menggaet perhatian publik. Tawaran manggung kian sering, lagu-lagunya makin jadi favorit, pula barisan aliens—julukan untuk penggemarnya—mulai pesat bertumbuh.

Saat semua semakin lambat, Bali berani cepat, dan penuh percaya diri.

JAGGER-RICHARDS DRUG BUST

Photo: The Telegraph.

Today, 52 years ago, the Rolling Stones’ Mick Jagger and Keith Richards were arrested at Richards’ West Sussex, England home for drug possession. The bust followed Donovan’s arrest by the same drug squad, led by Norman Pilcher, the previous year, and sparked not only public debate within the rock community, but also within the underground and conservative press. Eric Clapton reportedly escaped arrest by Pilcher — who rang his doorbell pretending to be a mailman — by fleeing from his back door.

Jagger and Richards, along with Jagger’s then-girlfriend Marianne Faithfull and various friends, including photographer Michael Cooper — who shot the Beatles’ Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band album cover — art dealer Robert Fraser, and George and Pattie Harrison, were partying after a Stones recording session at Richards’ country estate, Redlands.

According to the Stones, the raid was a set-up by the British newspaper The News Of The World, which had earlier reported that Jagger had taken LSD at a party thrown by the Moody Blues.

The song here, “Dead Flowers”, taken from Live: Texas, 1972; it’s about heroin, a favourite drug of the Rolling Stones back then.

It’s safe to say Stones have tried it all: pills, papers, powder, and plants. Jagger & Richards know their drugs. And you don’t.


__________


Texts: KSHE-95 Real Rock Radio.

RAINBOW: DIFFICULT TO CURE

Today is the 38th anniversary of Difficult to Cure.

Released in 1981, this is the fifth studio album by the British hard rock band, Rainbow. The album marked the further commercialization of the band’s sound, with Ritchie Blackmore once describing at the time his appreciation of the band Foreigner.

The video here, the main single, “I Surrender”, would be the band’s highest charting single in the UK, reaching No. 3.

The album material was started with singer Graham Bonnet still in the band, getting as far as recording an early version of “I Surrender”, before Bonnet left the band due to his dissatisfaction over the material. American singer Joe Lynn Turner, formerly of Fandango was recruited and sang over already completed musical tracks. Turner stated that, because of this, he was singing in higher keys than he would do normally.

I used to own this album (in cassette format) and played it a lot, together with Foreigner’s Double Vision and Whitesnake’s Live… in the Heart of the City.

Source: Wikipedia.

HAPPY BIRTHDAY, ELVIS PRESLEY!

Photo: dc-shoe.com

Happy birthday Elvis Presley!

Elvis merupakan sosok paling berpengaruh nomer 1 dalam berkesenian, nabi duhai mulia, inspirasi terbesar The Hydrant, pionir Rockabilly di Indonesia, band yang saya manajeri.

Yang paling gamblang terlihat adalah pengaruhnya pada sang biduan, Marshello. Ketika predikat “Brown Elvis” dijatuhkan padanya, kalian tak tahu seberapa ultra girang dan bangganya si Shello.

Untuk riang ria merayakan hari kelahiran pionir rockabilly ini mari kita beberkan gono-gini tak penting tapi penting soal dia:

1. Elvis Aaron Presley memang tenar dengan rambut hitam legamnya. Tapi itu karena disemir. Warna aslinya adalah coklat. 

2. Elvis memiliki gitar kala berusia 11 tahun. Tadinya ia hendak membeli senapan namun ibunya meyakinkannya agar mengambil gitar saja. 

3. Pada 1954 ia mengikuti audisi untuk kuartet gospel the Songfellows. Tapi tidak diterima.

4. Tembang pertama yang mengantarnya menjadi populer, “Heartbreak Hotel”, terinspirasi oleh artikel mengenai bunuh diri di sebuah koran lokal.

5. Nama rumah besar mewahnya di Memphis, Graceland, mengambil dari nama puteri dari pemilik sebelumnya, Grace.

6. Elvis telah merekam lebih dari 600 lagu dan tiada satu pun ditulis oleh dirinya.

7. Saat tampil di TV pada 1956 ia diminta beraksi tanpa gitar. Agar tetap atraktif Elvis lalu menggoyang pinggulnya. Amerika Serikat seketika heboh, ia dicap amoral. Ia lalu dinamai Elvis the Pelvis.

8. Di tahun yang sama seorang hakim menyebutnya “liar” serta musiknya dianggap merusak tatanan moral muda-mudi. Di sebuah konser ia dilarang bergoyang pinggul. Ia kemudian menggoyangkan jari-jarinya saja sebagai bentuk protes.

9. Little Elvis adalah sebutan khusus Elvis untuk penisnya.

10. Elvis kabarnya masih punya hubungan keluarga dengan 2 presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln dan Jimmy Carter.

Video yang diselipkan di sini, “A Big Hunk O’ Love”, semacam kompilasi Elvis the Pelvis.

Cheers on your birthday, the King of Rock and Roll!