Tag Archives: pohon tua

SOBER: KELAS MENULIS LIRIK BERSAMA POHON TUA

SOBER (Sore Berkarya)⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
⁣⁣Jangan lewatkan kesempatan untuk berkarya & berkolaborasi bersama Pohon Tua pada lokakarya Menulis Lirik. Peserta lokakarya yang berhasil membuat syair bertemakan keberagaman paling cihuy (tentang kasih sayang pada sesama, cinta keindahan tanah air, harmonisnya warna-warni Nusantara, dsb) nantinya akan berkesempatan untuk berkolaborasi dengan sang Pohon Tua:⁣⁣
⁣⁣⁣
⁣• lirik tersebut akan dibuatkan lagu⁣⁣
⁣⁣• direkam di studio dan diurusi oleh Pohon Tua⁣⁣
⁣⁣• dinyanyikan saat konser oleh Pohon Tua pada ajang It’s Showcase di tanggal 18 Agustus 2019 di Rumah Sanur⁣⁣
⁣⁣• diedarkan secara digital agar bisa dikonsumsi oleh masyarakat luas⁣⁣
⁣⁣
⁣Bagi peserta yang ciptaannya menarik dan disukai Pohon Tua—juara kedua, piala perunggu, pemenang favourit, honourable mention—karya-karya tersebut akan dipamerkan saat acara It’s Showcase.⁣
⁣⁣⁣⁣
⁣⁣Ada pula hadiah seru lain dari Rumah Sanur!⠀⁣⁣
⁣⁣⠀⁣⁣
⁣⁣Acara ini terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya alias gratis! ⠀⁣⁣
⁣⁣⠀⁣⁣
⁣⁣Sabtu, 20, Juli 2019⁣
⁣15.00-18.00 WITA⠀⁣⁣
⁣⁣di Rumah Sanur Creative Hub⠀⁣⁣
⁣⁣⠀⁣⁣
⁣⁣Daftarkan dirimu disini: ⠀⁣⁣
⁣⁣http://bit.ly/kelasnulislirik

Bawa alat-alat musikmu sendiri ya teman-teman!

⠀ ⁣
⁣⁣

The post SOBER: KELAS MENULIS LIRIK BERSAMA POHON TUA appeared first on RUDOLF DETHU.

Filosofi Pohon: Hanya Burung Setia yang Membuat Sarang

Banyak burung hinggap di sebuah pohon, tapi hanya satu yang akan tinggal.

“Anggap dirimu pohon..”, itulah yang sering saya katakan ketika ada teman putus cinta. Ya masalah cinta itu adalah masalah yang sangat lumrah bagi para generasi milenial. Masalah cinta bagai sudah berakar di jiwa raga para generasi muda. Mereka bahkan sering mencurahkan masalah mereka di sosial media.

Pertanyaannya apakah cinta itu salah? Tidak, tentu saja cinta itu tidak salah. Semua mahluk hidup di dunia ini berhak untuk jatuh cinta, tetapi cara mereka mengungkapkannya yang salah.

Awal Masalah

“Kamu adalah satu-satunya orang di hidupku. Kamu adalah jiwa dan ragaku. Kamu adalah segalanya bagiku..” PUUUUUIH.

Dengar, ya, generasi milenial atau harus saya sebut generasi zaman now. Perjuangan cinta tidak semudah itu. Ini bukan negeri dongeng atau drama korea, yang di mana mendapatkan cinta sejati sangat mudah. Mendapatkan cinta itu bak mencari jerami di tumpukan jarum.

Loh, kok kebalik? Iya jelas lah, karena untuk memperolehnya tak jarang kita harus merasakan luka mendalam.

Saya tidak mau munafik ya. Tentu saya pernah mengatakan hal seperti di atas setelah putus cinta. Semua kata kata manis itu langsung berubah menjadi kata yang penuh kebencian. Bukan hanya saya yang mengalami itu, tapi banyak teman teman di sekitar saya. Mereka memiliki kisah yang sama, di mana mereka sangat mencintai, tapi akhirnya dikhianati. Cinta pun berubah jadi benci.

Tapi setelah mendengar curhatan dari beberapa teman, saya mulai sadar akan kesalahan ketika mencari pasangan. Akhirnya tercipta sebuah filosofi di benak saya, yang saya beri nama filosofi pohon. Filosopi pohon pertama yang saya ciptakan adalah “hanya yang setia yang membuat sarang.”

Arti Setia

Anggaplah hidup kita ini adalah sebuah pohon. Ketika pohon itu sudah tumbuh besar dan memiliki banyak buah. Maka banyak burung hinggap di dahannya untuk memakan buah. Sama seperti mencari pasangan.

Ketika kita sudah mencapai puncak kehidupan kita, di mana kita sudah sukses. Maka pasti banyak orang akan datang mendekati kita. Kesalahan saya waktu itu adalah memilih pasangan ketika saya adalah pohon yang berbuah.

Namun, aku lupa jika ada kalanya pohon yang berbuah akan kehilangan buahnya dan burung-burung yang hinggap di dahannya akan pergi seketika. Itulah yang terjadi pada saya.

Saya ditinggalkan dia, orang yang saya anggap pasangan, ketika saya sedang menghadapi tantangan terbesar dalam hidup. Pada waktu itu adalah perjuangan mencari kuliah. Tentunya ketika itu kita sangat memerlukan sebuah dukungan moral kan?

Namun, kata-kata setia sampai tua yang dia ucapkan hanyalah omong kosong semata. Saya pun sesaat jatuh dalam keterpurukan, sampai pada akhirnya bertemu dengan kawan yang senasib.

Ketika menciptakan filosofi ini saya sedang dalam perjalanan bersama teman itu dan sesaat saya menemukan penutup yang tepat untuk filosofi ini. Ketika sebuah pohon kehilangan semua buahnya dan burung burung pergi darinya, pasti pasti dan pasti, ada seekor burung yang mau membuat sarang di sana dan dengan setia menunggu buah selanjutnya. Burung itu akan terus memberi kehidupan di pohon tersebut, memperindah pohon tersebut dengan kicauannya walaupun ada buah atau tidak di rantingnya.

Sama dengan kita mencari seorang pasangan. Ketika kita di dalam keterpurukan pasti akan ada orang yang setia menjaga kita dan memperindah hidup kita. Jika hal itu terjadi padamu maka kamu perlu perimbangkan orang itu untuk menjadi pasanganmu, karena hanya yang setia yang mau membuat sarang. [b]

The post Filosofi Pohon: Hanya Burung Setia yang Membuat Sarang appeared first on BaleBengong.

Hey pelanginya ada DUA!! :D ~~leyehleyeh~~

*ceklik

#NowPlaying || The Lazy Song~Bruno Mars

~~ Leyeh leyeh ~~

“Today I don’t feel like doing anything, I just wanna lay in my      bed, Don’t feel like picking up my phone, So leave a message at the tone, ’Cause today I swear I’m not doing anyhing”

 

Hari ini bisa saya sebut sebagai hari bayar utang tingkat Asia Tenggara (ahhh..baru mulai nulis aja uda lebay nie –__–) maaf..maaf..

jadi, hari ini saya mau bayar utang tidur, utang, makan dan utang leyeh-leyeh yang telah saya hemat karena kesibukan minggu ini (cie, kiirrr,,,sok cang).

Bangun jam 8 pagi langsung berkicau ga jelas. Setengah sadar, ketiduran lagi. Baru bangun uda jam 10 aja *tuinktuink, ngetuit lagi, setengah sadar lalu ketiduran. ya intinya saya mau bayar utang insomnia tak berjeda belakangan ini. Mau tidur sebanyak-banyaknya, sampai akhirnya saya capek tidur, dan beranjak jam 3 sore (kiul banget ya,,errr)… kepala agak sedikit pusing. sepertinya ini akibat dari kelebihan dosis tidur. ga enak ternyata ngerapel tidur seminggu dalam satu hari. *plak!!

gerah…

terpaksa mandi,, issh…

jam setengah 4 saya di temani si genit, saya berselancar keliling panjer cari makan. Menu hari ini nasi goreng hati cap warung wayan, es rasa kangen dan jus mangga! maruk! dan sebelum negtik tulisan ini saya melahap es mendem duren, mantaplah ini perut! bayar hutang atas kelalaian pada jadwal makan seminggu belakangan ini. Lalu apa yang saya dapat dari ngerapel makanan dalam sehari? sakit perut iya, malah jadi mual karena nubruk-nubruk ga jelas nie makanan,,,hahaha……

bukan promo ya teman, tapi ada saja yang mengusik di hari leyeh-leyeh sedunia ini. ya ini serius, tentang dagang es yang saya beli. Perut kembung minum jus mangga dan es rasa kangen dalam waktu yang bersamaan. tapi masalah yang lebih krusial daripada perut kembung itu ya tentang pedagangnya. Saya heran dagang es ini kenapa ga ganti nama aja ya? jangan Es kreasi S*g*R, tapi es GALAW. :O. Sekedar info aja, disini jual es yang namanya Galaw bin ajaib. Ada es patah hati, es rasa sayang, es rasa kangen, dan es es asmara lainnya. Jadi kalau mau menunjukan bagaimana mood kamu hari ini buruan aja datang ke dagang es ini. (lhaaa kok malah jadi promo) *___*

Jadi hari ini saya lagi ngerasa kangen sama si ganteng kriwil. Jadilah saya beli es dengan nama yang sama. Tumbenan mesen yang ini dan Lima menit esnya pun datang. Wah ternyata rasanya sama aja kayak es rasa sayang. es rasa kangen. es patah hati. GALAW DAH. semua rasanya manis. huh ga fair laaaa ini namanya….. es rasa kangen yang saya beli manis banget. bahkan ada permen warna warni manis di dalamnya. Ga sesuai dengan apa yang saya rasakan hari ini, kangen yang mendalam.ough, saya kecewa. PADAHAL kangen tuuh seseeek meeen….. (TT__TT) *nangisGoarGoar

lanjut ke es rasa sayang yang ini rasanya manis, okelah matching. Nah, tapi masa es patah hati juga rasanya manis? itukan njleb bgt rasanya. patah hati tuu periiiiiih meeeeen… *ikatkepala
Usul sih ya, kenapa ga bikin es namanya es jomblo ngenes? kan lumayan tiap malam minggu pasti laku keras tuh. biar si jomblo ada alesan keluar rumah. :P
eh iya satu lagi….kenapa ga sekalian aja bikin es namanya es LDR?? kan lumayan bikin sesek LDR’ers sekalian HAHAHA
*kemudianhening
eh kok malah bahas es sih, syal..*PLAK!!
mari kita konsentrasi lagi untuk bahas tentang HARI INI :D
Walaupun hari ini hari malas sedunia, tapi ga sepenuhnya saya jalani dengan leyeh-leyeh. Janjian sama Kru perspektif pelangi mau jengukin @cokordabagus yang lagi sungkan. Janjian jam 5 kita langsung cuuz…. bareng sama @saraharifin dan @nirmala_asriani ke Toko boneka, eh malah beli yang aneh-aneh (yaa gini kalo cewek belanja suka kesurupan tiba-tiba –__–”)
Tidak seperti rencana semula, kami malah lama sliweran dari toko ke toko, akhirnya nemu barang yang unik buat Cok, masik ada kaitannya dengan dukceng dukceng lumayan buat peregangan otot sebelum manggung lagi, heheeh ^__^V
Diperjalanan, kami uda kayak orang desa yang tumben datang ke kota, melongoo ga jelas liat bangunan tinggi, padahal yang kami liat sebenarnya adalah pelangi dibalik gedung-gedung itu. waaah indaaah sekali. O_O
Hey pelangi ~ Pasar Kumbasari
lama kelamaan warna pelanginya makin jelas dan ternyata pelanginya ada DUAAAA…… :’D
Hey Pelangi ~ ada duaaaa…….. warna warni.. :D
entahlah semenjak bergabung di tour perspektif pelangi kami jadi maniak dengan segala hal yang terlihat berwarna-warni. tiba-tiba muncul sensasi riang saat melihat pelangi :’)
#NowPlaying Pelangi~DialogDiniHari

tanah basah

hujan reda gerimis sisa

kupu-kupu, gumaman rimba bertalu

bukit yg sendiri, gunung berpuisi ku berimaji,

sejuk bening, angin semilir air mengalir

hey pelangi…….warna warni……

hey,,,pelangi…..gairah surga di hati…

*hening, parkir depan peken liat pelangi *berbinar-binar
Jreeeeeenkkk…
Pawang Pelangi ~ Pohon Tua @Dialogdinihari 

Setelah sadar kalo kami melotot hampir 30 menit lengkung sempurna sang pelangi, akhirnya kami melanjutkan perjalanan sesuai dengan tujuan semula. Besuk cok di RS. yipiee…. singkat cerita sampailah kami di RS. Muter gedung segede itu lumayan menguras tenaga juga. Lantai 3 dengan cepat kita temukan tapi tidak dengan nomor kamarnya. errrrr karena ternyata kami memutar jadi ya mesti kelilingin dari kamar yang paling ujung. Yuph sampai dan sapa menyapa dengan Cok and mom, :) bercerita pula tentang Tour perspektif pelangi di ISI dan kunjungan teman-teman Nosstress ke RS di hari kemarin. Cepet sembuh yaaa coook biar bisa gabung lagi di Tour dan Gigs lainnya :’)

Nosstress ~ cepat sembuh ya Cok :D #iniserius
Yuph, ternyata kegokilan (efek kebanyakan makan dan tidur) berpengaruh pada konsentrasi saya. Mulai dari salah nyapa orang (sueeerrr tak pikir Babenya cok loo,,, *_* maluu,,ternyata salah orang) dan kegalauan kedua adalah pintu keluar, errrrr malu banget sama orang-orang di RS. masa mau nyari pintu keluar eh malah nyelonong ke pintu masuk lagi… errrr…. sepertinya saya butuh pacaran.
dan yeah, akhirnya malam mingguan sama pacar cihuy. Tapi harus berakhir juga gara-gara mau nonton Kuch Kuch hota hai…huhuhuhu rahuuulll anjeeliii……. *mulaiCariPohon/Tiang~lanjutJogetJoget >_<
Yuph, hari leyeh-leyeh yang menyenangkan makasi buat pelangi hari ini, makasi buat kondisi cok yang mulai pulih, makasi untuk pacar saya yang nelpon dan makasi uda muterin film idola saya… i loph tudeeeeee pery much…
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~LEYEHLEYEH~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Everyone is lazy. We’ve all been there. Those days where we can’t manage to muster up the energy to do anything. Perhaps if we all accept that lazy days like this should be taken advantage of, we may all be a little happier inside. We can afford to put things off tomorrow, if it means truly enjoying the little things in life today. (Alec-2011)

#pelangi @dialogdinihari Mewarnai Hati :D

“hey pelangi…….warna warni……hey,,pelangi…..gairah surga di hati…”

Pelangi, peri warna :)

Siapa bilang pelangi tak ada saat malam hari? Pelangi itu mempercantik art cafe malam ini. Ya…saya, @xtha_lita @nirmala_asriani @gungeez janjian ke art cafe untuk menghadiri acara peluncuran single @dialogdinihari yang bertajuk #pelangi. Lagunya nyaman….sendu dan penuh ketenangan. berasa menikmati indahnya pelangi dan aroma tanah basah usai hujan.  Saya suka pelangi, semua warna dan ekspresi ada di pelangi. Mendengarkan lagu ini seperti kembali ke masa kecil dulu, saat duduk termangu menunggu hujan reda dan menjemput pelangi datang menghiasi langit.

pelangi mewarnai hari :')

Emmm,,,, liriknya kalo ga salah seperti ini:

#Pelangi (Dialog Dini Hari)

tanah basah

hujan reda gerimis sisa

kupu-kupu, gumaman rimba bertalu

bukit yg sendiri, gunung berpuisi ku berimaji,

sejuk bening, angin semilir air mengalir

hey pelangi…….warna warni……

hey,,,pelangi…..gairah surga di hati…

eemmmmm…emmmm…emmmmm….

detak jantung…

detik perdetik halus mengalun

hati pagi…riuh suara alam ku hormati

hey pelangi…warna warni…

hey pelangi…gairah surga dihati….

Ya kurang lebih seperti itulah liriknya,,heheehe…

ini cuma sekali dengar, kalo ada yang keliru dimaafkan yah :D

Diawali dengan sambutan dari Pak Kepala Desa, #eh maksudnya manager @dialogdinihari oom @saylow lanjut potong tumpeng deeeh… (romantis, berasa banget kekompakan mereka :’)

sebelum perform ‘pohon tua’ (vokalis) Pelangi menceritakan sedikit tentang lagu pelangi ini yang bercerita tentang kebahagiaan atas kebersamaan mereka dalam band ini melalui suka duka yang ada. Diibaratkan sebagai sebuah rumah, saat rumah menjadi nyaman untuk berkreasi tidak ada yang lebih indah dari itu. Mereka sangat bersyukur solidaritas dapat tetap terjaga. Ga lupa juga say thanks to @saylow, om bray jejaka perkasa yang cihuy mengatur segalanya. *KetjupDariDadang heheehe…

Nah, buat kalian yang juga mau ikutan berselancar bersama #pelangi, silakan bisa diunduh di http://dialogdinihari.com/

jangan lupa follow @dialogdinihari

selamat yah, om dadang, denny, zio, saylow dan semua sahabat pagi … :D