Tag Archives: Perjalanan Dinas

Workshop dan Asistensi Pelaporan PDDIKTI di Lombok

Perjalanan dinas saya kali ini adalah mengikuti Workshop dan Asistensi Pelaporan PDDIKTI di Lombok yaitu pada tanggal 25 – 27 Juli 2018. Acara diadakan di Santosa Villa dan Resort, Senggigi, Lombok, oleh Pusdatin Kemenristekdikti. Saya berangkat berdua bersama atasan saya, Kabag ADAK STP Bali.

Dalam perjalanan dinas kali ini saya tidak begitu banyak persiapan karena agenda workshop secara umum saya sudah terbayang sehingga tidak terlalu membebani pikiran. Di samping itu lokasi acara di Lombok membuat saya juga agak santai karena penerbangan cuma sekitar 30 menit. Jadi saya berkemas cukup malam harinya saja sebelum berangkat, padahal biasanya kalau perjalanan sebelum-sebelumnya bisa jadi 2 atau 3 hari sebelum berangkat saya sudah mulai berkemas.

Saya berangkat di tanggal 25 pagi karena acara dimulai siangnya, jadi masih ada cukup waktu dalam perjalanan. Seperti biasanya ke Lombok, penerbangan dengan Garuda Indonesia hanya sekitar 25 menit saja. Perjalanan dari bandara di Lombok ke lokasi rapat di Senggigi hanya 1 jam saja. Kami tiba di hotel tempat acara sekaligus menginap disana sekitar pukul 10 pagi, jadi masih ada waktu sekitar 2 jam sebelum kami boleh check in.

Siangnya sebelum Workshop dimulai peserta dipersilahkan makan siang dulu. Sebelum workshop kami sempat check in dulu dan masuk kamar sehingga bisa lebih fresh saat workshop. Agenda workshop mulai siang sampai sore dan keesokan harinya masih seputar PDDikti, PIN, SIVIL, SISTER dan lainnya sampai dengan akreditasi BAN-PT. Syukur semua bisa kami ikuti dengan baik.

Kami kembali ke Bali tanggal 27 sekitar pukul 19.00 dan tiba di Bali sekitar pukul 19.45 karena penerbangan terasa sedikit lebih lama dari biasanya dan juga cuaca sepertinya kurang bagus sehingga terjadi beberapa goncangan yang hampir membuat saya mual. Kami akhirnya tiba di Bali dan saya bisa berkumpul kembali bersama keluarga.

Baca Juga:

Rapat SBMPTNP 2018 di Lombok

Perjalanan dinas saya ini seperti biasa masih dalam rangkaian SBMPTNP 2018 dan hanya berselang beberapa hari setelah saya ditugaskan ke Bandung. Jadi hari Sabtu sore/malam tanggal 2 Juni 2018 saya tiba di Bali, kemudian Senin sore tanggal 4 Juni sudah berangkat lagi ke Lombok dengan Garuda Indonesia. Penerbangan kami ke Lombok disampaikan oleh pramugari akan ditempuh dalam waktu sekitar 35 menit, tapi ternyata hanya 25 menit saja kami sudah mendarat di Lombok. Kami langsung menuju hotel Santika Mataram, tempat menginap sekaligus lokasi acara rapat SBMPTNP 2018. Kami tiba di hotel sekitar pukul 20.00 Wita dan langsung makan malam di restoran hotel. Selesai makan malam kami istirahat untuk persiapan acara rapat keesokan harinya.

Rapat hari pertama berjalan dengan lancar, bisa dikatakan 50% pekerjaan sudah selesai. Rapat selesai sekitar pukul 20.00 dan akan dilanjutkan kembali keesokan harinya. Rapat hari kedua juga berjalan lancar. Bahkan acara rapat sudah selesai seusai makan siang.

Usai rapat, kami berempat dari STP Bali masih ada waktu luang dan memanfaatkannya dengan melukat ke Pura Suranadi. Lokasinya tidak jauh, tidak sampai 1 jam perjalanan dengan menggunakan mobil. Tempat melukat di Pura Suranadi, Lombok ini hampir sama seperti Tirta Empul, Bali. Airnya juga sangat dingin. Saya bersyukur berkesempatan melukat kesana di sela-sela tugas dinas.

Keesokan harinya kami kembali ke Bali dengan penerbangan Garuda pukul 06.30 sehingga tiba di Bali pukul 07.00. Kebetulan saat itu ada upacara tiga bulanan keponakan saya, jadi masih ada waktu untuk menghadiri. Demikian catatan perjalanan dinas kali ini.

Baca Juga:

Scanning & Scoring SBMPTNP 2018 di Bandung

Akhir Mei 2018 ini saya mendapatkan 2 tugas perjalanan dinas dalam waktu yang berdekatan, ini yang pertama, yaitu mengikuti proses Scanning & Scoring hasil ujian SBMPTNP 2018 di Bandung. Kegiatan ini adalah rangkaian dari proses ujian SBMPTNP 2018 dimana ada 2 ujian yang menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK) yaitu Bahasa Inggris dan Wawancara yang hasilnya harus dilakukan pemeriksaan dengan proses scanning. Selain itu ada pemeriksaan kesehatan dan ujian psikologi juga yang hasilnya harus digabung dengan hasil ujian lainnya, semua proses itu dilakukan dalam kegiatan ini.

Scanning dan Scoring SBMPTNP 2018 ini sedianya dilaksanakan dari tanggal 30 Mei s/d 1 Juni, tetapi karena tanggal 30 Mei bertepatan dengan hari raya Galungan, maka kami yang dari Bali mohon ijin untuk datang belakangan, kami berangkat tanggal 31 Mei sore dan kembali ke Bali tanggal 2 Juni siang. Tim dari PTNP (kampus) lain ada yang sudah tiba tanggal 29 Mei sehingga sebagian besar melakukan scanning tanggal 30 Mei dan mereka sudah kembali tanggal 31 Mei. Sedangkan kami terpaksa baru tanggal 1 Juni bisa melakukan proses tersebut.

Proses Scanning & Scoring SBMPTNP 2018 dilakukan di Enhaii Hotel yaitu hotel milik STP Bandung, sedangkan kami menginap di hotel Kytos, tepat di depan kampus STP Bandung. Proses scanning berjalan dengan lancar, kami mulai sekitar pukul 9 pagi dan selesai sebelum pukul 16.00. Kami cukup lega karena tidak banyak masalah, hanya ada beberapa LJK yang salah dalam hal pengisian nomor peserta namun masih bisa dideteksi dan dibantu perbaikan oleh petugas scanning. Sore sekitar pukul 17.00 kami kembali ke hotel untuk istirahat dan besok siangnya hari Sabtu kami kembali ke Bali. Saya punya waktu 2 hari di Bali karena hari Senin malam dijadwalkan ke Lombok untuk mengikuti rapat kelulusan.

Baca Juga:

Rapat Koordinasi PTNP Kemenpar dan Rapat Persiapan Ujian SBMPTNP 2018

Perjalanan dinas saya kali ini mengikuti 2 agenda rapat. Yang pertama adalah Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP) di lingkungan Kementerian Pariwisata yang dilaksanakan tanggal 30 April – 1 Mei 2018. Yang kedua adalah Rapat Persiapan Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata yaitu tanggal 2 – 3 Mei 2018. Keduanya dilaksanakan di Poltekpar Makassar. Jadi kami berangkat tanggal 29 April sore dan rencana kembali ke Bali tanggal 3 Mei 2018, 5 hari 4 malam.

Kami dari STP Bali berangkat 6 orang, termasuk Bapak Ketua dan Kabag Adak serta 3 orang dosen. Tapi 3 orang dosen tersebut hanya ikut Rakor saja, sedangkan saya menemani Bapak Ketua dan Kabag Adak ikut Rakor dan juga rapat SBM. Kami berangkat hari Minggu sore menggunakan Garuda Indonesia. Penerbangan dari Bali ke Makassar hanya sekitar 1 jam 10 menit. Tiba di Makassar kami dijemput dan langsung diajak makan malam di restoran New Dinar dengan menu utama ikan.

Setelah makan malam kami check in di hotel Arya Duta Makassar. Kami check in satu kamar sendiri-sendiri karena ternyata harga kamar per malam adalah Rp. 600.000,-  dan masih mencukupi tarif yang ditentukan yaitu maksimal Rp. 650.000,-. Kamar yang saya dapatkan sangat bagus, berada di lantai 7 dengan pemandangan langsung ke pantai Losari. Relatif luas dan nyaman, kamar mandinya juga bagus dan lengkap dengan bath tub (walau pembuangan air di bath tub sempat mampet). Suhu kamar juga bagus, bahkan di malam hari saya tidak perlu pakai AC dan kamarnya masih terasa dingin. Dengan harga sekian dan breakfast yang sangat lengkap, saya merasa puas.

Lanjut tentang acara Rakor. Pagi hari sekitar pukul 8.00 kami dijemput dan diajak ke kampus bersama rombongan lainnya untuk mengikuti Rakor. Acara Rakor berjalan dengan lancar, siangnya kami makan di restoran kampus Poltekpar Makassar dengan hidangan hasil praktek mahasiswa. Acara Rakor dilanjutkan sampai sore. Malamnya kami diajak makan malam lagi di restoran Dinar. Malamnya kami istirahat di hotel.

Hari kedua kami kembali mengikuti Rakor sampai siang dan diakhiri dengan makan siang di kampus lagi. Selesai acara Rakor, 3 orang dosen yang dari STP Bali kembali ke Bali pada sore hari itu. Sedangkan saya tetap di Makassar menemani Pak Ketua dan Kabag Adak untuk Rapat SBMPTNP tanggal 2 – 3 Mei 2018 keesokan harinya. Malam itu kami ternyata dijamu makan malam lagi bersama rombongan peserta rapat SBMPTNP.

Rapat hari pertama untuk SBMPTNP berjalan lancar juga walau sempat ada satu pembahasan yang cukup alot yaitu terkait Pemeriksaan Kesehatan, tapi sebelum makan siang akhirnya bisa diambil keputusan. Sore hari sekitar pukul 17.00 rapat selesai dan kembali dilanjutkan dengan makan malam. Hari terakhir tidak ada agenda dan kami sempat istirahat di hotel, tidak kemana-mana. Kami kembali ke Bali dengan pesawat Garuda sore harinya dan tiba di Bali dengan selamat.

Baca Juga:

Rapat Penyusunan Draft SK Standar Kelebihan SKS Mengajar di Jakarta

Perjalanan dinas saya kali ini adalah untuk mengikuti rapat penyusunan draft surat keputusan standar kelebihan sks mengajar di Jakarta, saya menemani atasan saya yaitu Kabag Adak STP Bali. Ya beberapa perjalanan dinas saya belakangan ini memang lebih sering menemani atasan, khususnya rapat-rapat terkait penerimaan mahasiswa baru. Rapat ini dilaksanakan pada tanggal 12 April 2018 di lantai 11 Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Kami berangkat H-1 jadi penugasan saya adalah tanggal 11-12 April 2018.Awalnya sih kami inginnya berangkat pada hari H karena rapatnya dilaksanakan siang sehingga masih ada waktu kami berangkat paginya dan langsung menuju lokasi rapat. Tetapi karena agak mendadak, kami tidak mendapat tiket untuk tanggal 12 pagi, kami akhirnya mendapat tiket tanggal 11 malam. Jadi kami berangkat H-1 malam dan menginap di hotel Mercure.

Kami berangkat dari Bali sekitar pukul 18.30 dengan pesawat Garuda. Saya lebih senang karena mendapat pesawat yang lebih besar yaitu Airbus A330-200 yang di kelas ekonomi dalam 1 baris terdiri dari 8 tempat duduk, rasanya lebih lega dan nyaman. Tiba di bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, kami langsung naik bus Damri jurusan Gambir dan turun di depan gedung Indosat, sebelah gedung Sapta Pesona. Dari sana kami jalan kaki sekitar 650 meter menuju hotel Mercure Jakarta Sabang untuk menginap semalam. Besoknya sekitar pukul 11.00 kami check out dan menuju Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata untuk mengikuti rapat sampai sore sekitar pukul 16.00.

Selesai rapat kami langsung ke bandara, awalnya kami mau naik Damri, tapi di depan kantor kebetulan ketemu teman dari Medan yang akan ke bandara juga naik Go-Car. Jadi kami ikut menumpang disana. Kami tiba di bandara tepat waktu, sekitar 1,5 jam sebelum boarding. Kami kembali ke Bali naik Garuda yang Airbus A330-200 juga dan tiba dengan selamat.

Baca Juga: