Tag Archives: Perjalanan

Tempat Wisata di Bandung yang Cocok untuk Liburan bersama Keluarga

Foto: Shutterstock

Anda bisa menemukan dengan mudah tempat wisata di Bandung.

Ya, Bandung seakan menjadi salah satu kota di Indonesia yang didambakan oleh banyak orang, terutama yang ingin menikmati waktu liburan. Pasalnya, Anda sendiri bisa menemukan berbagai macam hal dengan mudah. Berbagai macam tempat wisata yang unik dan menarik tersedia di Bandung. 

Bisa dibilang, hampir semua sudut di Bandung menyajikan keunikan tersendiri. Tidak heran apabila Bandung ternyata juga banyak dijadikan sebagai wisata keluarga yang tepat. Untuk Anda yang sedang mencari tempat wisata di Bandung yang bisa dikunjungi bersama keluarga, berikut ini pilihan tempat wisata yang bisa Anda tuju.

Tempat Wisata di Bandung

Kebun Teh Sukawana 

Tempat wisata Bandung pertama yang bisa Anda kunjungi bersama keluarga adalah Kebun Teh Sukawana. Keberadaan kebun ini bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana cara memetik teh, terutama mengajarkan hal tersebut kepada anak-anak. Tempat ini semakin popular berkat adanya social media. 

Tak hanya itu saja, untuk Anda yang sedang mencari tempat wisata di Bandung yang sejuk dan tenang, Anda bisa datang kesini. Tak hanya mempelajari bagaimana cara memetik teh, para pengunjung juga akan dimanjakan dengan panorama indah yang ada di setiap sudut kebun. 

Tangkuban Perahu 

Siapa yang tidak kenal dengan Tangkuban perahu? Ini merupakan salah satu wisata andalan yang dimiliki oleh Bandung. Letaknya sekitar 20 km dari Utara kota Bandung tepatnya berada di kawasan Lembang. Sesuai dengan namanya, Anda akan menjumpai ada dataran yang menyerupai perahu yang terbalik ketika berada di sini. 

Tak hanya itu saja, tempat ini ternyata juga mempunyai 2 kawah yang bernama kawah Ratu dan Kawah Domas. Kedua kawah tersebut cukup terkenal di telinga masyarakat. Tidak heran apabila Anda wajib datang kesini. Tetapi pastikan Anda berhati-hati ketika mengajak anak-anak datang ke kawah, karena jalan yang bergelombang dan terkadang licin.

Kawah Putih Ciwidey

Masih ada tempat wisata di Bandung yang bisa Anda datangi bersama keluarga yakni Kawah Putih Ciwidey. Kawah Putih ini tentu juga sudah tidak asing bagi para wisatawan. Pasalnya rasanya kurang lengkap apabila Anda datang ke Bandung tetapi tidak mampir kesini. Lokasi Kawah Putih Ciwidey ini berada sekitar 50 km dari Bandung Selatan. Di tempat ini, Anda bisa melihat kawah vulkanik dengan tanah berwarna putih. Tetapi Anda juga harus berhati-hati pasalnya kawah tersebut mengandung belerang. Jangan lupa menggunakan pakaian yang hangat karena Kawah Putih Ciwidey memiliki suhu yang dingin.

Saung Angklung Udjo 

Anda ingin mengenalkan anak Anda dengan alat musik tradisional Jawa Barat yakni angklung? Jika iya, maka Anda bisa langsung mampir ke Saung Angklung Udjo. Ini merupakan tempat wisata budaya yang cukup terkenal di kawasan Bandung dan juga dijadikan sebagai balai pelestarian alat musik tradisional Jawa Barat. Di sini, Anda juga bisa menemukan adanya pentas seni angklung, helaran, tari topeng hingga adanya wayang golek. Dijamin anak-anak akan mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan ketika datang ke sini.

Museum Geologi Bandung 

Tempat wisata edukasi di Bandung bernama Museum Geologi Bandung wajib untuk Anda kunjungi. Untuk Anda yang ingin berwisata kesini maka bisa langsung datang ke jalan Diponegoro dimana tidak jauh dari Gedung Sate dan Taman Lansia. Di tempat ini, Anda dan anak-anak bisa melihat ratusan koleksi benda prasejarah seperti adanya fosil, mineral dan peta, bebatuan dan masih banyak lagi. Salah satu hal menarik yang ada di tempat ini adalah adanya fosil replikasi binatang purba seperti dinosaurus.

Observatorium Bosscha

Tidak ketinggalan Observatorium Bosscha menjadi tempat wisata berikutnya yang wajib untuk Anda kunjungi. Tempat wisata yang berada di kawasan Lembang ini dijamin akan memberikan pengalaman liburan yang berbeda. Untuk bisa memasuki area tempat wisata, maka para pengunjung harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Untuk kemudian langsung bisa menikmati suasana di Observatorium Bosscha. 

Demikian beberapa tempat wisata di Bandung yang bisa Anda kunjungi. Bandung menjadi salah satu kota di Indonesia yang menawarkan keunikan tersendiri. Selain tempat wisata yang di sebutkan diatas, masih ada banyak tempat wisata di Bandung yang bisa Anda kunjungi. 

 

The post Tempat Wisata di Bandung yang Cocok untuk Liburan bersama Keluarga appeared first on BaleBengong.

Tips Perjalanan Ngeteng Jakarta-Denpasar

Ilustrasi perjalanan dengan kereta api (Foto: Shutterstock)

Pernah mencoba perjalanan ngeteng?

Ngeteng adalah bentuk perjalanan dengan menggunakan beberapa jenis transportasi untuk menuju lokasi tertentu. Perjalanan dengan cara ini akan umunya berbiaya rendah, namun memakan waktu lebih lama. Jika anggaran terbatas, tak ada salahnya mencoba jenis perjalanan ini. Apalagi rombongan mahasiswa yang ingin bepergian dalam rangka acara kampus.

Saya sendiri pernah mencoba ngeteng sewaktu pulang dari Jakarta menuju Denpasar demi memangkas anggaran perjalanan. Dari Jakarta, saya naik kereta api menuju Surabaya dengan waktu tempuh 9 jam. Saya cek harga tiket dari Jakarta ke Surabaya, sekitar Rp 470 ribuan untuk kelas eksekutif. Sesampai di Surabaya, saya melanjutkan perjalanan dengan bus menuju Denpasar selama 15 jam.

Sebenarnya ada pilihan rute lain yang bisa ditempuh, perjalanan kereta api rute Jakarta-Banyuwangi dan dilanjutkan dengan bus sampai Denpasar. Tapi, berganti transportasi di Surabaya lebih nyaman buat saya. Saya masih bisa mampir mengunjungi sanak keluarga. Selain itu, hitungannya masih setengah perjalanan.

Kalau biaya transportasi dan makan dijumlahkan, maka totalnya tak sampai Rp 1 juta. Terlebih lagi, Traveloka menyediakan fitur Traveloka PayLater, jika belum bisa melunasi ongkos transportasi saat pemesanan. Pembayarannya bisa dicicil tanpa kartu kredit dengan biaya administrasi yang rendah. Pendaftarannya juga tidak ribet, cukup menyiapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan satu dokumen pendukung lainnya. Wah, jadi semakin irit.

Jika dibandingkan dengan pesawat Jakarta-Denpasar, memang waktu tempuhnya jauh lebih cepat. Sebagian orang akan menilai total biayanya tak jauh berbeda meskipun harganya sedikit lebih mahal. Namun, perjalanan dengan cara ngeteng memiliki kesan tersendiri. Hal yang tidak didapatkan dengan perjalanan dua jam naik pesawat rute Jakarta-Denpasar.

Kereta api yang memiliki lintasannya sendiri pasti terhindar dari kemacetan. Sementara itu, menumpang bus memungkinkan kita menikmati suasana dari satu kota ke kota lainnya. Penikmat perjalanan ngeteng pasti menanti titik tertentu untuk dilewati. Kalau saya selalu menanti Taman Nasional Baluran di Situbondo, karena perjalanannya yang memasuki hutan.

Berdasarkan pengalaman ngeteng kali ini, ini beberapa tipsnya :

Tidak Membawa Banyak Barang

Hal terpenting jika ingin melakukan perjalanan dengan cara ngeteng adalah membawa barang seperlunya, seperti obat-obatan, makanan dan peralatan sanitasi. Sebisa mungkin satu tas backpack agar memudahkan gerakan saat berjalan maupun berpindah transportasi. Barang yang berlebih sebaiknya dikirim dengan ekspedisi.

Sedia Makanan Sebelum Lapar

Makanan selama perjalanan adalah sesuatu yang vital. Apalagi jika mempunyai riwayat sakit maag dan masuk angin seperti saya. Perjalanan jauh dengan perut kosong biasanya membuat saya lebih rentan sakit. Jadi saya selalu makan lebih banyak saat perjalanan. Sarapan pagi menjadi hal yang wajib dan tidak boleh terlewatkan.

Jangan Menggunakan Perhiasan Berlebihan

Ini memang anjuran klasik saat berkendara dengan transportasi publik. Tapi, hal ini tidak bisa diabaikan. Terlebih bagi yang bepergian sendiri. Jangan mengambil resiko hanya karena ingin tampil menawan. Ingat, kejahatan terjadi bukan karena niat pelakunya, tapi adanya kesempatan. Waspadalah! Eh.

Gunakan GPS

Jika ingin melihat titik tertentu, aktifkan fitur GPS pada ponsel. Ini sangat membantu penumpang untuk memetakan lokasi yang dilalui, terutama perjalanan dengan bus. Apalagi jika kita ingin menanti lokasi tertentu, seperti saya yang menanti Taman Nasional Baluran. Kita perlu memperkirakan pukul berapa bus akan melewatinya. Jangan sampai terlewat hanya karena tertidur. Selain itu, kita juga perlu mengabari keluarga posisi perjalanan secara berkala. Jangan lupa matikan GPS jika tidak digunakan, demi keamanan dan penghematan baterai.

Siapkan Aktivitas Penghalau Kebosanan

Apa yang dilakukan saat perjalanan jauh? Selain menikmati suasana jalanan, makan dan tidur, ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan. Jawaban pertama pastilah ponsel, untuk memantau linimasa media sosial hingga memainkan game. Kereta api maupun bus memang menyediakan listrik untuk mengisi daya ponsel. Agar tak melulu main ponsel, tak ada salahnya membawa majalah atau buku sebagai teman perjalanan.

Perjalanan dengan cara ngeteng dapat menjadi solusi bagi yang ingin mengirit biaya, maupun mencari suasana yang berbeda. Pastikan kondisi fisik yang cukup mumpuni ya!

The post Tips Perjalanan Ngeteng Jakarta-Denpasar appeared first on BaleBengong.

Wisata Singkat di Purwokerto

Purwokerto (Foto: Traveloka)

Kapan terakhir kali berlibur?

Kalau saya sih biasanya memanfaatkan acara tertentu untuk berlibur, mulai dari kondangan hingga perjalanan dinas. Kali ini saya mendapatkan tugas untuk menghadiri sebuah acara di Kota Purwokerto, Jawa Tengah. Dulu saya mengira Purwokerto dan Purwakarta itu sama. Namun, ternyata keduanya berbeda. Purwakarta merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Sementara itu, Purwokerto ialah ibukota Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.

Sayangnya, penerbangan rute Denpasar-Purwokerto belum tersedia. Oleh karena itu, saya memutuskan naik pesawat menuju Surabaya, selanjutnya menggunakan transportasi lain. Sebenarnya, ada transportasi bus rute Denpasar-Purwokerto, namun perjalanannya memakan waktu sekitar 28 jam. Pilihan saya jatuh pada bus sugeng rahayu Traveloka rute Surabaya-Purwokerto dengan waktu tempuh sekitar 14 jam.

Berhubung ini kegiatan wisata sambilan, saya tidak leluasa untuk mengunjungi banyak destinasi wisata di Purwokerto. Maka dari itu, pilihan saya jatuh pada destinasi sejuta umat di Purwokerto, yaitu lokawisata Baturraden.

Lokawisata Baturraden (Foto: Traveloka)

Wisata alam selalu menjadi pilihan untuk mengalihkan kepenatan rutinitas. Barangkali inilah sebabnya lokawisata Baturraden tak pernah absen dari daftar tujuan para pelancong ketika berada di Purwokerto. Lokasinya berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota Purwokerto. Kawasan wisata yang berada di lereng Gunung Slamet ini juga menjadi destinasi favorit warga setempat. Oleh sebab itu, lalu lintas menuju kawasan ini akan lebih padat saat masa liburan tiba.

Ada beberapa pilihan aktivitas yang dapat dilakukan di lokawisata Baturraden. Rasanya waktu sehari saja belum cukup menikmati sejuknya alam Baturraden. Salah satunya, berpetualang di Baturraden Adventure Forest (BAF). Wahana ekowisata ini menawarkan pemandangan hutan damar dan pinus serta aneka vegetasi hutan yang menyejukan mata. Berbagai kegiatan bisa dilakukan di sini, seperti menjelajahi hutan, sungai dan gunung.

Selain itu, berendam air panas di Pancuran Pitu juga masuk dalam daftar saya. Lokasinya masih berada di dalam kawasan wisata Baturraden. Pancuran Pitu berarti tujuh pancuran alami yang mengalir dari Gunung Slamet. Sumber air panas ini mengandung belerang dengan suhu 70 derajat celcius, serta unsur mineral. Seperti halnya sumber air panas di berbagai tempat, air panas di pancuran ini kabarnya dapat menyembuhkan penyakit kulit, seperti panu, kadas dan sebagainya.

Masih di dalam area Pancuran Pitu, terdapat Goa Selirang yang dialiri air panas dari Pancuran Pitu. Goa Selirang sering dijadikan tempat berfoto oleh wisatawan. Tak jauh dari Goa Selirang, kita akan menemukan pemandangan Goa Sarabadak yang menjadi pertemuan aliran air panas Pancuran Pitu dan aliran mata air di dalam hutan. Tapi, karena keterbatasan waktu, saya tak sempat menjelajahi kedua goa tersebut.

Selain berwisata alam, kunjungan museum selalu saya nantikan jika berkunjung ke suatu tempat. Sebelum pulang, saya menyempatkan diri melihat bangunan bersejarah di Museum Bank Rakyat Indonesia (BRI). BRI yang semula bernama Hulp en Spaarbank der Inlandsce Bestuurs Ambtenaren (Bank bantuan dan Simpanan Milik pegawai Pangreh Praja Berkebangsaan Pribumi), didirikan oleh Raden AriaWirjaatmadja pada 16 Desember 1895. Kala itu, bank ini memberikan pinjaman dengan bunga rendah kepada kaum pribumi.

Museum ini menyimpan koleksi mata uang yang pernah berlaku di Indonesia serta alat-alat perbankan dari masa ke masa. Bangunan museum ini tampak seperti rumah sederhana, tak semewah museum perbankan lainnya, misalnya Museum Bank Indonesia di Jakarta. Semoga penataan museum ini dapat dikemas lebih interaktif untuk menarik minat pengunjung.

The post Wisata Singkat di Purwokerto appeared first on BaleBengong.