Tag Archives: penyakit gigi

Proses Pengerjaan Veneer Gigi yang Perlu Kamu Tahu

Belakangan ini, veneer gigi menjadi salah satu prosedur kecantikan yang populer di kalangan wanita maupun pria. Bahkan, para selebritas tanah air semakin banyak yang melakukan proses veneer gigi untuk mendapatkan gigi yang lebih putih, rapi, dan terlihat estetik.

Sebenarnya, banyak cara lain untuk membuat gigi lebih rapi dan putih seperti pemasangan kawat gigi dan proses bleaching. Namun, kedua prosedur tersebut memang memakan waktu yang cukup lama dibandingkan pemasangan veneer. Maka dari itu, veneer gigi menjadi pilihan yang tepat untuk kamu yang mau hasil dalam waktu yang singkat.

Proses veneer gigi sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu direct dan indirect. Sebelum memasangnya, ketahui dulu prosedur dari masing-masing jenis veneer.

Direct Veneer

Pengerjaan veneer secara direct atau langsung sering juga dikenal dengan istilah composite veneer. Sesuai dengan namanya, direct veneer dipasang langsung pada hari itu juga tanpa harus mengulang kunjungan ke dokter gigi.

Veneer gigi terbuat dari bahan resin komposit dengan warna yang putih alami. Kelebihan dari direct veneer adalah waktu pembuatan yang singkat dan biaya yang lebih murah. Sekali terpasang, veneer gigi jenis ini bisa bertahan antara dua hingga lima tahun tergantung pada perawatan yang dilakukan.

Indirect Veneer

Indirect veneer atau porcelain veneer biasanya selesai dalam tiga kali kunjungan dokter. Pada kunjungan pertama, proses veneer gigi dimulai dengan memeriksa seluruh kondisi gigi dan melakukan perbaikan yang diperlukan. Setelah itu, dokter gigi akan membuat model cetakan gigi sesuai dengan bentuk gigi kamu.

Pada pertemuan kedua, biasanya model cetakan gigi sudah selesai dan kamu akan diminta untuk menggunakannya. Jika model, ukuran, dan warna gigi sudah sesuai dengan keinginan, gigi akan dikikis sebanyak 0,55 milimeter untuk menyesuaikan ukuran veneer.

Selanjutnya, pada pertemuan ketiga, barulah dokter memasang veneer yang terbuat dari porselen. Sebelum dipasang, gigi terlebih dahulu dibersihkan dan dikikis agar sesuai dengan veneer. Perekatan dikunci menggunakan sinar agar veneer awet dan tidak cepat rusak.

Kalau kamu tertarik untuk mempercantik gigi melalui proses veneer gigi, sebaiknya carilah klinik estetika gigi yang tepercaya. Selain itu, pastikan kamu mendapatkan informasi yang cukup mengenai biaya, kelebihan, dan kekurangan veneer gigi.

7 Cara Membersihkan Karang Gigi dengan Benar

Apakah kamu pernah menemukan lapisan kuning kecoklatan di gigi dan sela-sela antara gigi dan gusi? Lapisan tersebut kemungkinan besar adalah karang gigi atau plak yang menumpuk. Plak sendiri terbentuk dari sisa makanan yang bercampur dengan protein yang ada di dalam mulut. Kebiasaan merokok dan minum kopi juga bisa memperparah kondisi ini.

Keberadaan karang pada gigi harus dibersihkan secara berkala. Sebab, karang gigi bisa berujung pada penyakit gigi yang cukup serius jika dibiarkan terlalu lama. Beberapa penyakit yang biasanya disebabkan oleh karang gigi adalah gingivitis, rusaknya lapisan gigi, periodontis, hingga tanggalnya gigi karena keropos.

Bagi kamu yang ingin tahu, berikut adalah tujuh cara membersihkan karang gigi yang ampuh untuk dilakukan.

1.   Menyikat Gigi Secara Teratur

Lakukan sikat gigi minimal dua kali sehari untuk mengurangi risiko penumpukan plak. Sebaiknya, gunakan sikat gigi berbulu halus agar bisa menjangkau seluruh sela gigi.

2.   Menggunakan Pasta Gigi yang Tepat

Pasta gigi yang terbaik untuk mengusir plak adalah pasta gigi yang mengandung fluoride dan triklosan. Fluoride dapat melindungi lapisan gigi sedangkan triklosan berfungsi debagai antibiotik yang membersihkan bakteri dari gigi.

3.   Melakukan Flossing

Flossing atau membersihkan gigi dengan benang ternyata merupakan cara efektif untuk membuang sisa makanan yang terselip. Kamu bisa membeli dental floss atau benang gigi di supermarket dan apotek.

4.   Berkumur Setelah Sikat Gigi

Salah satu cara membersihkan karang gigi adalah berkumur dengan mouthwash yang mengandung antiseptik untuk membersihkan bagian mulut yang tidak terjangkau sikat gigi.

5.   Mengurangi Makanan yang Menyebabkan Plak

Makanan yang mengandung tepung, gula, soda, dan alkohol bisa menumpuk plak di gigi. Maka dari itu, kurangi konsumsi makanan tersebut. Selain itu, sebaiknya jaga kebersihan gigi terutama setelah makan makanan dengan kandungan tersebut.

6.   Menghindari Kopi dan Rokok

Kafein dalam kopi dan nikotin dalam rokok terkenal bisa membuat gigi menguning. Dalam jangka waktu tertentu, noda kuning pada gigi ini bisa menumpuk menjadi karang gigi. Kurangi konsumsi kopi dan rokok untuk mencegah hal tersebut terjadi.

7.   Melakukan Scaling

Untuk mencegah masalah lebih lanjut, kamu bisa meminta dokter gigi untuk melakukan scaling. Proses scaling adalah pembersihan karang gigi dengan beberapa prosedur. Dokter mungkin melakukan cara membersihkan gigi dengan menggunakan anestesi lokal, alat pengikis, atau ultrasonik untuk membuang karang yang menumpuk dari gigi.

Sebelum karang gigi menjadi lebih parah, sebaiknya kamu memeriksakan kondisi gigi minimal enam bulan sekali ke klinik gigi. Dengan begitu, dokter gigi bisa melakukan pencegahan terhadap karang dan penyakit gigi lainnya.

5 Bahaya Membiarkan Gigi Berlubang

Gigi berlubang merupakan salah satu kondisi yang umum terjadi. Bahkan, lubang pada gigi sering kali dianggap biasa dan wajar sehingga banyak orang membiarkannya. Padahal, bahaya gigi berlubang bisa menjadi serius jika tidak dirawat. Apa saja bahayanya? Berikut adalah lima di antaranya.

1.   Kerusakan Gigi

Gigi yang berlubang pada umumnya disebabkan oleh plak yang menumpuk dan merusak gigi. Kalau dibiarkan terlalu lama, lubang pada gigi bisa membesar dan merusak mahkota serta akar gigi.

Selain menimbulkan rasa sakit yang cukup hebat, gigi yang rusak juga berpengaruh pada penampilan serta bau mulut. Belum lagi, bakteri bisa menyebar dan merusak ke gigi yang ada di sebelahnya.

2.   Abses pada Gusi

Jika kerusakan gigi sudah sampai ke akar, gusi pun akan ikut rusak. Bakteri bisa masuk dan menyebabkan luka atau abses pada gusi. Abses ditandai dengan bengkaknya gusi karena nanah yang menumpuk di dalamnya.

3.   Infeksi Bakteri pada Janin untuk Ibu Hamil

Untuk ibu hamil, gigi berlubang bisa menjadi akses masuk bakteri ke dalam tubuh lalu ke janin. Hal ini bahkan bisa menyebabkan janin lahir prematur karena terganggu bakteri dari gigi.

4.   Infeksi Sinus

Sinus merupakan salah satu organ tubuh yang bisa terserang bakteri karena bahaya gigi berlubang. Bakteri bisa masuk ke arah sinus dan menyebabkan infeksi. Kondisi yang dikenal dengan sinusitis ini biasanya menyebabkan nyeri di bagian wajah, sakit kepala, dan napas berbau.

5.   Endokarditis

Endokarditis adalah infeksi lapisan dalam jantung. Walaupun termasuk kondisi yang langka, salah satu penyebab endokarditis adalah proses perawatan gigi yang tidak benar serta bakteri yang masuk melalui gigi berlubang. Penyakit yang cukup serius ini ditandai dengan adanya demam, kulit berbintik dan pucat, batuk terus-menerus, dan nafas yang sesak.

Bakteri yang masuk dan menyebar adalah salah satu penyebab utama bahaya gigi berlubang. Jika tidak ditangani dengan segera, bakteri akan terus hidup di dalam tubuh dan menyebabkan masalah lain.

Salah satu cara yang paling ampuh untuk mencegahnya adalah dengan merawat gigi secara rutin. Untuk itu, kamu wajib melakukan pemeriksaan gigi minimal enam bulan sekali ke klinik gigi. Jika ada lubang, dokter gigi bisa langsung menambalnya dan mencegah terjadinya masalah kesehatan lain.

Behel Damon: Solusi Cepat dan Nyaman Menggunakan Behel Gigi

Behel damon hadir sebagai jawaban dari keluhan kebanyakan pengguna behel gigi, yaitu durasi perawatan yang lama dan perawatan yang tidak nyaman dan sakit. Hal ini terutama dirasakan bagi para profesional muda yang ingin menggunakan behel gigi namun ingin durasi perawatan yang lebih cepat.

Selain lebih nyaman dan durasi perawatan yang lebih singkat, kelebihan lain dari behel damon adalah lebih memungkinkan untuk melakukan perawatan tanpa perlu mencabut gigi. Namun hal ini tentunya juga perlu mempertimbangkan hasil akhir yang ingin dicapai oleh pasien.

Nama Damon adalah sebenernya nama merek dari jenis behel tipe ini yang merupakan jenis behel self-ligating. Namun karena Damon adalan merek yang paling terkenal, maka biasanya behel jenis ini disebut dengan behel Damon. 

Mengapa Behel Damon Bisa Lebih Cepat

Cara bekerja behel damon berbeda dengan behel konvensional. Pada behel konvensional, karet elastis digunakan untuk mengikat kawat pada bracket. Namun karet elastis ini juga dapat menghambat pergerakan kawat karena mempunyai gaya friksi yang besar pada saat kawat bergerak.

Pada behel damon, karet elastis tidak lagi digunakan. Karena pada behel damon bracket sudah didesain memiliki slot khusus untuk memegang kawat. Karena friksi dari karet elastis sudah tidak ada maka kawat gigi bisa bergerak lebih mudah membuat proses pergerakan gigi bisa dilakukan dengan lebih cepat.

Mengapa Behel Damon Bisa Lebih Nyaman

Seperti dijelaskan di atas, pada behel konvensional menggunakan kawat elastis yang menghasilkan gaya friksi yang besar yang menghalangi pergerakan kawat. Untuk mengkompensasi gaya friksi ini, maka dokter gigi harus mengaplikasikan tekanan yang lebih besar untuk mengerakan gigi ke tempat idealnya.

Pada behel damon, gaya friksi tersebut tidak ada karena tidak menggunakan karet elastis. Sehingga dokter gigi tidak perlu lagi mengaplikasikan tekanan yang besar untuk mengerakan gigi, sehingga pasien lebih tidak merasa sakit apabila dibandingkan dengan menggunakan behel konvensional.

Selain kelebihan di atas, kelebih lain dari behel damon adalah lebih higienis dibandingkan dengan behel konvensional. Karena karet elastis dapat menjadi tempat menumpuknya plak yang apabila tidak segera dibersihkan dapat menyebabkan berbagai masalah gigi dan mulut.

Nah, demikian penjelasan mengenai teknologi behel gigi self-ligating atau yang dikenal sebagai behel damon. Semoga bermanfaat ya untuk kamu yang ingin pasang behel gigi tapi ingin lebih cepat dan nyaman.