Tag Archives: penyakit

Sekilas Tentang Psoriasis

Psoriasis adalah ruam kemerahan bersisik yang kerap terjadi pada permukaan siku, lutut, kulit kepala, sekitar telinga, pusar, alat kelamin dan bokong.

Baca juga: Tips Memutihkan Kulit

Psoriasis sendiri terjadi akibat adanya masalah pada sistem kekebalan tubuh atau disebut dengan penyakit autoimun. Penyakit ini terjadi akibat aktivitas berlebihan sistem imun yang dimediasi oleh sel limposit T.

Psoriasis merupakan penyakit kulit yang sangat umum terjadi. Plak kronik psoriasis dialami oleh sekitar 2% dari populasi dunia. Sekitar 10% sampai 15% pasien psoriasis juga mengalami peradangan pada sendi atau arthritis.

Baca juga: Eksim (Dermatitis) Penyakit Kulit Yang Menyebalkan

Pengobatan psoriasis antara lain menggunakan salep steroid topikal, salep vitamin D dan obat obatan lainnya termasuk dengan obat obatan injeksi dan penyinaran menggunakan sinar ultra violet.

Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis gravidarum adalah muntah muntah parah yang berlangsung secara terus menerus di awal awal kehamilan. Bila tidak ditangani dengan baik, hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi dan malnutrisi.

Baca juga: Apakah Ciuman Bisa Menyebabkan Kehamilan?

Wanita hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum dapat mengalami penurunan berat badan lebih dari 5% dari normal. Hal ini disebabkan karena menurunannya asupan gizi sehingga berat badan akan mengalami penurunan. Kondisi ini harus segera diatasi agar tidak berpengaruh pada janin yang ada di dalam kandungan.

Hiperemesis gravidarum dialami oleh 1 dari setiap 300 wanita hamil dan biasanya dialami oleh wanita hamil usia muda pada kehamilan pertama. Hiperemesis gravidarum juga kerap dialami oleh wanita dengan kehamilan kembar.

Baca juga: 3 Program Kehamilan Alami Yang Efektif

Gejala hiperemsis gravidarum biasanya akan mereda sendiri setelah kehamilan memasuki usia 20 minggu. Pengobatan hiperemsis gravidarum dengan pengaturan diet, istirahat dan minum antasid. Terkadang dibutuhkan pemasangan infus cairan untuk keluhan hiperemesis gravidarum yang parah.

Mengenal Hypertrichosis Yang Langka

Hypertrichosis adalah pertumbuhan abnormal dari rambut tubuh bila dibandingkan dengan pertumbuhan rambut pada umumnya. Disebut pertumbuhan rambut abnormal bila tumbuhnya rambut ini relatif berbeda pada orang yang berasal dari ras, gender dan usia yang sama. Hypertrichosis disebut juga dengan istilah Sindrom Ambras atau Sindrom Manusia Serigala.

Baca juga: Tips Mencukur Rambut Kemaluan

Derajat keparahan dari hypertrichosis sangat bervariasi dari masing masing individu yang mengalaminya. Pertumbuhan rambut berlebihan bisa terjadi pada bagian tertentu dari tubuh atau bisa juga di seluruh bagian tubuh. Sedangkan rambut yang tumbuh bisa tebal atau tipis, bisa juga panjang atau pendek.

Hypertrichosis biasanya berhubungan dengan kelainan lain yang terjadi pada tubuh. Kelainan ini bisa dibawa sejak lahir atau terjadi beberapa tahun setelah lahir.

Baca juga: Ini Alasan Wanita Mencukur Rambut Kemaluannya

Penyebab hypertrichosis sendiri diduga karena kelainan genetik, penyakit seperti kanker dan gangguan metabolik. Hypertrichosis juga bisa disebabkan oleh efek samping dari beberapa jenis obat. Pada beberapa kasus, penyebabnya tidak diketahui.

Berkenalan Dengan Nyeri Saat Pipis (Dysuria)

Rasa sakit saat kecing atau dalam bahasa medis disebut dengan dysuria adalah nyeri atau perasaan tidak nyaman yang muncul saat seseorang berkemih atau kencing. Rasa sakit ini biasanya dirasakan mulai dari pangkal sampai ujung tempat keluarnya air seni.

Dysuria sendiri bukan digolongkan sebagai penyakit tersendiri melainkan merupakan gejala dari gangguan atau penyakit yang berhubungan perkemihan. Penyebab paling sering dari dysuria adalah infeksi saluran kemih. Khusus pada pria, selain infeksi saluran kemih, dysuria juga kerap disebabkan oleh adanya masalah pada prostat.

Baca juga: Infeksi Saluran Kencing

Beberapa penyebab terjadinya dysuria antara lain:

  • Batu kandung kemih
  • Infeksi chlamydia trachomatis
  • Radang kandung kemih (Sistitis)
  • Obat obatan tertentu misalnya obat kanker yang efek sampingnya berupa iritasi pada kandung kemih
  • Herpes genital
  • Lupa melepas tampon
  • Efek samping dari tindakan pada saluran kemih
  • Infeksi ginjal
  • Batu ginjal
  • Radang pada protat (Prostatitis)
  • Infeksi menular seksual
  • Sabun, parfum atau bahan bahan perawatan personal lainnya
  • Penyempitan saluran kemih
  • Radang saluran urethra (Urethritis)
  • Radang Miss V
  • Infeksi jamur pada Miss V

Baca juga: Ini Daftar Penyebab Nyeri Saat Kencing

Kapan harus ke dokter?

Kamu harus segera ke dokter bila:

  • Nyeri saat kencingnya berlangsung lama
  • Nyeri kencing disertai keluarnya nanah dari kelamin
  • Nyeri kencing disertai dengan bau busuk pada air seni atau adanya darah pada air seni
  • Nyeri kencing disertai demam
  • Nyeri kencing disertai dengan nyeri pada pinggang
  • Nyeri kencing disertai dengan keluarnya batu
  • Nyeri kencing saat hamil

Inilah Tanda Dan Gejala Bell’s Palsy

Bell’s palsy adalah salah satu kelainan saraf yang ditandai dengan kelumpuhan tiba tiba pada otot otot wajah. Penderita Bell’s palsy akan merasakan satu sisi wajahnya lumpuh sehingga mulut akan mencong saat tersenyum dan mata tidak menutup dengan baik pada sisi wajah yang lumpuh.

Penyakit yang juga disebut dengan istilah “facial palsy” ini bisa terjadi pada segala usia. Penyebab pastinya belum diketahui namun diduga ada hubungan dengan terjadinya proses inflamasi pada saraf yang menggerakan otot otot wajah. Inflamasi ini bisa disebabkan oleh adanya infeksi virus.

Pada kebanyakan orang, Bell’s palsy sifatnya sementara alias bisa hilang sendiri. Gejala umumnya mulai membaik dalam beberapa minggu dan sembuh total setelah enam bulan. Pada sebagian kecil kasus, gejala Bell’s palsy bisa menetap seumur hidup dan kekambuhan Bell’s palsy sangat jarang terjadi.

Tanda dan gejala Bell’s palsy meliputi:

  • Lumpuhnya otot otot wajah pada satu sisi yang terjadi secara tiba tiba.
  • Otot wajah yang lumpuh menyebabkan penderitanya sulit untuk menunjukan ekspresi wajah seperti menutup mata dan tersenyum.
  • Air liur yang menetes.
  • Nyeri pada daerah rahang atau di belakang telinga pada sisi wajah yang lumpuh.
  • Meningkatnya sensitifitas terhadap suara pada sisi wajah yang lumpuh.
  • Sakit kepala.
  • Penurunan kemampuan dalam merasakan sesuatu.
  • Perubahan pada produksi air mata dan air ludah.
  • Pada kasus yang jarang, Bell’s palsy bisa dialami pada kedua sisi wajah.

Penyebab Bell’s palsy

Meskipun penyebab pasti Bell’s palsy masih belum diketahui, ada beberapa faktor risiko yang diduga berhubungan dengan terjadinya penyakit ini, terutama peranan infeksi virus. Beberapa jenis infeksi virus yang berhubungan dengan Bell’s palsy antara lain:

  • Herpes simpleks
  • Herpes zooster
  • Mononucleosis (Epstein-Barr)
  • Cytomegalovirus
  • Adenovirus
  • Rubella
  • Mumps
  • Flu
  • Coxsackievirus

Pada Bell’s palsy, saraf yang menggerakan otot otot wajah mengalami pembengkakan dan inflamasi. Selain saraf yang menggerakan otot otot wajah, saraf yang berhubungan dengan air mata, air ludah, pengecap dan penggerak tulang pendengaran juga terkena imbasnya.

Faktor risiko Bell’s palsy

Bell’s palsy berisiko dialami oleh:

  • Wanita hamil, khususnya pada trimester ketiga atau 3 minggu pasca melahirkan.
  • Penderita infeksi saluran nafas akut, misalnya penderita flu dan cold.
  • Penderita diabetes

Kapan sebaiknya ke dokter?

Segera ke dokter bila mengalami segala bentuk kelumpuhan pada sisi tubuh sebab ada kemungkinan disebabkan oleh stroke. Namun harus dicatat, Bell’s palsy bukan disebabkan oleh stroke.