Tag Archives: penyakit

Mari Mengenal Mini Stroke

Mini stroke atau transient ischemic attack (TIA) adalah gangguan pada saraf (neurologis) yang ditandai dengan munculnya gejala stroke, tetapi gejala ini berangsur angsur hilang dalam waktu yang tidak terlalu lama. Mini stroke atau TIA terjadi karena adanya gangguan aliran darah ke otak yang sifatnya sementara sehingga jaringan otak mengalami kekurangan oksigen dan darah (iskemia). Gangguan aliran darah ini biasanya terjadi karena adanya penyempitan pada pembuluh arteri karotis (pembuluh arteri utama yang terletak pada leher yang bertugas mengalirkan darah ke otak).

Baca juga: Mengenal Perdarahan Pada Otak

Gejala yang dirasakan oleh penderita TIA diantaranya gangguan penglihatan, pusing, kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh dan kesulitan berbicara. Gejala ini berangsur angsur hilang dalam 2 sampai 30 menit.

Mini stroke yang tidak ditangani dengan baik akan sangat berisiko menjadi stroke di masa yang akan datang. Pasien yang pernah menderita TIA, akan mengalami peningkatan risiko stroke dan komplikasi serius lainnya sampai 25% dalam 90 hari.

Dalam sebuah penelitian disebutkan, mereka yang pernah menderita TIA setelah diikuti selama 3 bulan didapatkan, sekitar 10% menderita stroke, setengah dari yang menderita stroke itu terjadi 2 hari pasca mengalami TIA. Peningkatan risiko menderita stroke pada pasien TIA bahkan hampir 50 kali lebih tinggi bila dibandingkan dengan terjadinya stroke tanpa diawali dengan TIA.

Data menyebutkan, stroke adalah salah satu penyakit yang sangat mematikan. Angka kematian penderita stroke mencapai 1 berbanding 5, artinya dari lima penderita stroke, seorang diantaranya meninggal dunia. Disamping mematikan, stroke juga dapat menyebabkan terjadinya disabilitas. Lebih dari dua pertiga penderita stroke mengalami disabilitas jangka panjang.

Berikut gejala TIA yang sangat berisiko berubah menjadi stroke:

  • TIA terjadi pada penderita yang usianya lebih dari 60 tahun.
  • TIA terjadi pada penderita diabetes.
  • TIA berlangsung lebih dari 10 menit.
  • Penderita TIA mengalami kelumpuhan atau kesulitan berbicara.

Baca juga: Kegemukan Mengganggu Fungsi Otak

Penderita TIA harus segera mendapatkan penanganan dokter. Perbaikan aliran darah pada pembuluh arteri karotis merupakan salah satu cara mencegah terjadinya stroke pada penderita TIA. Pada pasien yang mengalami penyempitan pembuluh arteri karotis, tetapi tidak menderita TIA bisa diobati dengan obat obatan seperti aspirin dan obat penghencer darah lainnya.

Mengenal Kanker Langka: Angiosarkoma

Apakah angiosarkoma?

Angiosarkoma adalah tumor agresif yang timbul pada pembuluh darah atau limfatik. Ini termasuk dalam sarkoma jaringan lunak, yaitu ketika sel kanker bermula dari jaringan lunak tubuh.

Jaringan lunak adalah jaringan yang menunjang dan menghubungkan struktur dan organ tubuh. Yang termasuk dalam jaringan ini antara lain lemak, otot, pembuluh darah, saraf, tendon, dan lapisan pada tulang sendi. Sarkoma jaringan lunak dapat menyerang bagian tubuh mana pun, dan dapat menyerang semua jenjang usia. Khusus untuk angiosarkoma, bagian yang sering terkena adalah kulit kepala dan wajah.

Seberapa umumkah angiosarkoma?

Angiosarkoma adalah tumor langka yang timbul pada pembuluh darah atau limfatik. Mereka menyumbang sekitar 15 persen dari semua sarcoma kepala dan leher dan 1 persen dari semua sarcoma jaringan lunak. Dalam rangkaian database SEER dari 434 kasus angiosarkoma kulit yang dilaporkan antara 1973 dan 2007, sebanyak 270 kasus (72 persen) muncul di wilayah kepala dan leher. Angiosarkoma kepala dan leher cenderung merupakan penyakit pria Kaukasia pada usia tua, dengan usia rata-rata kejadian 65 sampai 70, dan rasio pria terhadap wanita 2: 1.

Apakah penyebab angiosarkoma?

Beberapa ahli mengusulkan paparan sinar matahari menjadi penyebab, hal ini didasarkan pada dominasi relative laki-laki Kaukasia, usia kejadian, dan lokalisasi pada wajah dan kulit kepala. Namun hal ini belum ditunjukkan dengan jelas.

Angiosarkoma adalah salah satu tumor paling umum yang disebabkan oleh terapi radiasi, seringkali setelah perawatan kanker payudara atau limfoma Hodgkin, dengan waktu perkembangan rata-rata 8 sampai 10 tahun. Riwayat radio terapi sebelumnya kewajah ataukulit kepala terjadi pada 5 sampai 20 persenpasien.

klik untuk lebih lanjut

The post Mengenal Kanker Langka: Angiosarkoma appeared first on BlogDokter.

10 Penyakit Yang Bisa Didapat Dari Kucing Dan Anjing

Kucing dan anjing adalah dua hewan peliharaan yang paling banyak dipelihara manusia. Selain mudah didapat, kedua hewan ini juga tidak membutuhkan perawatan ekstra saat memeliharanya. Tapi tahukah kamu? Beberapa penyakit yang diderita kedua hewan ini juga bisa menyerang manusia.

Baca juga: 10 Cara Mencegah Tokso Pada Ibu Hamil: Mari Cegah Keguguran

Berikut 10 penyakit yang bisa didapat manusia dari kucing dan anjing:

1. Cacing

Gejala: mual, muntah, diare, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan.

Pada perut kucing dan anjing kerap terdapat parasit seperti cacing gelang dan cacing tambang. Parasit ini terutama terdapat pada kucing dan anjing yang kerap bermain di luar rumah. Telur dan larva cacing keluar dari tubuh kucinng dan anjing bersama dengan kotoran. Itu sebabnya menjaga kebersihan kucing dan anjing menjadi sangat penting, terutama kondisi kandangnya dan tempat membuang kotoran.

2. Ringworm

Gejala: gatal, ruam kemerahan pada kulit, kerontokan rambut pada kulit yang terdampak.

Ringworm adalah infeksi jamur yang menyerang kulit. Jamur ini sangat menular dan manusia bisa mendapatannya dari hewan peliharaan seperti anjing, kucing, kuda dan lain lain. Manusia juga bisa menderita penyakit ini saat menyentuh benda atau permukaan benda yang sebelumnya disentuh oleh penderita ringworm. Segera obati jika kucing dan anjing menderita penyakit kulit yang gejalanya mirip ringworm.

3. Penyakit garukan kucing

Gejala: pembengkakan atau gelembung berair pada daerah gigitan/garukan, pembengkakan pada kelenjar limfe, demam, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, lesu, penurunan nafsu makan.

Garukan kucing memang sakit dan kondisinya akan bertambah parah jika bekas garukan tersebut terinfeksi bakteri Bartonella henselae. Bakteri ini biasanya ditularkan kucing ke manusia melalui garukan. Selain itu, bakteri Bartonella juga bisa ditularkan melalui gigitan kucing dan jilatan kucing pada kulit yang sedang luka. Menurut sebuah penelitian, sekitar 40% kucing yang dipelihara manusia terinfeksi bakteri Bartonella. Cegah penularan bakteri ini dengan segera mencuci daerah bekas garukan/gigitan dengan sabun di bawah air yang mengalir.

4. Giardiasis

Gejala: diare atau feses tampak berlemak, nyeri perut, mual, muntah, dehidrasi

Baik kucing maupun anjing dapat menularkan parasit giardia melalui kotorannya. Manusia biasanya mendapatkan parasit ini dari makanan atau minuman yang terkontaminasi kotoran kucing atau anjing. Gejala penyakit ini akan membaik dalam 1 sampai 2 minggu dan respon pengobatan pun baik.

5. Toksoplasmosis

Gejala: nyeri otot, demam, sakit kepala, gelisah, kejang, muntah, diare.

Kebanyakan pemilik kucing pasti sudah mengenal toksoplasmosis, penyakit infeksi parasit yang ditularkan melalui kotoran kucing. Toksoplasmosis terutama diderita oleh kucing yang dibiarkan bermain main di luar rumah dan terinfeksi dari makanan yang terdapat di dunia luar. Parasit toksoplasma bisa hidup berbulan bulan di lingkungan yang ideal. Kucing yang terinfeksi toksoplasma kebanyakan tidak menampakan gejala sehingga pemilik kucing tidak menyadari kucingnya terinfeksi. Itu sebabnya sangat penting untuk selalu menjaga kebersihan kandang dan kebersihan diri sendiri setelah membersihkan kandang.

6. Leptospirosis

Gejala: demam, sakit kepala, nyeri otot, diare, mual, muntah.

Leptospirosis termasuk penyakit infeksi bakteri yang cukup serius. Anjing bisa mendapatkan penyakit ini saat minum air yang terkontaminasi atau kontak dengan hewan yang terinfeksi. Gejala penyakit ini pada anjing dapat berupa demam, muntah, nyeri perut, diare, menolak makan, lemas dan depresi, penyakit ginjal dan kegagalan fungsi liver. Untungnya saat ini telah tersedia vaksin pada anjing untuk mencegah tertular penyakit ini.

7. Pasteurella

Gejala: pembengkakan, kemerahan, nyeri dan hangat pada kulit

Pasteurella adalah bakteri yang kerap menginfeksi saluran pernafasan bagian atas kucing dan anjing. Pasteurella bisa ditularkan ke manusia secara langsung maupun tidak langsung, misalnya melalui gigitan dan jilatan pada luka. Pengobatan dengan antibiotika biasanya berhasil dengan baik saat infeksi masih bersifat lokal pada kulit. Infeksi menjadi serius saat bakteri telah masuk ke aliran darah dan menyebbakan komplikasi serius seperti gangguan pada katup jantung.

8. Salmonellosis

Gejala: diare, demam, nyeri perut.

Salmonella umumnya banyak dibawa oleh reptil dan hewan amphibi. Faktanya, kucing dan anjing pun bisa menjadi host dari kuman ini dan dikeluarkan dari tubuh bersama dengan kotoran. Kucing dan anjing mendapatkan salmonella dari makanan dan lingkungan, terutama saat mereka makan daging mentah. Kebanyakan hewan yang sehat akan mampu sembuh dari infeksi salmonella.

9. Skabies

Gejala: Gatal, ruam, kerap pada daerah terdampak, rambut rontok

Skabies atau sarcoptic mange adalah penyakit kulit yang umum pada anjing (jarang pada kucing) yang disebabkan oleh sejenis tungau. Anjing biasanya mendapatkan penyakit ini dari hewan lain yang terinfeksi. Tungau yang sangat menular ini menjalar di bawah kulit dan menyebabkan iritasi pada kulit yang disertai rasa gatal yang luar biasa. Pengobatan pada hewan dan manusia biasanya mirip dan memerlukan waktu berminggu minggu. Untungnya, manusia yang sistem imunnya bagus akan bisa sembuh dari infeksi ini dengan sendirinya.

Baca juga: Mengenal Rabies Yuk!

10. Rabies

Gejala: ketakuran berlebihan, agresi, peningkatan produksi liur, emosi tidak stabil, kejang dan paralisis

Rabies sedikitnya telah membunuh 59.000 orang di seluruh dunia setiap tahunnya. Virus ini ditularkan melalui liur hewan yang terinfeksi, terutama lewat gigitan. Saat gejala penyakit ini muncul, biasanya penyakitnya sudah stadium lanjut dan mematikan. Hanya mamalia yang bisa menderita rabies. Kucing dan anjing merupakan hewan yang kerap menularkan rabies ke manusia. Untungnya saat ini telah tersedia vaksin yang cukup efektif mencegah rabies.

The post 10 Penyakit Yang Bisa Didapat Dari Kucing Dan Anjing appeared first on BlogDokter.

Asam Lambung Kurang Asam? Ini Gejalanya

Kita mungkin lebih sering mendengar istilah asam lambung naik atau asam lambung tinggi, tapi tahukah kamu? Asam lambung yang terlalu rendah atau kurang asam juga bisa menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan.

Baca juga: Pantangan Makanan Dan Minuman Penderita Wasir

Asam lambung adalah cairan asam yang diproduksi oleh lambung untuk membantu proses pencernaan protein dan mineral sehingga mudah diserap oleh tubuh. Asam lambung juga bermanfaat untuk membunuh bakteri dan parasit yang masuk bersama makanan.

Perubahan kadar asam di dalam lambung bisa disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sistem pencernaan secara umum, makanan dan faktor lainnya. Selain mengalami kenaikan, kadar asam di dalam lambung juga bisa mengalami penurunan. Menurut data di Amerika Serikat, sekitar 22 persen penduduk di sana memiliki kadar asam lambung yang terlampau rendah.

Apa saja gejala yang dirasakan saat kadar asam lambung terlalu rendah?

Berikut beberapa gejala yang dirasakan pasien saat kadar asam lambungnya terlalu rendah:

1. Nyeri uluhati

Sebagian besar orang yang lambungnya bermasalah akan merasakan nyeri pada uluhati. Bila selama ini keluhan nyeri uluhati kerap divonis sebagai kenaikan asam lambung, ternyata penurunan asam lambung juga mengalami keluhan yang sama. Penurunan kadar asam lambung menyebabkan gas di dalam lambung meningkat sehingga menyebabkan terjadinya nyeri atau perasaan tidak nyaman pada uluhati.

2. Kesulitan mencerna daging

Orang yang kadar asam lambungnya rendah akan kesulitan mencerna daging dan makanan berprotein tinggi. Kondisi ini ditandai dengan perasaan capek, pusing dan mual setelah mengonsumsi daging.

3. Perut kembung setelah makan

Perut kembung penuh gas biasanya terjadi karena sistem pencernaan tidak berfungsi dengan baik. Perut penuh gas juga pertanda adanya pertumbuhan bakteri berlebihan di dalam usus.

4. Alergi makanan

Saat mengalami reaksi alergi setelah makan makanan tertentu, jangan buru buru menyalahkan makanan yang kita konsumsi. Reaksi alergi ini juga bisa terjadi karena kadar asam lambung yang terlalu rendah. Meskipun hubungan antara alergi makanan dengan kadar asam lambung belum bisa dijelaskan dengan pasti oleh para ahli, tetapi mereka bisa menemukan adanya hubungan yang kuat diantara keduanya.

5. Kurang gizi

Bila kamu merasa telah mengonsumsi makanan yang bergizi tetapi kenyataannya masih kurang gizi maka kemungkinan besar ada yang salah dengan proses penyerapan makanan. Salah satu biang keroknya adalah karena rendahnya kadar asam di dalam lambung.

6. Masalah pada kulit seperti jerawat

Sistem pencernaan yang sehat sangat berhubungan dengan kesehatan kulit. Penurunan asam lambung akan menyebabkan meningkatnya pertumbuhan bakteri yang salah satunya adalah bakteri penyebab jerawat. Ini menjelaskan mengapa 40 persen penderita jerawat memiliki kadar asam lambung yang rendah.

7. Makanan tidak tercerna sempurna pada feses

Bila kadar asam lambung terlalu rendah, makanan di dalam lambung tidak tercerna dengan baik sehingga makanan yang tidak tercerna ini akan keluar bersama feses.

8. Kerontokan rambut pada wanita

Tahukah kamu? Salah satu penyebab kerontokan rambut pada wanita karena kekurangan vitamin B. Gejala lain dari kekurangan vitamin B adalah kerusakan pada kuku. Daging adalah sumber utama vitamin B dan pada mereka yang kadar asam lambungnya terlalu rendah, pencernaan daging tidak bisa dilakukan dengan sempurna.

Baca juga: Makan Sedikit Kok Gemuk, Makan Banyak Kok Kurus? Berikut Penjelasannya!!

9. Diare atau susah buang air besar

Diare dan susah buang air besar pada mereka yang kadar asam lambungnya rendah disebabkan oleh pertumbuhan bakteri usus yang berlebihan. Jadi, kelebihan bakteri pada usus dapat menyebabkan keluhan pada pencernaan seperti diare, susah buang air besar dan perut kembung.

The post Asam Lambung Kurang Asam? Ini Gejalanya appeared first on BlogDokter.

6 Mitos Sistem Imun Yang Wajib Kamu Ketahui

Sistem imun adalah sistem kekebalan tubuh yang fungsi utamanya adalah melindungi tubuh dari infeksi bakteri dan virus. Sistem imun manusia sangatlah kompleks dan belum semua mekanisme dari sistem imun ini diketahui oleh para ahli.

Baca juga: #TwitKes tentang #SistemImmun atau Sistem Kekebalan Tubuh

Karena banyak hal dari sistem imun ini masih berupa misteri, tidak salah jika di masyarakat banyak berkembang mitos yang salah tentang sistem imun. Mengapa salah? Karena kebanyakan mitos tersebut tidak didasari oleh penelitian yang valid.

Berikut beberapa mitos tentang sistem imun yang wajib diketahui:

1. Minum banyak vitamin dan mineral dapat meningkatkan sistem imun

Memang benar jika kekurangan zat gizi dalam jangka panjang dapat menurunkan sistem imun. Dan memang benar juga jika mengonsumsi vitamin dan mineral sesuai anjuran setiap hari dapat meningkatkan kesehatan tubuh.

Namun, sampai saat ini belum ada penelitian yang bisa membuktikan bahwa mengonsumsi vitamin dan mineral sesuai anjuran dapat mencegah suatu penyakit. Kecuali kekurangan vitamin dan mineral, mengonsumsi vitamin dan mineral dosis tinggi tidak terbukti menguntungkan bagi sistem imun. Kebiasaan mengonsumsi vitamin dan mineral dalam dosis tinggi justru bisa berdampak buruk bagi tubuh.

2. Minum suplemen vitamin C untuk mencegah flu dan common cold

Banyak orang sengaja mengonsumsi suplemen vitamin C agar terhindar dari penyakit cold dan flu. Sayangnya, penelitian membuktikan, suplemen vitamin C tidak menurunkan risiko terkena cold dan flu pada mereka yang mengonsumsinya.

Penelitian tentang suplemen vitamin C hanya bisa membuktikan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin C dapat mempercepat penyembuhan cold dan flu.

3. Mengeluh sakit berarti sistem imun sedang lemah

Orang menderita sakit kebanyakan karena terpapar bakteri atau virus, bukan karena sistem imun lemah. Setiap orang bisa menderita sakit saat terpapar virus dan itu tidak berarti sistem imunnya sedang lemah. Jadi, saat mengeluh sakit, jangan buru buru menyimpulkan sistem imun sedang lemah.

4. Sistem imun yang aktif membuat kita lebih sehat

Tahukah kamu? Sistem imun yang terlalu aktif dapat menyebabkan reaksi alergi. Reaksi penolakan ini bahkan terjadi saat tubuh terkena zat yang seharusnya tidak berbahaya. Jadi, sistem imun yang hiperaktif menandakan seseorang sedang menderita asma, lupus, dermatitis atopik dan alergi makanan.

5. Demam dapat melemahkan sistem imun

Demam adalah mekanisme alami tubuh dalam melawan infeksi. Naiknya temperatur tubuh serta merta akan meningkatkan fungsi sel. Demam juga membuat virus dan bakteri susah untuk hidup. Jadi, demam yang tinggi tidak ada pengaruhnya dengan sistem imun.

Baca juga: Trik Atasi Alergi Susu Pada Buah Hati

6. Vaksin dapat melemahkan sistem imun

Beberapa orang tua menolak anaknya divaksin dengan alasan sistem imun anaknya bisa melemah karena vaksin. Ini sama sekali tidak benar karena vaksin justru dapat menguatkan respon sistem imun tanpa mempengaruhi sel tubuh yang sehat.

The post 6 Mitos Sistem Imun Yang Wajib Kamu Ketahui appeared first on BlogDokter.