Tag Archives: pemerintah

Larang Sekalian Di Seluruh Jakarta

Belakangan ini, di Jakarta, sedang agak ramai dibahas tentang rencana larangan sepeda motor melintas di jalan protokol. Per bulan depan, Desember, jalan Thamrin dan jalan Merdeka Barat akan tertutup untuk kendaraan bermotor berban dua itu. Konon katanya, pengguna sepeda motor yang bertujuan ke jalan-jalan itu harus parkir di luar jalan itu dan menggunakan transportasi umum […]

Terpaksa Beli Permen

Selama bulan Juni dan setengah bulan Juli kemarin, saya mendapat kesempatan belajar di negeri Sakura, Jepang. Tapi bukan tentang materi pelajaran di kelas yang akan saya tulis, melainkan pengalaman lain selama menetap di sana. Kebetulan selama di Jepang, saya berkesempatan untuk merasakan suasana 3 kota yang berbeda, yaitu Kobe, Kyoto dan Tokyo. Ada satu hal […]

UN Ndak Bikin Pintar

Alasan penggagas Ujian Nasional (UN) untuk meningkatkan kompetensi peserta didik semakin jauh dari harapan. Peserta didik bukan semakin pintar, tapi semakin bodoh dan rusak moralnya. Kasus terbaru adalah tewasnya seorang siswi di Tabanan yang tertekan setelah ndak sanggup menjawab soal ujian mata pelajaran matematika dan takut ndak akan lulus ujian. Oke saya kecewa dengan pilihan […]

Harus Percaya Pada Siapa?

Katanya sekarang ini jaman demokrasi, katanya sekarang ini jaman reformasi, katanya sekarang ini jaman bebas. Tapi apa sebenarnya yang kita rasakan sekarang? Apakah hidup di Indonesia sudah memuaskan, apakah pemerintah dan aparat penegak hukum sudah memberi jaminan keamanan, apakah pejabat sudah memberikan kesejahteraan, silahkan dijawab sendiri. Jawaban setiap orang tentu bisa berbeda.

Tapi yang jelas bagi saya, di jaman sekarang ini kita rasanya sulit untuk menentukan harus percaya kepada siapa. Apakah kita bisa percaya kepada pemerintah untuk menjalankan negara ini dengan jujur dan penuh tanggung jawab? Rasanya sulit untuk bisa percaya. Saya tidak tahu apakah sudah ada survey di masyarakat tentang sejauh mana rakyat percaya kepada pemerintah saat ini. Tapi secara kasat mata, tidak sedikit pejabat yang tersangkut kasus korupsi. Tidak sedikit pejabat seperti gubernur, bupati, walikota yang ketika selesai menjabat malah menjadi pesakitan di pengadilan. Ya walaupun mungkin setelah diadili tidak semuanya masuk penjara.

Dengan banyaknya kasus korupsi seperti itu, rasanya sulit bagi kita untuk percaya kepada pejabat pemerintah. Apalagi sudah menjadi rahasia umum bahwa tindakan KKN sudah begitu melekat dan seperti membudaya di instansi pemerintah. Ini semakin menambah rasa tidak percaya kita kepada pemerintah.

Baiklah ini memang negara hukum. Setiap tindakan salah akan dihadapkan kepada hukum, apalagi tindakan korupsi yang konon merupakan musuh bersama. *entah musuh bersama atau sahabat bersama. Tapi apakah kita bisa percaya pada hukum? Saya rasa rakyat biasa seperti saya masih sulit untuk percaya pada hukum. Kita tentu sudah sering melihat di televisi tentang bagaimana wajah hukum di Indonesia.

Mereka yang buta hukum dan tidak memiliki kekuatan ekonomi akan begitu lemah di hadapan penegak hukum. Bahkan kadangkala rasanya cukup banyak hukuman yang seperti tidak masuk akal. Misalnya ketika seorang pencuri ayam mendapat hukuman sekian bulan penjara sedangkan para koruptor masih bisa “melawan” tuntutan hukum dengan menyewa pengacara dan ujung-ujungnya tidak jelas apakah mereka jadi di penjara atau tidak. Lucunya lagi, ketika di penjara pun mereka masih bisa curang. Kalau sudah begini apakah kita masih bisa percaya pada hukum yang akan memberikan keadilan bagi semua orang?

Selanjutnya, ketika hukum terlihat sudah tidak adil lagi, tentu akan ada media massa yang memberitakan hal itu. Selama ini pun media massa yang berjasa memberitakan berbagai hal tentang prilaku para pejabat yang terkena kasus hukum. Tetapi, ternyata media massa tidak semuanya benar-benar independen. Konon ada pihak yang berkepentingan yang ikut menyetir media tersebut. Ada yang mengatur tentang mana yang bisa diberitakan dan mana yang haram untuk dipublikasikan.

Dengan semua keadaan ini, lalu kepada siapakah kita harus memberikan kepercayaan? Terakhir, mungkin hanya Tuhan yang bisa kita percaya.

Baca Juga:

Share

Bukan Cuma di Sekolah

Tanggal 2 Mei semua orang tau adalah tanggal kelahiran tokoh pendidikan Jawa yang kemudian diangkat menjadi tokoh dan pahlawan pendidikan nasional dengan menetapkan tanggal itu sebagai hari pendidikan nasional, yaitu Ki Hadjar Dewantoro. Tapi kok saya lihat kemudian, pendidikan itu identik dengan sekolah saja. Padahal menurut saya, mutu pendidikan itu ndak cuma bisa dipatok sama [...]