Tag Archives: parenting

Parenting 101:Anak Bersikap Rasis, Salahnya Di mana?

“Dy..kamu Cina ya?”Bungsuku terdiam, tak tahu menjawab apa. “Iya soalnya kamu putih. Kata Mas Nganan kalo kulitnya putih itu orang Cina. Kalo kita kan hitem-hitem.”Bungsuku hanya melongo, menatap kawan-kawannya.Entah dia mengerti atau tidak, tapi jelas tak merasa terganggu. Saya bersyukur saat itu. Atas ketidakpahaman si bungsu dan temperamen saya yang tidak serta merta bereaksi. Seringkah […]

Anak-anak semesta

#toleransi Kejadian ini setahun lalu. Sebenarnya saya ragu-ragu untuk menceritakannya. Karena persepsi orang mungkin saja tak sepakat dengan saya dan suami; tentang hubungan manusia dan Tuhannya.Tapi…bagi saya sendiri, tiap mengingat cerita itu; hati saya menghangat. Saat itu kelas TK anak saya yang bungsu sedang mengadakan kemping akhir tahun. Salah satu mata acaranya adalah mancakrida. Si […]

Mengenalkan Kata Produktif untuk Anak

image: mspoweruser.com

image: mspoweruser.com

“Bun, kami sudah ngobrol soal komputer. Kalau dalam satu bulan tidak produktif, komputer mending dijual.”

Si bun terdiam. Kaget. Kememengan dalam basa Bali. Ini ide yang ekstrim.

Saat liburan panjang sekolah lalu, Bani sudah dikenalkan dengan kata ini. Ia bertanya dan kami menjawab artinya. Berproduksi, membuat sesuatu, tak hanya mengonsumsi. Jurnalisme warga banget dah. Hihi…

Jadilah ia mengirimkan karya tiap hari via email. Dia sudah setahunan buat akun email karena ingin punya akun di Youtube. Ketika email-email-an, sekalian memberi tahu cara berkomunikasi lewat email seperti pembuka, isi, dan salam penutup. Biar gak kebiasaaan seperti beberapa mahasiswa yang kirim undangan cuma attach tanpa ba bi bu apa pun pengantar email.

Kebanyakan karyanya fiksi, puisi dan cerita pendek. Genrenya, agak sarkas. Padahal ortunya berhati kelopak mawar. Saya menganjurkan pengalaman sehari-hari saja atau ketika jalan-jalan, saat dia bilang kehabisan ide. Tapi dia gak suka.

Tapi perjanjian itu tak dilanjutkan usai liburan. Kembali cowo 9 tahun ini sibuk nggame Roblox, ala lego-lego itu usai sekolah. Usai utak atik Minecraft terbitlah Roblox. Saya bilang, poduktif itu membuat apa saja yang disuka, coba buat game.

“Sudah bunda. Coba bunda search how to make roblox tycoon. Udah pernah dan susah.”
“Apanya yang susah?”
“Ngedit, bun.”
“Coba nanti bunda tanya om Yanuar.”
“oh ya ya bun, tanyain ya. Tapi pasti om Yanuar gak tau. Hehe..,” ia terkekeh.

Si bun garuk-garuk. Sebagian diskusi kami bisanya berakhir ala anak Youtuber. Seperti pagi ini. Si adik dari kemarin malam sibuk nyetel lagu Abang Tukang Bakso. Bunda nyanyi. Bani bengong. Tidak kenal lagu itu.

“Coba sebutkan lagu anak yang terkenal pas Bani kecil (ceile, karena mo ABG).”
“Dulu aku sering dengar “beibe beibe oh…” sampai bosan dan aku dislike aja videonya. Eh ternyata yang dislike 2 juta lho.”

Giliran bun bengong.