Tag Archives: Nubia

Nubia N2 Lite: chubby-chubby cabe rawit


Kesan pertama yang saya rasakan saat pertamakali memegang ponsel Nubia N2 Lite adalah “chubby” dan “ngegemesin”, betapa tidak, body yang sedikit lebih “gemuk” membuat saya sedikit terkaget-kaget apalagi karena terbiasa menggunakan Nubia M2 yang tipis dan licin.

Walaupun tergolong dalam hape sejutaan namun kesan premium masih terpancar saat pertama kali memegang ponsel ini. Perangkat yang saya ulas kali ini merupakan varian warna black gold dengan OS dan layar kekinian.

Berbicara tentang layar, Nubia N2 Lite menghadirkan format 18:9 dengan ukuran 5,7 inc beresolusi HD, untuk itu perangkat ini tidak menyediakan tombol home yang juga berfungsi sebagai fingerprint scanner, maka fitur pemindai sidik jari ini dipindahkan dibelakang perangkat, walau demikian Nubia tetap berusaha mempertahankan ciri khasnya dengan menghadirkan virtual halo button yang juga berfungsi sebagai menu home.

Diatas layar, hadir sebuah kamera berukuran 5 Megapixels dengan LED flash, hal ini cukup membantu kita saat selfie ditempat yang gelap. Oya, kamera ini juga menghadirkan fitur AI yang bisa digunakan untuk facescanner untuk membuka layar. Dibelakang perangkat terdapat dua kamera yang beresolusi 13 Megapixel dan 2 Megapixel. Kedua kamera ini juga didukung LED flash yang membantu kita memotrek ditempat yang gelap.

Frame yang mengelilingi Nubia N2 Lite terbuat dari metal berwarna emas, bagian belakang terbuat dari plastik dengan finishing doff, kekurangannya sih berbekas saat dipegang oleh jari yang berminyak. 

Nubia N2 Lite menempatkan tombol volume disebelah kiri dan tombol power disebelah kanan, disisi bawah terdapat loudspeaker dan port USB type-B, sementara itu port audio 3,5 mm pada bagian atas.

Oya, walaupun sedikit lebih tebal jika dibandingkan perangkat nubia yang lainnya, saya tidak menemui masalah saat mengantongi Nubia N2 Lite di saku celana.

Ok, itu dari sisi body, bagaimana dengan software?

Nubia N2 Lite menggunakan User Interface versi 3.0 pada OS Android 8.1 Oreo. Sayangnya fitur edge gesture untuk berpindah antar aplikasi dihilangkan dari perangkat ini, sebagai gantinya kita dapat gonta-ganti tema sesuka hati, fitur ini tentunya tidak dimiliki oleh perangkat pendahulunya. Oya satu lagi, wallpaper lockscreen dapat berubah-ubah saat mengakses tombol power, jadinya makin kece dan ga ngebosenin.

Salahsatu fitur yang menurut saya sangat keren adalah “Freezer”. Fitur ini mampu membekukan aplikasi yang tidak digunakan sehingga sanggup mempercepat ponsel dan meningkatkan efisiensi energi. Fitur ini cocok bagi kalian yang memiliki aplikasi yang jarang digunakan namun enggan untuk dihapus, bahkan fitur ini sanggup membekukan aplikasi-aplikasi bawaan Google. Menarik kaan..





Nubia menghadirkan fitur split screen pada perangkat ini. Berbeda dengan perangkat-perangkat yang terlebih dahulu rilis di Indonesia, split screen pada Nubia N2 Lite bisa diakses setelah membuka aplikasi, yaitu dengan menekan tombol kiri agak lama.




Nubia N2 Lite menggunakan prosesor MTK 6793 Quad Core dengan RAM 3GB dan ROM 32GB. Walaupun menggunakan prosesor menengah namun perangkat bisa diandalkan untuk main game sekelas Mobile Legend, AOV, serta PUBG Mobile pada setingan low.




Ditenagai dengan baterai 3.300 mAh perangkat ini sanggup buat nge-game seharian. Sayangnya tidak dilengkapi dengan fitur fast charging sehingga proses pengisian daya pun terasa lama.





Nubia N2 Lite menyediakan dua slot sim dan satu slot Micro SD Card. Untuk memasukkan SIM Card kita harus rela untuk sedikit kerepotan dengan cara membuka penutup belakang melalui port USB dibawah perangkat. Terkesan oldies ya gan, hehehe..

Oya, walaupun kita dapat membuka chasing bagian bawah jangan harap bisa melepas batre tanpa membuka bautnya terlebih dahulu.

Kamera Nubia N2 Lite

Nubia N2 Lite juga memiliki kamera yang dapat diandalkan. Kamera utama sebesar 13 Megapixels yang dipadukan dengan lensa sekunder sebesar 2 Megapixels. Saya tidak menemukan menu untuk mengakses kamera sekunder ini, maka sayapun berasumsi bahwa kamera utama berfungsi sebagai fokus dan lensa sekunder berfungsi untuk blurring.

Pada sisi depan terdapat kamera selfie beresolusi 5 Megapixels. Yang paling menarik adalah kamera ini disediakan flash LED buat kalian yang doyan selfie bahkan ditempat gelap sekalipun.

Absennya teknologi Neovision merupakan salah satu kekurangan terbesar pada perangkat ini, jadi kalian tidak dapat membuat foto kreatif seperti slow shutter, Light draw, trajectory, electronic aperture, hingga clone yang merupakan fitur andalan Nubia. Sebagai gantinya terdapat fitur VAN Cam yang berfungsi untuk menambah aksesoris kekinian saat selfie seperti telinga kucing dan lain sebagainya.




Apakah Nubia N2 Lite bisa menghasilkan bokeh ekstrim? Sayang sekali perangkat ini tidak menyediakan mode portrait seperti halnya Nubia M2, bahkan tidak tersedia pemotretan mode PRO/Manual untuk mengatur aperture untuk menghasilkan foto bokeh, untuk itu aplikasi Google Camera bisa digunakan untuk menutup kekurangannya.

Pantaskah saya beli Nubia N2 Lite?

Buat saya, pantas atau tidaknya memboyong sebuah smartphone bergantung dari harga jualnya dan budget yang dimiliki. Simpelnya sih ada harga ada kualitas, dalam hal ini Nubia Indonesia termasuk berani menghadirkan perangkat sejutaan dengan berbagai fitur baru dan juga pengurangan fitur lainnya jika dibandingkan dengan perangkat terdahulunya.

Bagi kalian yang ingin memiliki smartphone layar kekinian dengan buget sejutaan maka Nubia N2 Lite bisa dibeli, namun jika kalian tipe orang yang suka memperhatikan "mending ini mending itu" lebih baik pikir-pikir dulu deh, hanya saja penilaian saya terhadap perangkat ini adalah Value sepadan dengan harga. Thats it!

Nah, berikut adalah spesifikasi lengkap Nubia N2 lite

Design

OS
Android 8.1 (Oreo)
SIM Slot
4G LTE/WCDMA/GSM

LTE FDD: B1, B3, B5, B7, B8

LTE TDD: B410
Network
WCDMA 850/900/2100/MHz

GSM 850/900/1800/1900MHz
Hardware

Procesor
MTK 6739 Quad Core 1.3 GHz
Memory
3GB RAM + 32GB ROM
Fingerprint
Yes
Sensors
Light Sensor, G Sensor, Proximity Sensor
Battery
3300mAh
Display

Size
5.7"HD + 2.5 (1440*720)
Format
18:09
Camera

Rear
13 MP AF + 2 MP with flash
Front
5 MP FF with flash
Connectivity

WiFi
Wi-Fi 802.11 b/g/n, 2.4g
Bluetooth
V 4.2
USB OTG
No
USB-Standard & Speed
V 2.0
Dual Mic
Yes


Nubia Ga Bakal Kasi Update OS, Mengapa?

Disclaimer: tulisan ini merupakan analisa yang diambil dari beberapa fakta yang penulis dapat. Tulisan ini tidak mewakili pihak nubia, dan analisa tersebut bisa jadi benar dan salah.

Gambar: CNET


Tulisan ini dibuat didasari atas pertanyaan-pertanyaan yang paling umum penulis baca di postingan medsos Nubia dan komunitas user Nubia di Facebook. Pertanyaan paling mendasar yang juga menjadi tuntutan kita sebagai seorang user product kepada developernya adalah,”Kapan Update OS?

Selain menawarkan fitur dan keamanan yang lebih canggih, update OS akan memaksa para vendor untuk memperbarui kode-kode dan pembaruan lainnya yang biasa kita dapat melalui sistem update. Artinya, terdapat perubahan dan perbaikan besar-besaran saat vendor memutuskan update OS pada perangkatnya. Keuntungannya? tentu saja peningkatan signifikan pada kinerja perangkat tersebut.



Bagaimana dengan Nubia?

Nubia merupakan brand yang ber-solo karir semenjak berpisah dari ZTE pada tahun 2012 lalu. Hingga kini puluhan seri telah dikeluarkan di puluhan negara yang menyediakan Nubia dimana sektor kamera menjadi senjata utamanya. Dengan bertajuk Mobile Photography Expert, Nubia akhirnya semakin dikenal oleh masyarakat, khususnya setelah menghadirkan empat tipe smartphone di tanah air (terhitung hingga tulisan ini dibuat).

Nubia sendiri hadir di tanah air pada pertengahan 2017 yang lalu. Penulis berkesempatan untuk mengikuti acara launching Nubia M2 yang berlokasi di Bistro Rumahan, Denpasar. Penulis yang sedikit tidaknya paham tentang fotografi dibuat terkaget-kaget dengan berbagai fitur fotografi yang sangat komplit.

Animo masyarakat terhadap seri M2 semakin meningkat. Tidak hanya di Indonesia, perangkat M2 juga laris manis di berbagai Negara di Asia Tenggara, bahkan banyak calon user yang menunggu dengan tidak sabar saat Nubia Indonesia melakukan restock terhadap perangkat M2 yang habis dipasaran.

Nah, berdasarkan fakta diatas kita tentunya dibuat bertanya-tanya, mengapa Nubia tidak memberikan update OS terhadap produk M2 yang sedang laris dipasaran? (seperti yang dilakukan oleh brand sebelah pada perangkat terlarisnya)

Pertanyaan berikutnya adalah, mengapa pihak Nubia tidak menyediakan update OS untuk produk-produknya?

Salah satu jawaban yang menurut kebanyakan orang paling masuk akal adalah, Nubia tidak menyediakan update OS sebagai salah satu strategi untuk menjual perangkat-perangkat terbarunya. Bisa jadi, hanya saja penulis berkeyakinan ada alasan penting lainnya yang tidak berkaitan dengan marketing. Apakah itu?

Nah, disini penulis mencoba untuk menganalisa berbagai fakta yang penulis dapatkan. Fakta-fakta tersebut berdasarkan wawancara terhadap para petinggi nubia indonesia pada bulan Juni 2017.

Singkat cerita penulis mencurigai teknologi Neovision sebagai biangkerok mengapa hingga kini nubia belum menyediakan update terhadap produknya, namun sebelum mengarah pada pernyataan diatas penulis mencoba untuk menyampaikan fakta-fakta tentang teknologi Neovision.

Fakta-fakta tentang neovision:
  1. Nubia merupakan perangkat dengan lebih dari 65rb paten, dimana Neovision memiliki porsi 50% dari paten tersebut.
  2. Neovision merupakan teknologi yang dimiliki sendiri oleh Nubia, alias bukan merupakan teknologi yang dibeli atau lisensi dari pengembang lainnya
  3. Teknologi tersebut adalah filter-filter dalam kamera, fitur-fitur dalam kamera family hingga bokeh digital.
  4. Neovision merupakan perpaduan dari software dan hardware yang dibenamkan kedalam kamera nubia.
Mengapa penulis berani menyebutkan bahwa Neovision merupakan teknologi yang menggabungkan software dan hardware? Tentu saja karena penulis bertanya langsung kepada ahlinya, yaitu salah satu petinggi yang ada di nubia indonesia.



Mungkin kalian bertanya-tanya apa hubungannya Neovision dengan update OS? Update OS bisa dilakukan melalui FOTA atau firmware over the air alias update dengan mengunduh file, sayangnya tidak dengan hardware. Faktanya adalah hardware Neovision yang dibenamkan kedalam perangkatnya merupakan hardware build in OS versi bawaan. Mungkin sampai disini kalian akan beranggapan bahwa penulis ini sok tau, sekarang kita lihat potongan screenshot dibawah ini.




Mengapa hardware Neovision pada Nubia M2 build in Marshmallow?

Berdasarkan perbincangan penulis dengan petinggi Nubia Indonesia, penulis mendapatkan kesimpulan bahwa  Neovision pada Nubia M2 merupakan software dan hardware yang bekerja secara maksimal pada OS versi saat ini (Marshmallow), begitu juga dengan M2 lite. Hal tersebut bisa berarti bahwa hardware Neovision pada Nubia M2 memang build in Marshmallow dan tidak semudah itu jika mau update ke versi terbaru.

Nah, apa yang terjadi jika kita melakukan update OS tanpa mengganti hardware? tentu saja akan mengganggu kinerja kamera, misalnya filter-filter yang tidak bisa diakses atau kegagalan saat mengakses kamera family. Jika hal tersebut benar, bisa dibayangkan betapa ribetnya mengganti sukucadang ke Service Center Nubia demi update OS, tentunya butuh waktu, tenaga, dan uang.

Apakah nubia “malas” update OS buat usernya? penulis pikir tidak demikian adanya, perangkat yang telah menghadirkan puluhan ribu paten selama kurang lebih lima tahun ini tentunya tidak main-main dengan perangkat yang dikembangkannya. Bayangkan 65rb paten dengan perhitungan 13rban paten setahun, berapa banyak insinyur, engineer, teknisi ahli dan lain sebagainya yang bekerja pada perusahaan tersebut untuk kita cap sebagai "malas" hanya karena tidak ada update OS?

Menurut penulis alasan yang paling masuk akal adalah kendala pada intern nubia yang membuat perangkatnya sangat sulit untuk update OS, yaitu hardware Neovision.

Ibarat pedang bermata dua, Neovision merupakan teknologi yang sangat “menjual” dan dilain pihak berpotensi untuk menghancurkan perusahaan jika kelemahan tersebut tidak diatasi pada produk-produk berikutnya.

Bagaimana dengan kita sebagai user Nubia? disinilah kebijaksanaan kita dibutuhkan, buat apa membahayakan perangkat untuk update OS hanya untuk mengikuti trend tetapi mengorbankan fitur kamera? Penulis sendiri selama ini cukup nyaman dengan Nubia M2 pada OS yang ada saat ini, walau demikian pembaruan berkala melalui update system tentunya sangat dibutuhkan untuk mengatasi bug dan juga memperbaiki kinerja bokeh digital pada mode portrait.

Well, sekali lagi ini adalah kesimpulan yang penulis buat berdasarkan pengamatan terhadap fakta-fakta yang ada. Hasil pengamatan ini bisa jadi benar dan bisa juga salah. Menurut kalian?



Pilih Si Bungsu M2 atau Si Sulung M2 Lite


Postingan ini diharapkan mampu menjawab pertanyaan kalian yang kepengen beli Nubia M2 tetapi mentok di buget.

Oke, saat ini nama Nubia mulai dikenal oleh publik. Dulu, diluaran sana produk smartphone ini lebih dikenal dengan flagship ZTE Nubia, namun setelah bercerai dari ZTE pada tahun 2012 lalu brand ini mengembangkan sayapnya dengan berfokus pada kamera tanpa mengesampingkan spesifikasi.

Saat ini smartphone sudah sedemikian melekatnya pada masyarakat kita. Kebanyakan orang menginginkan smartphone dengan kamera canggih yang bisa diandalkan untuk keperluan fotografi maupun sekadar selfie. Nah, Nubia rupanya memanfaatkan segmen ini dengan menghadirkan teknologi Neovision kedalam setiap perangkat besutannya.

Di halaman resminya Nubia menuai banyak pujian, banyak yang mengidam-idamkan flagship Nubia M2 yang notabene merupakan perangkat dengan kamera tercanggih saat ini. Sayangnya kebanyakan orang masih kepentok dibuget dengan harga M2 yang mencapai 4 jutaan.

Untuk keperluan fotografi ga hanya Nubia M2 yang memiliki teknologi Neovision, si sulung M2 Lite juga dibekali teknologi yang sama. Urusan ketajaman gambar dan bokeh, M2 Lite tidak kalah saing dari kakaknya.

Nah sebelum mempertimbangkan beli M2 atau M2 Lite ada baiknya untuk mengetahui perbedaan dari duet kakak beradik ini.

Tampilan fisik

Sekilas cukup sulit membedakan tampilan M2 dengan M2 Lite. Kedua perangkat ini mengusung  5.5 Inc HD, tombol power disebelah kanan layar dan volume disebelah kiri layar. Perbedaan yang mencolok adalah jenis charger yang dipakai, dimana Nubia M2 Lite menggunakan charger seperti kebanyakan hape Android pada umumnya, sementara itu Nubia M2 menggunakan USB type C yang bisa dibolak-balik. Jack Audio pada M2 Lite terletak disebelah kiri USB Port, sementara itu speaker disebelah kanan USB Port. Sebaliknya pada seri M2 terdapat jak audio disebelah kanan USB Port dan speaker disebelah kiri USB Port.

Yang membedakan perangkat ini terletak pada resolusi layar yang diusung, dimana nubia M2 beresolusi 1080 x 1920 Pixel, sementara itu M2 Lite mengusung layar beresolusi 720 x 1280 Pixel.

Kedua perangkat ini sama-sama menyediakan fitur fingerprint recognition yang terletak pada tombol berlogo lingkaran merah dibawah layar. 

Tidak banyak perbedaan dari segi fisik antara Nubia M2 dengan M2 Lite. Berbeda jika melihat resolusi layar dimana Nubia M2 dimana tampilannya lebih kinclong jika dibandingkan dengan adiknya. (Baca juga 6 alasan mengapa saya mupeng sama Nubia M2)

Kapasitas Batre

Nubia M2 memiliki kapasitas batre yang lebih besar, yaitu 3630 mAh, sementara Nubia M2 Lite memiliki kapasitas sebesar 3000 mAh. Yup, semakin besar kapasitas batre tentunya makin tahan lama saat digunakan sehari-hari.

Jeroan

Dari segi prosesor kedua perangkat ini menggunakan chipset yang berbeda. Nubia M2 menggunakan chipset Snapdragon 625(MSM8953) dengan prosesor Octa-core 64 bit, sementara itu M2 Lite menggunakan chipset Mediatek Octa-Core MT6750.

Penulis pribadi lebih suka dengan chipset besutan qualcomm (snapdragon) karena tidak panas saat digunakan untuk ngegame. Berbeda dengan Mediatek yang sanggup menghasilkan lebih banyak cache kesetiap core yang dimiliki. Urusan performa tentu saja kedua chipset ini sama-sama bisa diandalkan.

Dari segi RAM/ROM Nubia M2 dibekali RAM 4GB dan ROM 64GB sementara adiknya memiliki RAM 4GB dengan ROM 32GB. Menariknya lagi kedua perangkat ini sama-sama memiliki SIM slot hybrid yang bisa diisi dengan Micro SD hingga 200an GB.

Kamera

Nah, ini dia yang menjadi selling point Nubia. Pada seri M2 terdapat dual camera SONY CMOS yang masing-masing berukuran 13 MP serta dual LED Flash. Yang paling menarik adalah salah satu kamera yang menggunakan sensor mono untuk menangkap foto hitam-putih. Dibagian depan terdapat 16 MP kamera yang bisa digunakan untuk selfie dan membuat vlog berkualitas.

Berbeda dengan nubia M2 Lite yang hanya dibekali satu kamera utama sebesar 13 MP SONY CMOS single LED Flash. Tidak lupa kamera depan berukuran 16 MP untuk selfie dan membuat vlog berkualitas. (Baca juga: Mengapa saya mupeng sama Nubia M2 Lite)

Kedua perangkat ini sama-sama memiliki kamera utama berukuran 13 MP yang sama-sama memiliki hasil jepretan yang berkualitas, bedanya pada versi teknologi dimana M2 dibekali Neovision 6.5 sedangkan M2 Lite dengan neovision 6.0, secara otomatis nubia M2 memiliki lebih banyak fitur DSLR ketimbang M2 Lite, slahsatunya yaitu Camera 3D yang hanya terdapat pada Nubia M2.

Harga

Nah, masalah kualitas, harga memang tidak bisa bohong. Nubia M2 dibanderol dengan harga Rp4.399.000 sementara Nubia M2 Lite seharga Rp2.799.000. Yup, selisih harga sebesar Rp1.600.000.

Kesimpulan

Ada dua cara untuk memilih barang, yang pertama adalah melihat kualitas kemudian harga, yang kedua melihat buget kemudian melihat hape mana yang bisa diboyong dengan buget yang dimiliki.
Menurut saya kedua smartphone ini memiliki kualitas yang terbaik dalam segmennya. RAM yang sama-sama memiliki besaran 4GB tentunya bisa diandalkan untuk menjajal game berat tanpa takut ngelag. Begitu pula dengan kualitas bidikan dimana masing-masing perangkat memiliki 13 MP SONY CMOS yang bisa diandalkan dalam dunia fotografi. Oya, kesamaan lainnya ialah fitur fast charging dimana kita dapat melakukan pengisian daya dengan sangat cepat.


Selanjutnya kembali ke masing-masing calon pelanggan, apakah ingin membeli perangkat yang lebih murah dengan kualitas yang tidak kalah saing atau sekalian beli yang lebih mahal dengan kualitas dan spesifikasi yang lebih tinggi.

Nubia Bali Community Gathering yang pertama di Indonesia


Pada hari minggu tanggal 6 Agustus 2017 kemarin Nubia mengadakan acara komunitas yang mengundang 20 fotografer kawakan di Bali. Stephen Qu selaku CEO Nubia Indonesia memilih Bali karena provinsi ini sudah terkenal pada skala internasional melalui pariwisata dan budayanya.

Community gathering yang pertama ini berlokasi di Bistro Rumahan jl. Teuku Umar, denpasar.  Lokasi dan seting acara masih sama dengan event peluncuran Nubia M2 yang dilaksanakan pada bulan Juni 2017 lalu. Lokasi ini dipilih karena memiliki berbagai pernak-pernik unik yang bisa dimanfaatkan saat lomba foto dilaksanakan.

Event community gathering ini memiliki dua acara yang diagendakan, yaitu pengenalan fitur Nubia dan lomba fotografi menggunakan Nubia M2. Doorprize berupa tongsis  dan tas diberikan pada yang  beruntung, tidak lupa hadiah menarik yang diumumkan setelah masa penjurian berakhir.

Pada event ini penulis berkesempatan untuk menyampaikan testimoni serta menayangkan hasil jepretan menggunakan  Nubia M2.  Saat itu testimony dimulai dari awal mula ketertarikan pada dunia fotografi yang notabene dimulai dari fotografi ponsel.

Berbicara didepan para senior beda jauh dengan bicara didepan anak sekolahan



Seperti yang telah disampaikan diawal perkenalan, penulis bekerja sebagai abdi negara yag populernya disebut dengan PNS. Sebagai tenaga kesehatan terutama ujung tombak pemerintah di puskesmas kami diwajibkan untuk memiliki kemampuan untuk berbicara dihadapan orang banyak, baik disegala umur maupun latar belakang pendidikan dan status adat. Sebagai pemegang program UKS, saya dituntut untuk mampu memberikan penyuluhan kepada anak SD, SMP, dan SMA.

Berbicara dihadapan anak sekolahan tentunya berbeda jika kita berbicara dihadapan para master dan senior. Salah bicara bisa diprotes, ujung-ujungnya ditertawakan, maka dalam kesempatan ini saya menahan diri untuk menyampaikan hal-hal yang kurang dikuasai. Imbasnya, penekanan nada yang kurang pas akibat grogi bicara dihadapan 20 fotografer senior.

Kesuksesan acara





Hal yang paling saya sukai dari acara ini adalah kesuksesan Pak Mike saat presentasi fitur kamera Nubia M2. Tayangan video berupa fitur unik Nubia M2 sanggup membuat sebagian besar fotografer terbengong-bengong. Hal tersebut sebelumnya sudah pernah penulis alami saat diundang dalam event lounching nubia M2 bulan Juni yang lalu.

16 fitur DSLR memang menggiurkan. Senior tampak antusias menguji kemampuan Nubia M2 saat lomba diadakan. Beberapa diantaranya tampaknya sedikit protes karena 10 menit waktu yang disediakan sangat kurang untuk menjajal fitur tersebut.






Para fotografer yang terkesan dengan 16 fitur DSLR Nubia dan antusiasme saat merasakan sendiri menggunakan Nubia M2 saya pikir merupakan sebuah kesuksesan. Saya meyakini event ini sanggup menjadi virus dan disebarkan melalui mulut ke mulut terutama dengan kemampuan kamera Nubia yang sudah tidak diragukan lagi.

Oya, event ini diagendakan setiap bulan mulai dari Agustus hingga Oktober. September nanti acara serupa akan diadakan di jimbaran dengan tema pantai. So, pantengi terus akun Nubia Indonesia untuk informasi selanjutnya.

Nubia UI 5.0 Yang Bikin Mupeng Abis

Pernah dengar Nubia? Ya pastinya dong..
Nubia merupakan brand smartphone asal Tiongkok yang memulai debutnya di tanah air diakhir 2016 lalu. Pada tahun 2017 ini Nubia menghadirkan tiga varian terbarunya mulai dari seri N 1 lite, M 2 Lite, dan M 2.


Dulu saat masih digandeng ZTE brand ini menghadirkan berbagai varian entry level yang laris dipasaran regional Asia. Brand ini mulai melebarkan sayapnya setelah resmi bercerai dari ZTE.
Brand ZTE Nubia telah sedemikian mengakar pada benak masyarakat kita, maka tidak heran hingga saat inipun masih banyak kita temui review yang secara monohok membuat ulasan tentang produk terbaru Nubia dengan sebutan ZTE Nubia M 2 Lite, walaupun flagship ini lahir setelah kedua belah pihak mengakhiri masa kontrak mereka.

Ok, itu sekilas tentang Nubia dan ZTE, selanjutnya kembali ke topik Nubia User Interface. Setiap brand Android tentu memiliki tampilan antarmukanya sendiri, begitupula dengan Nubia. Saat tulisan ini dibuat, Nubia menghadirkan UI versi 4.0 kedalam flagship besutannya dipasaran. yang menarik adalah Nubia UI versi 5.0 yang saat ini hanya dibenamkan pada flagship Z17.

Impresi awal Nubia UI v5.0

Secara sepintas tampilan awal pada versi 4.0 dengan 5.0 tidaklah berbeda. Dibagian kanan layar pada versi 5.0 terdapat status bar yang bila digeser akan menampilkan beberapa widget (card management) seperti reminder, recent file, status sistem (memory, sampah, jaringan, dan status batre).



Yang membuat penulis terkaget-kaget adalah submenu (WiFi, Bluetooth, Airplane dll) yang biasa kita akses saat menarik layar dari bagian atas ke bawah tidak terdapat pada versi ke-5 ini. Sebagai gantinya terdapat menu notifikasi sistem ala-ala Apple iPhone.

Trus submenunya kemana?

Submenu Nubia UI v5.0 yang mirip degan Apple iPhone

Untuk mengakses submenu kita bisa menggeser bagian bawah layar keatas. Yup, tampilan submenu rada-rada mirip dengan submenu iPhone.




Pada submenu ini terdapat flashlight, kalkulator hingga fitur scan. Dibawahnya terdapat menu WiFi, Mobile data, Bluetooth dan lain sebagainya.

Yang menurut saya paling mirip dengan submenu iphone adalah fitur Nubia Transfer yang sebelasduabelas dengan AirDrop iphone, dan Projection Nubia dengan pencerminan Airplay besutan Apple.

Well, menurut saya fitur submenu ini tumpang tindih dengan fitur splitscreen yang sama-sama diakses dengan menyapukan jari dari bagian bawah layar.

Semua fitur DSLR ada dalam satu layar




Yang paling membuat saya tertarik adalah menu khusus yang disediakan Nubia untuk mengakses fitur DSLR. Fitur ini dapat kita akses dengan menyapukan jari dari tepi kiri layar. Jadi kita tidak perlu repot-repot mengaktifkan kamera dan mengakses Camera Family untuk mencari fitur DSLR tersebut.

Yup, dengan sekali sapuan layar maka ke-16 fitur DSLR bisa diakses untuk keperluan fotografi yang lebih cepat.

Perangkat yang terintegrasi dengan Akun Nubia




Saat menjajal UI versi 5.0 penulis menemukan integrasi perangkat dengan akun Nubia, sebuah fitur yang tidak ditemukan di perangkat Nubia yg dipasarkan di Indonesia. Penulis kurang paham, apakah Nubia Account hanya tersedia pada versi Tiongkok saja ataukah versi internasional yang tidak tersedia di perangkat yg dipasarkan di Indonesia. Yang jelas penulis berharap pada versi 5.0 bisa ditemukan integrasi akun Nubia minimal bisa digunakan untuk berbagi foto, semacam akun Xiaomi Yi yang digunakan khusus untuk berbagi foto langsung setelah gambar diambil menggunakan Yi Cam.